Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Enhancing the Implementation of Buddhist Pancasila Values in Religious Education at Atisa Dipamkara Elementary School, Tangerang Okiyah, Okiyah; Sulani, Puji; Sugianto, Sugianto
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol 11 No 1
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v11i1.1374

Abstract

This study aims to analyze the strengthening of Buddhist Pancasila values in the context of Buddhist Religious Education at Atisa Dipamkara Tangerang Elementary School. This qualitative research employed a comprehensive approach, including interviews, observations, and document analysis for data collection, utilizing instruments such as interview guides, observation protocols, and documentation checklists. Data were meticulously analyzed using Miles, Huberman, and SaldaƱa's interactive model, which involves data collection, condensation, display, and conclusion/verification to address the research questions. The findings indicate that teachers internalize Buddhist Pancasila values through various methods, including teaching, reminding, reinforcing, habituating, emphasizing, modelling, and applying these values. These values encompassing compassion, love, helping others, non-violence, honesty, responsibility, gratitude, respect for self and others, admitting mistakes, refraining from defamation, maintaining focus, appropriate interactions with the opposite sex, and moderation in eating and drinking. The internalization of these values significantly influences students' character development, particularly in areas such as discipline, compassion, and respect for others, instilling confidence in the validity of the research findings. This research provides robust evidence of the impact of implementing Buddhist Pancasila values on students' character development, with practical implications for educators, researchers, and policymakers in the field of religious education and character development.
INTEGRASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DAN BERKEBINEKAAN GLOBAL PADA PEMBELAJARAN BAGI GURU DI EKS-KERESIDENAN BANYUMAS DAN KEDU SELATAN Puji Sulani; Saputro Edi Hartono; Iin Suwarni; Kunarso; Niddhi Prajna Mitta
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i2.5078

Abstract

Budaya lokal berpotensi menjadi sumber pendidikan karakter dan penguatan identitas sebagaimana menjadi kebijakan moderasi beragama dan Profil Pelajar Pancasila. Namun, implementasi oleh 55% guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha menghadapi tantangan dan kendala. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam rencana dan pembelajaran. Kegiatan berlangsung selama dua hari di SMK Mpu Tantular Banyumas dengan melibatkan 20 guru melalui metode ceramah, diskusi, brainstorming, kerja kelompok, dan ice breaking. Evaluasi pengabdian dilakukan dengan menggunakan model Kirkptrick pada tiga level, yaitu reaksi, pembelajaran, dan perubahan perilaku. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa keberhasilan sangat tinggi ada pada level reaksi, dengan Tingkat kepuasan peserta pengabdian mencapai 99,34%. Pada level pembelajaran, meskipun efektivitasnya tergolong rendah dengan N-Gain sebesar 0,17, sedangkan rata-rata peningkatan pemahaman yang dicapai peserta sebesar 24,38%. Pada evaluasi level perilaku, tingkat keberhasilan yang dicapai peserta adalah sebesar 95,42% dengan 78,6% peserta berhasil mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dan berkebinekaan global ke dalam rencana pembelajaran. Kendala utama yang dihadapi mencakup keterbatasan waktu, aksesibilitas lokasi kegiatan, dan kesiapan awal peserta. Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi penting dalam mendorong adanya integrasi nilai-nilai moderasi beragama dan berkebinekaan global dalam pembelajaran berbasis budaya lokal, serta dapat menjadi model dalam mendukung pendidikan berbasis budaya lokal yang inklusif.