Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

JEJAK KARBON PENGOLAHAN SAMPAH DI tps tlogomas malang Sunarto .; Sudharto P. Hadi; Purwanto .
Media Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2014): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v12i2.2291

Abstract

JEJAK KARBON PENGOLAHAN SAMPAH DI tps tlogomas malang Carbon Footprint of Solid Waste Processing At TPS Tlogomas MalangSunarto1, Sudharto P. Hadi2, Purwanto31,2,3Program Doktor Ilmu Lingkungan Universitas DiponegoroAlamat korespondensi : Jl. Imam Bardjo, SH No. 3 Semarang 50241Email: 1) narto@umm.ac.id, 2) sudhartophadi@yahoo.co.id.AbstractWaste sector is one of human activities that cause global warming. Decomposition of organic waste in landfill produces greenhouse gas emissions in the form of biogas consisting of methane and carbon dioxide. Solid waste processing in transfer station in the form of recycling and composting product potentially reduce carbon footprint, directly from the reduction in the volume of waste dumped in landfill and indirectly from the recovery of material. The purpose of this study was to determine the carbon footprint of waste processing at the transfer stations of Tlogomas Malang if developed several scenarios to enhance the capacity of processing. Life cycle approach is used to assess carbon footprint of waste management scenarios with the help of software SWM-GHG Calculator. The results showed that the processing of solid waste at current recycling rate of 40,57% – 80,41% (Status Quo) resulted in net carbon footprint of 1.147 ton CO2–eq /year. Increasing of processing capacity to 60 - 88% (Scenario 1) and 90 - 95% (Scenario 2) would reduce net carbon footprint to 801 ton CO2–eq /year and427 ton CO2–eq/year respectively. If the processing of waste in transfer station of Tlogomas was discontinued (Scenario 3), net carbon footprint increased to 4,063 t CO2-eq/year.Keywords: carbon footprint, greenhouse gases, solid waste processing, life cycle analysis.AbstrakSektor persampahan merupakan salah satu kegiatan manusia yang menyebabkan pemanasan global. Proses dekomposisi sampah organik pada timbunan sampah menghasilkan emisi gas rumah kaca berupa biogas yang terdiri atas gas methana dan gas karbon dioksida. Pengolahan sampah di TPS untuk produk daur ulang dan kompos berpotensi mereduksi jejak karbon secara langsung dari penurunan volume sampah yang dibuang ke TPA dan secara tidak langsung dari pemulihan material sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jejak karbon pengolahan sampah di TPS Tlogomas di Kota Malang jika dikembangkan beberapa skenario pengolahan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah yang telah dilakukan selama ini. Pendekatan daur hidup digunakan untuk menaksir jejak karbon dari beberapa skenario pengolahan sampah di TPS dengan bantuan perangkat lunak SWM-GHG Calculator. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengolahan sampah pada saat ini dengan tingkat daur ulang sampah sebesar 40,57% – 80,41% (Status Quo) menghasilkan jejak karbon bersih sebesar 1.147 ton CO2–eq/th. Peningkatan kapasitas pengolahan sebesar 60 – 88% (Skenario 1) dan 90 – 95% (Skenario 2) akan menurunkan jejak karbon bersih menjadi masing-masing sebesar 801 ton CO2–eq/th dan 427 t CO2–eq/th. Apabila pengolahan sampah di TPS Tlogomas dihentikan (Skenario 3), jejak karbon bersih yang dihasilkan meningkat menjadi 4.063 t CO2–eq/th.Kata kunci: jejak karbon, gas rumah kaca, pengolahan sampah, analisis daur hidup.
Analisis Nilai Penting dalam Upaya Pelestarian Sumberdaya Arkeologi di Kawasan Pangkalan Militer TNI AU Haluoleo Desa Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan Sunarto .; Abd. Rauf Suleiman; Syahrun .
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 6 No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2, Juni 2017
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v6i2.144

Abstract

Archaeological resources in the Military Base Area of the Haluoleo Air Force have a diversity of Japanese residents' defense buildings in Kendari. But the threat of damage to archaeological resources is very potential caused by natural factors and human factors. Therefore, Archaeological resources should be carried out as soon as possible to avoid more serious damage. The problem in this research is that any archaeological resources are left behind, what important values are in the archaeological resources, and what preservation efforts should be done. The purpose of this research is to know the archaeological resources, the importance, and the preservation effort. Methods of research through collecting library data and field data (descriptions, photographs and interviews), then followed by analysis of important values of history, culture, science, education, and economics. The remains of archaeological resources in the TNI AU Haluoleo Military Base Area are bunker, revetment, ammunition warehouse, and archaeological resource structure in TNI AU Haluoleo Military Base has important historical, scientific, cultural, educational and economic value. Efforts to conserve archaeological resources in the region include physical and legal preservation. Physical preservation in the form of adaptation, restoration, reconstruction, rehabilitation, and consolidation. While from the law side is to provide legality of archaeological resources in the region. Keywords: archaeological resources, important values, the preservation effort
Analisis Bioklastik Terumbu Karang Pantai Teluk Awur Kabupaten Jepara Sunarto .
Majalah Geografi Indonesia Vol 6, No 9 (1992): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.532 KB) | DOI: 10.22146/mgi.5305

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Pantai Teluk Awur Jepara dengan maksud ingin mengetahui karakteristik bioklastik terumbu karang. Tujuan yang ingin dicapai, yakni (1) analysis granulometri sedimen bioklastik dan (2) identifikasi komponen terumbu karang dan cangkang moluska. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksplanatori berdasarkan data kebundaran, kebula tan, keterpilahan, kematangan tekstur, komponen terumbu karang dan cangkang moluska. Hasil yang diperoleh menunjukkan, bahwa karakteristik granurometri sedimen klastik, komponen terumbu karang, dan cangkang moluska. Karakteristik granulometrinya menunjukkan bahwa kebundarannya 0,22 (menyudut) dengan keterpilihan kedundaran -0,015 (terpilih sangat balk), kebulatannya 0,6361 (membilah), keterpililzan butirnya 1,03 (terpilih jelek), dan tingkat kernatangannya teksturnya agak matang. Komponen terumbu karang yang menyusunnya terdiri atas MONTIPORA, SYMPHYLL1A, LOBOPHYLLIA, MONTASTREA, dan LEPTOSERIES. Cangkang MOLLUSCA yang ditemukan adalah cangkang GASTROPODA dan cangkang PELECYPODA (MYTILL1S VIRIDIS, PERIGLYPTA PUREA, FRAGUM, ANADARA GRA NOSA dan ANADARA CORNEA.
UJI KESADAHAN AIR TANAH DI DAERAH SEKITAR PANTAI KECAMATAN REMBANG PROPINSI JAWA TENGAH Sulistyani .; Sunarto .; Annisa Filaeli
Jurnal Sains Dasar Vol 1, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.075 KB) | DOI: 10.21831/jsd.v1i1.2362

Abstract

Research on soil water hardness,calcium and magnesium covers have been done. Samples were analyzed groundwater in the area around Rembang Coast District Central Java Province. Samples taken from four villages located around the coast and every village three samples taken at random. Samples of water was added HNO3(c), plus the ionization buffer solution, and analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometer. Sample concentration is determined using a calibration curve. From the research results can be concluded that the hardness of water wells in the District Rembang remained at normal concentrations far below the dangerous threshold, ie below 200 ppm. Thus, in terms of water hardness district wells in the area especially along the coast of Rembang District is safe to use for everyday purposes and industrial use of fish. From the results of the analysis is also known that the dominant of hardness of water wells in the area is soft water so that the level of hardness can be reduced significantly by means of heating, which can be reduced by 90%.
PENGARUH PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP KEMADIRIAN DAERAH YANG BERDAMPAK PADA PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH (Studi Empiris Pada Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah ) Sunarto .; Y Sunyoto
DHARMA EKONOMI Vol 23, No 43 (2016)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.944 KB)

Abstract

ABSTRACTThis research is about empirical study of the influence of local taxes and restribusi on regional self-reliance that impact on economic growth in Central Java province. The population is 35 cities in Central Java Province. Selected samples 28 cities from 2010-2014. Data analysis tools use multiple linear regression. The result of the research shows that Regional Tax has a significant positive effect on Regional Independence. Local Levy has a significant negative effect on Regional Independence. Local Tax has a significant positive effect on Economic Growth. Levy does not have a significant effect on Regional Economic Growth. Regional Independence has a significant effect on Regional Economic Growth.Keywords: local taxes, regional restribution, regional self-reliance, regional economic growth.ABSTRAKPenelitian ini mengenai studi empiris pengaruh pajak daerah dan restribusi terhadap kemadirian daerah yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi di provinsi Jawa Tengah. Jumlah populasi 35 kota di Provinsi Jawa Tengah. Sampel terpilih 28 kota dari tahun 2010-2014. Alat analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pajak Daerah berpengaruh positif signifikan terhadap Kemandirian Daerah. Retribusi Daerah berpengaruh negatif signifikan terhadap Kemandirian Daerah. Pajak Daerah berpengaruh positif signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Retribusi Daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Kemandirian Daerah berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah.Kata kunci: pajak daerah, restribusi daerah, kemandirian daerah, pertumbuhan ekonomi daerah.
PENGARUH VITAMIN C PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN TENGADAK (Barbonymus Schwanenfeldii) Rachimi .; Hambali .; Sunarto .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.791 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui persentase penambahan vitamin C yang optimal dalam formulasipakan buatan untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan tenga dak (Barbonymus schwanenfeldii). Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak serta Balai Riset Standarisasi Industri Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan persentase penambahan vitamin C antaralain adalah perlakuan A (kontrol), B (Penambahan vitamin C 50%), C (penambahan vitamin C 100%), D (penambahan vitamin C 150%), E (penambahan vitamin C 200%). Parameter yang diamati meliputi Laju pertumbuhan spesifik (SGR), laju konumsi pakan harian (LKPH), jumah konsumsi pakan harian (JKPH), Retensi protein (RP), efesiensi Pakan (EP) Kelangsungan Hidup (SR) dan Pengukuran parameter kualitas air sebagai data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan penambahan vitamin C sebanyak 50% menghasilkan nilai tertinggi untuk laju pertumbuhan spesifik sebesar 1,95%, laju konsumsi pakan harian 79,58%, jumlah konsumsi pakan harian 2,35%, retensi protein sebesar 6,78%, efesiensi pakan 2,02%, dan kelangsungan hidup 100% yang tidak berpengaruh  nyata (P<0,05) dengan penambahan vitamin C 50%, 100%, 150%, 200%dan tanpa penambahan tepug maggot (kontrol). Kata kunci : Vitamin C, Pakan, Pertumbuhan, Kelangsungan, Tengadak.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KETEPENG (Cassia alata L. ) TERHADAP PENCEGAHAN JAMUR SAPROLEGNIA SP. PADA TELUR IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) Agung Tri Bowo; Sunarto .; Rachimi .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.892 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.258

Abstract

Tujuan penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui pengaruh ekstrak daun ketepeng terhadap pencegahan jamur saprolegnia.sp pada telur ikan gurame. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 kali ulangan. Perlakuan yang akan diberikan yaitu Perlakuan A (kontrol),  B (10 ppm), C(30  ppm) D (60 ppm), E ( 90 ppm).  Variabel pengamatan dan analisis adalah : telur yang terserang jamur, daya tetas telur, kelangsungan hidup larva, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan ekstrak daun ketepeng dengan konsentrasi 60 ppm menunjukkan hasil terbaik dalam menghambat pertumbuhan jamur saprolegnia sp, sedangkan B (10 ppm) memberikan daya tetas telur ikan gurame dan kelangsungan hidup larva yang tinggi pada telur ikan gurame. Kata kunci :  Ekstrak Daun Ketepeng, Pencegahan Jamur Saprolegnia sp.,Telur Ikan Gurame
EFEKTIFITAS EKSTRAK RUMPUT LAUT (Sargassum polycystum) SEBAGAI ANTI BAKTERI PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio) YANG TERINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila Eka Indah Raharjo; Sunarto .; Iwan .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.073 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis rumput laut (Sargassum polycystum) sebagai anti bakteri  pada ikan mas (Cyprinus carpio) yang terinfeksi  bakteri Aeromonas hydrophila secara optimal. Hewan uji yang digunakan adalah ikan mas panjang 8-15cm dengan kepadatan 10 ekor/akuarium, Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. konsentrasi ekstrak Sargassum polycystum antara lain adalah, perlakuan A (control), B (9%), C (12%), D (15%). Parameter pengamatan yang dilakukan adalah Uji in vitro, gejala klinis, kadar hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, kelangsungan hidup dan Kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Sargassum polycystum dengan dosis 15% dapat di jadikan sebagai anti bakteri pada ikan mas.Kata kunci: Sargassum polycystum, Aeromonas hydrophila, anti bakteri
UJI POTENSI SARI BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Aeromonas hydrophila SECARA IN VITRO Ari Andika; Sunarto .; Rachimi .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.302 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.709

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui konsentrasi terbaik dari sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila secara in vitro.Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan konsentrasi sari buah belimbing wuluhantara lain adalah perlakuan A (kontrol), B (0,125 g/ml), C (0,5 g/ml), dan D (1 g/ml). Parameter pengamatan yang dilakukan adalahmengukur daya hambat pada kertas cakram yang telah dicelupkan dengan sari buah belimbing wuluh pada masing-masing konsentrasi. Hasil dari pengamatan menunjukansari buah belimbing wuluh pada kosentrasi 1 g/mlmemiliki daya hambat yang maksimal untuk menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila secara in vitro. Hal ini dikarenakan sari buah belimbing wuluh mengandung zat antibakteri yaitu flavonoid dan fenol yang dapat merusak sel-sel bakteri Aeromonas hydrophila. Kata kunci : Belimbing wuluh, Aeromonas hydrophila, in vitro
PENGARUH PERSENTASE PERGANTIAN AIR YANG BERBEDA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) Eka Indah Raharjo; Sunarto .; Mordik Erdiansyah
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.096 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase pergantian air yang optimum terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan Baung. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Balai Besar Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Persentase pergantian air antara lain adalah, perlakuan A (control), B (25%), C (50%), dan D (75%). Parameter pengamatan yang dilakukan adalah laju pertumbuhan harian, Efisiensi pakan, kelangsungan hidup serta kualitas air. Hasil dari pengamatan menunjukan pergantian air pada kosentrasi 25% dapat meningkatkan nilai laju pertumbuhan harian dan memperkecil nilai konversi pakan serta meningkatkan nilai kelangsungan hidup pada benih ikan baung .                                                                                                                                             Kata kunci : Pergantian Air, Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus)