Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMBERDAYAAN LEGALITAS PRODUK LOKAL USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH MELALUI PROGRAM HIBAH MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA DI DESA PUNTUKREJO Reza Ilham Maulana; Aldi Rizki Khoiruddin; Kadek Dwi Ariani; Tifani Rizki Dianisa; Zufar Maulana Ar-Razaq; Andini Timoer Putri; Keisya Kalyana Mahdy; Yundha Rachmawati; Martina Radin; Elma Dzakya Salsabila Rein Hart; Rysca Indreswari; Muhammad Rustamaji
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Examining the development of the number of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Puntukrejo Village, Ngargoyoso District, Karanganyar Regency, where in 2019 there were 15 MSME actors, then increased by 30 MSMEs in 2020, until the latest data on the number of existing MSMEs reached 50 SMEs. The development of the number of MSMEs and the products of Puntukrejo Village is not proportional to the awareness of MSME actors on the importance of managing the legal aspects of MSME products and registering trademark rights to the Directorate General of Intellectual Property of the Ministry of Law and Human Rights. Therefore, with the problem of the legality aspect of MSMEs and the registration of trademark rights, the service team realized a solution idea to be able to overcome these problems. The service team's service activities are carried out based on the Participatory Rural Appraisal (RPA) method. The purpose of the service is to raise awareness and the active role of MSME actors in Puntukrejo Village in managing the legality of MSMEs and registering Brand Rights. In addition, the service team carried out this activity through the MBKM (Merdeka Belajar Merdeka Campus) program. The form of activities carried out are projects in villages ranging from data collection, socialization, assistance in managing the legal aspects of MSMEs, registration of trademark rights, commercialization to preparing reports and publications. As a result of this activity in the form of completing the legality aspect for MSME actors, the creation of a Trademark Rights certificate for MSME actors in Puntukrejo Village, understanding of the commercialization of Trademark Rights for superior products of Puntukrejo Village, and the independence of Puntukrejo Village MSMEs in developing Mark Rights. Abstrak Menelaah perkembangan jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar yang mana pada tahun 2019 terdapat 15 pelaku UMKM, kemudian meningkat sebanyak 30 UMKM pada 2020, hingga data terakhir jumlah UMKM yang ada mencapai 50 UMKM. Perkembangan jumlah UMKM dan produk-produk Desa Puntukrejo tersebut tidak sebanding dengan kesadaran pelaku UMKM akan pentingnya mengurus aspek legalitas produk UMKM dan mendaftarkan Hak Merek kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM. Oleh karena itu, dengan adanya permasalahan terhadap aspek legalitas UMKM dan pendaftaran Hak Merek ini, tim pengabdi mewujudkan ide solutif untuk bisa mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian tim pengabdi laksanakan berdasarkan metode Participatory Rural Apprasial (RPA). Tujuan pengabdian adalah menumbuhkan kesadaran dan peran aktif pelaku UMKM Desa Puntukrejo dalam mengurus legalitas UMKM serta mendaftarkan Hak Merk. Selain itu, tim pengabdi melaksanakan kegiatan ini melalui program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Bentuk kegiatan yang dilakukan yakni proyek di desa mulai dari pendataan, sosialisasi, pendampingan pengurusan aspek legalitas UMKM, pendaftaran Hak Merek, komersialisasi hingga penyusunan laporan dan publikasi. Sebagai hasil dalam kegiatan ini berupa telengkapinya aspek legalitas bagi pelaku UMKM, terciptanya sertifikat Hak Merek bagi para pelaku UMKM di Desa Puntukrejo, pemahaman mengenai komersialisasi Hak Merek produk unggulan Desa Puntukrejo, serta mandirinya UMKM Desa Puntukrejo dalam mengembangkan Hak Merek.
Inovasi Cashless Payment Berbasis Website Sebagai Platform Digital Yang Menjembatani Beragam Potensi Wisata Desa Berjo di Era New Normal Khusna Wakhidakh; Intan Nadira Ayu Chairunnissa; Harjuno Setyawan; Elvin Kukuh Nurdiyansah; Meilinda Dwi Permatasari; Rysca Indreswari
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 6 No 1 (2022): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2022
Publisher : Universitas Widya Kartika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan sektor pariwisata sebagai hal yang penting untuk setiap negara, hal ini sangat mempengaruhi peningkatan data produk domestik bruto (PDB). Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar merupakan satu dari banyaknya desa wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan. Keunggulan Berjo berupa keunikan budaya, reputasi sejarah, dan karunia pemandangan alam yang menarik wisatawan. Situs Candi Sukuh, Air Terjun Jumog dan Danau Madirda merupakan 'SegitigaBerjo' dengan perkiraan 84.699 pengunjung per tahun sebelum pandemi, yang menjadi ujung tombak destinasi wisata unggulan. Sayangnya, sejak 2020 sektor pariwisata Berjo terkena dampakCovid-e19. Terjadi penurunan drastis jumlah pengunjung menjadi 20-50%, sehingga mempengaruhi pendapatan pengelola pariwisata. Masalah lain yang dihadapi mitra adalah sistem pembayaran yang terbatas dan sangat rentan terhadap kebocoran data dan keuangan karena masalah human error, kebocoran kunjungan karena pemalsuan tiket dan keterbatasan dalam memantau jumlah pengunjung. Untuk itu diperlukan langkah transformasi berupa inovasi guna mengembalikan eksistensi pariwisata yang mampu menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan. Bekrembangnya teknologi yang pesat karena seiring perkembangan zaman, salah satunya dalam hal metode pembayaran juga mengalami berbagai inovasi, salah satunya yang saat ini sedang digunakan adalah metode pembayaran non tunai. Tim pengusul membuat inovasi pembayaran cashless berbasis website yaitu “EZBERJO” sebagai solusi atas segala permasalahan yang dihadapi mitra. Program ini bertujuan untuk mewujudkan digitalisasi pariwisata Desa Berjo sebagai langkah dalam mempromosikan pariwisata melalui pendekatan digital yang berdampak pada pengembangan potensi wisata di desa wisata, meminimalkan kontak fisik sebagai upaya mendukung pemulihan dan kesadaran yang optimal tentang kesehatan masyarakat, membantu manajer memeriksa secara real time. Total jumlah pengunjung pariwisata Berjo, dan sebagai sistem transparansi keuangan.