Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS DAN PEREHITUNGAN PENGARUH BILANGAN RAYNOLDS TERHADAP KINERJA KONDENSOR TIPE CONCENTRIC TUBE SEBAGAI ALAT PENGUJIAN DAN PEMBELAJARAN Sobar Ihsan; Heri Irawan
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, November 2018
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.29 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v3i2.4225

Abstract

Kondensor yang dipakai pada industri kecil umumnya sederhana, yang mana hanya terkontruksi dari dua buah pipa yang konsentrik saja., maka dalam penelitian ini  dibuat  suatu  design kondensor  yang  dapat  meningkatkan kapasitas. Sehingga dapat diketahui berapa besarnya kapasitas kondensat; daya pompa; nilai koefisien perpindahan menyeluruh pada variasi Reynold yaitu 8000, 12000, 25000, 48000 dan 64000 serta kinerja dari kondensorDalam penelitian ini digunakan model kondensor tipe concentric tube, untuk bahan shell digunakan baja karbon dengan diameter dalam 22,9 mm, diameter luar 25,4 mm, dan panjang 400 mm. Untuk bahan tube dipakai tembaga dengan diameter dalam 13,4 mm, diameter luar 15,9 mm, dan panjang 2000 mm.Berdasarkan hasil analisis perhitungan didapatkan bahwa dengan perubahan variasi bilangan Reynolds yang semakin besar maka kapasitas kondensat, daya pompa, dan koefisien perpindahan menyeluruhnya juga cenderung meningkat. untuk bilangan Reynolds 8000, 12000, 25000, 48000, dan 64000. besarnya harga koefisien perpindahan panas menyeluruh adalah 24.48, 31.74, 52.07, 82.66 dan 101.89 W/m2K, dan untuk besarnya daya pompa yang dibutuhkan sebesar 28617, 28405, 28904 dan 29362 Watt,  masing-masing untuk setiap variasi bilangan Reynolds.
ANALISIS DAN PEREHITUNGAN PENGARUH BILANGAN RAYNOLDS TERHADAP KINERJA KONDENSOR TIPE CONCENTRIC TUBE SEBAGAI ALAT PENGUJIAN DAN PEMBELAJARAN Sobar Ihsan; Heri Irawan
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, November 2018
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.29 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v3i2.4225

Abstract

Kondensor yang dipakai pada industri kecil umumnya sederhana, yang mana hanya terkontruksi dari dua buah pipa yang konsentrik saja., maka dalam penelitian ini  dibuat  suatu  design kondensor  yang  dapat  meningkatkan kapasitas. Sehingga dapat diketahui berapa besarnya kapasitas kondensat; daya pompa; nilai koefisien perpindahan menyeluruh pada variasi Reynold yaitu 8000, 12000, 25000, 48000 dan 64000 serta kinerja dari kondensorDalam penelitian ini digunakan model kondensor tipe concentric tube, untuk bahan shell digunakan baja karbon dengan diameter dalam 22,9 mm, diameter luar 25,4 mm, dan panjang 400 mm. Untuk bahan tube dipakai tembaga dengan diameter dalam 13,4 mm, diameter luar 15,9 mm, dan panjang 2000 mm.Berdasarkan hasil analisis perhitungan didapatkan bahwa dengan perubahan variasi bilangan Reynolds yang semakin besar maka kapasitas kondensat, daya pompa, dan koefisien perpindahan menyeluruhnya juga cenderung meningkat. untuk bilangan Reynolds 8000, 12000, 25000, 48000, dan 64000. besarnya harga koefisien perpindahan panas menyeluruh adalah 24.48, 31.74, 52.07, 82.66 dan 101.89 W/m2K, dan untuk besarnya daya pompa yang dibutuhkan sebesar 28617, 28405, 28904 dan 29362 Watt,  masing-masing untuk setiap variasi bilangan Reynolds.
KAJIAN EKSPRIMENTAL PENGARUH PENAMBAHAN PENGARAH ALIRAN TERHADAP UNJUK KERJA TURBIN ANGIN BUBUNGAN ATAP Mujiburrahman ,; Heri Irawan
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 7, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.25 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v7i1.7120

Abstract

Kurangnya penelitian yang di fokuskan pada pengaplikasian turbin angina skala kecil yang menghasilkan listrik dengan bentuk memanjang yang di aplikasikan pada bubungan atap memanfaatkan luas area sapuan angin kemiringan atap. Mengingat kecepatan angin di bubungan atap tergolong rendah sehingga sangat jarang di manfaatkan karena di asumsikan listrik yang di hasilkan di angggap kecil, padahal pemanfaatan potensi angin dengan sistem pengkonversian turbin angin sebagai penghasil listrik skala kecil sangat menjanjikan. Tetapi yang menjadi persoalan arah angin yang ber ubah-ubah juga menjadi masalah serius dalam pengaplikasian turbin angin bubungan atap, di perlukan mekanisme pengarah angin untuk memaksimalkan angin yang mengalir di permukaaan kemiringan atap dan mengarahkan menuju bubungan. Sehingga dalam penelitian ini akan di fokuskan pada penambahan pengarah aliran untuk memaksimalkan output putaran turbin. Pengujian turbin ini menggunakan metode eksperimental (experimental research) yaitu membuat alat dan melakukan pengamatan secara langsung pada Turbin angin bubungan atap sehingga dapat mengetahui output yang di hasilkan oleh turbin tanpa pengarah dan menggunakan pengarah aliran angin. Hasilnya pada kecepatan angin 2,17 m/s turbin angin atap rumah dengan pengarah aliran menghasilkan output putaran turbin lebih baik yaitu 177,01 rpm,  Torsi rotor Tr 0,001058 Nm, dan coefesien torsi C sebesar 0,001058 %. di bandingkan tanpa menggunakan pengarah aliran.  Pada kecepatan angin 3,21 m/s turbin angin atap rumah dengan pengarah aliran juga mampu menghasilkan output putaran turbin, lebih baik sebesar 219,15 rpm,  Torsi rotor Tr 0,001264 Nm, dan coefesien torsi CT sebesar 0,64104 %. Selanjutnya pada kecepatan angin 5,11 m/s turbin angina atap rumah dengan pengarah aliran juga menghasilkan output putaran turbin lebih baik, sebesar 369,22 rpm,  Torsi rotor Tr 0,001195 Nm, dan coefesien torsi CT sebesar 0,23902 %.
PERANCANGAN TURBIN AIR TIPE CROSSFLOW SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO Heri Irawan; Mujiburrahman ,
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 4, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.587 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v4i1.1981

Abstract

Dalam suatu PLTMH, turbin air merupakan suatu peralatan yang utama. Turbin air adalah alat yang digunakan untuk mengubah energi air menjadi energi mekanik Turbin air dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa jenis. Berdasarkan klasifikasi ini, maka turbin air dibagi menjadi dua yaitu turbin impuls dan turbin reaksi. Adapun jenis turbin air yang dapat digunakan dalam PLTMH salah satunya yaitu turbin air Crossflow. Turbin air Crossflow adalah salah satu jenis turbin aksi (impuls turbin) yang memiliki efisiensi lebih besar dibandingkan dengan turbin mikro hidro lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan sudut nosel 15o, 30o, dan 35o dan sudut sudu 14o, 16o, dan 18o. Hasil penelitian menunjukan bahwa sudut nosel dan sudut sudu sangat berpengaruh terhadap kinerja turbin. Efisiensi tertinggi sebesar 77% diperoleh dengan sudut nosel 15o dan sudut sudu 16o. Kata kunci : Sudut Nosel, Sudut Sudu, Kinerja Turbin
REDESAIN KONDENSOR ALAT SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK DENGAN METODE PIROLISIS Agus Setiawan; Jainal Arifin; Heri Irawan; Firda Herlina
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 6, Nomor 2, Nopember 2021
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.034 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v6i2.6058

Abstract

seberapa besar pengaruh variasi arah aliran air pendingin kondensor terhadap minyak plastik yang di hasilkan. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk  mengetahui kualitas hasil minyak yang di dapat dari percobaan terdahulu dan sekarang setelah kondensornya di redesain. Pengujian di lakukan Pada langkah pertama plastik botol yang di masukan ke dalam tabung reaktor berjumlah 3 kilogram dengan suhu awal 0 ̊ C, lalu kemudian di panaskan hingga suhu mencapai 180 ̊ C dengan waktu sekitar 3 jam. kemudian langkah kedua yaitu dengan memasukan sampah botol plastik lagi dengan jumlah 1 kilogram dengan rentang waktu 1 jam, dan terakhir memasukan sampah botol plastik kembali setelah 1 jam jadi total pembakaran sampah botol plastik yaitu sebanyak 5 kg dengan suhu total 300 ̊ C. Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa hasil redesain minyak yang di hasilkan pun sangat baik dari sebelumnya di mana hasil  lebih jernih, kandungan air nya tidak terlalu banyak dikarenakan bahan yang di gunakan di bersihkan dan di jemur. dan   pipa kondensornya terbuat dari stainles dan tembaga di mana kedua bahan ini di kenal sebagai penghantar panas yang cukup baik. Pada percobaan sebelumnya di mana pada percobaan tersebut memiliki  hasil warna yang berbeda hal ini terjadi  kurang efektifnya pengeluaran asap dari hasil pembakaran sampah tersebut, kadar air yang diketahui di dalam minyak hasil pirolisis nya terlalu banyak.
ANALISIS PENGARUH SUDU TERHADAP UNJUK KERJA TURBIN ANGIN ATAP RUMAH PADA KECEPATAN ANGIN RENDAH MENGGUNAKAN SIMULASI CFD Mujiburrahman ,; Heri Irawan
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 3, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.318 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v3i1.1393

Abstract

Turbin angin yang di aplikasikan pada puncak kemiringan atap bentuk memanjang sangat jarang di aplikasikan di indonesia mengingat potensi angin  kemiringan atap rumah yang tergolong kecepatan angin rendah dan cendrung ber ubah-ubah arah. Sehingga perlu dikembangkan turbin angin atap rumah yang mampu memaksimalkan angin rendah. (Watson et, 2008), melihat permasalahan tersebut tentunya pemilihan jenis turbin, bentuk airfoil, dan jumlah blade sangat menentukan prestasi  turbin angin atap rumah. Selain itu pertimbangan aerodinamika bentuk airfoil yang diinginkan tentunya memiliki self starting yang tinggi sehingga mampu menghasilkan daya keluaran, daya mekanik dan coefesien daya paling optimum. turbin angin jenis  savonius memiliki kemampuan self-starting yang bagus, karena mampu memaksimalkan energi angin mendorong blade, sehingga hanya membutuhkan angin dengan kecepatan rendah untuk memutar rotor dari turbin angin ini. Selain itu, torsi yang dihasilkan blade turbin angin jenis savonius relatif tinggi (Sargolzei, 2007). Metode penelitian ini menggunakan percobaan eksprimen motion model, dengan variabel bebas faktor kecepatan angin 3 m/s. Jumlah blade 3,4, dan 5. Selanjutnya di simulasikan menggunakan Computational Fluid Dynamic, untuk melihat daya keluaran, daya mekanik dan coefesien daya paling optimum. Hasil pengujian turbin atap rumah blade 5 buah memiliki pengaruh paling besar terhadap daya mekanik sebesar 28.185 W, dan koefisien daya Cp, sebesar 0.58%. Selanjutnya tertinggi kedua di hasilkan jumlah blade 4 buah memiliki pengaruh terhadap daya mekanik sebesar 27.96 W, dan koefisien daya Cp, sebesar 0.56%. Sedangkan jumlah blade 3 buah memiliki pengaruh paling besar ketiga terhadap daya mekanik sebesar 27.86 W, dan koefisien daya Cp, sebesar 0.55%.Dimensi model turbin angin atap rumah yang paling optimal dari ketiga model hasil simulasi desain dan perhitungan yaitu hasil simulasi desain no 3. Turbin angin atap rumah  jumlah blade 5 buah menghasilkan daya turbin maksimum sebesar, 28.185 W, dan koefisien daya Cp, sebesar 0.568%. Menurut Betz limit, bahwa nilai ideal dari koefisien daya pada turbin angin tidak melebihi nilai 0.593.  Di dalam penelitian ini masih termasuk ke dalam kategori yang baik, dikarenakan tidak melebihi batas Betz
ANALISIS PENGARUH PANJANG SUDU TERHADAP UNJUK KERJA TURBIN ANGIN ATAP RUMAH PADA KECEPATAN ANGIN RENDAH Mujiburrahman ,; Heri Irawan
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 4, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.822 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v4i1.1967

Abstract

Mengingat potensi angin di Banjarmasin tergolong rendah, hasil pengukuran kecepatan angin secara langsung menggunakan anemometer dengan durasi rata – rata perjam yang ada di puncak kemiringan atap berkisar antara 2 m/s sampai 6 m/s. Dengan demikian di butuhkan sebuah sistem konversi angin yang yang optimal pada kecepatan angin rendah di kemiringan atap. Atas dasar pertimbangan peneliti sebelumnya maka turbin atap rumah dalam penelitian ini menggunakan Airfoil savonius karena memiliki self-starting torsi yang baik untuk kecepatan angin yang rendah sehingga memiliki performansi yang baik apabila di aplikasikan pada turbin angin atap rumah. Mungkin yang menjadi pertanyaan adalah seberapa efektif turbin angin yang di aplikasikan pada atap rumah, untuk itu pentingnya sebuah eksprimen pengujian dengan membuat model uji turbin atap rumah yang di simulasikan pada wind tunnel untuk mendapatkan parameter desain optimal sebagai rekomendasi mengembangan turbin atap rumah skala besar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental (experimental research) yaitu melakukan pengamatan dan pengukuran kecepatan angin di kemiringan atap dengan durasi rata-rata perjam, perhari, dan perbulan menggunakan alat ukur anemometer digital.  Selanjutnya data tersebut dijadikan sebagai parameter awal dalam menentukan variasi kecepatan angin dalam pengujian model eksprimen pada terowongan angin sederhana dengan varibel kecepatan angin kemiringan atap dan panjang turbin terhadap unjuk kerja turbin atap rumah hasil pengujian. Hasil pengujian pada kecepatan angin 2 m/s turbin atap rumah yang memberikan pengaruh paling besar di hasilkan oleh panjang 0,25 m, dengan nilai putaran sebesar 257,1 rpm. Hasil pengujian pada kecepatan angin 3 m/s turbin atap rumah yang memberikan pengaruh paling besar di hasilkan oleh panjang 0,30 m, dengan nilai putaran sebesar 202,4 rpm. Hasil pengujian pada kecepatan angin 5 m/s turbin atap rumah yang memberikan pengaruh paling besar di hasilkan oleh panjang 0,25 m, dengan nilai putaran sebesar 295,6 rpm.
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH JUMLAH SUDU RUNNER TURBIN AIR CORSSFLOW TERHADAP UNJUK KERJA DENGAN METODE TAGUCHI Heri Irawan; Mujiburrahman ,
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 3, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.909 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v3i1.1397

Abstract

Turbin air crossflow adalah salah satu turbin aksi. Besarnya putaran turbin air crossflow ini akibat pemanfaatan energi air pada turbin dilakukan dua kali, yang pertama energi tumbukan air pada sudu-sudu pada saat air masuk, dan yang kedua adalah daya dorong air pada sudu saat air meninggalkan runner. Di dalam perancangan dan pembuatan runner turbin air crossflow mempunyai pengaruh yang besar terhadap putaran. Konstruksi runner turbin air crossflow diantaranya adalah jumlah sudu, ketebalan sudu, kelengkungan sudu, dan bentuk profil sudu. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh variasi jumlah sudu runner terhadap unjuk kerja, yaitu variasi jumlah sudu 18, 20 dan 22 buah. Pelaksanaan penelitian digunakan desain eksperimen metode Taguchi yang merupakan metode perbaikan kualitas dengan melakukan percobaan baru. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik kualitas unjuk kerja turbin optimum yaitu faktor variasi jumlah sudu, faktor variasi bukaan katup, dan variasi luas pemasukan aliran. Dari faktor variasi jumlah sudu 18, 20, dan 22 buah didapatkan hasil putaran yang optimum pada level faktor terpilih A1 (18 buah) dengan hasil putaran sebesar 310,2 rpm, dari faktor variasi bukaan katup 50%, 75% dan 100% didapatkan hasil putaran yang optimum pada level faktor terpilih B2 (75%) didapatkan hasil putaran sebesar 321,1 rpm, dan dari faktor variasi luas pemasukan aliran 120 mm, 125 mm, dan 130 mm didapatkan hasil putaran yang optimum pada level terpilih C1 (120 mm) didapatkan hasil putaran sebesar 295,7 rpm. Adapun faktor yang paling berpengaruh signifikan berdasarkan hasil ANOVA untuk nilai rata-rata dan SNR didapatkan setting level optimal dari faktor-faktor terkontrol, faktor yang memiliki tingkat signifikan terhadap putaran yang dihasilkan yaitu faktor variasi jumlah sudu 18 buah  dengan (F hitung 34,441797) dan faktor variasi bukaan katup 75% dengan (F hitung 59,391498).
ANALISIS PENGARUH JUMLAH SUDU RODA JALAN TERHADAP UNJUK KERJA TURBIN AIR CROSS FLOW DENGAN METODE TAGUCHI Heri Irawan; Iskendar Iskendar
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 1, Nomor 2, Nopember 2016
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.965 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v1i2.547

Abstract

Turbin air crossflow adalah salah satu turbin aksi. Besarnya putaran turbin air crossflow ini akibat pemanfaatan energi air pada turbin dilakukan dua kali, yang pertama energi tumbukan air pada sudu-sudu pada saat air masuk, dan yang kedua adalah daya dorong air pada sudu saat air meninggalkan runner. Di dalam perancangan dan pembuatan runner turbin air crossflow mempunyai pengaruh yang besar terhadap putaran. Konstruksi runner turbin air crossflow diantaranya adalah jumlah sudu, ketebalan sudu, kelengkungan sudu, dan bentuk profil sudu. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh variasi jumlah sudu runner terhadap unjuk kerja, yaitu variasi jumlah sudu 18, 20 dan 22 buah. Pelaksanaan penelitian digunakan desain eksperimen metode Taguchi yang merupakan metode perbaikan kualitas dengan melakukan percobaan baru. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik kualitas unjuk kerja turbin optimum yaitu faktor variasi jumlah sudu, faktor variasi bukaan katup, dan variasi luas pemasukan aliran. Dari faktor variasi jumlah sudu 18, 20, dan 22 buah didapatkan hasil putaran yang optimum pada level faktor terpilih A1 (18 buah) dengan hasil putaran sebesar 310,2 rpm, dari faktor variasi bukaan katup 50%, 75% dan 100% didapatkan hasil putaran yang optimum pada level faktor terpilih B2 (75%) didapatkan hasil putaran sebesar 321,1 rpm, dan dari faktor variasi luas pemasukan aliran 120 mm, 125 mm, dan 130 mm didapatkan hasil putaran yang optimum pada level terpilih C1 (120 mm) didapatkan hasil putaran sebesar 295,7 rpm. Adapun faktor yang paling berpengaruh signifikan berdasarkan hasil ANOVA untuk nilai rata-rata dan SNR didapatkan setting level optimal dari faktor-faktor terkontrol, faktor yang memiliki tingkat signifikan terhadap putaran yang dihasilkan yaitu faktor variasi jumlah sudu 18 buah  dengan (F hitung 34,441797) dan faktor variasi bukaan katup 75% dengan (F hitung 59,391498).
PENGOLAHAN AIR DI DESA KARANG BUAH KECAMATAN BELAWANG KABUPATEN BARITO KUALA Muhammad Firman; Muhammad Irfansyah; Heri Irawan; Muhammad Suprapto; Saifullah Arief
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 3, No 2 (2018): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.241 KB) | DOI: 10.31602/jpai.v3i2.1262

Abstract

Interest Service to the public about solar power plants (PLTS) so that the public understands and knows solar power plant (SPP), increase public understanding of the importance of solar power plants (PLTS) that, while the benefits to be achieved in this activity is to society its target skills and knowledge in assembly and maintenance of a series of solar power plants (PLTS) so that when applied mistakes. Establishment of cooperation between the community, the village government and Studies Program Faculty of Engineering Uniska. As for Tim will add to the experience in training activities assembly and maintenance of solar power plants.The method will be used to achieve the goals that have been implemented are: using the training methods of assembly and maintenance of solar power plants directly with solar panels example demonstrated by the team. So with this training method is expected the participants enthusiastically followed and training materials will absorb well.From the results of the training can be concluded among other things during the training process to be followed can be absorbed 100% or all the participants, 20% of participants who attended or 3 people who want to use solar power for the consumption of their homes by asking what the price of a set of solar power until ready to use and implementation of devotion that will come can be developed into other areas in the vicinity of this devotion, of course, with a bigger budget so that citizens who join the training could be more.