Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Humaniora

Bentuk Krama Bahasa Jawa Dialek Banyumas dan Bahasa Jawa Dialek Yogyakarta-Surakarta: Sebuah Perbandingan Sunarso Sunarso
Humaniora Vol 12, No 1 (2000)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.251 KB) | DOI: 10.22146/jh.1299

Abstract

Mengingat luasnya pemakaian bahasa Jawa dapatlah diduga adanya perbedaan kata ngoko, krama, krama inggil, krama andhap, dan madya antara suatu dialek dan dialek lainnya misalnya antara dialek Yogyakarta dan Banyumas. Penelitian ini mengkaji pemakaian bentuk kata ngoko, krama inggil, krama andhap dan madya pada bahasa Jawa dialek Banyumas, di kalangan penutur yang berbeda-beda kelompok sosialnya dan perbandingannya dengan bentuk ngoko, krama, dan madya yang terdapat pada bahasa Jawa dialek Yogyakarta-Surakarta.
Variabel Kelas Sosial, Umur, dan Jenis Kelamin Penutur dalam Penelitian Sosiolinguistik Sunarso Sunarso
Humaniora No 4 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.483 KB) | DOI: 10.22146/jh.1936

Abstract

Di dalam karangan singkat ini hendak dikemukakan tiga faktor sosial yaitu kelas sosial, umur, dan jenis kelamin yang merupakan variabel bebas dalam penelitian sosiolinguistik. Tujuannya ada1ah memeperlihatkan beberapa hasil penelitian dan pandangan para ahli terhadap korelasi ketiga variabel yang dimaksudkan dengan pemakaian bahasa. Variabel-variabel yang lain akan dibahas pada kesempatan lain.
Eufemisme: Referensi dan Latar Belakangnya Sunarso Sunarso
Humaniora No 9 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.014 KB) | DOI: 10.22146/jh.2056

Abstract

Bahasa sebenarnya bukanlah semata-mata alat untuk mengkomunikasikan informasi, tetapi bahasa juga merupakan alat yang sangat penting untuk memantapkan dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. Penggantian suatu bentuk kebahasaan yang bernilai rasa kasar dengan bentuk kebahasaan lain yang bernilai rasa nalus disebut dengan eufemisme. (Dalam bahasa Yunani eu berarti 'baik' dan pheme berarti 'ujaran'.) Akan tetapi, eufemisme sebetulnya tidak hanya berkaitan dengan penggantian kata yang bernilai rasa kasar dengan kata yang bernilai rasa naius saja, melainkan berhubungan juga dengan kata pantang atau kata tabu, yaitu kata yang tidak boleh digunakan dalam suasana tertentu menurut norma tutur suatu masyarakat bahasa. Karena terdapat kata yang tidak boleh digunakan tersebut, penutur berusaha mencari bentuk penggantinya, yaitu bentuk eufemistik (Cf. Ullmann, 1970:205). Demikianlah, karangan singkat ini membicarakan seluk-beluk eufemisme yang dipakai di datam bahasa Indonesia. Pokok persoalan yang dibahas meliputi (1) referensi eufemisme, (2) sebab-sebab timbulnya eufemisme, dan (3) analisis bentuk eufemistik.