Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : HUMANIKA

POLA NAMA MASYARAKAT KETURUNAN TIONGHOA Suharyo, Suharyo
HUMANIKA Vol 18, No 2: Desember 2013
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.364 KB) | DOI: 10.14710/humanika.18.2.

Abstract

ABSTRACT Ethnic Chinese community in Indonesia since 1966 has been "forced" to change their name to the Indonesian name by Presidential Decree number 127/U/Kep/12/1966. The reason why they change their name to the Indonesian one concerned with racial issues, but also they long lived in Indonesia actually they did not mastering the Chinese language. To find that out, here performed literature review by taking the data source in the mass media; especially advertising grief, books/ journals research, and interviews are limited. Keywords: Pattern of name, ethnic Chinese community, Indonesian name.
REPRESENTASI IDEOLOGI DAN KEKUASAAN DALAM BAHASA: KAJIAN TEKS MEDIA Suharyo, Suharyo; Surono, Surono; Amin, Mujid F
HUMANIKA Vol 22, No 2: Desember 2015
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.414 KB) | DOI: 10.14710/humanika.22.2.92-102

Abstract

This article is based on the assumption that language is not in a social vacuum. Language is more than a set of words that merely linguistic, but also social. Therefore, the current linguistic research should take into account the social dimension in the analysis are critical, such as van Dijk’s critical discourse analysis (CDA) research model. The critical discourse analysis research  considering the text, context, social cognition, and analysis/social context. Research steps include: exposing the macro structure (thematic), superstructure (schematic), and microstructure consisting of semantics, syntax, stylistic, and rhetoric. Accordingly, this study uses the method read and record while research data has been collected from Suara Merdeka and Kompas newspaper. Finally concluded that the language represents the ideology and power (symbolic) both individual and communal.
Kecerdasan Buatan dalam Konteks Kurikulum Merdeka pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah: Membangun Keterampilan Menuju Indonesia Emas 2045 Suharyo, Suharyo; Subyantoro, Subyantoro; Pristiwati, Rahayu
HUMANIKA Vol 30, No 2 (2023): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v30i2.60563

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan yang semakin pesat memengaruhi kurikulum dan metode pengajaran di lembaga pendidikan. Pemahaman mengenai pengaruh serta langkah-langkah yang tepat untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam kurikulum merupakan sebuah urgensi yang penting untuk diperhatikan dalam rangka mempersiapkan peserta didik menuju Indonesia Emas 2045. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh kecerdasan buatan terhadap kurikulum dan metode pengajaran di lembaga pendidikan, mendeskripsikan tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam proses pembelajaran, dan menjelaskan langkah strategis pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mempersiapkan kompetensi siswa menuju Indonesia Emas 2045. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kecerdasan buatan di dalam kurikulum dapat menunjang proses pembelajaran dan pengajaran serta mencapai hasil yang maksimal dengan penggunaan sumber daya yang minimal. Integrasi tersebut turut mendorong kesuksesan Kurikulum Merdeka dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Keterbatasan teknis, keterbatasan keahlian guru, dan tantangan moral merupakan tantangan implementasi kecerdasan buatan dalam Kurikulum Merdeka. Langkah yang dapat diambil meliputi pemanfaatan platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan, pelatihan guru dalam menggunakan teknologi kecerdasan buatan, dan penerapan pedoman etika.   
Ajaran Samin: Dari Makna Simbolik Menuju Hakikat Suharyo, Suharyo; Rokhman, Fathur; Yuniawan, Tommi
HUMANIKA Vol 31, No 1 (2024): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v31i1.60969

Abstract

Sudah cukup banyak kajian tentang masyarakat Samin dengan berbagai pendekatan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan makna simbolik dan hakikat ajaran. Samin dengan menggunakan konsep tanda sebagaimana dikemukakan Saussure dan semantik sebagaimana dijelaskan Pateda dengan metode studi pustaka. Data diolah dengan menggunakan langkah sebagaimana ditawarkan Miles  Haberman: reduksi data, pencatatan data, dan inferensi. Hasil penelitian ini adalah (1) ajaran Samin yang termuat dalam angger-angger (pratikel, pangucap, dan lakonana) masih dipertahankan, (2) sudah mulai ditemukan perubahan sosial, (3) menggunakan bahasa ngoko dalam setiap ranah, (4) makna simbolik dari ketiga angger-angger: berbuat baik dengan sesama, tidak mengumbar hawa nafsu, jujur, satu kata dengan perbuatan, memerhatikan hak milik; karena hakikatnya hidup itu satu, selamanya, dan kematian hakikatnya hanya “ganti pakaian”, (5) makna simbolik dan hakikat pada pitutur tertentu pada masyarakat Samin  sebagai ciri pembeda dengan masyarakat di luar Samin, seperti ibu bumi, bapak angkasa, rukun(an), anak, turun, dan siji.