Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Kependidikan

KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA (Kualifikasi, Kompetensi dan Sertifikasi Guru) Sunhaji, Sunhaji
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.585 KB)

Abstract

One of the characteristics of todays globalization era is that there are various competition in peoples life. The globalization era is marked by a variety of scientific progress and the success of technology. The globalized world gives a challenge for people who can compete and deal with it, other wise it can become a threat to those who are not ready to deal with it. The era of globalization is one of the advantages for educated human resources. Education as one of the main pillars of human resource development will be the benchmark for excellence of human resources. A teacher is one of the main pillars for human resource development, without which the education process will not run. Efforts to improve human resources, especially teachers, are mainly by increasing their competences, qualifications and certification of educations. Improving teachers qualification, competencies and certification of education is a “condicio sine qua non” or an indispensable and essential action for the Indonesian government. Salah satu ciri era global seperti sekarang ini adalah kompetisi dalam berbagai kehidupan, dengan ditandai oleh berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.Iindividu yang sukses adalah yang dapat bersaing dengan dunia global sehingga era global merupakan tantangan dan sekaligus ancaman bagi mereka yang tidak siap menghadapinya. Salah satu bekal untuk menghadapainya adalah sumber daya manusia yang unggul. Pendidikan sebagai salah satu pilar utama pengembangan SDM akan menjadi tolok ukur sebuah keunggulan SDM. Guru adalah salah orang yang utama dan pertama sebagai pilar peningkatan SDM, tanpa guru proses pendidikan tidak akan berjalan. Upaya peningkatan SDM terutama guru adalah dengan melalui peningkatan kualifikasi dan kompetensi serta sertifikasi pendidik. Peningkatan kualifikasi, kompetensi serta sertifikasi pendidik adalahmerupakan condition sine quanon atau suatu kefardhuan Nasional bagi bangsa Indonesia.
KONSEP MANAJEMEN KELAS DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN Sunhaji, Sunhaji
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.532 KB)

Abstract

Classroom management is an integral part of the professional ability that should be mastered by a teacher. Managing a class is one of the basic skills of teaching that aims at achieving and maintaining an optimum learning atmosphere, meaning that this ability is closely connected to teachers’ professional ability to create favorable conditions, pleasant learners and a healthy learning discipline. The learning process will always take place in a classroom scene. The scene should be created and developed as a means of effective learning. This of course must be supported by the ability of a teacher to manage his/her class. Pengeloaan kelas merupakan bagian integral dari kemampuan profesional yang harus dimiliki oleh seorang guru, mengelola kelas merupakan salah satu keterampilan dasar mengajar yang bertujuan untuk mewujudkan dan mempertahankan suasana pembelajaran yang optimal, artinya kemampuan ini erat hubungannya dengan kemampauan profesional guru untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan, menyenangkan peserta didik dan menciptakan disiplin belajar secara sehat. Proses pembelajaran akan selalu berlangsung dalam suatu adegan kelas. Adegan kelas itu perlu diciptakan dan dikembangkan menjadi wahana bagi berlangsungnya pembelajaran yang efektif. Hal ini tentu saja harus didukung oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas.
KONSEP PENDIDIKAN ORANG DEWASA Sunhaji, Sunhaji
Jurnal Kependidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.298 KB)

Abstract

Advances in science and technology today, the one that needs attention is the concept of education for adults . Not always we talk and review the students educational sputar school in the relatively young age of the reality on the ground , that is not little adults who should receive education , both informal and non -formal education , for example in the form of skills , courses , refresher courses and so on . The problem that often arises is how to tips and strategies membelajarkan adult postscript school is not occupied . In pskologis adults as students in learning activities can not be treated like regular students children whowere sitting in the school . Adults grow as a person and have a maturity of self-concept moves from dependency as occurs in childhood toward independence or self-direction . Adult psychological maturity as a person capable of self-directed and not directed, forced and manipulated by others. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, salah satu yang perlu mendapat perhatian adalah mengenai konsep pendidikan untuk orang dewasa. Tidak selamanya kita berbicara dan mengulas di sputar pendidikan siswa sekolah yang relatif berusia muda kenyataan di lapangan, bahwa tidak sedikit orang dewasa yang harus mendapat pendidikan, baik pendidikan informal maupun non formal, misalnya dalam bentuk ketrampilan, kursus- kursus, penataran dan sebagainya. Masalahnya yang sering muncul adalah bagaimana kiat dan strategi membelajarkan orang dewasa yang nota bene tidak menduduki bangku sekolah. Secara pskologis orang dewasa sebagai siswa dalam kegiatan belajar tidak dapat diperlakukan seperti anak-anak didik biasa yang sedang duduk dibangku sekolah. Orang dewasa tumbuh sebagai pribadi dan memiliki kematangan konsep diri bergerak dari ketergantungan seperti yang terjadi pada masa kanak-kanak menuju ke arah kemandirian atau pengarahan diri sendiri. Kematangan psikologi orang dewasa sebagai pribadi yang mampu mengarahkan diri sendiri, bukan diarahkan, dipaksa dan dimanipulasi oleh orang lain.
KONSEP PENDIDIKAN ORANG DEWASA Sunhaji, Sunhaji
Jurnal Kependidikan Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.298 KB) | DOI: 10.24090/jk.v1i1.528

Abstract

Advances in science and technology today, the one that needs attention is the concept of education for adults . Not always we talk and review the student's educational sputar school in the relatively young age of the reality on the ground , that is not little adults who should receive education , both informal and non -formal education , for example in the form of skills , courses , refresher courses and so on . The problem that often arises is how to tips and strategies membelajarkan adult postscript school is not occupied . In pskologis adults as students in learning activities can not be treated like regular students children whowere sitting in the school . Adults grow as a person and have a maturity of self-concept moves from dependency as occurs in childhood toward independence or self-direction . Adult psychological maturity as a person capable of self-directed and not directed, forced and manipulated by others. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, salah satu yang perlu mendapat perhatian adalah mengenai konsep pendidikan untuk orang dewasa. Tidak selamanya kita berbicara dan mengulas di sputar pendidikan siswa sekolah yang relatif berusia muda kenyataan di lapangan, bahwa tidak sedikit orang dewasa yang harus mendapat pendidikan, baik pendidikan informal maupun non formal, misalnya dalam bentuk ketrampilan, kursus- kursus, penataran dan sebagainya. Masalahnya yang sering muncul adalah bagaimana kiat dan strategi membelajarkan orang dewasa yang nota bene tidak menduduki bangku sekolah. Secara pskologis orang dewasa sebagai siswa dalam kegiatan belajar tidak dapat diperlakukan seperti anak-anak didik biasa yang sedang duduk dibangku sekolah. Orang dewasa tumbuh sebagai pribadi dan memiliki kematangan konsep diri bergerak dari ketergantungan seperti yang terjadi pada masa kanak-kanak menuju ke arah kemandirian atau pengarahan diri sendiri. Kematangan psikologi orang dewasa sebagai pribadi yang mampu mengarahkan diri sendiri, bukan diarahkan, dipaksa dan dimanipulasi oleh orang lain.
KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA (Kualifikasi, Kompetensi dan Sertifikasi Guru) Sunhaji, Sunhaji
Jurnal Kependidikan Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.585 KB) | DOI: 10.24090/jk.v2i1.546

Abstract

One of the characteristics of today's globalization era is that there are various competition in people's life. The globalization era is marked by a variety of scientific progress and the success of technology. The globalized world gives a challenge for people who can compete and deal with it, other wise it can become a threat to those who are not ready to deal with it. The era of globalization is one of the advantages for educated human resources. Education as one of the main pillars of human resource development will be the benchmark for excellence of human resources. A teacher is one of the main pillars for human resource development, without which the education process will not run. Efforts to improve human resources, especially teachers, are mainly by increasing their competences, qualifications and certification of educations. Improving teachers' qualification, competencies and certification of education is a “condicio sine qua non” or an indispensable and essential action for the Indonesian government. Salah satu ciri era global seperti sekarang ini adalah kompetisi dalam berbagai kehidupan, dengan ditandai oleh berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.Iindividu yang sukses adalah yang dapat bersaing dengan dunia global sehingga era global merupakan tantangan dan sekaligus ancaman bagi mereka yang tidak siap menghadapinya. Salah satu bekal untuk menghadapainya adalah sumber daya manusia yang unggul. Pendidikan sebagai salah satu pilar utama pengembangan SDM akan menjadi tolok ukur sebuah keunggulan SDM. Guru adalah salah orang yang utama dan pertama sebagai pilar peningkatan SDM, tanpa guru proses pendidikan tidak akan berjalan. Upaya peningkatan SDM terutama guru adalah dengan melalui peningkatan kualifikasi dan kompetensi serta sertifikasi pendidik. Peningkatan kualifikasi, kompetensi serta sertifikasi pendidik adalahmerupakan condition sine quanon atau suatu kefardhuan Nasional bagi bangsa Indonesia.
KONSEP MANAJEMEN KELAS DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN Sunhaji, Sunhaji
Jurnal Kependidikan Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.532 KB) | DOI: 10.24090/jk.v2i2.551

Abstract

Classroom management is an integral part of the professional ability that should be mastered by a teacher. Managing a class is one of the basic skills of teaching that aims at achieving and maintaining an optimum learning atmosphere, meaning that this ability is closely connected to teachers’ professional ability to create favorable conditions, pleasant learners and a healthy learning discipline. The learning process will always take place in a classroom scene. The scene should be created and developed as a means of effective learning. This of course must be supported by the ability of a teacher to manage his/her class. Pengeloaan kelas merupakan bagian integral dari kemampuan profesional yang harus dimiliki oleh seorang guru, mengelola kelas merupakan salah satu keterampilan dasar mengajar yang bertujuan untuk mewujudkan dan mempertahankan suasana pembelajaran yang optimal, artinya kemampuan ini erat hubungannya dengan kemampauan profesional guru untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan, menyenangkan peserta didik dan menciptakan disiplin belajar secara sehat. Proses pembelajaran akan selalu berlangsung dalam suatu adegan kelas. Adegan kelas itu perlu diciptakan dan dikembangkan menjadi wahana bagi berlangsungnya pembelajaran yang efektif. Hal ini tentu saja harus didukung oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas.
Kedudukan dan Pengelolaan Konflik dalam Organisasi Pendidikan Mustofa, Bisri; Sunhaji, Sunhaji
Jurnal Kependidikan Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v8i1.4201

Abstract

The purpose of this paper is to describe the position and management of conflict in educational organizations. it is a way of maintaining harmonious relationships at school. Harmonious relationships at school will make the learning environment comfortable and conducive to the learning process. Harmonious relationships at school will make the learning environment comfortable and conducive to the learning process. And vice versa, if the relationship between members of educational organizations is disharmonious, it can lead to an uncomfortable learning environment. This disharmonious relationship is usually caused by conflicts between individuals in schools. Conflict can become a serious problem in any organization, regardless of the form and level of complexity of the school organization, if the conflict is allowed to drag on without resolution. Therefore, the expertise to manage conflict is needed for every leader of educational organizations Keyword: Position and conflict management, Educational Organization