Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Perlakuan Alkaline dan Hot Water Treatment Terhadap karakteristik Kekuatan Komposite berpenguat serat kenaf dan Microcrystalline cellulose Sakuri, Sakuri; Dwi Nugroho, Dimas; Sugiarto, Tris
Accurate: Journal of Mechanical Engineering and Science Vol. 2 No. 2 (2021): October 2021
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/accurate.v2i2.876

Abstract

Tujuan penelitian digunakan untuk mengetahui tingkat pengaruh perlakuan hot alkali pada serat kenaf dan melakukan penambahkan microcrystalline cellulose(MCC) untuk meningkatkan kekuatan tarik dan kekuatan lentur komposit. Serat kenaf direndam dengan larutan NaOH sebanyak 6 % berat dan aqudes. Waktu perendaman selama 6 jam dengan perlakuan hot alkali pada temperatur sebesar 40 °C, 60 °C dan 80 °C. Pencampuran matrik unsaturated polyester dan microcrystalline cellulose menggunakan magnetic stirrer dengan menerapkan metode Taguchi. matrik Unsaturated polyester dan MCC dicampur dengan suhu 40 oC, kecepatan putar 250 Rpm, selama waktu 30 menit, dengan komposisi MCC sebesar 5 %. Pencetakan komposit menggunakan sistem injection molding dengan penekan menggunakan kemampuan dongkak. Hasil pengujian kekuatan tarik menunjukkan adanya peningkatan sebesar 27,91 %, dari kekuatan tarik sebelum perlakuan 66,69 MPa menjadi 85,65 MPa. Hasil pengujian kekuatan lentur meningkat sebesar 31,41 %, dari serat tanpa perlakuan 75,25 MPa menjadi 98.89 MPa dengan perlakuan hot alkali 40 oC. Modulus elastisitas memiliki grafik yang sebanding dengan hasil kekuatan tarik dan kekuatan lentur. Peningkatan kekuatan tarik dan lentur dikarenakan serat telah bersih dari kotoran akibat perlakuan hot lkali dan pencampuran microcrystalline cellulose.
Peningkatan Kapasitas dan Nilai Tambah Kopi Robusta Melalui Inovasi Pascapanen Kelompok Tani Trisno Maju Di Talagening Purbalingga Sugiarto, Tris; Sutisna, Utis; Hidayati, Nurul; Warso, Warso; Nurhidayat, Achmad
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.18299

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun pengolahan pascapanen pada tingkat petani sering terkendala oleh keterbatasan teknologi. Kelompok Tani Trisno Maju di Desa Talagening, Purbalingga, masih melakukan proses pengupasan kulit kopi secara manual sehingga membutuhkan waktu lama, tenaga besar, dan hasil kurang optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk kopi melalui penerapan mesin pengupas kulit kopi (huller) dengan daya motor bensin dan mesin packing sealer otomatis. Metode yang digunakan meliputi pelatihan teknis pascapanen, pendampingan manajemen usaha, penerapan teknologi tepat guna (huller dan sealer kopi), serta pelatihan pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada beberapa aspek. Pengetahuan peserta meningkat dari rata-rata 55% menjadi 85% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Kapasitas pengupasan kopi meningkat dari 30–40 kg/jam menjadi 150–200 kg/jam dengan penurunan tingkat kerusakan biji dari 10% menjadi 3–4%. Kemampuan pembukuan dasar dan analisis biaya meningkat dari 20% menjadi 80% anggota kelompok tani. Dari sisi pemasaran, volume penjualan naik dari 20–25 kg/bulan menjadi 60–70 kg/bulan dengan perluasan pasar melalui platform digital. Kegiatan ini membuktikan bahwa kombinasi inovasi teknologi dan peningkatan kapasitas SDM mampu memperkuat kemandirian ekonomi kelompok tani kopi serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar berbasis digital.
ANALISIS KOMPOSISI UNSUR PRODUK PIROLISIS BIOMASSA UNTUK APLIKASI CO-FIRING PLTU Sutarno, Sutarno; Mastur, Mastur; Hartono, Hartono; Warso, Warso; Sugiarto, Tris; Sugiantoro, Bambang
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i4.15826

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan pendekatan pirolisis terintegrasi untuk mengonversi biomassa dan sampah terpilah menjadi bahan bakar padat ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan dalam program co-firing PLTU. Bahan baku yang digunakan meliputi kayu limbah, cangkang kelapa, dan bubur sampah terpilah yang diproses pada variasi suhu dan waktu pirolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan baku berpengaruh signifikan terhadap karakteristik arang yang dihasilkan. Kayu limbah cenderung menghasilkan arang dengan kualitas stabil dan kadar air rendah, sedangkan cangkang kelapa menunjukkan performa terbaik dengan nilai kalor tinggi dan kadar abu lebih rendah. Sebaliknya, bubur sampah terpilah masih memiliki tantangan pada kandungan air dan nilai kalor, meskipun tetap berpotensi sebagai bahan baku energi alternatif. Analisis morfologi dan komposisi unsur mengonfirmasi bahwa kandungan karbon lebih dominan pada biomassa dibandingkan bursam, yang kaya mineral anorganik. Secara umum, tren hasil menunjukkan bahwa biomassa murni lebih unggul untuk produksi energi dengan kualitas tinggi, sementara bursam dapat difungsikan sebagai bahan substitusi tambahan. Temuan ini menegaskan peran pirolisis terintegrasi sebagai pendekatan berkelanjutan untuk mendukung diversifikasi energi dan pengelolaan sampah di Indonesia.Kata kunci: Pirolisis; biomassa; sampah terpilah; Kayu; cangkang kelapa; co-firing
PENGOLAHAN FESES SAPI DENGAN MENERAPAN TEKNOLOGI ANAEROB DIGESTER BIOGAS SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF DAN PUPUK ORGANIK Sakuri, Sakuri; Sugiarto, Tris; Hartono, Hartono; Supriyana, Nana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19684

Abstract

Abstrak: Feses sapi padat dan cair belum dimanfaatkan oleh kelompok Peternak sapi. Feses sapi merupakah sumber pendapatan peternak yang dapat dikelola menjadi biogas, pupuk organik padat (POP), dan cair (POC). Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Kelompok ternak Terus Maju desa Kebakalan Kabupaten Kebumen Jawa Tengah dari Program Kosabangsa DRTPM Dikti Tahun 2023. Tujuan pengabdian dalam Program Kosabangsa untuk memberdayakan peternakan sapi mengelola limbah kotaran sapi menjadi biogas dan pupuk organic, mengurangi pengeluaran pembelian tabung gas, dan meningkatkan penghasilan penjualan pupuk organic. Pemberdayaan ini pada kelompok Tani Terus Jaya berjumlah 15 peternak. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pembuatan alat biogas anaerob digester, POC dan ayakan POP, Workshop, praktikum penggunaan alat, dan metode perawatan alat. Hasil sosialisasi dan workshop menunjukan 85 % peternak antusias dan memahami tentang pengolahan limbah sapi menjadi biogas dan pupuk organik cair dan padat. 70 % peternak dapat menggunakan peralatan biogas digester dan pengolahan pupuk organik. 25 % peternak mampu merawat dan memperbaiki peralatan biogas digester dan pengayak POP. Penerapan biogas digester mampu mengefesiensikan pengeluaran 10 % bagi peternak sapi. Pembuatan POP dan POC yang dijual ke petani sebagai pupuk organik 15 % pendapatan peternak sapi.Abstract: Solid and liquid cow feces have not been utilized by cattle breeder groups. Cow feces is a source of income for farmers that can be managed into biogas, solid organic fertilizer (POP), and liquid organic fertilizer (POC). Community Service is carried out in the village of the Keep Moving Forward livestock group, Kebakalan village, Kebumen Regency, Central Java, from the Kosabangsa DRTPM Dikti Program in 2023. The aim of the service in the Kosabangsa Program is to empower cattle farms to manage cow waste into biogas and organic fertilizer, reduce expenditure on purchasing gas cylinders, and increase income from selling organic fertilizer. This empowerment was carried out by the "Terus Jaya" livestock group of 15 cattle breeders The methods used include outreach, making biogas anaerobic digesters, POC and POP sieves, workshops, practical equipment use, and equipment maintenance methods. The results of the socialization and workshop showed that 85% of farmers were enthusiastic and understood about processing cow waste into biogas and liquid and solid organic fertilizer. 70% of farmers can use biogas digester equipment and organic fertilizer processing. 25% of farmers are able to maintain and repair biogas digester and POP sieve equipment. The application of anaerobic biogas digesters to 15 farmers was able to reduce expenditures by 10% for cattle breeders. Making POP and POC which is sold to farmers as organic fertilizer accounts for 15% of cattle breeders' income.