Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Bentuk Ketidaksantunan Berbahasa Creator TikTok Denise Charista dalam Media Sosial TikTok Sania Rostama Suhadak; Salam Salam; Herman Didipu
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengangkat permasalahan bagaimana bentuk ketidaksantunan berbahasa yang dilakukan oleh creator TikTok Denise Charitas dalam sosial media Tiktok. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk ketidaksantunan yang dilakukan oleh creator TikTok Denise Carista dalam media sosial Tiktok. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan terdapat lima bentuk ketidaksantunan berbahasa yang dilakukan oleh creator TikTok Denise Charista dalam media sosial TikTok miliknya, yaitu ketidaksantunan berbahasa kategori kesembronoan, kategori memain-mainkan muka, kategori melecehkan muka, kategori mengancam muka, dan ketidaksantunan berbahasa kategori menghilangkan muka.  
Compound Words In Suwawa Language Tiara Suciani Kamaru; Fatmah AR. Umar; Salam
TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture and Education Vol. 3 No. 2 (2023): TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture, and Education
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/jllce.v3i2.10

Abstract

This study examines compound words in the Suwawa language, which involve the combination of two words to create new meanings and are commonly used in Suwawa conversations. The research focuses on two key aspects: (1) the forms of compound words in Suwawa and (2) the meaning of compound words in Suwawa. Employing a qualitative descriptive method, the study aims to elucidate the forms and meanings of compound words in Suwawa. Data were collected from Suwawa language speakers residing in Tingkohubu Timur village, Suwawa Subdistrict, utilizing data collection tables and employing interview, documentation, listening, and recording techniques. The data analysis involved presenting, reducing, and verifying the data to draw comprehensive conclusions. The findings reveal two significant outcomes. Firstly, the Suwawa language exhibits three forms of compound words: substantive subordinative, attributive subordinative, and coordinative compound words. Secondly, compound words in Suwawa convey three distinct meanings: noun, verb, and adjective compound words. This research sheds light on the structure and semantic aspects of compound words in the Suwawa language, contributing to a deeper understanding of Suwawa linguistics.
MEMBANGUN KEBIASAAN MEMBACA MENUJU MASYARAKAT LITERAT DI KECAMATAN WALEA BESAR KABUPATEN TOJO UNA-UNA Salam Salam; Eka Sartika; La Ode Gusman Nasiru
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.3320

Abstract

Minat baca anak dan masyarakat di Kecamatan Walea Besar, Kabupaten Tojo Una-Una masih tergolong rendah. Masyarakat lebih menikmati budaya lisan daripada membaca. Ada dua faktor yang menjadi penyebabnya yakni, pertama, kurangnya dorongan membaca dalam lingkungan keluarga sehingga kultur menumbuhkan kebiasaan  membaca sangat minim. Orang tua belum mampu menjadikan kegiatan literasi sebagai kebiasaan untuk peningkatan kualitas sosialnya. Kurangnya pendampingan terhadap anak juga menjadi pemicunya. Kedua, belum meratanya distribusi buku yang berkualitas. Hal ini disebabkan oleh ketersediaan buku yang tidak pernah di-upgrade. Pengabdian ini bertujuan melakukan sosialisasi tentang membiasakan membaca di lingkungan keluarga; membentuk komunitas literasi di lingkungan sekitar; dan meng-upgrade pojok baca, setelah melakukan pendataan buta aksara. Pengabdian menggunakan metode pembentukan komunitas sadar literasi dan pembuatan pojok baca. Metode ini terpecah terbagi menjadi beberapa tahapan antara lain persiapan dan pengenalan awal; musyawarah dengan perangkat desa; pembekalan mahasiswa; pelaksanaan; evaluasi, dan penarikan. Pengabdian ini membawa manfaat yakni terwujudnya masyarakat literat melalui pembentukan pojok baca yang dapat menjadi wadah untuk meningkatkan minat baca yang bersifat edukatif dan bisa diakses oleh siapapun tanpa biaya
Majas Sindiran dalam Bahasa Saluan di Desa Longkoga Barat Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai Nur Aisa Hatibi; Sayama Malabar; Salam Salam
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 9 No 3 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v9i3.1384

Abstract

Emotional is characterized by words of satire. This study aims to describe the types and functions of satire majas in Saluan language. The method used is the descriptive method. The results showed (1) types of satire majas in Saluan language, namely: (a) irony Belesi hondo, (b) cynicism Bolimo mongunjang, (c) sarcasm Pateakon na komiu, (d) satire Butong um atina nodiyeqmo, and (e) innuendo sangalu sanggaat anu manohong; (2) The function of satire majas in Saluan language, which is to congregate, affirm, poetize, remind, and express certain emotional states of the heart. The Saluan language in West Longkoga Village makes satire function to express feelings to others.
POLIGAMI DAN PELAKOR, REFLEKSI DALAM FILM DAN REALITAS MASYARAKAT GORONTALO: SEBUAH STUDI PERBANDINGAN La Ode Gusman Nasiru; Salam Salam; Eka Sartika
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 13, No 2 (2023): (Mei 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v13i2.21810

Abstract

Nowadays, the issue of polygamy and homewrecker was an idea. It was found in two platforms such as the soap operas Suara Hati Istri and social reality in real life. Communal Gorontalo was the best prototype regarding these two issues. The motives, either polygamy or homewrecker in operas and in reality, were different. Soap operas put forward the basic trend and modernism as the basis, while the real life of the Gorontalo community proposed religion and legal awareness in its dynamics. Looking for the most fundamental thing connecting the two areas, the author used feminism theory as a comparative study. This study asked three questions such as (1) how was the reflection of polygamy and homewrecker in the Suara Hati Istri serial?; (2) what was the reflection of polygamy and homewrecker in the reality of Gorontalo society?; (3) what were the ideological concepts of polygamy and homewrecker in the series of Suara Hati Istri and in the reality of the Gorontalo community? Feminism succeeded found the fundamental reason for the similarities in the plurality of motives between soap operas and reality. It was toxic masculinity and misogynist.
Penggunaan Media Video Berbasis Capcut dalam Pembelajaran Mengidentifikasi Unsur Teks Berita pada Siswa Kelas VIII MTs Negeri 1 Kabupaten Gorontalo Fitri Lamusu; Salam Salam; Herson Kadir
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 9 No 4 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v9i4.1416

Abstract

The purpose of this study was to describe the use of Capcut-based video media in learning to identify the elements of news text on students, student learning outcomes, and inhibiting factors in the use of Capcut-based video media. This research uses descriptive method with qualitative research type. Based on the results of the study, it is stated that the use of Capcut-based video media in learning to identify the elements of news text has been successfully used so that student learning outcomes reach competency standards, and in accordance with RPP. The assessment of identifying the elements of news text on students in the knowledge aspect is in the form of text described in the student worksheet.
Eufemisme Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja di Desa Pentadio Timur Kecamatan Telaga Biru Hapsa M. Latif; Dakia N. Djou; Salam Salam
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 9 No 4 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v9i4.1417

Abstract

This research was motivated by a title about the use of subtle language or choosing the right words when interacting. A person can be said to be ethical if he pays attention to polite and courteous language in his speech. The aim of this research is to describe or explain the form and function of Indonesian euphemisms among teenagers in East Pentadio village. The method used is a descriptive method with a qualitative research type. Based on the research results, it was found that the forms of euphemistic expressions used by young people in East Pentadio include abbreviations, foreign terms, metaphors and periphrases. Meanwhile, refined language functions to create a polite and comfortable atmosphere, disguise meaning, and reduce embarrassment. The habit of softening words has become part of society's culture. For this reason, as a cultured society, we are expected to be able to recognize the use of euphemisms. This serves to maintain mutual feelings and comfort in communicating with fellow speakers.
PENGENALAN KOSAKATA DASAR BAHASA SUWAWA MELALUI MEDIA GAMBAR KEPADA PELAJAR LINGKUNGAN SEKOLAH DI DESA TINGKOHUBU KECAMATAN SUWAWA Herman Didipu; Salam Salam; Sitti Rachmi Masie; Ikram Tuluki; Kartika Kartika; Lisyan Husain; Nurwafik Azizah; Dewi S. Labuang
Jubaedah : Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Indonesian Journal of Community Services and School Education) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Jubaedah)
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jub.v4i1.163

Abstract

This community service activity is a collaborative activity between lecturers and students of the Department of Indonesian language and literature, Gorontalo State University. This activity was carried out on the basis of concern and concern for the existence of Suwawa language as one of the regional languages in Gorontalo province which began to experience degradation. Several studies have shown that the Suwawa language has begun to decline. For this reason, this activity is a form of conservation and revitalization of the Suwawa language. This service was held in Tingkohubu Village, Suwawa district with participants were children between the ages of 3-8 years. The stages of activities include preparation, implementation, and evaluation. The preparation stages include coordinating with the village government, recruiting participants, to arranging materials and preparing drawing materials. The implementation stage is in the form of giving material using the expository method, guess the picture, and games. The evaluation was conducted to test children's mastery of basic vocabulary of Suwawa language using quiz and door prize methods. The results of this activity showed a significant increase in vocabulary Suwawa language in children. This can be seen from their enthusiasm when answering the quiz to guess the words in the picture
Penerapan Teknik SQ3R pada Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Menceritakan Kembali Isi Teks Narasi Salam; Wa Ode Irawati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik membaca SQ3R dalam menceritakan kembali isi teks narasi mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah tabel atau catatan hasil penerapan teknik membaca SQ3R dan ungkapan ulang isi teks. Sumber data penelitian adalah mahasiswa semester II kelas A dan B Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang berjumlah 53 orang. Teknik penelitian yang digunakan adalah simak-catat, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34 responden mengikuti seluruh tahapan SQ3R, 18 responden tidak menerapkan tahapan Review, dan 1 responden tidak menerapkan semua tahapan SQ3R. Hasil menceritakan kembali isi teks narasi menunjukkan tiga kategori nilai, yaitu 8 responden memiliki nilai sangat baik, 26 responden memiliki nilai baik, dan 19 responden memiliki nilai cukup. Penerapan teknik SQ3R efektif dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menceritakan kembali isi teks narasi, karena teknik ini tidak hanya meningkatkan pemahaman tetapi juga memori dan kemampuan berpikir kritis yang penting dalam proses narasi.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS LAPORAN HASIL OBSERVASI MURID DI SMA NEGERI 3 GORONTALO Muh Arham Kase; Salam Salam; Siti Rachmie Masie
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2026): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v14i2.7178

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan keterampilan menulis laporan hasil observasi siswa di SMA Negeri 3 Gorontalo. Metode Penelitian yang digunakan adalah Research and Development dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes keterampilan menulis laporan observasi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil pengembangan menunjukkan model ini layak berdasarkan materi, media dan bahasa dengan kategori sangat layak. Hasil keterlaksanaan model juga mendapatkan skor 3 dengan kategori baik dengan hasil nilai akhir siswa yang diterapkan dalam model ini adalah 11 murid memperoleh nilai sempurna (100), 4 murid mendapat nilai 92, 7 murid mendapatkan nilai 83, sedangkan 12 murid berada pada kategori cukup dengan nilai 75. Kesimpulan penelitian menekankan bahwa model ini dapat diadopsi sebagai alternatif pembelajaran inovatif di sekolah menengah atas untuk mendukung pengembangan keterampilan literasi ilmiah siswa.