Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

TRANSFORMASI BUDAYA BUANG SAMPAH TERPILAH DI PONDOK PESANTREN AL IKHSAN II, BENTOK Muhammad Saukani; Jainal Arifin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v4i1.39

Abstract

Pelatihan dan simulasi buang sampah terpilah telah dilakukan pada santri di Pondok Pesantren Al-Ikhsan II Bentok. Tujuan utama yang ingin dicapai dalam program ini adalah menciptakan budaya buang sampah terpilah, sehingga realisasi pemanfaatan sampah berdasarkan klasternya semakin mudah dilaksanakan. Langkah yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan program ini adalah dengan memberikan pengetahuan klasterisasi sampah, dan pemanfaatan sampah menjadi produk yang bermanfaat melalui metode ceramah dan diskusi. Selanjutnya dilaksanakan simulasi buang sampah terpilah oleh peserta program pada tempeh sampah yang telah dihibahkan oleh tim pengusul. Hasil program ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta program terutama dalam hal pengelolaan sampah anorganik, dan hasil simulasi menunjukkan bahwa seluruh peserta telah mampu mengklasterisasi sampah berdasarkan tempat sampah yang telah disediakan. Hasil evaluasi yang dilakukan dengan memonitoring tempat sampah terpilah menunjukkan bahwa budaya buang sampah terpilah masih belum berhasil.
PENDAMPINGAN PENGOLAHAN LIMBAH SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Jainal Arifin; Muhammad Saukani; Idzani Mutaqin; Ruliana Febrianty
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v4i1.43

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada siswa SMKN 2 Kapuas tentang konversi energi yang bersumber dari sampah plastik. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama satu hari terdiri dari sosialisasi tentang pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif menjadi bahan bakar cair, bagaimana merancang perangkat pirolisa untuk merubah sampah plastic menjadi bahan bakar cair, serta menayangkan video proses pirolisis dan kondensasi sampah hingga mencadi bahan bakar cair. Tujuan pengabdian ini adalah agar siswa memberikan transfer pengetahuan dari tim pelaksana kepada siswa, sehingga cara pengurangan volume sampah plastic dengan cara membakar dapat direduksi. Sambutan positif yang diberikan oleh siswa dan guru begitu antusias terutama saat simulasi dan produk bahan bakar cair diberikan kepada peserta kegiatan. Hasil evaluasi kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan yang didapatkan oleh peserta program pengabdian ini.
ANALISA KINERJA ALAT PENUKAR KALOR JENIS SHELL AND TUBE PADA PENDINGIN OIL RETURN BEARING jainal Arifin
TRAKSI Vol 20, No 1 (2020): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.36 KB) | DOI: 10.26714/traksi.20.1.2020.12-23

Abstract

PT. PLN (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang Kelistrikan, mulai  dari  pembangkitan  energi listrik, transmisi,  dan distribusi ke pelanggan maupun untuk melayani fasilitas umum seperti penerangan jalan yang ada diwilayah Kalimantan selatan maupun Kalimantan tengah. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam yang terletak di Desa Asam-Asam Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan, merupakan Unit Pembangkit PT PLN (Persero) yang menggunakan tenaga uap untuk produksi listriknya.Metode observasi yaitu dengan melakukan pengamatan secara  langsung  terhadap  objek  yang  diteliti  dalam  hal  ini  adalah  bearing Turbin No1 pada Unit 4 PLTU Asam-Asam dan mengamati Alat Penukar Kalor. Kemudian dilanjutkan Pengumpulan data, yang dilakukan adalah dengan mendata dan mencatat seluruh media yang menjadi objek penelitian. Data-data yang diperlukan antara lain temperatur masuk dan keluar air dalam Alat Penukar Kalor dan Oil Return Bearing, temperatur  masuk dan keluar oli dalam mesin pendingin, spesifikasi mesin pendingin, data bearing turbin no 1 serta data lain yang mendukung penyusunan penelitian.Hasil Penelitian yang dilakukan pada sistem pendinginan bearing turbin yang bekerja kurang maksimal disebabkan beberapa faktor  diantaranya ialah faktor pengotoran pada alat penukar kalor dan mengakibatkan laju aliran air melewati tube terhambat kemudian temperatur pendingin bearing turbin antara  70oC sampai 75oC yang seharusnya 50oC sampai 60oC yang mana koefisien perpindahan panas 47,1 Btu/hr temperatur dari oli diperoleh panas spesifik 156.7862 lb/hr dan gaya gesek pada journal bearing sebesar 0,0887 N, nilai efesiensi 34,62 % apabila dibandingkan pada saat komisioning sebesar 55,05 % tentu nilai rata-rata efisiensi ini sudah menurun.
ANALISA PENGERING IKAN AIR TAWAR DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM HYBRID KOLEKTOR SURYA TIPE RAK DENGAN SOLAR CELL Jainal Arifin; Muhammad Marsudi
INFO-TEKNIK Vol 19, No 2 (2018): INFOTEKNIK VOL. 19 NO. 2 DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jit.v19i2.155

Abstract

In South Kalimantan precisely in regency of Hulu Sungai Selatan Amuntai, itis one of the dry fish manufacturing of regency in South Kalimantan. The process ofdrying fish is still doing by traditionally where the fish are drying by utilizing theenergy of the sun directy. The main problem that arise in unfavorable of dryingprocess is a decrease in quality such as a large distribution of water content, thedamage that caused by fungus or biochemical change that unwanted. If thedistribution of heat and air is uneven or uniform, the drying rate of the material willalso be uneven.The method of research was conducted by several stage, first prepare the testequipment, namely fish dryer that has been designed in such a way based on theresult of calculation and then put in the test location and the collector is directed tothe sun and for testing sample by using freshwater fish, sepat fish and haruan fishobtained from the result of local resident, as a measure of temperature in the dryingchamber is using a thermometer to know the temperature in the fish dryer.Based on the data of analysis and discussion, can be taken the conclusionabout fish dryer that is the distribution of the drying rate in the each rack havevariation according to the temperature of the each rack. The result of drying the sepatfish for 7 hours by using solar power dryer were able to reduce the weight of sepatfish from 500 g to 200 g and the wet weight of haruan fish from 500 g to 200 g. Thetotal efficiency of solar power dryer is 79.768%
ANALISA DAN PERANCANGAN LIMBAH PLASTIK SAMPAH POLYETHYLENE TEREPHTHALATE UNTUK MENGHASILKAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF Jainal Arifin; Sobar Ihsan
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 1, No 1 (2018): EEICT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v1i1.1422

Abstract

Plastik adalah senyawa polimer alkena dengan bentuk molekul sangat besar. Istilah plastik, menurut pengertian kimia, mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Molekul plastik terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau nilai ekonominya.Alternatif lain penanganan sampah plastik yang saat ini banyak diteliti dan dikembangkan adalah mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Cara ini hanya mengubah sampah plastik langsung menjadi plastik lagi. Dengan cara ini dua permasalahan penting bisa diatasi, yaitu bahaya menumpuknya sampah plastik dan diperolehnya kembali bahan bakar minyak yang merupakan salah satu baha baku plastik. Teknologi untuk mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak yaitu dengan proses cracking (perekahan).Dari grafik dapat diketahui hasil pembakaran limbah plastik dengan suhu pemanasan 230oC dapat menghasilkan residu padat 3240 gram, suhu 250oC dapat menghasilkan 3192 gram, suhu 270oC dapat menghasilkan residu padat 2842 gram, suhu pemanasan 290oC dapat menghasilkan residu padat 2711 gram, dan suhu pemanasan 310oC dapat menghasilkan residu padat 2602 gram. Dari kedua grafik di atas dapat dilihat dan disimpulkan bahwa temperatur atau suhu sangat mempengaruhi produk yang dihasilkan karena apabila suhu makin tinggi nilai konstanta dekomposisi termal makin besar akibatnya laju destilasi bertambah dan konversi naik.
OPTIMASI SHELL AND TUBE KONDENSOR DAN PEMANFAATAN ENERGI PANAS TERBUANG PADA AC UNTUK PEMANAS AIR Jainal Arifin
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.521 KB) | DOI: 10.31602/ajst.v1i1.292

Abstract

Jenis alat penukar kalor sangatlah beragam dan masing-masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik, namun demikian jenis shell and tube sejauh ini merupakan jenis yang paling banyak dipergunakan berkat konstruksinya relatif sederhana dan memiliki keandalan karena dapat dioperasikan dengan beberapa jenis fluida kerja. Efek pendinginan yang dihasilkan dalam sistem refrigransi tergantung dari efektifitas kinerja kondensor sementara, kinerja kondensor semakin lama akan menurun seiring terjadinya pengotoran pada dinding pipa. Pada penelitian ini dilakukan analisa optimasi sistem termal pada sebuah kondensor shell and tubesebagai alat penukar kalor atau yang kita sering sebut  (APK) dari hasil optimasi kondensor shell and tubedengan menggunakan analisis full factorial yang di validasikan dengan sofwareHead Transfer Research Inc(HTRI) dan disimulasikan dengan Computational Fluid Dynamics (CFD), didapat hasil yang optimum adalah diameter shell 0.98 mm, jumlah tube 19 buah dengan diameter tube 12.7 mm, panjang tube 1,27 m, dan koefisien perpindahan panas secara menyeluruh adalah 50247.26 W/m2K dengan penentuan diameter temperatur desain kondensor dan mempertimbangkan desain kondensor yang akar panas diserap lebih besar dan alat bisa bekerja lebih optimal sehingga pendinginan ruangan lebih maksimal bekerjanya. Kata Kunci : Desain termal, kondensor, simulasi
OPTIMASI SUDUT PENEMPATAAN SOLAR CELL PADA PEMASANGAN LAMPU LAPANGAN PARKIR UNISKA Jainal Arifin; Idzani Muttaqin
Journal of Industrial Engineering and Operation Management Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v1i2.2098

Abstract

Sel surya merupakan salah satu teknologi terbarukan  yang dapat mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Teknologi ini sangat berpotensi diterapkan di Indonesia yang mempunyai iklim tropis. Permasalahan utama dari sistem ini adalah ketidakstabilan radiasi yang dihasilkan sangat bergantung pada intensitas radiasi matahari yang diterima oleh panel. Intensitas radiasi matahari yang diterima oleh panel surya dapat dimaksimalkan dengan cara memasang panel surya dengan sudut kemiringan dan sudut jam yang tepat. Pada penelitian ini menggunakan besar sudut kemiringan 150, 200, 250 dan  sudut jam panel surya -300, 00, 150  terhadap intensitas radiasi matahari yang diterima. Intensitas  radiasi matahari yang diterima oleh panel surya yang paling maksimal 150 dengan nilai 241,81 W/m2, sedangkan sudut 200 hanya mendapatkan intensitas cahaya 241,81 W/m2 dan sudut yang terkecil mendapatkan intensitas cahaya yaitu 250 dengan nilai 240,20 W/m2. Sudut jam yang tertinggi terhadap intensitas radiasi matahari total adalah sudut 00 dengan nilai 243,69 W/m2, sedangkan sudut jam -300 hanya menerima radiasi sebesar 243,8 W/m2, kemudian dengan sudut jam yang memperoleh radiasi terkecil yaitu 150 dengan nilai 243,68 W/m2, dari hasil analisa yang dilakukan terdapat radiasi rata-rata yaitu 1319,80 W/m2, daya rata-rata yaitu 56,07 Watt, sedang. Kemudian suhu rata-rata panel surya adalah 33,630C. Semakin naik suhu panel surya semakin tinggi daya yang didapatkan cell surya. Biaya investasi solar cell yang dikeluarkan pada aspek ekonomis selama 20 tahun 2.628 kWh = Rp.1581,- dan kebutuhan biaya listrik PLN pertahun 92 kWh = Rp.82.800,- Kata kunci – Photovoltaic, Radiasi, Matahari, sudutSel surya merupakan salah satu teknologi terbarukan  yang dapat mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Teknologi ini sangat berpotensi diterapkan di Indonesia yang mempunyai iklim tropis. Permasalahan utama dari sistem ini adalah ketidakstabilan radiasi yang dihasilkan sangat bergantung pada intensitas radiasi matahari yang diterima oleh panel. Intensitas radiasi matahari yang diterima oleh panel surya dapat dimaksimalkan dengan cara memasang panel surya dengan sudut kemiringan dan sudut jam yang tepat. Pada penelitian ini menggunakan besar sudut kemiringan 150, 200, 250 dan  sudut jam panel surya -300, 00, 150  terhadap intensitas radiasi matahari yang diterima. Intensitas  radiasi matahari yang diterima oleh panel surya yang paling maksimal 150 dengan nilai 241,81 W/m2, sedangkan sudut 200 hanya mendapatkan intensitas cahaya 241,81 W/m2 dan sudut yang terkecil mendapatkan intensitas cahaya yaitu 250 dengan nilai 240,20 W/m2. Sudut jam yang tertinggi terhadap intensitas radiasi matahari total adalah sudut 00 dengan nilai 243,69 W/m2, sedangkan sudut jam -300 hanya menerima radiasi sebesar 243,8 W/m2, kemudian dengan sudut jam yang memperoleh radiasi terkecil yaitu 150 dengan nilai 243,68 W/m2, dari hasil analisa yang dilakukan terdapat radiasi rata-rata yaitu 1319,80 W/m2, daya rata-rata yaitu 56,07 Watt, sedang. Kemudian suhu rata-rata panel surya adalah 33,630C. Semakin naik suhu panel surya semakin tinggi daya yang didapatkan cell surya. Biaya investasi solar cell yang dikeluarkan pada aspek ekonomis selama 20 tahun 2.628 kWh = Rp.1581,- dan kebutuhan biaya listrik PLN pertahun 92 kWh = Rp.82.800,- Kata kunci – Photovoltaic, Radiasi, Matahari, sudut
RANCANG BANGUN MESIN PELEPAS LEMAK IKAN PATIN KAPASITAS 15 KG Jainal Arifin
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 1, Nomor 1, Mei 2016
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.005 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v1i1.468

Abstract

Di era globalisasi sekarang ini perkembangan teknologi semakin pesat baik itu industri besar maupun di industri kecil yang mana manfaatnya sangat terasa bagi kehidupan masyarakat, perkembangan teknologi ini berakibat kepada keterbatasan Kebutuhan akan Permintaan ikan patin sangat tinggi, pada umumnya sebagian orang tidak suka dengan lemak ikan patin karna mengandung kolestrol yang tinggi, dilakukan penelitian dan percobaan yang bertujuan untuk masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan mesin pelepas lemak ikan patin untuk konsumsi masyarakat yang tidak suka dengan lemak ikan patin, dan kemudian dilakukan perhitungan untuk menganalisa komponen yang akan dibuat sesuai dengan yang diinginkan. Dari hasil pengujian dan analisa data didapat antara lain putaran Rpm : 72,00, 71,07, 71,01, 70,08, 70,00. 69,07. 68,08. 68,01. 67,08. 67,00. Sedangkan Hasil analisa torsi yang didapat : 248,68. 251,93. 252,14. 255,49. 259,22. 259,41. 262,99. 263,27. 266,92. 267,23. Rancang bangun mesin pelepas lemak ikan patin memiliki panjang 130 Cm, lebar 60 Cm serta tinggi 80 Cm dan berat mesin secara keseluruhan 55 Kg. Pada rol (tabung) memiliki kapasitas daya tampung sebesar 15Kg daging ikan murni. Sedangkan untuk penggerak mesin menggunakn motor listrik 1 fase. Dengan daya ½ Hp yang memerlukan tenaga listrik sebesar 220 Volt, sehingga mesin pelepas lemak ikan patin tersebut dapat digunakan dengan kapasitas listik pengusaha ibu rumah tangga.
ANALISA FULL FACTORIAL SHELL AND TUBE CONDENSOR AIR CONDITIONER Jainal Arifin
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 2, Nomor 2, Nopember 2017
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.642 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v2i2.1146

Abstract

Sistem pendingin sekarang ini banyak kita temui termasuk macam-macam dari sistem pendingin tersebut, pada awalnya pengkodisian udara diarahkan untuk keperluan proses dan material daripada untuk kenyamanan manusia, dalam perkembanganmya pengkodisian udara untuk manusia berkembang pesat pada akhir-akhir ini, prinsip kerja pengkodisian udara adalah sama dengan mesin pendingin, yaitu berdasarkan siklus kompresi uap. Jenis alat penukar kalor sangatlah beragam dan masing-masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik, namun demikian jenis shell and tube sejauh ini merupakan jenis yang paling banyak dipergunakan berkat konstruksinya relatif sederhana dan memiliki keandalan karena dapat dioperasikan dengan beberapa jenis fluida kerja. Efek pendinginan yang dihasilkan dalam sistem refrigransi tergantung dari efektifitas kinerja kondensor sementara, kinerja kondensor semakin lama akan menurun seiring terjadinya pengotoran pada dinding pipa.            Berdasarkan analisa data dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan mengenai optimasi kondensor tipe shell and tube pada mesin pendingin ruangan yang paling optimal, Pada penelitian ini dilakukan analisa optimasi sistem termal pada sebuah kondensor shell and tube sebagai alat penukar kalor (APK) dari hasil optimasi kondensor shell and tube, didapat standar milik perusahaan diameter tube do 12.7 mm, panjang tube 1.50 m, pitch rasio 1.6 dan yang terakhir Pitch rasio dengan 450.. Sehingga didapat nila perpindahan panas konveksi paling besar adalah 41848.92 W/m2K. Sedangkan Hasil Design yang dilakukan diameter tube 12.7 mm, dan panjang tube, 1.27 m dengansusunan tube 600, dan jumlah 1 passdimana memberikan hasil desain dengan jumlah tube 19 buah, diameter shell 0,098 m.Sedangkan desain yang adaDari hasil optimasi pada perhitungan maka kita cari harga U yang paling besar dimana harga U paling besar akan memberikan penggaruh yang lebih besar juga, dari hasil perhitungan maka Koefisien perpindahan panas secara menyeluruh adalah 50247.26 W/m2K, Dari dua perbandingan diatas maka desain paling ekonomis adalah yang menunjukan nilai U paling besar dimana memberikan pengaruh lebih besar. Kata Kunci : Desain termal, kondensor, simulasi
REDESAIN KONDENSOR ALAT SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK DENGAN METODE PIROLISIS Agus Setiawan; Jainal Arifin; Heri Irawan; Firda Herlina
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 6, Nomor 2, Nopember 2021
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.034 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v6i2.6058

Abstract

seberapa besar pengaruh variasi arah aliran air pendingin kondensor terhadap minyak plastik yang di hasilkan. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk  mengetahui kualitas hasil minyak yang di dapat dari percobaan terdahulu dan sekarang setelah kondensornya di redesain. Pengujian di lakukan Pada langkah pertama plastik botol yang di masukan ke dalam tabung reaktor berjumlah 3 kilogram dengan suhu awal 0 ̊ C, lalu kemudian di panaskan hingga suhu mencapai 180 ̊ C dengan waktu sekitar 3 jam. kemudian langkah kedua yaitu dengan memasukan sampah botol plastik lagi dengan jumlah 1 kilogram dengan rentang waktu 1 jam, dan terakhir memasukan sampah botol plastik kembali setelah 1 jam jadi total pembakaran sampah botol plastik yaitu sebanyak 5 kg dengan suhu total 300 ̊ C. Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa hasil redesain minyak yang di hasilkan pun sangat baik dari sebelumnya di mana hasil  lebih jernih, kandungan air nya tidak terlalu banyak dikarenakan bahan yang di gunakan di bersihkan dan di jemur. dan   pipa kondensornya terbuat dari stainles dan tembaga di mana kedua bahan ini di kenal sebagai penghantar panas yang cukup baik. Pada percobaan sebelumnya di mana pada percobaan tersebut memiliki  hasil warna yang berbeda hal ini terjadi  kurang efektifnya pengeluaran asap dari hasil pembakaran sampah tersebut, kadar air yang diketahui di dalam minyak hasil pirolisis nya terlalu banyak.