Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Wacana Publik

GAYA KEPEMIMPINAN WALIKOTA METRO PERIODE 2005 – 2015 Sulistio, Eko Budi; Prihantika, Ita; Meiliyana, Meiliyana
Wacana Publik Vol 12, No 02 (2018): Jurnal Wacana Publik, Desember 2018
Publisher : STISIPOL Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.433 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya kepemimpinan Walikota Metro 2005-2015, Lukman Hakim. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, diperoleh kesimpulan bahwa selama dua periode menjadi Walikota Metro gaya kepemimpinan yang digunakan oleh Lukman Hakim adalah gaya demokratis. Dengan gaya demokratis, kepemimpinan Lukman Hakim bisa dinilai cukup adaptif dengan dinamika tuntutan perkembangan pemerintahan di Kota Metro. Hal tersebut diwujudkan dalam kegiatan seperti bedah APBD, pelayanan satu atap atau uji kepatuhan dan kepantasan (fit and proper test) untuk pejabat birokrasi pemerintahan di Kota Metro dalam rangka merealisasikan tuntutan dinamika pemerintahan yang demokratis dan pemerintahan yang bersih.Salah satu hasil dari reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Lukman Hakim sebagai Walikota Metro adalah naiknya Indeks Pelayanan Publik pada tahun 2012 yang disebabkan semakin membaiknya kinerja birokrasi dalam memberikan pelayanan pada mayarakat.
Evaluasi Kebijakan Sistem Zonasi dalam Optimalisasi Aksesibilitas Pendidikan pada Jenjang Sekolah Menengah Pertama di Kota Bandar Lampung Kurniawan, Arsyah Fernanda; Sulistio, Eko Budi; Karmilasari, Vina
Wacana Publik Vol. 18 No. 1 (2024): Wacana Publik
Publisher : P3M STISIPOL Dharma Wacana Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/wp.v18i1.65

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh penerapan kebijakan zonasi dikota Bandar Lampung yang menunjukkan perbedaan yang jelas antara sekolah di kota besar yang memiliki sarana dan prasarana berkembang, dengan sekolah di pedesaan atau terpencil yang sering kekurangan fasilitas dan staf pengajar. Meskipun sarana dan prasarana sangat penting dalam mendukung pembelajaran, pengelolaan yang baik dapat meningkatkan mutu pendidikan. Permasalahan ini tidak hanya terjadi di pedesaan, tetapi juga di perkotaan, khususnya di Bandar Lampung yang mana masih memiliki sistem pendidikan yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kebijakan zonasi, khususnya di SMPN 2 dan SMPN 26 Bandar Lampung, menggunakan metode kualitatif dan teori evaluasi kebijakan William N. Dunn yang mencakup enam indikator: efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Meskipun kebijakan zonasi memberikan manfaat signifikan dalam mempermudah akses pendidikan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini belum memenuhi beberapa indikator tersebut. Efektivitas dan efisiensi belum tercapai karena persebaran dan kualifikasi sekolah yang belum optimal serta masalah pada sistem pendaftaran online. Kebijakan ini cukup memadai dalam hal kemudahan akses pendidikan, namun pemerataan dan penyetaraan sekolah masih belum merata. Masyarakat memberikan tanggapan positif terhadap kebijakan ini, tetapi ketepatannya belum terpenuhi karena adanya ketidaksesuaian antara penerapan dan temuan di lapangan. Aspek yang perlu diperbaiki meliputi pemerataan sekolah, peningkatan akurasi sistem pendaftaran online, pemahaman masyarakat tentang mekanisme pendaftaran, serta kesesuaian kebijakan dengan Permendikbud No. 1 Tahun 2021.
Evaluasi Kebijakan Sistem Zonasi dalam Optimalisasi Aksesibilitas Pendidikan pada Jenjang Sekolah Menengah Pertama di Kota Bandar Lampung Kurniawan, Arsyah Fernanda; Sulistio, Eko Budi; Karmilasari, Vina
Wacana Publik Vol. 18 No. 1 (2024): Wacana Publik
Publisher : LP3M Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/wp.v18i1.65

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh penerapan kebijakan zonasi dikota Bandar Lampung yang menunjukkan perbedaan yang jelas antara sekolah di kota besar yang memiliki sarana dan prasarana berkembang, dengan sekolah di pedesaan atau terpencil yang sering kekurangan fasilitas dan staf pengajar. Meskipun sarana dan prasarana sangat penting dalam mendukung pembelajaran, pengelolaan yang baik dapat meningkatkan mutu pendidikan. Permasalahan ini tidak hanya terjadi di pedesaan, tetapi juga di perkotaan, khususnya di Bandar Lampung yang mana masih memiliki sistem pendidikan yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kebijakan zonasi, khususnya di SMPN 2 dan SMPN 26 Bandar Lampung, menggunakan metode kualitatif dan teori evaluasi kebijakan William N. Dunn yang mencakup enam indikator: efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Meskipun kebijakan zonasi memberikan manfaat signifikan dalam mempermudah akses pendidikan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini belum memenuhi beberapa indikator tersebut. Efektivitas dan efisiensi belum tercapai karena persebaran dan kualifikasi sekolah yang belum optimal serta masalah pada sistem pendaftaran online. Kebijakan ini cukup memadai dalam hal kemudahan akses pendidikan, namun pemerataan dan penyetaraan sekolah masih belum merata. Masyarakat memberikan tanggapan positif terhadap kebijakan ini, tetapi ketepatannya belum terpenuhi karena adanya ketidaksesuaian antara penerapan dan temuan di lapangan. Aspek yang perlu diperbaiki meliputi pemerataan sekolah, peningkatan akurasi sistem pendaftaran online, pemahaman masyarakat tentang mekanisme pendaftaran, serta kesesuaian kebijakan dengan Permendikbud No. 1 Tahun 2021.