Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) PADA SISTEM AEROPONIK DENGAN PERLAKUAN ARAH PENANAMAN DAN JUMLAH TANAMAN/LUBANG Firmansyah, Muhammad Farhan; Suhardjono, Hadi; Suryandika, Fadila
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6712

Abstract

Bayam merah adalah sayuran populer di Indonesia terutama di perkotaan, tetapi keterbatasan lahan akibat urbanisasi menjadi tantangan. Sistem aeroponik vertikal heksagonal memiliki struktur seperti tower berbentuk segi enam yang dapat meningkatkan produksi di lahan sempit. Kelemahannya adalah struktur tersebut mengakibatkan distribusi cahaya kurang merata. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi apakah terdapat pengaruh arah penanaman serta menentukan populasi tanam optimal untuk meningkatkan produksi bayam merah. Penelitian dilakukan dengan percobaan faktorial menggunakan metode rancangan petak terbagi (RPT) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama (main plot) adalah arah penanaman yang terdiri atas 6 taraf yaitu A1 (Timur), A2 (Timur Laut), A3 (Barat Laut), A4 (Barat), A5 (Barat Daya), A6 (Tenggara). Faktor kedua (sub plot) adalah jumlah populasi/lubang tanam yang terdiri atas 3 taraf yaitu P1 (2 tanaman/lubang) P2 (4 tanaman/lubang), dan P3 (6 tanaman/lubang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kombinasi perlakuan A1P2 (Timur dan 4 tanaman/lubang) menghasilkan total berat segar/lubang terberat, sementara A1P1 (Timur dan 2 tanaman/lubang) memberikan hasil terbaik untuk jumlah daun, panjang akar, rata-rata berat segar, dan berat kering.  
The Effect of Tuber Size and the Addition of Organic Materials on the Growth and Yield of Garlic Plants (Allium sativum L.) Var. Lumbu Kuning Khikmah, Rizkiyatul Awwalu Bil; Makhziah, Makhziah; Suhardjono, Hadi
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i2.527-536

Abstract

Efforts to increase garlic productivity can be achieved through cultivation innovations, such as selecting the appropriate tuber size and incorporating organic matter. This study aimed to determine the optimal combination of tuber size and organic matter to increase garlic yield. The research was arranged using a Split Plot Design (SPD) within a Randomized Block Design, with three replications. The main plots involved organic matter treatments: (1) no organic matter, (2) biochar (1 kg/m²), (3) biochar + manure (0.5 kg/m²:0.5 kg/m²), and (4) manure (1 kg/m²). The subplots consisted of tuber size categories: (1) small tubers (0.3-0.6 g), (2) medium tubers (0.7-1 g), and (3) large tubers (1.1-1.4 g). Results showed an interaction between large tuber sizes and the addition of manure, which produced the highest fresh bulb weight. Additionally, the combination of large tuber sizes with the addition of biochar and manure resulted in a high dry bulb weight. Keywords: Biochar, Manure, Nutrient, Production.
Pengaruh Dosis Dan Frekuensi Pemberian Bio-Slurry Kotoran Kambing Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Tomat Nur Vita Sari, Intan; Kusumaningrum, RA Nora Augustien; Suhardjono, Hadi
Agrium Vol 20 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i1.10664

Abstract

Tanaman tomat memiliki potensi dan manfaat untuk dikembangkan. Upaya peningkatan produksi tomat perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik secara efektif sebagai penyediaan unsur hara tanaman tomat. Penelitian bertujuan menggali informasi dosis dan frekuensi pemberian bio slurry kotoran kambing hasil fermentasi Mol Trichoderma sp. yang efektif untuk pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Penelitian bertempat di lahan Dusun Gandu, Desa Mlaras, Sumobito, Jombang bulan Februari sampai bulan Mei 2022. Rancangan percobaan dalam penelitian adalah RAL faktorial dua faktor, yaitu dosis bio slurry kotoran kambing dan frekuensi pemberian bio slurry kotoran kambing yang dikombinasikan menjadi 16 dan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi dosis dan frekuensi pemberian memiliki interaksi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, umur muncul bunga, jumlah total bunga, dan diameter buah. Perlakuan dosis dan frekuensi pemberian secara faktor tunggal masing-masing memberikan pengaruh nyata pada parameter hasil tanaman tomat. Kombinasi perlakuan dosis 75 ml/liter air dan 4x frekuensi pemberian bio slurry kotoran kambing hasil fermentasi Mol Trichoderma sp. memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI BERAS MERAH (Oryza nivara) MELALUI PENAMBAHAN PUPUK NANOSILIKA PADA SISTEM ROOFTOP FARMING Putri, Olivia Damayanti; Sutini, Sutini; Suhardjono, Hadi
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v21i2.4058

Abstract

One type of rice that is rich in potential nutritional content is brown rice, but the production of this type of rice is still far behind compared to other types of rice. Therefore, special efforts are needed to support production, one of which is through the use of superior varieties accompanied by the fulfillment of the right nutrients, especially the Si nutrient. This research aims to determine the effect of adding nanosilica on the growth and yield of red rice. This research used a factorial randomized block design consisting of 2 factors, namely variety (consisting of two levels V1 = Pamera, V2 = Pamelen) and nanosilica concentration (consisting of five levels S0: 0 mL L-1 (control); S1: 7, 5 mL L-1; S2: 10 mL L-1; S3: 12.5 mL L-1; S4: 15 mL L-1.). The results of the research concluded that applying nanosilica colloid to the Pamera and Pamelen varieties at a concentration of 15 mL L-1 was able to increase plant length and number of tillers, as well as speeding up the flowering age of red rice. However, giving nanosilica had no effect on harvest age and yield components.
Teknologi Budidaya Jamur Tiram dan Ikan Air Tawar Secara Terpadu di RW 03 Desa Kaliombo, Kec. Kota Tengah, Kediri Santoso, Juli; Soedjarwo, Djarwatiningsih Pongki; Sulistyono, Agus; Suhardjono, Hadi
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika Vol. 1 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrisevika.v1i1.2

Abstract

Teknologi budidaya Jamur Tiram dan Ikan Lele secara terpadu merupakan peluang usaha alternatif lainnya yang dapat memberikan tambahan penghasilan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Melalui kelompok-kelompok PKK RW 03 yang memiliki potensi sumberdaya dalam meningkatkan kemandirian dan memperoleh pendapatan tambahan. Metode yang diterapkan adalah percontohan, percobaan dan pendampingan, yaitu dengan cara memberikan contoh yang riil tentang prospek dan manfaat dalam budidaya jamur tiram dan ikan lele dengan menggunakan metode integrated farming yang berkelanjutan dengan memanfaatkan segala potensi lokal. Pendampingan Budidaya Terpadu Jamur Tiram Putih dan Ikan Lele, meliputi: pemeliharaan log jamur dan ikan lele, panen dan pasca panen, analisa usaha tani, membuat olahan jamur dan ikan lele menjadi produk home industry, serta pendampingan pemasaran dalam bentuk mentah dan olahan. Luaran program pendampingan berupa produk jamur tiram putih baik dalam bentuk segar maupun olahan, serta hasil sampingan berupa ikan lele.
Edukasi dan Implementasi Pemanfaatan Urine Sapi Terfermentasi untuk Produksi Pupuk Cair Mandiri di Tingkat Peternak Desa Pelem – Kertosono Santoso, Juli; Suhardjono, Hadi; Koentjoro , Yonny; Sutini
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika Vol. 2 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrisevika.v2i1.16

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan mengimplementasikan pemanfaatan urine sapi terfermentasi sebagai pupuk cair mandiri di tingkat peternak, khususnya di Desa Pelem, Kertosono. Selama ini, urine sapi seringkali menjadi limbah yang kurang termanfaatkan dan berpotensi mencemari lingkungan.  Padahal, urine sapi memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, yang sangat baik untuk pertumbuhan tanaman.  Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada peternak mengenai teknik fermentasi urine sapi menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah didapatkan.  Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peternak dalam mengolah urine sapi menjadi pupuk cair organik berkualitas.  Dengan kemampuan memproduksi pupuk cair secara mandiri, peternak dan petani di Desa Pelem diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal, meningkatkan kesuburan tanah, serta mencapai pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Effect of Seed Bulb Cutting Size and Planting Media Volume on the Growth and Yield of Shallot (Allium ascalonicum L.) under a Hydroponic Wick System Rizaldi, Muhammad Fahri; Hidayat, Ramdan; Suhardjono, Hadi
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 6 (2025): December 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i6.2187-2193

Abstract

Shallots (Allium ascalonicum L.) are cultivated as a high economic value agricultural business. Cutting the tip of the seed bulb can stimulate, accelerate and synchronize plant growth. In hydroponic cultivation, the volume of planting media is an important component that needs to be considered. This research was conducted at the Greenhouse Hydroponic Farm Lamongan, Lamongan District, Lamongan Regency, East Java. Split plot design (RPT) or split plot design in a Completely Randomized Design (CRD) with the main plot (main plot) the volume of planting media (U) with 3 levels: 10cm (U1), 15cm (U2), 20cm (U3) and sub plots (sub plots) are the size of the cutting of the seed bulbs (P) with 4 levels: not cut (P0), cut 1/4 (P1), cut 1/3 (P2), cut 1/2 (P3). It was found that the treatment of the size of the cutting of the seed bulbs affected the vegetative and generative variables. Meanwhile, the treatment of planting media volume affects generative variables, especially on the number of harvested bulbs per box and the weight of harvested bulbs per box. The most optimal interaction between the combination of the size of cutting seed bulbs and the volume of planting media occurs at the size of cutting seed bulbs of 1/4 part and the volume of planting media of 10 cm, which is able to increase the weight of harvested bulbs per clump.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) DENGAN SISTEM AEROPONIK VERTIKAL HEKSAGONAL PADA BERBAGAI INTERVAL WAKTU PENYIRAMAN Wibisono, Ari; Suhardjono, Hadi; Suryandika, Fadila
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.6808

Abstract

Aeroponik merupakan salah satu teknologi pada budidaya  secara urban farming. Tanaman selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang sangat cocok dibudidayakan menggunakan sistem aeroponik. Sistem aeroponik yang tepat juga dapat mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Sistem aeroponik juga memiliki faktor penting yaitu interval waktu penyemprotan. Pada tanaman selada, interval waktu penyemprotan yang jaraknya terlalu singkat dapat menyebabkan akar tanaman menjadi busuk karena terkena larutan nutrisi dalam waktu yang lama. Sebaliknya, interval waktu penyemprotan yang jaraknya terlalu lama dapat menyebabkan tanaman kekurangan air dan nutrisi, sehingga pertumbuhannya terhambat. Oleh karena itu penelitian yang mengkaji interval waktu penyemprotan pada model instalasi aeroponik vertikal heksagonal perlu dilakukan. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya. Perlakuan diaplikasin menggunakan pompa yang diatur interval waktu semprotnya. Waktu penyemprotan terdiri dari 3 macam waktu yaitu I1: menyala selama 24 jam (non Stop); I2: 5 menit menyala (on), 5 menit mati (off); I3: 5 menit menyala (on), 10 menit mati (off). Hasil penelitian menunjukkan Perlakuan interval waktu penyemprotan berpengaruh nyata pada beberapa parameter antara lain jumlah daun, berat segar dan berat kering. Interval waktu penyemprotan I2 (5 menit menyala (on); 5 menit mati (off)) memiliki nilai tertinggi pada jumlah daun, berat segar dan berat kering, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan I1 (menyala selama 24 jam (non stop)). Interval waktu penyemprotan I2 (5 menit menyala (on); 5 menit mati (off)) menjadi interval waktu penyemprotan terbaik pada budidaya selada dengan sistem aeroponik vertikal heksagonal.
Pemberdayaan Warga Perumahan Kosagrha RW 04 Kelurahan Medokan Ayu-Rungkut Surabaya Melalui Pemanfaatan Lahan Tidur Menjadi Kebun Produktif Berbasis Urban Farming Soedjarwo, Djarwatiningsih Pongki; Suhardjono, Hadi; Sulistyono, Agus; Koentjoro , Yonny; Makhziah
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika Vol. 2 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrisevika.v2i2.25

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan warga Perumahan Kosagrha RW 04 Kelurahan Medokan Ayu-Rungkut, Surabaya, untuk mengatasi masalah lahan tidur melalui implementasi konsep Urban Farming. Lahan tidur berupa fasilitas umum/sosial (fasum/fasos) sebelumnya terbengkalai, ditumbuhi semak, dan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action with Training and Demonstration (PAW-TD), melibatkan warga secara aktif dalam setiap tahapan, mulai dari identifikasi, pelatihan (teori dan praktik), hingga penyiapan Demonstration Plot (Demplot) secara gotong royong. Hasil utama menunjukkan keberhasilan transformasi dua titik lahan tidur menjadi kebun produktif. Peningkatan kapasitas warga, terutama Kelompok Tani Perumahan “Kosagrha Lestari,” terlihat signifikan pada aspek teknis budidaya, pembuatan kompos, dan pengendalian hama. Program ini memberikan dampak positif nyata, yaitu penguatan ketahanan pangan keluarga, munculnya nilai ekonomi berupa penghematan dan kas kelompok dari surplus panen, serta peningkatan kohesivitas sosial dan estetika lingkungan perumahan.