Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

EFEKTIFITAS EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda cirtifolia) UNTUK MENGURANGI TINGKAT KANIBALISME BENIH IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias sp) DENGAN METODE BIOENKAPSULASI Muhammad Teguh Selvyan; Hastiadi Hasan; Sunarto .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.229 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.267

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar ekstrak buah mengkudu yang optimal untuk menguragi tingkat kanibalisme benih ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp). Rancangan penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 kali ulangan. Perlakuan yang akan diberikan yaitu ekstrak buah mengkudu  Perlakuan A kadar ekstrak mengkudu 0 mg/l, Perlakuan B kadar ekstrak mengkudu 5 mg/l, Perlakuan C kadar ekstrak mengkudu 10mg/l, Perlakuan D kadar ekstrak mengkudu 15 mg/l, Perlakuan E kadar ekstrak mengkudu 20 mg/l. Variabel yang diamati dan dianalisa adalah : Laju Pemangsaan Kanibalisme, Kelangsungan hidup, Tingkah Laku Ikan, Kualitas Air. Hasil penelitian menunjukan Kadar ekstrak mengkudu sebanyak 10.7 mg/l adalah kadar ekstrak mengkudu terbaik untuk mengurangi kanibalisme dan kelangsungan hidup benih ikan lele sangkuriang. Kadar optimal untuk menambah kelangsungan hidup benih  ikan lele sangkuriang adalah 10.7 mg/l. Dalam pemanfaatan ektrak mengkudu untuk perendaman pakan ikan lele berupa cacing tubifex, disarankan agar menggunakan ekstrak mengkudu yang optimal sebanyak 10.7 mg/l agar pemanfaatan senyawa scopoletin dalam ekstrak mengkudu didalam tubuh ikan berlangsung secara maksimal untuk mengurangi kanibalisme benih ikan lele sangkuriang. Kata kunci : Buah Mengkudu, Laju Pemangsaan Kanibalisme, Kelangsungan hidup, Tingkah Laku Ikan, Kualitas Air
UJI POTENSI SARI BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Aeromonas hydrophila SECARA IN VITRO Ari Andika; Sunarto .; Rachimi .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.307 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.495

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui konsentrasi terbaik dari sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila secara in vitro.Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan konsentrasi sari buah belimbing wuluhantara lain adalah perlakuan A (kontrol), B (0,125 g/ml), C (0,5 g/ml), dan D (1 g/ml). Parameter pengamatan yang dilakukan adalahmengukur daya hambat pada kertas cakram yang telah dicelupkan dengan sari buah belimbing wuluh pada masing-masing konsentrasi. Hasil dari pengamatan menunjukansari buah belimbing wuluh pada kosentrasi 1 g/mlmemiliki daya hambat yang maksimal untuk menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila secara in vitro. Hal ini dikarenakan sari buah belimbing wuluh mengandung zat antibakteri yaitu flavonoid dan fenol yang dapat merusak sel-sel bakteri Aeromonas hydrophila. Kata kunci : Belimbing wuluh, Aeromonas hydrophila, in vitro
PENGEMBANGAN MODEL RESISTENSI TERHADAP SISTEM INFORMASI AKADEMIK JURUSAN KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA Heru SWN; Sunarto .; Subagyo .; Nuryani .
JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

mplementation of management information systems based on information technology is absolutelynecessary for the organization, including health education institutions. Jurusan Kebidanan PoltekkesKemenkes Surabaya faces obstacles in the implementation of academic information system that is userresistance, especially at the level of behavior apathetic and passive resistance. The purpose of thisresearch is to develop models of user resistance to the implementation of academic information systems.The population of this cross-sectional study was lecturers, staffs, and students in the Jurusan KebidananPoltekkesKemenkesSurabaya. Sample size'is 320, which is taken with proportionated sampling technique.There were 7 variables proposed as determinants of user resistance, include: lack of user education andtraining (LUET), change in job content (OC), usability issues and resistance to technology (UIRT), lack ofuser involvement in the development process (LUID), and lack of communication between topmanagement and end-user (LCMU), increased effort (IE), and user expectation (EU). Data were collectedthrough questionnaires, and then analyzed using path analysis. LCMUnot proven as a determinant of userresistance. Direct determinants for user resistance were IE and EU. IE was influenced directly by UIRT andinfluenced indirectly by LEUT and OC, while the EU was influenced directly by LUID. User resistanceinvolves two direct determinants namely IE and UE and four indirect determinants namely LUET, OC,UIRT, and LUID. Implementation of information systems need to be supported by: 1) training andassistance in the face of changes in job content and the issue of resistance, in order to reduce the efforttoo hard, 2) user involvement in the development of the system, so that user expectations easily realized.Key words: Information systems, user resistance, increased effort, user expectation.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 PONOROGO DAN SMA MUHAMMADIYAH 1 PONOROGO Dimas Ikhsan Susetyo; Sutrisno .; Sunarto .
EDUPEDIA Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.156 KB) | DOI: 10.24269/ed.v2i1.95

Abstract

Adapun tujuan penilitian adalah. 1) Untuk mengetahui strategi Guru PPKn dalam membentuk karakter peserta didik SMA di Ponorogo. 2) Untuk mengetahui implementasi strategi guru dalam membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di SMA Negeri 1 Ponorogo dan SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo dengan metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang melibatkan sebagai narasumber waka kurikulum, waka sarana prasarana, guru PPKn, dan peserta didik kelas XI IPA, XI IPS. Adapun hasil penelitian sebagai berikut : 1) pembentukan karakter yang ada di SMA Negeri 1 ponorogo dan SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo melalui sebagai berikut : pertama pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, berpakaian rapi dan pembiasaan beribadah. kedua dengan meciptakan suasana karakter seperti bersalaman dengan guru dan meyapa guru, teman dan warga sekolah lain. ketiga mengintegrasi nilai dan etika pada mata pelajaran melalui metode diskusi yang mencantumkan beberapa nilai karakter. keempat internalisasi nilai positif yang ditanamkan oleh semua waga sekolah melalui keteladanan guru sebagai sosok yang baik dan menjadi panutan. 2) implementasi stategi guru dalam membentuk karakter peserta didik sudah bagus karena tercukupinya sarana dan prasarana yang disediakan pihak sekolah SMA Negeri 1 Ponorogo dan SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo seperti gedung, perpustakaan, laboratorium dan juga fasilitas seperti LCD proyektor. Pendidikan karakter di implementasikan dalam manajemen pengelolaan pendidikan dengan internalisasi nilai dan etika pada mata pelajaran melalui metode diskusi, suasana berkarakter melalui pebudayaan bersalaman dengan guru, peduli lingkungan dan penjabaran nilai – nilai karakter di implementasikan melalui pembiasaan – pembiasaan yang dilakukan guru PPKn dan penginternalisasian nilai positif yang ditanamkan melalui keteladanan guru PPKn. 
EFEKTIFITAS EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda cirtifolia) UNTUK MENGURANGI TINGKAT KANIBALISME BENIH IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias sp) DENGAN METODE BIOENKAPSULASI Muhammad Teguh Selvyan; Hastiadi Hasan; Sunarto .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.229 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.267

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar ekstrak buah mengkudu yang optimal untuk menguragi tingkat kanibalisme benih ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp). Rancangan penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 kali ulangan. Perlakuan yang akan diberikan yaitu ekstrak buah mengkudu  Perlakuan A kadar ekstrak mengkudu 0 mg/l, Perlakuan B kadar ekstrak mengkudu 5 mg/l, Perlakuan C kadar ekstrak mengkudu 10mg/l, Perlakuan D kadar ekstrak mengkudu 15 mg/l, Perlakuan E kadar ekstrak mengkudu 20 mg/l. Variabel yang diamati dan dianalisa adalah : Laju Pemangsaan Kanibalisme, Kelangsungan hidup, Tingkah Laku Ikan, Kualitas Air. Hasil penelitian menunjukan Kadar ekstrak mengkudu sebanyak 10.7 mg/l adalah kadar ekstrak mengkudu terbaik untuk mengurangi kanibalisme dan kelangsungan hidup benih ikan lele sangkuriang. Kadar optimal untuk menambah kelangsungan hidup benih  ikan lele sangkuriang adalah 10.7 mg/l. Dalam pemanfaatan ektrak mengkudu untuk perendaman pakan ikan lele berupa cacing tubifex, disarankan agar menggunakan ekstrak mengkudu yang optimal sebanyak 10.7 mg/l agar pemanfaatan senyawa scopoletin dalam ekstrak mengkudu didalam tubuh ikan berlangsung secara maksimal untuk mengurangi kanibalisme benih ikan lele sangkuriang. Kata kunci : Buah Mengkudu, Laju Pemangsaan Kanibalisme, Kelangsungan hidup, Tingkah Laku Ikan, Kualitas Air
UJI POTENSI SARI BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Aeromonas hydrophila SECARA IN VITRO Ari Andika; Sunarto .; Rachimi .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.307 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.495

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui konsentrasi terbaik dari sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila secara in vitro.Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan konsentrasi sari buah belimbing wuluhantara lain adalah perlakuan A (kontrol), B (0,125 g/ml), C (0,5 g/ml), dan D (1 g/ml). Parameter pengamatan yang dilakukan adalahmengukur daya hambat pada kertas cakram yang telah dicelupkan dengan sari buah belimbing wuluh pada masing-masing konsentrasi. Hasil dari pengamatan menunjukansari buah belimbing wuluh pada kosentrasi 1 g/mlmemiliki daya hambat yang maksimal untuk menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila secara in vitro. Hal ini dikarenakan sari buah belimbing wuluh mengandung zat antibakteri yaitu flavonoid dan fenol yang dapat merusak sel-sel bakteri Aeromonas hydrophila. Kata kunci : Belimbing wuluh, Aeromonas hydrophila, in vitro
PENGARUH VITAMIN C PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN TENGADAK (Barbonymus Schwanenfeldii) Rachimi .; Hambali .; Sunarto .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.791 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui persentase penambahan vitamin C yang optimal dalam formulasipakan buatan untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan tenga dak (Barbonymus schwanenfeldii). Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak serta Balai Riset Standarisasi Industri Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan persentase penambahan vitamin C antaralain adalah perlakuan A (kontrol), B (Penambahan vitamin C 50%), C (penambahan vitamin C 100%), D (penambahan vitamin C 150%), E (penambahan vitamin C 200%). Parameter yang diamati meliputi Laju pertumbuhan spesifik (SGR), laju konumsi pakan harian (LKPH), jumah konsumsi pakan harian (JKPH), Retensi protein (RP), efesiensi Pakan (EP) Kelangsungan Hidup (SR) dan Pengukuran parameter kualitas air sebagai data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan penambahan vitamin C sebanyak 50% menghasilkan nilai tertinggi untuk laju pertumbuhan spesifik sebesar 1,95%, laju konsumsi pakan harian 79,58%, jumlah konsumsi pakan harian 2,35%, retensi protein sebesar 6,78%, efesiensi pakan 2,02%, dan kelangsungan hidup 100% yang tidak berpengaruh  nyata (P<0,05) dengan penambahan vitamin C 50%, 100%, 150%, 200%dan tanpa penambahan tepug maggot (kontrol). Kata kunci : Vitamin C, Pakan, Pertumbuhan, Kelangsungan, Tengadak.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KETEPENG (Cassia alata L. ) TERHADAP PENCEGAHAN JAMUR SAPROLEGNIA SP. PADA TELUR IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) Agung Tri Bowo; Sunarto .; Rachimi .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.892 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.258

Abstract

Tujuan penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui pengaruh ekstrak daun ketepeng terhadap pencegahan jamur saprolegnia.sp pada telur ikan gurame. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 kali ulangan. Perlakuan yang akan diberikan yaitu Perlakuan A (kontrol),  B (10 ppm), C(30  ppm) D (60 ppm), E ( 90 ppm).  Variabel pengamatan dan analisis adalah : telur yang terserang jamur, daya tetas telur, kelangsungan hidup larva, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan ekstrak daun ketepeng dengan konsentrasi 60 ppm menunjukkan hasil terbaik dalam menghambat pertumbuhan jamur saprolegnia sp, sedangkan B (10 ppm) memberikan daya tetas telur ikan gurame dan kelangsungan hidup larva yang tinggi pada telur ikan gurame. Kata kunci :  Ekstrak Daun Ketepeng, Pencegahan Jamur Saprolegnia sp.,Telur Ikan Gurame
EFEKTIFITAS EKSTRAK RUMPUT LAUT (Sargassum polycystum) SEBAGAI ANTI BAKTERI PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio) YANG TERINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila Eka Indah Raharjo; Sunarto .; Iwan .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.073 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis rumput laut (Sargassum polycystum) sebagai anti bakteri  pada ikan mas (Cyprinus carpio) yang terinfeksi  bakteri Aeromonas hydrophila secara optimal. Hewan uji yang digunakan adalah ikan mas panjang 8-15cm dengan kepadatan 10 ekor/akuarium, Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. konsentrasi ekstrak Sargassum polycystum antara lain adalah, perlakuan A (control), B (9%), C (12%), D (15%). Parameter pengamatan yang dilakukan adalah Uji in vitro, gejala klinis, kadar hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, kelangsungan hidup dan Kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Sargassum polycystum dengan dosis 15% dapat di jadikan sebagai anti bakteri pada ikan mas.Kata kunci: Sargassum polycystum, Aeromonas hydrophila, anti bakteri
UJI POTENSI SARI BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Aeromonas hydrophila SECARA IN VITRO Ari Andika; Sunarto .; Rachimi .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.302 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.709

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui konsentrasi terbaik dari sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila secara in vitro.Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan konsentrasi sari buah belimbing wuluhantara lain adalah perlakuan A (kontrol), B (0,125 g/ml), C (0,5 g/ml), dan D (1 g/ml). Parameter pengamatan yang dilakukan adalahmengukur daya hambat pada kertas cakram yang telah dicelupkan dengan sari buah belimbing wuluh pada masing-masing konsentrasi. Hasil dari pengamatan menunjukansari buah belimbing wuluh pada kosentrasi 1 g/mlmemiliki daya hambat yang maksimal untuk menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila secara in vitro. Hal ini dikarenakan sari buah belimbing wuluh mengandung zat antibakteri yaitu flavonoid dan fenol yang dapat merusak sel-sel bakteri Aeromonas hydrophila. Kata kunci : Belimbing wuluh, Aeromonas hydrophila, in vitro