Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Wicara

Campur Kode dalam Interaksi Penjual dan Pembeli di Pasar Sendangmulyo Semarang (Kajian Sosiolinguistik) Rachmanita, Almira Rheina; Suharyo, Suharyo; Amin, Mujid Farihul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 2: Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.19092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk jenis yang terdapat di Pasar Sendangmulyo Semarang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif. Data penelitian yang digunakan berupa data primer dari penggalan tuturan atau bagian tuturan lisan dari percakapan antara penjual dan pembeli di Pasar Sendangmulyo Semarang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Jenis campur kode dalam interaksi penjual dan pembeli di Pasar Sendangmulyo Semarang terdiri atas tiga jenis campur kode yaitu campur kode ke dalam, campur kode ke luar, dan campur kode campuran. (2) Bentuk campur kode dalam interaksi penjual dan pembeli di Pasar Sendangmulyo Semarang yang ditemukan yaitu (1) Campur kode berwujud penyisipan kata; (2) campur kode berwujud penyisipan frasa; (3) campur kode berwujud penyisipan pengulangan kata; (4) campur kode berwujud penyisipan idiom.Kata Kunci: Bentuk, Jenis, Campur Kode, Sosiolinguistik, Pasar.
Analisis Wacana Kritis Model Teun A. van Dijk dalam “#DebatKeren Papua – Budiman Sudjatmiko VS Dandhy Laksono” Prihartono, Rachmat; Suharyo, Suharyo
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.611 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.16367

Abstract

AbsractThis research is a qualitative research using the critical discourse analysis approach of the Teun A. van Dijk model. The purpose of this study is to explain the critical discourse analysis of Teun A. van Dijk's model in #DebatKeren Papua - Budiman Sudjatmiko vs. Dandhy Laksono covering the structure of the discourse that is built and the ideological discourse that is conveyed. The theory of critical discourse analysis is carried out using text analysis, social cognition, and context. The results showed that there was a macro structure (thematic) on the topic of the event, entitled Nationalism and Sepatism: Questions on Papua. The superstructure (schematic) contains an opening, a battle of ideas between Budiman Sudjatmiko and Dandhy Laksono as well as statements and questions from the audience. The micro structure of the #DebatKeren Papua involves elements of semantic, syntactic, stylistic and rhetorical discourse. In general, Budiman Sudjatmiko responded to the Papua issue with an attitude as an Indonesian nation. Meanwhile, Dandhy has a tendency to support the fate of Papua.Keywords: Critical Discourse Analysis, Teun A. van Dijk, Papua, Budiman Sudjatmiko, Dandhy Laksono AbstrakPenelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk dalam #DebatKeren Papua - Budiman Sudjatmiko vs Dandhy Laksono meliputi struktur wacana yang dibangun dan wacana ideologi yang disampaikan. Teori analisis wacana kritis ini dilakukan dengan menggunakan analisis teks, kognisi sosial, dan konteks. Hasil penelitian menunjukkan adanya struktur makro (tematik) topik acara yang bertajuk Nasionalism and Sepatism: Questions on Papua. Superstruktur (skematik) terdapat pembuka, pertarungan gagasan antara Budiman Sudjatmiko dan Dandhy Laksono serta pernyataan dan pertanyaan dari audiens. Struktur mikro pada #DebatKeren Papua ini melibatkan elemen wacana semantik, sintaksis, stilistika dan retoris. Secara umum, Budiman Sudjatmiko menanggapi masalah Papua dengan sikap sebagai bangsa Indonesia. Sedangkan Dandhy memiliki kecenderungan mendukung nasib Papua. Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, Teun A. van Dijk, Papua, Budiman Sudjatmiko, Dandhy Laksono
Variasi Bahasa dalam Instagram pada Akun Arief Muhammad (@armuh) Kajian Sosiolinguistik Ningtyas, Ajeng Setia; Suharyo, Suharyo
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 1: April 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.17817

Abstract

Language variations have many types and variations, one of which is the Martin Joos model of formality. The formal variety of the Martin Joos model discusses the five formal levels of a language, namely frozen variety, formal variety, consultative variety, casual variety, and intimate variety. The purpose of this study is to describe Arief Muhammad's use of various languages with his followers which are reviewed through sociolinguistic studies using Martin Joos' theory. This study used a purposive sampling technique to collect data and used non-participant observation and documentation (screenshots). Then the data were analyzed using a qualitative descriptive method with the Martin Joos model of formality theory. From the research data obtained from Arief Muhammad's caption, there are three kinds of languages, namely consultative languages, casual languages and intimate languages. The same thing can be seen from the research data obtained from the comments column, there are three kinds of language, namely the variety of consultative language, the variety of casual language and the variety of intimate languages.
Ketidaksantunan Berbahasa Calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Debat Akbar Pemilu 2024 (Kajian Pragmatik) Setiyaningsih, Rinanda Wahyu; Suharyo, Suharyo
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.24496

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan salah satu aspek yang penting dalam hal komunikasi publik, termasuk dalam agenda Debat Akbar Calon Presiden dan Wakil Presiden Pemilu 2024. Penelitian dengan judul “Ketidaksantunan Berbahasa Calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Debat Akbar Pemilu 2024: Kajian Pragmatik” bertujuan untuk menemukan bentuk-bentuk pelanggaran kesantunan berbahasa dan faktor yang memengaruhi adanya pelanggaran kesantunan berbahasa yang terdapat pada ujaran pasangan calon dalam agenda Debat Akbar Pemilu 2024. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kesantunan berbahasa dan faktor pendukung kesantunan berbahasa. Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penyediaan data menggunakan metode simak. Teknik penyediaan data menggunakan teknik simak libat bebas cakap dan teknik catat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik lanjutan berupa teknik pilah unsur tertentu. Metode penyediaan hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu ditemukan bentuk pelanggaran dari 5 maksim kesantunan berbahasa, yakni maksim kebijaksanaan, maksim kemurahan, maksim kerendahan hati, dan maksim kesetujuan. Selain itu, hasil dari penelitian menunjukkan tidak ditemukannya pelanggaran maksim kesimpatian.
Tindak Tutur Ilokusi dalam Video Podcast PWK Edisi Bintang Tamu Dikta di Kanal YouTube HAS Creative (Kajian Pragmatik) Anwar, Muhammad Zidan; Suharyo, Suharyo
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 2: Oktober 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.29563

Abstract

Penelitian ini berfokus pada fenomena penggunaan bahasa dalam video podcast yang sering kali dianggap hanya sebagai sarana komunikasi dan hiburan semata. Dengan bantuan teori pragmatik tindak tutur ilokusi, tuturan dalam video podcast tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi atau hiburan, tetapi juga memiliki maksud serta tujuan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis serta fungsitindak tutur ilokusipada video podcast PWKedisi bintang tamu Dikta dikanal Youtube HAS Creative. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teori yang digunakan sebagai landasan penelitian ini adalah teori pragmatik dengan fokus pada tindak tutur ilokusi serta teori SPEAKING oleh Dell Hymes. Metode dan teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu metode simak dan teknik catat. Metode dan teknikanalisis data pada penelitian ini, yaitu metode padan dan teknik pilah unsur penentu dengan menggunakan daya pilah pragmatis. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan pada penelitian ini, yaitu metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam video podcast dengan judul “PWK - Gak Cuma Sama Penonton, Anunya Dikta Juga Pernah Dir3mas Security?!” ditemukan berbagai fungsi tindak tutur ilokusi yaitu (1) tindak tutur ilokusi representatif dengan fungsi  ‘memberitahukan’ dan ‘memberitakan’; (2) tindak tutur ilokusi direktif dengan fungsi ‘permohonan’ dan ‘melarang’; (3) tindak tutur ilokusi komisif dengan fungsi ‘berjanji’ dan ‘penolakan’; (4) tindak tutur ilokusi ekspresif dengan fungsi ‘kesukaan’ dan ‘ketakutan’. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa dalam video podcast PWKedisi bintang tamu Dikta dikanal Youtube HAS Creative, tidak hanya sebagai sarana komunikasi atau hiburan semata, namun juga memiliki maksud serta tujuan tertentu.