Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Dan Implementasi Sistem Monitor Cuaca Menggunakan Mikrokontroler Sebagai Pendukung Sistem Peringatan Dini Banjir Dian Kurniawan; Agung Nugroho Jati; Asep Mulyana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak maraknya kasus pemanasan global di dunia ini, cuaca pun menjadi tidak menentu. Tidak seperti saat 10 atau 20 tahun yang lalu, cuaca dapat diprediksi dengan mudah. Bahkan sebuah daerah bisa hujan, tetapi daerah lain yang berdekatan dengan daerah tersebut tidak hujan sedikitpun. Di kalangan pelajar maupun profesional, anomali cuaca pun bisa menjadikan sebuah masalah tersendiri. Oleh karena itu, diperlukan sebuah monitoring cuaca yang dapat diakses oleh semua orang. Monitoring keadaan cuaca adalah salah satu solusi untuk mengetahui kondisi cuaca secara real-time. Data yang diterima oleh sensor nantinya dikirim ke server menggunakan module GSM yang nantinya akan diolah untuk keperluan forecasting. Parameter yang diukur adalah suhu, kelembaban, dan barometric pressure. [12] Data pengukuran tersebut nantinya juga akan dibandingkan dengan data dari http://openweathermap.org/ dan aplikasi Weather bawaan dari Windows 10. Dari hasil percobaan pengukuran sensor sebanyak 5 kali, sensor dapat mengukur parameter suhu, kelembaban, dan tekanan udara. Sistem juga dapat bekerja untuk mengunggah data pengukuran tersebut ke server. Kemudian didapatkan hasil pengukuran sensor dibandingkan dengan http://openweathermap.org/ dan aplikasi Weather bawaan dari Windows 10 adalah: suhu sebesar 3,64 % dan 5,9 % ; kelembaban udara sebesar 22,65 % dan 28,13 % ; sedangkan tekanan udara sebesar 4,43 % dan 7,5 %. Kata kunci: Monitor Cuaca, Suhu, Kelembaban Udara, Curah Hujan, Tekanan Udara, Modul GSM
Desain Dan Implementasi Sensor Tinggi Muka Permukaan Air Sungai Dan Sensor Curah Hujan Sebagai Pendukung Sistem Peringatan Dini Untuk Bencana Banjir Aditya Budi Abimata; Agung Nugroho Jati; Asep Mulyana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, banjir selalu menjadi masalah besar bagi warga yang berada di daerah tepian anak sungai. Di beberapa daerah yang rendah, kita selalu mendapatkan banjir kiriman sekalipun daerah kita tidak sedang hujan, terkadang kita mendapatkan banjir kiriman karena daerah muara sudah menampung air yang banyak, dari hujan yang berasal dari daerah yang lebih tinggi. Datangnya yang mendadak juga mengakibatkan banyak orang belum cukup waktu mempersiapkan diri untuk menghadapi banjir yang mendadak tersebut. Karena itu, diperlukan sebuah sistem peringatan dini untuk warga yang berada di daerah tepian sungai. Dengan adanya peringatan banjir dini, yang memanfaatkan kecerdasan buatan dari sistem yang kami buat, maka akan lebih banyak waktu yang diberikan kepada warga untuk mempersiapkan diri sebelum bencana banjir tersebut datang. Tugas akhir ini menggunakan ultrasonic sensor, untuk mengetahui seberapa tinggi air sungai. Kedua alat dipasang di Sungai Citarum bagian dayeuhkolot, yang mana oleh Balai Besar Wilayah Sungai ditetapkan sebagai lokasi yang dapat menjadi acuan untuk penelitian ini. Berdasarkan pengujian yang digunakan, kedua sensor telah mampu berfungsi sebagai sistem penghitung jumlah hujan atau tipping bucket beserta sistem pengukur tinggi muka air sungai atau ultrasonic sensor. Sistem berhasil mengunggah data setiap 10 menit. Tipping bucket berhasil berjalan dengan tingkat error maksimal 7%. Sedangkan sensor jarak berhasil berjalan dengan error maksimal 19%. Kata kunci: Tipping bucket, ultrasonic sensor, server
Perancangan Sistem Keamanan Ruangan Menggunakan Raspberry Pi(bagian: Aplikasi) Nandana Adya Samudera; Asep Mulyana; Edi Rakhman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem kemanan ini dibangun pada Raspberry Pi, sistem ini dilengkapi dengan modul picamera, modul sensor PIR (passive infra red sensor) untuk mendeteksi ke beradaan manusia disekitar, dan modem gsm untuk mengirimkan notifikasi sms. Program untuk sistem ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman Python dan Flask untuk framework web. Sistem ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian Aplikasi dan Alert. Aplikasi befungsi sebagai antarmuka pengguna, seperti streaming video, menampilkan laporan, melihat video yang terekam, mengeset konfigurasi sitem. Bagian Alert berperan mengirim sms, merekam video dan memasukan data-data sistem ke dalam database ketika manusia terdeteksi pada ruangan dan program aktif. Sedangkan pada penelitian ini difokuskan pada bagian Aplikasi Setelah melakukan perancangan dan implementasi, tahap selanjutnya adalah dengan melakukan pengujian terhadap aplikasi. Pada pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa aplikasi dapat mendukung fitur-fitur untuk sistem keamanan ruangan. Berdasarkan pengujian video streaming mempu nyai rata-rata delay terendah 210 ms untuk resolusi dan fps terendah sampai dengan 1784 ms untuk resolusi dan fps tertinggi, penggunaan CPU cukup tinggi yaitu sekitar 98 persen. Kata Kunci: Raspberry Pi, picamera, Python, Flask, PIR.
Desain Dan Implementasi Panel Surya Pada Sistem Pendeteksi Banjir Yang Menggunakan Wireless Sensor Network Aziz Maulana Arham; Agung Nugroho Jati; Asep Mulyana
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berkurangnya cadangan minyak bumi sebagai sumber energi utama di bumi memaksa kita untuk mencari alternatif sumber energi yang lain. Dari berbagai sumber energi alternatif yang ada, energi matahari merupakan sumber energi alternatif yang memiliki kelebihan yaitu sifatnya yang tak terbatas, ramah lingkungan dan merupakan sumber energi masa depan. Panel surya adalah alat untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik dan dapat menjadi sebuah energi terbarukan. Dengan berlatar belakang yang sama akan bencana dan krisis energi yang melanda kota-kota besar yang ada di Indonesia saat ini, maka penulis akan mengimplementasikan penggunaan panel surya sebagai energi alternative yang lebih berguna yaitu sebagai catuan alat pendeteksi banjir. Pada penelitian tugas akhir ini panel surya digunakan sebagai pencatu pada microcontroller yang dipasang pada pendeteksi banjir. Dengan buck converter akan menurunkan tegangan awal panel surya menjadi konstan. Selain itu digunakan 2 buah baterai dengan kapasitas 100 Ah dan 65 Ah sebagai energi backup. Serta sistem switch relay yang memungkinkinkan pergantian baterai secara kontinu untuk memperpanjang life cycle dari sistem. Hasil dari penelitian ini, dengan daya dari baterai A sebesar 12 x 100 = 1200 watt dan daya dari baterai B sebesar 12 x 65 = 780 watt. Penggunaan beban penuh selama 24 jam, maka didapat total daya yang dibutuhkan per hari untuk system dapat bekerja adalah 34.8 watt. Dengan demikian baterai A apabila dalam kondisi penuh akan habis selama ±34 hari. Sedangkan baterai B apabila dalam kondisi penuh akan habis selama ±22 hari Kata kunci: panel surya, baterai, deteksi banjir, wsn
Simulasi Dan Analisis Performansi Datagram Congestion Control Protocol (Dccp) Untuk Layanan Video Streaming Pada Wlan Andri Parulian; Asep Mulyana; Rumani Rumani
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya teknologi saat ini semakin memudahkan banyak orang untuk mendapatkan informasi secara cepat dan tepat. Informasi tersebut tidak hanya berupa text ataupun gambar tetapi juga melibatkan multimedia. Salah satu layanan yang sering diakses untuk mendapatkan informasi adalah melalui video-streaming. Layanan video-streaming mengajak kita untuk mendapatkan informasi tanpa harus men-download-nya terlebih dahulu. Namun layanan streaming ini belum sepenuhnya sempurna karena masih adanya delay pada saat kita mengakses layanan tersebut. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas video-streaming diperlukan agar setiap orang bisa menikmati layanan ini dengan baik. Salah satu cara agar pelayanan dalam bentuk video-streaming menjadi lebih baik adalah dengan menggunakan protokol streaming yang baik. Salah satu protokol yang digunakan untuk layanan video-streaming adalah Datagram Congestion Control Protocol (DCCP). DCCP yang merupakan pengembangan dari User Datagram Protocol (UDP) dalam menangani congestion menerapkan pola pengiriman bidirectional-unicast pada paket datagram yang disesuaikan dengan tingkat congestion pada network. Dalam tugas akhir ini, dilakukan simulasi dengan menggunakan Network Simulator 2 untuk mengetahui performansi dari DCCP. Dengan pengaruh jumlah user yang berbeda, yaitu 5, 10 dan 20, didapatkan hasil sebagai berikut (secara berurutan): delay (0.656, 0.398, 0.384), packet loss (0.04%,0.13%,0.06%), throughput (422.14 kbps, 397.71 kbps, 395.68 kbps). Selain itu, simulasi juga dilakukan dengan pengaruh perubahan bitrate, yang menghasilkan delay 4.98, throughput 4507.07 dan packet loss 0.03%. Kata kunci:DCCP, Congestion Control, video streaming,wireless,QoS,network simulator 2
Perancangan Dan Implementasi Aplikasi Penerjemah Bahasa Isyarat Menjadi Suara Berbasis Kinect Menggunakan Metode Hidden Markov Model Agustinus Agustinus; Asep Mulyana; Andrew Brian Osmond
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu isyarat dapat dikenali melalui gerakan tubuh dan gerakan mulut seseorang. Dengan mengenali ciri-ciri khusus pada masing-masing isyarat, maka dapat diterjemahkan. Pada tugas akhir ini dilakukan pengenalan sejumlah kata dalam bahasa isyarat, agar orang-orang dengan kemampuan berbicara secara verbal lebih mudah menerjemahkan isyarat seorang tunarungu. Masukan secara realtime yang digunakan berupa data gambar (image) pose bahasa isyarat (berdasarkan Kamus Umum Bahasa Isyarat Indonesia) menggunakan perangkat sensor kinect. Data tersebut kemudian diolah sehingga mendapatkan data skeleton. Dari data skeleton kemudian didapatkan skeleton joint. Dalam hal ini menggunakan 6 skeleton joint untuk dijadikan data karakteristik dari setiap isyarat. Berikutnya 6 skeleton joint akan dimodelkan dengan Hidden Markov Model (HMM), dan dilakukan pelatihan sehingga dihasilkan sebuah basis data untuk seluruh HMM. Keluaran dari sistem ini berupa suara yang merupakan terjemahan dari isyarat pada masukan. Hasil pengujian pada tugas akhir ini mendapat akurasi rata – rata 90%, trendline akurasi untuk berbagai jumlah kata mengalami penurunan jika ditambah isyarat baru ke database, dan waktu komputasi sistem rata-rata 22.8μs. Kata Kunci: Bahasa Isyarat, Kinect, Hidden Markov Model
Desain Dan Implementasi Sistem Informasi Geografis : Sistem Pemantauan Banjir Berbasis Android Perdana Erick Oktafianto; Asep Mulyana; Umar Ali Ahmad
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

strak Banyak sistem yang sudah digunakan untuk mengatasi masalah banjir. Sistem pendeteksi banjir berbasis Android menggunakan Geograpic Information System yang dibuat adalah suatu sistem yang diterapkan pada masyarakat. Sistem pendeteksi ini terdiri dari hardware, database, dan software. Pada bagian hardware, akan digunakan microcontroller Arduino ATMEGA328 yang terpasang ultrasonic sensor dan GSM module Icomsat V1.1 untuk pembacaan data dan pengiriman data. Pada bagian database, akan digunakan database MySQL. Pada bagian software, akan dibuat sebuah aplikasi pemetaan dan pemantauan banjir berbasis Andorid. Sistem ini memiliki lima klasifikasi jarak air sungai yang nantinya akan dipetakan pada software. Klasifikasi jarak untuk level 1 adalah 1-25 cm, untuk level 2 adalah 26-35 cm, untuk level 3 adalah 36 -70 cm, untuk level 4 adalah 71-150 cm, dan untuk level 5 adalah 151-200cm. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa sistem ini dapat bekerja secara realtime dengan respon pembacaan ketinggian air dan pembacaan peta kurang dari satu detik, tingkat akurasi pembacaan yang dilakukan oleh sensor ultrasonik adalah sebesar 83.33% sampai dengan 100% tergantung permukaan yang diukur, dan rata-rata delay dari sistem ini dari mulai pembacaan sensor hingga pembacaan peta adalah 6.93 detik karena terjadi waktu tunggu untuk pengiriman data dari modul GSM ke modem GSM sebesar 5,72 detik. Kata kunci : Geographic Information System, Arduino, Android, database
Perencanaan Terrestrial Trunked Radio (tetra) Di Wilayah Bandara Internasional Husein Sastranegara Bonaventura Karunia Husada; Uke Kurniawan Usman; Asep Mulyana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem komunikasi yang digunakan oleh divisi-divisi di Bandara Internasional Husein Sastranegara masih menggunakan sistem komunikasi konvensional (non-trunking) dengan frekuensi 467 MHz. Kondisi frekuensi yang ada sangat terbatas, sementara kebutuhan trafik untuk memenuhi kebutuhan masing-masing divisi terus meningkat. Terrestrial Trunked Radio (TETRA) dengan frekuensi kerja 410-430 MHz menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan satu transmitter TETRA menyediakan empat buah kanal dengan satu kanal sebagai kontrol. Perencanaan jaringan TETRA dengan metode planning yang digunakan yaitu capacity planning dan coverage planning. Hasil perencanaan jaringan TETRA dengan metode capacity planning diperoleh hasil kebutuhan kapasitas kanal sebanyak 3 kanal. Sedangkan pada coverage planning berdasarkan hasil simulasi diperoleh 2 site yang dilengkapi dengan antena sectoral dengan konfigurasi antena yang paling optimal dalam percobaan dan skema yang dilakukan, yaitu antena pertama (sudut azimuth 300o dan elevasi 0o), serta antena kedua (sudut azimuth 88o dan elevasi 0o) dengan radius sel 1,47 km. Hasil simulasi dengan skenario 3 pada percobaan 3 diperoleh area layanan dengan nilai sinyal terima paling tinggi yaitu -91 dBm
Implementasi Layanan Multiplay Dalam Jaringan Hybrid Ipv4 Dan Ipv6 Dengan Metode Tunneling Dan Dual Stack Aldila Fajar; Hafidudin Hafidudin; Asep Mulyana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IPv6 merupakan internet protocol yang dalam beberapa tahun kedepan akan menggantikan posisi IPv4 karena ketersediaan kapasitas alamat dari IPv4 yang hampir habis seiring dengan banyaknya pengguna gadget serta teknologi berbasis IP lainnya. Dibandingkan dengan IPv4, IPv6 jauh lebih baik dari segi kapasitasnya yang sangat besar, sekuritas, lalu QoS, dan dari segi mobilitasnya. Maka akan terjadi evolusi dari IPv4 ke IPv6 secara gradual dengan kondisi awal IPv4 yang menjadi mayoritas dibandingkan dengan IPv6, sedangkan dalam perkembangan berikutnya IPv6 lah yang akan menjadi lebih dominan. Dalam tugas akhir ini akan dilakukan pengujian terhadap pengimplementasian layanan multiplay melalui jaringan yang berbeda versi IP dengan client dan server, menggunakan metode tunneling dan dual stack. Diharapkan tiap skenario layanan yang diujikan akan memberikan output yang sesuai standar. Hasil pengujian, didapatkan untuk semua skenario layanan yang diujikan didapatkan keluaran nilai QoS yang sesuai standar kecuali untuk skenario layanan mixed traffic audio dan video streaming, pada pemberian background traffic diatas 40 Mbps nilai QoS buruk. Untuk nilai MOS semua skenario layanan yang diuikan masih memenuhi standar yang sudah ditentukan hasilnya semua skenario dapat dikategorikan kedalam kualitas baik dan cukup baik, hanya sama seperti pada QoS untuk skenario mixed traffic audio dan video streaming nilai MOS nya sangat rendah saat pemberian background traffic diatas 40 Mbps. Tetapi dari hasil perhitungan dan pengamatan saat pengujian dilapangan, semua layanan masih layak diimplementasikan dalam jaringan terbukti dari nilai parameter – parameter QoS dan MOS keduanya memenuhi standar dengan kategori kualitas baik dan cukup baik untuk diimplementasikan. Kata kunci : Layanan Multiplay, IPv4, IPv6, Tunneling, Dual Stack
Perancangan Dan Implementasi Aplikasi Portal Portofolio Untuk Programmer Berbasis Web Fajar Hari Prabowo; Rumani M; Asep Mulyana
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Portofolio adalah dokumentasi hasil kerja, prestasi atau karya pribadi yang dipublikasikan untuk tujuan tertentu. Manfaat portofolio adalah sebagai personal branding bagi para pencari pekerjaan. Portofolio biasanya dibuat dalam website pribadi untuk memamerkan karya karya tersebut di internet. Pada umumnya portofolio dibuat dalam website – website pribadi, namun media tersebut masih sukar untuk masuk dalam hasil pencarian internet yang relevan. Solusi dari permasalahan itu adalah mengumpulkan portofolio portofolio yang ada pada website website pribadi tersebut ke dalam satu wadah portal web. Pengumpulan portofolio tersebut nantinya akan dikategorikan berdasarkan kelompok keahlian. Pada tugas akhir ini, dibuat suatu web portal portofolio yang mewadahi programmer programmer di Indonesia untuk memamerkan hasil karyanya ke khalayak publik. Fitur - fitur yang ditawarkan adalah halaman portofolio, pengkategorian fokus keahlian, fitur pencarian dan pameran joblist. Dengan adanya web portal portofolio programmer ini, diharapkan dapat memudahkan akses pencarian programmer programmer freelance yang sesuai dengan keahliannya serta memudahkan komunikasi antar sesama programmer. Dari hasil analisis pengujian yang telah dilakukan, dihasilkan kesimpulan akhir sebagai berikut. Berdasarkan pengujian alpha yang dilakukan, sebagian fitur dapat berfungsi dengan baik, namun sebagian fitur lain belum dapat berjalan dengan baik. Berdasarkan pengujian beta yang dilakukan terhadap 18 responden. Pada segi tampilan, sebagaian besar sebanyak 56% mengatakan cukup. Pada segi fitur, sebagian besar sebanyak 67% mengatakan baik. Pada segi respond, mayoritas sebanyak 50% mengatakan baik. Pada segi keamanan, mayoritas sebanyak 55% mengatakan cukup. Untuk kesimpulan akhir penilaian tentang web yang dipublikasikan adalah mayoritas sebanyak 56% memberi penilaian cukup. Kata Kunci: Portofolio, Programmer, Aplikasi, Web, Portal