Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

ANALISA PERHITUNGAN JUMLAH TUBE DAN DIAMETER SHELL PADA KONDENSOR BERPENDINGIN AIR PADA SISTEM REFRIGERASI NH3 ihsan, sobar
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.357 KB)

Abstract

Jenis penukar kalor sangatlah beragam dan masing masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik. Namun demikian jenis shell & tube sejauh ini merupakan jenis yang paling banyak dipergunakan berkat konstruksinya relatif sederhana dan memiliki keandalan karena dapat dioperasikan dengan beberapa jenis fluida kerja. Efek pendinginan yang dihasilkan dalam sistem refrigerasi tergantung dari efektivitas kinerja kondensor. Sementara, kinerja kondensor semakin lama akan menurun seiring dengan terjadinya fouling factor.Pada penelitian ini dilakukan analisis analisa perhitungan jumlah tube dan diameter shell pada kondensor sebagai Alat Penukar Kalor (APK). Dari hasil analisa perhitungan adalah diameter shell  720 mm, jumlah tube 192 buah, diameter tube 38.1 mm, panjang tube 3 m, beda temperatur rata-rata LMTD 8.86 K. Dalam penentuan parameter temperatur desain kondensor sistem cooling-tower, harus mempertimbangkan kinerja cooling-tower dan perubahan temperatur udara.
ANALISA PERHITUNGAN JUMLAH TUBE DAN DIAMETER SHELL PADA KONDENSOR BERPENDINGIN AIR PADA SISTEM REFRIGERASI NH3 ihsan, sobar
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.357 KB)

Abstract

Jenis penukar kalor sangatlah beragam dan masing masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik. Namun demikian jenis shell & tube sejauh ini merupakan jenis yang paling banyak dipergunakan berkat konstruksinya relatif sederhana dan memiliki keandalan karena dapat dioperasikan dengan beberapa jenis fluida kerja. Efek pendinginan yang dihasilkan dalam sistem refrigerasi tergantung dari efektivitas kinerja kondensor. Sementara, kinerja kondensor semakin lama akan menurun seiring dengan terjadinya fouling factor.Pada penelitian ini dilakukan analisis analisa perhitungan jumlah tube dan diameter shell pada kondensor sebagai Alat Penukar Kalor (APK). Dari hasil analisa perhitungan adalah diameter shell  720 mm, jumlah tube 192 buah, diameter tube 38.1 mm, panjang tube 3 m, beda temperatur rata-rata LMTD 8.86 K. Dalam penentuan parameter temperatur desain kondensor sistem cooling-tower, harus mempertimbangkan kinerja cooling-tower dan perubahan temperatur udara.
ANALISIS VARIABEL-VARIABEL PENENTU CLEANLINESS FACTOR DAN PERFORMANCE FACTOR UNTUK MENINGKATKAN KINERJA KONDENSOR UNIT 1 PLTU SEKTOR ASAM-ASAM Ashar, Muhammad; Ihsan, Sobar; ,, Irfan; Ramadhan, Slamet
AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.041 KB)

Abstract

Pemanatauan kierja kondensor PT. PLN Persero Sektor Asam-Asam pada keadaan operasi membuthkan nilai Cleanliness Factor dan Performance Factor. Analisis variabel-variabel yang menentukan Clinelines Factor dan Performance Factor diperlukan agar kinerjanya dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai Cleanlines Factor dan Performance Factor, mengetahui pengaruh perubahan beban terhadap Cleanlines Factor dan Performance Factor, mengetahui variabel-variabel mempengaruhi kinerja kondenser dan mencari solusi untuk meningkatkan performance kondensor. Nilai Cleanlines Factor didapatkan dari rasio perbandingan koefisien transfer panas total keadaan aktual terhadap koefisien transfer panas HEI sedangkan PF didapat dari rasio koefisien transfer panas total keadaan aktual terhadap koefisien transfer panas ASME. Data-data operasi menunjukkan bahwa nilai Cleanlines Factor dan Performance Factor meningkat seiring dengan meningkatnya beban pembangkitan listrik. . Hal ini membuktikan bahwa fouling bukan penyebab rendahnya nilai Cleanlines Factor dan Performance Factor. Variabel-variabel yang dianalisis yaitu suhu inlet cooling water (Tin), tekanan kondenser/back pressure (Pback) dan aliran volumetrik cooling water (Colling Water flow).
ANALISA PERHITUNGAN JUMLAH TUBE DAN DIAMETER SHELL PADA KONDENSOR BERPENDINGIN AIR PADA SISTEM REFRIGERASI NH3 sobar ihsan
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.357 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i1.2351

Abstract

Jenis penukar kalor sangatlah beragam dan masing masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik. Namun demikian jenis shell & tube sejauh ini merupakan jenis yang paling banyak dipergunakan berkat konstruksinya relatif sederhana dan memiliki keandalan karena dapat dioperasikan dengan beberapa jenis fluida kerja. Efek pendinginan yang dihasilkan dalam sistem refrigerasi tergantung dari efektivitas kinerja kondensor. Sementara, kinerja kondensor semakin lama akan menurun seiring dengan terjadinya fouling factor.Pada penelitian ini dilakukan analisis analisa perhitungan jumlah tube dan diameter shell pada kondensor sebagai Alat Penukar Kalor (APK). Dari hasil analisa perhitungan adalah diameter shell  720 mm, jumlah tube 192 buah, diameter tube 38.1 mm, panjang tube 3 m, beda temperatur rata-rata LMTD 8.86 K. Dalam penentuan parameter temperatur desain kondensor sistem cooling-tower, harus mempertimbangkan kinerja cooling-tower dan perubahan temperatur udara.
ANALISIS DAN PEREHITUNGAN PENGARUH BILANGAN RAYNOLDS TERHADAP KINERJA KONDENSOR TIPE CONCENTRIC TUBE SEBAGAI ALAT PENGUJIAN DAN PEMBELAJARAN Sobar Ihsan; Heri Irawan
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, November 2018
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.29 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v3i2.4225

Abstract

Kondensor yang dipakai pada industri kecil umumnya sederhana, yang mana hanya terkontruksi dari dua buah pipa yang konsentrik saja., maka dalam penelitian ini  dibuat  suatu  design kondensor  yang  dapat  meningkatkan kapasitas. Sehingga dapat diketahui berapa besarnya kapasitas kondensat; daya pompa; nilai koefisien perpindahan menyeluruh pada variasi Reynold yaitu 8000, 12000, 25000, 48000 dan 64000 serta kinerja dari kondensorDalam penelitian ini digunakan model kondensor tipe concentric tube, untuk bahan shell digunakan baja karbon dengan diameter dalam 22,9 mm, diameter luar 25,4 mm, dan panjang 400 mm. Untuk bahan tube dipakai tembaga dengan diameter dalam 13,4 mm, diameter luar 15,9 mm, dan panjang 2000 mm.Berdasarkan hasil analisis perhitungan didapatkan bahwa dengan perubahan variasi bilangan Reynolds yang semakin besar maka kapasitas kondensat, daya pompa, dan koefisien perpindahan menyeluruhnya juga cenderung meningkat. untuk bilangan Reynolds 8000, 12000, 25000, 48000, dan 64000. besarnya harga koefisien perpindahan panas menyeluruh adalah 24.48, 31.74, 52.07, 82.66 dan 101.89 W/m2K, dan untuk besarnya daya pompa yang dibutuhkan sebesar 28617, 28405, 28904 dan 29362 Watt,  masing-masing untuk setiap variasi bilangan Reynolds.
Analisa Pengerjaan Tirus terhadap Permukaan Benda Uji Bahan S45C Dari Variasi Putaran dan Sudut Potong Mesin Bubut Krisbow KW 15-604 Sobar Ihsan; Budi Hartadi; Verriyanto .
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.327 KB) | DOI: 10.36289/jtmi.v11i2.64

Abstract

Tapered turning advantages various forms of objects with different angles of tape according to the production process. In the lathe machine, tapered turning can be done in three ways: sliding the top, headlights loose and taper attachment (taper attachment). The goal to be achieved in this study is to know the difference in the influence of variation of rotational speed Krisbow KW15-604 lathe against the smoothness of the surface of the workpiece resulting from the thinning of the material, Knowing the difference of the effect of cutting chisel angle variation to the smoothness of the surface of the workpiece resulting from the tapered turning on the material and knowing the interaction between the variation of Krisbow KW15-604 turning speed and angle cutting the chisel to the smoothness of the surface of the workpiece resulting from a tapered lathe on the material S 45C C = 47.4%, Si = 14.2%, Mn = 1.585%, Cr = 13.5%. The results of data analysis showed that there is a very significant influence between the variation of turning speed of the lathe and the variation of cutting chisel angle to the surface of the tinfoiled working object on S45C material. This can provide an overview of the metal and machinery industry in improving the quality of its products at the level of the surface in accordance with the wishes of consumers and the use of tapered products as for binding sealing on the engine of general.
SOSIALISASI PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR BERSIH SEDERHANA DI HANDIL MESJID DESA MAKMUR KECAMATAN GAMBUT KABUPATEN BANJAR Sobar Ihsan; Gusti Rusydi Furqon Syahrillah; Budi Hartadi; Abdurahim Sidiq
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v1i3.22651

Abstract

Desa Makmur Kec. Gambut Kab. Banjar adalah salah satu daerah kawasan pertanian yang menjadi penghasil padi terbesar di Kalimantan Selatan, yang sebagian besar masyarakatnya berperopesi sebagai petani. Di daerah tersebut airnya masih berwarna merah kehitam-hitaman, sesuai dasar tanah gambut yang ada di kawasan itu.Penerapan teknologi pengolahan air bersih dapat menjadi solusi dalam konsumsi pemanfatan air bersih warga desa makmur. Dalam suatu program pengabdian kepada masyarakat tersebut bertujuan untuk memberikan informasi tentang pemanfaatan teknologi pengolahan air bersih dengan baik dan benar. Dalam program pengabdian kepada masyarakat ini, yang menjadi khalayak sasaran utama dalam adalah; (a) Tokoh masyarakat dan (b) Para pemuda desa setempat.Implementasi program ini dihadiri oleh 10 orang khalayak sasaran antara lain; tokoh masyarakat dan para pemuda dengan usia produktif dan sesuai untuk menindaklanjuti program ini. Antusiasme peserta program sangat terasa ketika tanya jawab tentang cara pembuatan dan pengolahan air bersih.
ANALISA PERHITUNGAN JUMLAH TUBE DAN DIAMETER SHELL PADA KONDENSOR BERPENDINGIN AIR PADA SISTEM REFRIGERASI NH3 sobar ihsan
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.357 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i1.2351

Abstract

Jenis penukar kalor sangatlah beragam dan masing masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik. Namun demikian jenis shell & tube sejauh ini merupakan jenis yang paling banyak dipergunakan berkat konstruksinya relatif sederhana dan memiliki keandalan karena dapat dioperasikan dengan beberapa jenis fluida kerja. Efek pendinginan yang dihasilkan dalam sistem refrigerasi tergantung dari efektivitas kinerja kondensor. Sementara, kinerja kondensor semakin lama akan menurun seiring dengan terjadinya fouling factor.Pada penelitian ini dilakukan analisis analisa perhitungan jumlah tube dan diameter shell pada kondensor sebagai Alat Penukar Kalor (APK). Dari hasil analisa perhitungan adalah diameter shell  720 mm, jumlah tube 192 buah, diameter tube 38.1 mm, panjang tube 3 m, beda temperatur rata-rata LMTD 8.86 K. Dalam penentuan parameter temperatur desain kondensor sistem cooling-tower, harus mempertimbangkan kinerja cooling-tower dan perubahan temperatur udara.
ANALISIS DAN PEREHITUNGAN PENGARUH BILANGAN RAYNOLDS TERHADAP KINERJA KONDENSOR TIPE CONCENTRIC TUBE SEBAGAI ALAT PENGUJIAN DAN PEMBELAJARAN Sobar Ihsan; Heri Irawan
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, November 2018
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.29 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v3i2.4225

Abstract

Kondensor yang dipakai pada industri kecil umumnya sederhana, yang mana hanya terkontruksi dari dua buah pipa yang konsentrik saja., maka dalam penelitian ini  dibuat  suatu  design kondensor  yang  dapat  meningkatkan kapasitas. Sehingga dapat diketahui berapa besarnya kapasitas kondensat; daya pompa; nilai koefisien perpindahan menyeluruh pada variasi Reynold yaitu 8000, 12000, 25000, 48000 dan 64000 serta kinerja dari kondensorDalam penelitian ini digunakan model kondensor tipe concentric tube, untuk bahan shell digunakan baja karbon dengan diameter dalam 22,9 mm, diameter luar 25,4 mm, dan panjang 400 mm. Untuk bahan tube dipakai tembaga dengan diameter dalam 13,4 mm, diameter luar 15,9 mm, dan panjang 2000 mm.Berdasarkan hasil analisis perhitungan didapatkan bahwa dengan perubahan variasi bilangan Reynolds yang semakin besar maka kapasitas kondensat, daya pompa, dan koefisien perpindahan menyeluruhnya juga cenderung meningkat. untuk bilangan Reynolds 8000, 12000, 25000, 48000, dan 64000. besarnya harga koefisien perpindahan panas menyeluruh adalah 24.48, 31.74, 52.07, 82.66 dan 101.89 W/m2K, dan untuk besarnya daya pompa yang dibutuhkan sebesar 28617, 28405, 28904 dan 29362 Watt,  masing-masing untuk setiap variasi bilangan Reynolds.
ANALISA PUTARAN PADA HASIL RANCANG BANGUN GENERATOR MAGNET PERMANEN TIPE FLUKS RADIAL sobar ihsan
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v2i1.2172

Abstract

Penelitian ini menggunakan spul motor bekas dengan rotor 12 buah kumparan lilitan sebagai perancangan generaor magnet permanen fluks radial jumlah lilitan 4800 lilitan menggunakan diameneter kawat 0,06 mm dengan pengujian menggunakan motor DC 1/16 Hp dengan berbagai variasi rpm dari 100-500 rpm. Generator rancangan ini pada pengujian dengan menggunakan motor DC kecepatan terendah 105 rpm dan tercepat 504 rpm adalah 5 volt dan 25volt. Sedangkan pada hasil perhitungan mendapat 5.5 volt dan 26.8 dengan persentasi 9.65 % dengan hasil jumlah rata-rata pengukuran 14.6 volt dan perhitungan 16.16 volt. Daya pada pengujian dengan hasil terkecil 80 mW dan terbesar 1323 mW sedangkan data perhitungan terkecil 88 mW dan terbesar 1420.4 mW dengan persentasi 9.98 % dengan jumlah rata-rata pengujian 600 mW dan perhitungan 659.2 mW Kata kunci : Putaran, Generator, Fluks Radial