Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI USIA >6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA KELURAHAN AIR PACAH PUSKESMAS AIR DINGIN Meldafia Idaman; Rahnika Utami; Ika Yulia Darma; Silvi Zaimy; Silfina Indriani
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.31091

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan sumber nutrisi utama bayi, namun capaian di Puskesmas Air Dingin masih tergolong rendah yakni 69,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Kelurahan Air Pacah Puskesmas Air Dingin Tahun 2026. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross-sectional terhadap 54 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memberikan ASI eksklusif (92,6%) dengan tingkat pengetahuan mayoritas kategori cukup (53,7%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami (p=0,019), status pekerjaan ibu (p=0,045), dan tingkat pengetahuan ibu (p=0,039) dengan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan penelitian ini mengonfirmasi adanya hubungan antara dukungan suami, status pekerjaan ibu, dan pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif, sehingga tenaga kesehatan khususnya bidan disarankan meningkatkan penyuluhan guna mengoptimalkan kesadaran ibu.Kata kunci: Asi eksklusif; dukungan suami; status pekerjaan; pengetahuan
PENGARUH PSIKOEDUKASI TERHADAP KESEHATAN MENTAL IBU DAN KUALITAS PERSALINAN DI PMB KOTA PADANG Ika Yulia Darma; Meldafia Idaman; Silvi Zaimy; Silfina Indriani
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.3052

Abstract

Kesehatan mental ibu selama masa kehamilan adalah salah satu aspek penting yang memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan ibu dan bayi. Banyak penelitian menunjukkan bahwa gangguan mental selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi persalinan serta memengaruhi perkembangan anak di kemudian hari . Di tingkat global, Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa sekitar 10% ibu hamil di negara berkembang mengalami gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh psikoedukasi terhadap kesehatan mental ibu dan kualitas persalinan di PMB Kota Padang. Jenis penelitian Quasy eksperimen dengan pendekatan pre test dan post test. Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan, mulai dari Januari hingga Juni 2024, di PMB yang ada di Kota Padang. Sampel diambil secara purposive sampling, dengan kriteria inklusi ibu hamil primipgravida, memiliki kehamilan normal, dan bersedia mengikuti program psikoedukasi. Jumlah sampel yang ditargetkan adalah 20 ibu hamil, yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi yang mendapatkan psikoedukasi dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan intervensi. Perangkat lunak SPSS digunakan untuk menganalisis data melalui uji paired t test dan uji independen sample t test. Hasil penelitian menunjukan rerata skor kesehatan mental  ibu hamil trimester III pada kelompok intervensi sebesar 16,80 ± 1,55 dengan skor tertinggi 19 dan terendah 14, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 16,00 ± 2,26 dengan skor tertinggi 19 dan terendah 12. rerata skor kesehatan mental  ibu hamil trimester III pada kelompok intervensi sebesar 13,40 ± 1,17 dengan skor tertinggi 15 dan terendah 12, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 17,00 ± 2,26 dengan skor tertinggi 20 dan terendah 13Terdapat perbedaan kualitas mental pada ibu hamil yang mendapatkan perlakuan psikoedukasi (kelompok intervensi) p value = 0,000 dan tidak mendapatkan psikoedukasi (kelompok kontrol) Terdapat peningkatan kesehatan mental pada kelompok perlakuan terhadap kelompok kontrol.Kata Kunci : Psiko edukasi, Kesehatan mental, kualitas persalinan