Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH PUTARAN TURBIN ANGIN SUMBU HORIZONTAL KOMBINASI PEMBERAT BOLA PEJAL Firda Herlina; Mujiburrahman Mujiburrahman; Adi Asyari
INFO-TEKNIK Vol 21, No 1 (2020): INFOTEKNIK VOL. 21 NO. 1 JULI 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v21i1.8968

Abstract

Along with the increase in population is directly proportional to the need for energy sources both to support people's lives and the increase in the industrial sector in Indonesia. One of the most widely used sources of electricity is wind. Wind turbines are very sensitive to the wind speed they receive, as a result of fluctuations in wind speed that affect wind rotation speed. For this reason, the author has the idea to combine a wind turbine with a solid object turbine, it is hoped that the combination can produce more consistent rotation. The tool used is a wind turbine combined with solid blade ball weights 8, 9 and 10 and ballast of 10 gr, 20 gr and 30 gr for each blade and wind speeds of 3.3 m / s, 3.6 m / s and 3.9. m / s with the experimental research method, the experiment was carried out 3 times in each tool for ± 2 minutes which was expected to produce a combination of the variables studied in the form of a turbine with the maximum rotational speed and the most consistent rotation. From these experiments, it was found that a turbine with 10 blades, a weight of 10 gr at a wind speed of 3.9 m / s had the fastest rotation, namely 116.43 rpm while a 9 blade turbine with a weight of 30 gr at all three wind speeds was the turbine with the most consistent rotation, namely the difference between the top and bottom rotation is 2.53 rpm.
Diversifikasi Produk Melalui Peningkatan Keterampilan Pembuatan Telur Asin dari Telur Itik dengan Varian Rasa di Desa Manarap Baru Kalimantan Selatan Defin Shahrial Putra; Kumara Efrianti; Mujiburrahman Mujiburrahman
Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v3i1.4334

Abstract

Telur itik dikenal memiliki bau yang lebih amis dibandingkan telur ayam sehingga penggunaannya untuk membuat berbagai jenis makanan lebih sedikit. Padahal kandungan gizinya cukup baik, telur itik mengandung energy, protein, lemak, karbohidrat yang lebih tinggi dari telur ayam. Selain itu telur bebek juga mengandung banyak vitamin di antaranya vitamin B-6, vitamin B-12, vitamin A, vitamin E, thiamin, riboflavin, niacin, folate. Dengan mengolah telur itik menjadi telur asin maka masa simpannya menjadi lebih panjang, dapat menambah citarasa. Selain itu telur itik memiliki por-pori yang lebih besar sehingga cocok untuk dijadikan telur asin karena proses penetrasi garam akan berlangsung lebih baik. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya ibu rumah tangga di Desa Manarap Baru Kalimantan Selatan, tepatnya di Komp. Bumi Wahyu Utama IV. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan dalam pembuatan telur asin ditambah varian rasa pada kelompok sasaran ibu-ibu rumah tangga di desa manarap baru. Kegiatan dilakukan selama 8 bulan dengan di bagi beberapa kali pertemuan, jumlah peserta sebanyak 16 orang ibu-ibu rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pelatihan yang disertai dengan ceramah, demontrasi dan praktek. Hasil dari peningkatan keterampilan ini untuk memberikan bekal kepada ibu-ibu rumah tangga dalam proses pengolahan telur asin dengan menggunakan telur itik dengan di tambahkan varian rasa.
KAJIAN EKSPRIMENTAL PENGARUH PENAMBAHAN PENGARAH ALIRAN TERHADAP UNJUK KERJA TURBIN ANGIN BUBUNGAN ATAP Mujiburrahman ,; Heri Irawan
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 7, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.25 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v7i1.7120

Abstract

Kurangnya penelitian yang di fokuskan pada pengaplikasian turbin angina skala kecil yang menghasilkan listrik dengan bentuk memanjang yang di aplikasikan pada bubungan atap memanfaatkan luas area sapuan angin kemiringan atap. Mengingat kecepatan angin di bubungan atap tergolong rendah sehingga sangat jarang di manfaatkan karena di asumsikan listrik yang di hasilkan di angggap kecil, padahal pemanfaatan potensi angin dengan sistem pengkonversian turbin angin sebagai penghasil listrik skala kecil sangat menjanjikan. Tetapi yang menjadi persoalan arah angin yang ber ubah-ubah juga menjadi masalah serius dalam pengaplikasian turbin angin bubungan atap, di perlukan mekanisme pengarah angin untuk memaksimalkan angin yang mengalir di permukaaan kemiringan atap dan mengarahkan menuju bubungan. Sehingga dalam penelitian ini akan di fokuskan pada penambahan pengarah aliran untuk memaksimalkan output putaran turbin. Pengujian turbin ini menggunakan metode eksperimental (experimental research) yaitu membuat alat dan melakukan pengamatan secara langsung pada Turbin angin bubungan atap sehingga dapat mengetahui output yang di hasilkan oleh turbin tanpa pengarah dan menggunakan pengarah aliran angin. Hasilnya pada kecepatan angin 2,17 m/s turbin angin atap rumah dengan pengarah aliran menghasilkan output putaran turbin lebih baik yaitu 177,01 rpm,  Torsi rotor Tr 0,001058 Nm, dan coefesien torsi C sebesar 0,001058 %. di bandingkan tanpa menggunakan pengarah aliran.  Pada kecepatan angin 3,21 m/s turbin angin atap rumah dengan pengarah aliran juga mampu menghasilkan output putaran turbin, lebih baik sebesar 219,15 rpm,  Torsi rotor Tr 0,001264 Nm, dan coefesien torsi CT sebesar 0,64104 %. Selanjutnya pada kecepatan angin 5,11 m/s turbin angina atap rumah dengan pengarah aliran juga menghasilkan output putaran turbin lebih baik, sebesar 369,22 rpm,  Torsi rotor Tr 0,001195 Nm, dan coefesien torsi CT sebesar 0,23902 %.
ANALISIS PERANCANGAN POMPA UNTUK AIR BERSIH PDAM DESA SUNGAI DANAU KOTA BATULICIN Asep Muhammad Bashir; Sobar Ihsan; Mujiburrahman ,
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 4, Nomor 2, Nopember 2019
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.488 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v4i2.2641

Abstract

Seiring meningkatnya penduduk kota Batulicin yang mengakibatkan kebutuhan air bersih meningkat pula, sementara sarana air bersih dari PDAM masih terbatas. Berdasarkan alasan-alasan di atas, maka diperlukan suatu analisis perancangan pompa guna pemenuhan pemakaian air bersih yang dapat digunakan untuk menilai kelayakan suatu sistem distribusi untuk penyaluran air bersih. Dalam penelitian ini, difokuskan pada penelitian tentang pompa sentrifugal yang sesuai kapasitas air yang dibutuhkan untuk sebuah pompa dimana berdasarkan hasil perhitungan untuk setiap kapasitas air yg dipompa yaitu sebesar 422 m3/jam dan bentuk impeller yaitu : diameter dalam (d1 = 0,214 m), diameter luar (d2 = 0,362 m), (β1 = 17o), (α1 = 62o), (β2 = 25o), (α2 = 20o), (ρ = 172,7 mm), (z = 11) dengan spesifikasi pompa yang digunakan sebagai masukan yaitu kecepatan  motor  penggerak = 1500 (rpm),  tebal  sudu  impeller = 5 (mm)  dan tegangan torsi aman bahan shaft (S45C ) = 58 (Kg/mm3). Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa kebutuhan air bersih yang semakin meningkat maka akan dibutuhkan pompa dengan spesifikasi yang lebih tepat pula dan dimensi impeller akan berubah sesuai dengan spesifikasi pompa yang dirancang sehingga kerja pompa lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada tahun 2022
PERANCANGAN TURBIN AIR TIPE CROSSFLOW SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO Heri Irawan; Mujiburrahman ,
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 4, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.587 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v4i1.1981

Abstract

Dalam suatu PLTMH, turbin air merupakan suatu peralatan yang utama. Turbin air adalah alat yang digunakan untuk mengubah energi air menjadi energi mekanik Turbin air dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa jenis. Berdasarkan klasifikasi ini, maka turbin air dibagi menjadi dua yaitu turbin impuls dan turbin reaksi. Adapun jenis turbin air yang dapat digunakan dalam PLTMH salah satunya yaitu turbin air Crossflow. Turbin air Crossflow adalah salah satu jenis turbin aksi (impuls turbin) yang memiliki efisiensi lebih besar dibandingkan dengan turbin mikro hidro lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan sudut nosel 15o, 30o, dan 35o dan sudut sudu 14o, 16o, dan 18o. Hasil penelitian menunjukan bahwa sudut nosel dan sudut sudu sangat berpengaruh terhadap kinerja turbin. Efisiensi tertinggi sebesar 77% diperoleh dengan sudut nosel 15o dan sudut sudu 16o. Kata kunci : Sudut Nosel, Sudut Sudu, Kinerja Turbin
STUDI EKSPERIMENTAL TURBIN ANGIN SAVONIUS SUDU U DENGAN PENAMBAHAN SUDU NACA 0012 Muhammad Irfansyah; Mujiburrahman .; Meky Royandi
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 2, Nomor 2, Nopember 2017
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.396 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v2i2.1147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan poros yang optimal menggunakan turbin angin savonius sudu U dengan penambahan sudu NACA 0012 dengan variasi kecepatan angin, untuk turbin angin savonius U memiliki dimensi diameter 12,7 cm dengan tinggi 50 cm dan NACA 0012 tinggi 50 cm dengan lebar 14 cm. Dari hasil penelitian turbin angin menunjukkan bahwa dengan penambahan sudu NACA 0012 berpengaruh terhadap putaran poros, dengan menggunakan variasi kecepatan angin 2,3 m/s, 3,5 m/s, 4,0 m/s, 6,2 m/s, 7,2 m/s, dari data yang di dapat dengan menggunakan penambahan sudu NACA 0012 kecepatan poros tertinggi 132,9 rpm dengan kecepatan angin 7,2 m/s. Dengan penambahan sudu NACA 0012  putaran poros tertinggi 132,9 rpm dengan kecepatan 7,2 m/s dan kecepatan putaran poros terendah 33,2 rpm dengan kecepatan angin 2,3 m/s.Kata Kunci           : Turbin angin, savonius, sudu U, NACA 0012
MEMBUAT SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK GABUNGAN ANGIN DAN SURYA KAPASITAS 385 WATT Mujiburrahman Mujiburrahman
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 1, Nomor 2, Nopember 2016
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.007 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v1i2.551

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis mempunyai potensi energi surya yang cukup berlimpah, disamping itu Indonesia juga memiliki potensi energi angin. Berdasarkan data yang dikeluarkan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) distribusi penyinaran Matahari untuk Kawasan Barat Indonesia (KBI) sekitar 4,5 kWh/m2/hari dengan variasi bulanan kurang lebih 10% dan potensi Energi Angin di Pulau Kalimantan untuk menghasilkan daya listrik berdasarkan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Negara (LAPAN) sebesar 9.600 MW. Adapun lokasi yang akan digunakan untuk melakukan kegiatan penelitian di kawasan Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala yang memiliki sekitar 4 - 7 m/detik. Untuk potensi Energi Surya diperkirakan memiliki distribusi penyinaran sekitar 4,5 kWh/m2/ hari. Berdasarkan hasil penelitian dari  sistem gabungan angin dan surya dapat disimpulkan bahwa: Daya tertinggi yang dihasilkan Turbin Angin 300 watt sebesar 245.1 W, dan data terendah yang dihasilkan 7.07 watt. Daya tertinggi yang Hasilkan Sel Surya 85 watt sebesar 39.26 watt dan data terendah yang dihasilkan 17.63 W. Dari hasil penggabungan daya Angin dan Surya selama 30 kali pengambilan data dapat dilihat daya tertinggi mencapai angka 279.68 watt dan hasil terendahnya 32.17 W. Ada peningkatan daya yang dihasilkan dalam mengoptimalkan kinerja pembangkit gabungan, meskipun tidak terlalu Signifikan karena pengoperasian sistem gabungan angin dan surya sangat tergantung kecepatan angin dan kondisi cuaca.
ANALISIS PENGARUH SUDU TERHADAP UNJUK KERJA TURBIN ANGIN ATAP RUMAH PADA KECEPATAN ANGIN RENDAH MENGGUNAKAN SIMULASI CFD Mujiburrahman ,; Heri Irawan
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 3, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.318 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v3i1.1393

Abstract

Turbin angin yang di aplikasikan pada puncak kemiringan atap bentuk memanjang sangat jarang di aplikasikan di indonesia mengingat potensi angin  kemiringan atap rumah yang tergolong kecepatan angin rendah dan cendrung ber ubah-ubah arah. Sehingga perlu dikembangkan turbin angin atap rumah yang mampu memaksimalkan angin rendah. (Watson et, 2008), melihat permasalahan tersebut tentunya pemilihan jenis turbin, bentuk airfoil, dan jumlah blade sangat menentukan prestasi  turbin angin atap rumah. Selain itu pertimbangan aerodinamika bentuk airfoil yang diinginkan tentunya memiliki self starting yang tinggi sehingga mampu menghasilkan daya keluaran, daya mekanik dan coefesien daya paling optimum. turbin angin jenis  savonius memiliki kemampuan self-starting yang bagus, karena mampu memaksimalkan energi angin mendorong blade, sehingga hanya membutuhkan angin dengan kecepatan rendah untuk memutar rotor dari turbin angin ini. Selain itu, torsi yang dihasilkan blade turbin angin jenis savonius relatif tinggi (Sargolzei, 2007). Metode penelitian ini menggunakan percobaan eksprimen motion model, dengan variabel bebas faktor kecepatan angin 3 m/s. Jumlah blade 3,4, dan 5. Selanjutnya di simulasikan menggunakan Computational Fluid Dynamic, untuk melihat daya keluaran, daya mekanik dan coefesien daya paling optimum. Hasil pengujian turbin atap rumah blade 5 buah memiliki pengaruh paling besar terhadap daya mekanik sebesar 28.185 W, dan koefisien daya Cp, sebesar 0.58%. Selanjutnya tertinggi kedua di hasilkan jumlah blade 4 buah memiliki pengaruh terhadap daya mekanik sebesar 27.96 W, dan koefisien daya Cp, sebesar 0.56%. Sedangkan jumlah blade 3 buah memiliki pengaruh paling besar ketiga terhadap daya mekanik sebesar 27.86 W, dan koefisien daya Cp, sebesar 0.55%.Dimensi model turbin angin atap rumah yang paling optimal dari ketiga model hasil simulasi desain dan perhitungan yaitu hasil simulasi desain no 3. Turbin angin atap rumah  jumlah blade 5 buah menghasilkan daya turbin maksimum sebesar, 28.185 W, dan koefisien daya Cp, sebesar 0.568%. Menurut Betz limit, bahwa nilai ideal dari koefisien daya pada turbin angin tidak melebihi nilai 0.593.  Di dalam penelitian ini masih termasuk ke dalam kategori yang baik, dikarenakan tidak melebihi batas Betz
ANALISIS PENGARUH PANJANG SUDU TERHADAP UNJUK KERJA TURBIN ANGIN ATAP RUMAH PADA KECEPATAN ANGIN RENDAH Mujiburrahman ,; Heri Irawan
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 4, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.822 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v4i1.1967

Abstract

Mengingat potensi angin di Banjarmasin tergolong rendah, hasil pengukuran kecepatan angin secara langsung menggunakan anemometer dengan durasi rata – rata perjam yang ada di puncak kemiringan atap berkisar antara 2 m/s sampai 6 m/s. Dengan demikian di butuhkan sebuah sistem konversi angin yang yang optimal pada kecepatan angin rendah di kemiringan atap. Atas dasar pertimbangan peneliti sebelumnya maka turbin atap rumah dalam penelitian ini menggunakan Airfoil savonius karena memiliki self-starting torsi yang baik untuk kecepatan angin yang rendah sehingga memiliki performansi yang baik apabila di aplikasikan pada turbin angin atap rumah. Mungkin yang menjadi pertanyaan adalah seberapa efektif turbin angin yang di aplikasikan pada atap rumah, untuk itu pentingnya sebuah eksprimen pengujian dengan membuat model uji turbin atap rumah yang di simulasikan pada wind tunnel untuk mendapatkan parameter desain optimal sebagai rekomendasi mengembangan turbin atap rumah skala besar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental (experimental research) yaitu melakukan pengamatan dan pengukuran kecepatan angin di kemiringan atap dengan durasi rata-rata perjam, perhari, dan perbulan menggunakan alat ukur anemometer digital.  Selanjutnya data tersebut dijadikan sebagai parameter awal dalam menentukan variasi kecepatan angin dalam pengujian model eksprimen pada terowongan angin sederhana dengan varibel kecepatan angin kemiringan atap dan panjang turbin terhadap unjuk kerja turbin atap rumah hasil pengujian. Hasil pengujian pada kecepatan angin 2 m/s turbin atap rumah yang memberikan pengaruh paling besar di hasilkan oleh panjang 0,25 m, dengan nilai putaran sebesar 257,1 rpm. Hasil pengujian pada kecepatan angin 3 m/s turbin atap rumah yang memberikan pengaruh paling besar di hasilkan oleh panjang 0,30 m, dengan nilai putaran sebesar 202,4 rpm. Hasil pengujian pada kecepatan angin 5 m/s turbin atap rumah yang memberikan pengaruh paling besar di hasilkan oleh panjang 0,25 m, dengan nilai putaran sebesar 295,6 rpm.
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH JUMLAH SUDU RUNNER TURBIN AIR CORSSFLOW TERHADAP UNJUK KERJA DENGAN METODE TAGUCHI Heri Irawan; Mujiburrahman ,
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 3, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.909 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v3i1.1397

Abstract

Turbin air crossflow adalah salah satu turbin aksi. Besarnya putaran turbin air crossflow ini akibat pemanfaatan energi air pada turbin dilakukan dua kali, yang pertama energi tumbukan air pada sudu-sudu pada saat air masuk, dan yang kedua adalah daya dorong air pada sudu saat air meninggalkan runner. Di dalam perancangan dan pembuatan runner turbin air crossflow mempunyai pengaruh yang besar terhadap putaran. Konstruksi runner turbin air crossflow diantaranya adalah jumlah sudu, ketebalan sudu, kelengkungan sudu, dan bentuk profil sudu. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh variasi jumlah sudu runner terhadap unjuk kerja, yaitu variasi jumlah sudu 18, 20 dan 22 buah. Pelaksanaan penelitian digunakan desain eksperimen metode Taguchi yang merupakan metode perbaikan kualitas dengan melakukan percobaan baru. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik kualitas unjuk kerja turbin optimum yaitu faktor variasi jumlah sudu, faktor variasi bukaan katup, dan variasi luas pemasukan aliran. Dari faktor variasi jumlah sudu 18, 20, dan 22 buah didapatkan hasil putaran yang optimum pada level faktor terpilih A1 (18 buah) dengan hasil putaran sebesar 310,2 rpm, dari faktor variasi bukaan katup 50%, 75% dan 100% didapatkan hasil putaran yang optimum pada level faktor terpilih B2 (75%) didapatkan hasil putaran sebesar 321,1 rpm, dan dari faktor variasi luas pemasukan aliran 120 mm, 125 mm, dan 130 mm didapatkan hasil putaran yang optimum pada level terpilih C1 (120 mm) didapatkan hasil putaran sebesar 295,7 rpm. Adapun faktor yang paling berpengaruh signifikan berdasarkan hasil ANOVA untuk nilai rata-rata dan SNR didapatkan setting level optimal dari faktor-faktor terkontrol, faktor yang memiliki tingkat signifikan terhadap putaran yang dihasilkan yaitu faktor variasi jumlah sudu 18 buah  dengan (F hitung 34,441797) dan faktor variasi bukaan katup 75% dengan (F hitung 59,391498).