Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SPEKTRUM INDUSTRI

DEKOLORISASI CRUDE RICE BRAN OIL MENGGUNAKAN BENTONIT Endah Sulistiawati; Arum Sari; Rafiqah Hidayati; Chaniago Chaniago
Spektrum Industri Vol. 10 No. 1: April 2012
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v10i1.1616

Abstract

Minyak bekatul atau Rice Bran Oil kaya akan gizi, mengandung vitamin, antioksidan (tokoferol, tokotrienol, dan orizanol), serta nutrisi yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan manusia. Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan pembuatan minyak bekatul dengan proses fermentasi, hingga diperoleh minyak berupa crude oil (minyak kasar), yang masih berwarna gelap. Selanjutnya dilakukan upaya pemurnian dengan proses pemucatan (dekolorisasi). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan angka perbandingan berat bentonit dengan minyak bekatul serta waktu pengadukan yang optimal, sehingga diperoleh warna minyak yang lebih pucat dari semula. Bentonit dengan ukuran lebih dari 200 mesh dimasukkan kedalam beker glass yang telah diisi minyak bekatul 50 ml dan magnetic stirrer pada suhu kamar tanpa pemanasan dengan kecepatan pengadukan 600 rpm selama 30 menit. Setelah pengadukan dihentikan, campuran diendapkan selama 24 jam lalu dilakukan pemisahan antara bentonit dengan minyak yang sudah jernih menggunakan kertas saring. Untuk menyempurnakan hasilnya dilakukan pemisahan dengan centrifuge. Perlakuan yang sama diulang untuk variabel berat bentonit (5, 10, 15, 20, 25 gram) dan waktu pengadukan (30, 40, 50 menit pada masing–masing berat). Parameter yang digunakan untuk menganalisa kualitas minyak bekatul pada penelitian ini adalah absorbansi (angka kejernihan relatif), kadar air, dan kadar kotoran. Dari hasil penelitian diperoleh berbagai tingkat kejernihan, hasil terbaiknya pada perbandingan berat bentonit terhadap minyak 0,5 g/ml, lama pengadukan 30 menit, memiliki angka kejernihan relatif 0,520. Kadar kotoran yang terendah terdapat pada perbandingan berat bentonit terhadap minyak 0,1 g/ml dan lama waktu pengadukan 40 menit, yaitu sebesar 0,028 %. Kadar air rata-rata minyak hasil dekolorisasi masih cukup besar yaitu 12,57%. Kata Kunci: dekolorisasi, rice bran, minyak, bentonit
DELIGNIFIKASI BAMBU PETUNG (DENDROCALAMUS ASPER) DENGAN EKSTRAK ABU JERAMI PADI DAN KAYU Endah Sulistiawati; Imam Santosa
Spektrum Industri Vol. 10 No. 2: Oktober 2012
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v10i2.1631

Abstract

Kebutuhan tekstil di Indonesia terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Selama ini pemenuhan tekstil sebagian besar diimpor dari beberapa negara, antara lain: India, China, dan Jepang. Di sisi lain, Indonesia merupakan negara agraris, dengan limbah pertanian yang melimpah. Juga tanaman bambu tumbuh subur dan banyak terdapat di negeri ini. Keunggulan serat tekstil bambu adalah bersifat antiseptik, tahan terhadap mikroba. Penelitian ini merupakan salah satu langkah dalam pembuatan serat tekstil alami dari bambu petung (Dendrocalamus asper) dan limbah pertanian yaitu abu jerami padi dan kayu, yaitu tahap delignifikasi. Tujuan penelitian ini mencari waktu perendaman bambu dalam ekstrak abu yang memberikan hasil terbaik. Bambu dipotong dan dibelah tipis, berukuran panjang 15 cm, setebal 0,5 mm. Mula-mula sampel bambu ditimbang (antara 12 sampai 57 gram), lalu direndam dalam ekstrak abu (jerami padi dan kayu) sebanyak 500 ml dalam sebuah botol berkapasitas 600 ml dan ditutup. Perendaman dilakukan pada suhu kamar. Waktu perendaman bervariasi dari 4 jam hingga 80 jam. Setelah perendaman selesai, hasil disaring. Sampel filtrat dititrasi untuk diketahui konsentrasi alkali aktifnya. Bambu yang telah direndam lalu dikeringkan menggunakan oven pada suhu 110ºC sampai berat tetap. Selisih berat antara bambu awal dan akhir (kering) dihitung, dan dianggap sebagai lignin yang terdegradasi. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa perendaman menggunakan ekstrak abu jerami padi memberikan hasil yang lebih baik dari pada ekstrak abu kayu, karena pengurangan berat padatan lebih besar. Hasil yang tertinggi pada perendaman menggunakan ekstrak abu jerami padi selama 76 jam, dengan selisih berat (basis kering) mencapai 44,5%. Kata kunci: delignifikasi; bambu petung; ekstrak abu.