Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGUKURAN KONSENTRASI PARTIKEL ASAP ROKOK DENGAN MENGGUNAKAN P-TRAK Verna Albert Suoth; Maria D. Bobanto
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 16 Nomor 2, Oktober 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.36 KB) | DOI: 10.35799/jis.16.2.2016.14109

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi partikel pada asap rokok pada beberapa sampel rokok yang menggunakan filter dan sampel rokok tersebut merupakan rokok yang beredar di Indonesia. Ada 4 sampel rokok berfilter yang digunakan yakni filter x, filter B, filter DE, dan filter DF. Jumlah konsentrasi partikel asap rokok diukur dengan menggunakan P-Track. Hasil penelitian yang di dapat bervariasi bergantung dari karakteristik filter yang ada pada masing-masing rokok tersebut. Konsentrasi partikel asap rokok yang terukur dengan menggunakan beberapa filter didapatkan bahwa dengan menggunakan Filter B akan mendapatkan konsentrasi partikel paling tinggi yaitu 384.100 pt/cc sedangkan Filter DE konsentrasi partikel 234.000 pt/cc untuk Filter DF konsentrasi partikel 204.400 pt/cc dan Filter X konsentrasi partikel 43.320 pt/cc. Faktor emisi partikel asap rokok yang dikeluarkan oleh batang rokok filter B lebih besar dibanding dengan filter lain oleh karena pada masing-masing filter memiliki karakteristik yang berbeda sehingga asap yang dikeluarkan akan sangat berbeda. Dari data tersebut dapat diketahui tingkat bahaya partikel asap rokok sebanding dengan banyaknya asap rokok yang masuk ke detector. Kata kunci: P-Trak, konsentrasi Partikel, asap rokok   SMOKE PARTICLE CONCENTRATION MEASURING USING P-TRAK ABSTRACT This research aims to determine the concentration of particles in cigarette smoke in some samples of cigarettes and cigarette samples using the filter is a cigarette that circulated in Indonesia. There are 4 samples of filtered cigarettes used the filter x, filter B, filter DE, and DF filter. The amount of smoke particle concentrations were measured by using the P-Track. Results of research on may vary depending on the characteristics of the existing filter on each of these cigarettes. The concentration of particles of cigarette smoke measured by using multiple filters found that by using Filter B will get a concentration of particles highest of 384.100 pt/cc while Filter DE particle concentration of 234.000 pt/cc to filter DF particle concentration 204.400 pt/cc and Filter X concentration of particles 43.320 pt/cc. Cigarette smoke particles emission factors released by cigarette filter rod B is greater than the other filters because at each filter has different characteristics so that the smoke released will be very different. From these data it can be seen the danger level of cigarette smoke particles is proportional to the number of cigarette smoke coming into the detector. Keywords: P-Trak, the concentration of particles, cigarette smoke
Sebaran Akuifer di Kelurahan Watudambo Provinsi Sulawesi Utara dengan Menggunakan Metode Eksplorasi Geolistrik Resistivitas As'ari As'ari; Meidy Rosalie Pulu; Handy Indra Regain Mosey; Seni Herlina Juita Tongkukut; Verna Albert Suoth
Jurnal MIPA Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v12i1.44939

Abstract

Penelitian potensi sebaran air tanah dilakukan di Kelurahan Watudambo Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara dengan menggunakan analisis pengukuran metode geolistrik resistivitas  konfigurasi dipol-dipol. Akuisisi data dilakukan pada 2 lintasan pengukuran. Panjang tiap lintasan 480 meter dan jarak spasi tiap elektroda adalah 10 meter. Data diolah menggunakan sofware Res2dinv. Berdasarkan pemodelan 2D nilai resistivitas yang didapat dominan sebesar ≤ 292 pada kedua lintasan sepanjang 480 m yang diinterpretasikan sebagai batuan pasi, lempung dan alluvium. Sebaran akuifer diidentifikasi dengan nilai resistivitas sebesar ≤ 57 Ωm pada kedua lintasan. Pada lintasan 1 terdapat 5 titik akuifer yang berada pada kedalaman 3-70 meter dari permukaan tanah dan diestimasi akuifer yang memiliki cadangan volume air tanah terbesar pada akuifer 3. Pada lintasan 2 terdapat 4 titik akuifer pada kedalaman 5 – 70 meter dari permukaan tanah dan akuifer 3 diestimasi memiliki cadangan volume air terbesar.
ANALISIS PERBANDINGAN DAYA LISTRIK SAAT SEBELUM DAN SESUDAH VARIASI KAPASITOR PADA BEBAN LISTRIK RUMAH TANGGA Febriani Toba; Verna Albert Suoth; Hesky Stevy Kolibu; Handy Indra Regain Mosey; As’ari; Dolfie Paulus Pandara
Jurnal MIPA Vol. 13 No. 1 (2024): Artikel
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v13i1.48968

Abstract

Kapasitor dapat digunakan sebagai alat yang dapat menyimpan energi listrik dalam bentuk medan magnet dengan mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Pada penelitian ini dilakukan untuk mengukur data beban listrik tipe R (rumah tangga) dengan alat ukur power monitor 6 in 1 AC 20A yang terhubung langsung dengan MCB yang secara otomatis dapat mengukur frekuensi (Hz), tegangan (volt), arus (ampere), faktor daya (cos phi), daya (watt) dan jumlah kWh yang terpakai selama penggunaan beban listrik di rumah sehingga dari data pengukuran tersebut dapat dibandingkan nilai daya listrik yaitu daya aktif (watt), daya reaktif (VAR) dan daya semu (VA) serta dapat diketahui besarnya kompensasi daya reaktif (VAR). Hasilnya menunjukkan bahwa nilai pengurangan atau penghematan tertinggi pada daya aktif (W), daya semu (VA) dan daya reaktif (VAR) tertinggi terjadi pada variasi kapasitor 4µF yaitu nilai daya aktif (P) sebesar 331,4 watt, nilai daya semu (S) yaitu sebesar 353,6 VA dan nilai daya reaktif (Q) yaitu sebesar 185,5 VAR serta pada kompensasi daya reaktif (Qc) terlihat bahwa hasil kompensasi daya reaktif tertinggi setelah dilakukan perbaikan cos phi sebesar 0,97 terjadi pada kapasitor 10µF sebesar 105,0 VAR. Dengan nilai kompensasi Qc yang tinggi maka konsumen tidak terkena denda kVAR.
Pemantauan Suhu Tubuh dan Detak Jantung Berbasis IoT dan Terintegrasi ThingSpeak, SMS dan Telegram Tiffany M. J. Kulon; Handy Indra Regain Mosey; Verna Albert Suoth
Jurnal MIPA Vol. 13 No. 1 (2024): Artikel
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v13i1.51280

Abstract

Internet of Things (IoT) memungkinkan komunikasi dan operasi bersama berbagai perangkat elektronik dan komputer dan berbagi data ke internet seperti konsep smart healthcare. Pandemi global COVID-19 telah memicu inovasi sistem IoT untuk menjawab kebutuhan informasi medis dan kesehatan yang akurat, terintegrasi, cepat dan mudah diakses seperti memantau tanda-tanda vital seseorang, terutama suhu tubuh dan detak jantung. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat berbasis IoT yang berfungsi untuk memantau kedua tanda vital dengan mengintegrasikan modul-modul mikrokontroler NodeMCU ESP8266 dan GSM SIM900A. Suhu tubuh diukur menggunakan sensor suhu DS18B20, sedangkan detak jantung menggunakan sensor denyut nadi SEN-11574. Konektivitas Wi-Fi memastikan transmisi data sensor ke aplikasi Telegram dan sistem Short Message Service (SMS). Hasil penelitian menunjukkan keterbacaan node sensor pada parameter, transferabilitas data ke platform ThingSpeak dan kemampuan sistem IoT untuk mengaktifkan peringatan pemberitahuan melalui teks SMS dan obrolan Telegram jika orang yang dipantau memiliki nilai suhu tubuh abnormal dan/atau detak jantung di bawah 60 denyut per menit (bpm) atau di atas 100. Internet of Things (IoT) enables communication and interoperation of various electronic devices and computers and sharing data to the internet as in the smart healthcare concept. The global pandemic COVID-19 has sparked IoT system innovation to meet the needs for accurate, integrated, quick, and accessible medical and healthcare information such as monitoring a person’s vital signs, especially body temperature and heart rate. This research was aimed to design an IoT-based device to monitor body temperature and heart rate using microcontroller modules NodeMCU ESP8266 and GSM SIM900A. The body temperature was measured using temperature sensor DS18B20, while the heart rate using a pulse sensor SEN-11574. The Wi-Fi connectivity ensured transmission of sensor data to Telegram application and Short Message Service (SMS) system. Results showed sensor nodes’ readability on the parameters, data transferability to ThingSpeak platform and the IoT system’s ability to activate notification alerts via SMS texts and Telegram chats if the monitored person had an abnormal body temperature value and/or heart rate below 60 beats per minutes (bpm) or above 100.
Membandingkan Pengaruh Visual Acuity with Correction (VOS) pada Kondisi Mata Lelah dan Mata Normal Ernawatil Gani; Wenny Supit; Hesky S. Kolibu; Verna Albert Suoth
Jurnal MIPA Vol. 13 No. 2 (2024): Cover
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v13i2.54834

Abstract

Penglihatan merupakan salah satu indera memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari manusia. Kemampuan mata dalam mengamati suatu objek dengan baik adalah kunci utama dalam menjalani berbagai aktivitas, termasuk membaca, mengemudi, dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas visual lainnya. Kemampuan penglihatan ini dapat diamati melalui nilai Visual Acuity with Correction (VOS) yang diperoleh dari penggunaan koreksi penglihatan. Studi ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh Visual Acuity with Correction (VOS) pada kondisi mata lelah dan mata normal. Peneliti mengidentifikasi dan menganalisis perbedaan dalam tingkat penglihatan yang dapat dicapai dengan menggunakan koreksi penglihatan seperti kacamata atau lensa kontak pada individu dengan mata yang lelah dan individu dengan mata dalam kondisi normal. Data dikumpulkan melalui pengujian mata terhadap 20 orang partisipan dengan mata lelah dan 25 orang partisipan dengan mata normal menggunakan metode VOS, dan partisipan diukur menggunakan lensa korektif. Selanjutnya, menggunakan autoref untuk mengetahui kondisi mata partisipan dalam memastikan gejala yang dialami oleh penglihatan. Hasil dari penelitian ini menunjukan nilai VOS rata-rata untuk mata normal adalah 6/6 sedangkan untuk mata lelah 6/48,5. Hal ini menunjukkan bahwa kelelahan mata dapat memengaruhi kemampuan penglihatan dengan koreksi dan dapat memberikan wawasan berharga untuk manajemen kesehatan mata.
Jurnal ANALISIS MATERIAL PEREDAM KEBISINGAN DALAM KERETA DI PT. INDUSTRI KERETA API MADIUN JAWA TIMUR MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK AFMG SOUNDFLOW: Kebisingan Kereta; Peredam Kebisingan; STC Tari Aprilian pallunan Pallunan; Verna Albert Suoth; Seni Herlina Juita Tongkukut
Jurnal MIPA Vol. 13 No. 2 (2024): Cover
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v13i2.55376

Abstract

Telah di lakukan analisis kemampuan masing-masing bahan dalam meredam kebisingan di dalam kabin kereta berdasarkan nilai Sound Transmission Class (STC). Beberapa material yang digunakan adalah rockwool, aspal, baja tahan karat, beton ringan, serbuk kayu, karet, dan vinil. Pengukuran dilakukan dengan simulasi kabin menggunakan perangkat lunak AFMG Soundflow pada rentang frekuensi 50-5000 Hz. Data masukan simulasi diperoleh dari pengukuran ketebalan masing-masing material. Hasil simulasi berupa nilai Transmission Loss (TL) pada rentang frekuensi 50-5000 Hz yang selanjutnya digunakan untuk menghitung nilai STC. Analisis data menunjukkan semakin tinggi frekuensi semakin tinnggi Transmission Loss (TL). Beton ringan (Concrete light 9) memiliki kemampuan peredaman tertinggi dengan STC 63 dB, disusul Serbuk kayu (PTF Trial) 59 dB, Vinil (pvc) 49 dB, Karet (Rubber) 46 dB ,Aspal (Asphalt Sealed) 44 dB, dan Serat Busa (Rokwool) 30 dB,. Baja tahan karat tidak 0direkomendasikan karena STC hanya 15 dB. Simulasi ketiga material dengan Transmission Loss terbesar yaitu beton ringan (Concrete light 9), kayu serbuk (PTF Trial), dan vinil (Vinily), menghasilkan STC 97 dB, menunjukkan kombinasi ini sangat efektif menghambat suara di kabin kereta ringan. Kata kunci: Kebisingan Kereta; Peredam Kebisingan; STC
Sistem Monitoring Suhu, Kelembaban dan Kadar CO2 di Udara Berbasis Internet of Things Andi Ikhtiar Bakti; Marco Alfiano Laoh; Handy Indra Regain Mosey; Jumriadi; Megastin M. Lumembang; Verna Albert Suoth
Jurnal MIPA Vol. 13 No. 2 (2024): Cover
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v13i2.56234

Abstract

Sistem Internet of things (IoT) menyediakan data secara real-time dengan tingkat akurasi yang tinggi yang dapat memonitoring suhu, kelembaban dan kadar CO2 di udara yang diintegrasikan dengan aplikasi mobile, dan dashboard online. Penelitian ini, dibangun sistem monitoring suhu, kelembaban dan kadar CO2 di udara. Sistem monitoring ini terhubung dengan platform Blynk IoT sehingga data suhu, kelembaban dan kadar CO2 di udara dapat diakses dari mana saja dan kapan saja selama perangkat terhubung ke jaringan internet. Sensor MQ132 digunakan untuk mendeteksi kadar CO2 di udara, sementara sensor DHT22 digunakan untuk membaca suhu dan kelembaban. Mikrokontroler yang digunakan adalah ESP32, yang akan menghubungkan sensor dengan Blynk IoT. Data yang terbaca oleh sensor kemudian ditampilkan pada aplikasi dan website Blynk IoT dalam bentuk gauge dan grafik. Grafik pada aplikasi Blynk IoT dapat menampilkan data historis dalam berbagai rentang waktu, seperti data 15 menit terakhir, 30 menit terakhir, 1 jam terakhir, 1 hari terakhir, 1 minggu terakhir, dan 1 bulan terakhir. The Internet of Things (IoT) system provides real-time data with high accuracy that can monitor temperature, humidity, and CO2 levels in the air, integrated with mobile applications and online dashboards. In research, a monitoring system for temperature, humidity and CO2 levels in the air was built. This monitoring system is connected to the Blynk IoT platform so that data on temperature, humidity and CO2 levels in the air can be accessed from anywhere and at any time as long as the device is connected to the internet network. The MQ132 sensor is used to detect CO2 levels in the air, while the DHT22 sensor is used to read temperature and humidity. The microcontroller used is ESP32, which will connect the sensor with Blynk IoT. The data read by the sensors is then displayed on the Blynk IoT application and website in the form of gauges and graphs. Graphs in the Blynk IoT application can display historical data in various time frames, such as data for the last 15 minutes, last 30 minutes, last 1 hour, last 1 day, last 1 week, and last 1 month.  
Identifikasi Sebaran Suhu Air Panas Terhadap Manivestasi Panas Bumi di Desa Tempang Dua Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara Suoth, Verna Albert; As'ari; Said, Yusmadi H.M; Kolibu, Hesky Stevi
Jurnal MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): Artikel
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v14i1.56937

Abstract

Panas bumi merupakan salah satu sumber daya alam  yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Adanya sumber panas bumi  bawah permukaan tanah tergambar  dari munculnya manifestasi panas bumi. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan sebaran temperatur permukaan tanah dan mengetahui pola gradien temperatur di sekitar manifestasi panas bumi Desa Tempang Dua, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan dengan mengukur temperatur air sumur, mata air panas dangkal, dan tanah beruap menggunakan  termometer yang dilakukan pada siang hingga sore hari. Hasil penelitian di dapatkan sebaran suhu air dengan temperatur 28oC-90oC dengan elevasi berkisar 724-760 m dan kedalaman permukaan air sumur 0-23 meter. Pola sebaran suhu yang diperoleh menunjukkan kecenderungan  di area yang lebih tinggi pada peta kontur memiliki suhu air paling tinggi. Geothermal is one of the natural resources that has great potential to be utilized as a renewable energy source. The existence of subsurface geothermal sources is illustrated by the emergence of geothermal manifestations. This study was conducted to map the distribution of land surface temperature and determine the temperature gradient pattern around the geothermal manifestation of Tempang Dua Village, Minahasa Regency, North Sulawesi. This study used a field observation method by measuring the temperature of well water, shallow hot springs, and steamy soil using a thermometer conducted in the afternoon to evening. The results of the study obtained the distribution of water temperature with a temperature of 28o C-90oC with an elevation ranging from 724-760 masl and a depth of the well water surface of 0-23 meters. The temperature distribution pattern obtained shows a tendency in the higher areas on the contour map to have the highest water temperature.
Pelatihan Internet of Things untuk Deteksi Ketinggian Air Sungai sebagai Upaya Peringatan Dini Banjir di Kelurahan Tumumpa Satu Kota Manado Pandara, Dolfie Paulus; Bobanto, Maria Daurina; Bakti, Andi Ikthiar; Ferdy, Ferdy; Mosey, Handy I.R.; Suoth, Verna Albert; Ponumbol, Yuki; Laoh, Marco; Manginsabara, Ivone S
The Studies of Social Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v7i1.58477

Abstract

Kelurahan Tumumpa Satu merupakan salah satu daerah di Kota Manado yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Bailang. Sebagai upaya mitigasi banjir perlu dibangun sistem peringatan dini di kawasan tersebut dan edukasi untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dalam pengembangan sistem peringatan dini banjir. Kegiatan PKM ini dilakukan untuk melatih aparat pemerintah kelurahan dan kader karang taruna sehingga memiliki kemampuan untuk membuat sistem peringatan dini sederhana berbasis Internet of Things (IOT) sebagai upaya mitigasi banjir di DAS Bailang di Kelurahan Tumumpa Satu Kota Manado. Pelatihan diberikan dalam tiga tahapan yaitu Tahap Inisiasi, Tahap Implementasi dan Tahap Supervisi-Evaluasi. Tahap Inisiasi adalah tahapan membangun kesadaran dan kesiapan mengikuti pelatihan. Tahap Implementasi merupakan tahapan pelatihan berupa penjelasan prinsip dasar sensor dan IOT untuk aplikasi banjir, pengenalan peralatan sensor, perangkat lunak untuk simulasi sensor dan aplikasi IOT. Tahap Supervisi-Evaluasi adalah upaya pendampingan masyarakat selama pelatihan untuk penguasaan teknis yang lebih komprehensif dan evaluasi pencapaian kompetensi peserta pelatihan serta dampak kegiatan bagi masyarakat. Tingkat kepuasan peserta atas pelaksanaan PKM ini diukur menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang terdiri dari 12 pertanyaan. Berdasarkan hasil kuesioner, tingkat kepuasaan peserta pelatihan mencapi 92,8%. Tindak lanjut yang diharapkan peserta pelatihan selaku masyarakat Tumumpa Satu adalah implementasi sistem peringatan banjir yang permanen di DAS Bailang.