Articles
MONITORING WATER LEVEL CONTROL BERBASIS ARDUINO UNO MENGGUNAKAN LCD LM016L
Ahmadil Amin
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 1, No 1 (2018): EEICT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/eeict.v1i1.1421
Kegiatan monitoring persediaan air pada bak penampungan menjadi hal yang sangat penting mengingat ketersediaan air yang terbatas. Pada penelitian ini telah dibuat suatu alat yang dapat melakukan monitoring ketinggian permukaan air secara otomatis. Alat monitoring water level control berbasis arduino uno menggunakan LCD LM016L secara garis besar terdiri atas sensor ultrasonic HC-SR04, mikrokontroler arduino uno, LCD LM016L, relay, dan pompa air. Perangkat ini diaplikasikan untuk monitoring level ketinggian permukaan air pada bak penampungan secara otomatis. Prinsip kerja alat adalah apabila bak penampungan air dalam kondisi kosong atau mencapai level LOW, maka sensor ultrasonic HC-SR04 akan mendeteksi ketinggian air dan memberikan sinyal ke arduino uno untuk menghidupkan pompa pengisi bak penampungan air dan mengirimkan data ketinggian air pada LCD. Apabila bak penampungan air dalam keadaan penuh atau mencapai level HIGH, maka sensor ultrasonic HC-SR04 akan mendeteksi ketinggian air dan memberikan sinyal ke arduino uno untuk mematikan pompa pengisi bak penampungan air secara otomatis dan mengirimkan data ketinggian air pada LCD, sehingga memudahkan dalam pengontrolan persediaan air.
MONITORING KAMERA CCTV MELALUI PC DAN SMARTPHONE
Ahmadil Amin
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/eeict.v1i2.1881
Perkembangan perangkat mobile seperti smartphone saat ini mengalami kemajuan dan banyak digunakan masyarakat. Kemudahan untuk dibawa dan beragam aplikasi yang tersedia serta harga yang terjangkau menyebabkan perangkat mobile ini makin diminati oleh masyarakat pada saat ini. Melalui aplikasi monitoring yang sudah terinstall pada smartphone, maka hasil sorotan kamera CCTV dapat terpantau dari jarak jauh, tetapi harus ada koneksi internet yang memadai seperti Wi-fi atau layanan paket data operator seluler. Penggunaan jaringan wifi atau paket data seluler untuk mengakses gambar hasil sorotan kamera CCTV melalui smartphone memiliki ketergantung pada kekuatan signal yang tersedia. Setiap media transmisi memiliki redaman yang berbeda-beda, tergantung dari bahan yang digunakan. Jarak server dan user yang relatif jauh juga dapat menyebabkan terjadinya delay propogasi. Delay ini akan menyebabkan terbatasnya nilai throughput yang didapat, apalagi dengan kapasitas bandwidth yang terbatas. Besarnya throughput akan terbatasi karena banyaknya jumlah pengguna dan jarak yang cukup jauh antara switch ke server. Kata Kunci: Monitoring, Kamera CCTV, PC, Smartphone
PENGARUH VARIASI ARUS LISTRIK TERHADAP KEKUATAN TARIK GESER LAS TITIK BEDA MATERIAL STAINLESS STEEL DAN ALUMINIUM
Ahmadil Amin;
Syarifil Anwar
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (267.904 KB)
|
DOI: 10.31602/ajst.v5i2.2800
The use of electric current will be related to heat input. Enough heat input is needed to form a good nugget structure so that it can produce maximum connection strength. The nugget structure is influenced by electrode pressure, holding time and the electric current used. By adjusting the parameters of the amount of electric current, the best connection quality will be produced. The purpose of this study is to determine the effect of variations in electric current on the shear tensile strength of dissimilar welding Stainless steel (SS) and Aluminum (Al). The variation of electric current used is 60 A, 70 A and 80 A. The welding time used is 4 seconds. The test material uses stainless steel material with a thickness of 1.2 mm and aluminum with a thickness of 0.9 mm. This research was conducted at the Kotabaru Polytechnic Mechanical Laboratory and Malang State Polytechnic Material Test Laboratory. Tests carried out are shear tensile tests according to ASME (American Society of Mechanical Engineering) standards. The results showed that an increase in electric current from 60 A to 70 A had an impact on the increase in shear tensile strength. While the increase in electric current from 70 A to 80 A shows a decrease in shear tensile strength. The results of shear tensile testing indicate that the best conditions occur at 70 A electric current which gives a shear tensile strength of 44.109 kN / mm2. The increase in the electric current at the dissimilar welding between Stainless Steel and Aluminum is not directly proportional to the increase in shear stress that occurs. This is because the melting point of each material is different. If the heat generated exceeds the melting point of the material used, the welding results will be damaged.
PENGARUH OPERASIONAL PLTD PADA BANDAR UDARA SYAMSUDIN NOOR BANJARBARU AKIBAT PEMUTUSAN TENAGA LISTRIK OLEH PT. PLN DITINJAU DARI SEGI EKONOMI
Syarifil anwar;
Ahmadil Amin
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.965 KB)
|
DOI: 10.31602/ajst.v4i2.2041
With the growing age and increasingly sophisticated technology, it will automatically bring changes in human life. Which will also be more and more demands and needs that must be met by humans to balance these developments. One of them is human needs for electrical energy. To meet the increasing electricity needs and to prevent total power outages from occurring, Syamsudin Noor Banjarbaru Airport uses PLTD (Diesel Power Plant) as a power supply for the operation of Syamsudin Noor Airport.Payment of electricity bills at the Syamsudin Noor airport will increase by operating the PLTD at the time of termination of electricity by PT. (PLN). Every month the electricity account must be paid by Syamsudin Noor Airport, but if there is a power cut, the PLTD will operate, so that it will cause additional costs every month at Syamsudin Noor Airport. Additional fees at Syamsudin Noor Banjarbaru Airport in addition to paying electricity bills every month, plus the total operational cost of PLTD (diesel engine) of Rp.15,215,370 Keywords: PLTD (diesel engine), AC generator, total operational cost of PLTD (diesel engine).
PERANCANGAN ALAT PELEPAS PIN GUIDE VANE PADA MESIN FUJI VF-IRS 69054L1 DI PLTA IR. P.M NOOR
Sobar Ihsan;
Adliansyah ,;
Ahmadil Amin;
Marlina Ayu Lestari
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 6, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.937 KB)
|
DOI: 10.31602/al-jazari.v6i1.5024
Dalam memproduksi energi lisrik, PLTA Ir P.M Noor melakukan pemeliharaan periodik yaitu 8.000 jam kerja (Annual Inspection), 20.000 jam kerja (General Inspection) dan 40.000 jam kerja (Major Inspection). Dalam Pelaksanaan Pemeliharaan Periodik Major Inspection, PLTA Ir P.M Noor diharuskan melakukan pekerjaan sesuai dengan jadwal dan target yang telah ditetapkan oleh Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkit Barito. Dalam pelaksanaan Major Inspection dilakukan pelepasan seluruh komponen pada turbin, termasuk pada guide vane. Untuk melepaskan guide vane diperlukan pelepasan komponen-komponen yang mendukungnya antara lain pin guide vane, arm, dan bushing. Pelaksanaan pelepasan pin guide vane yang berupa baja besi cukup susah untuk dilepaskan dikarenakan bentuk pin guide vane yang sedemikian rupa yaitu vertikal dengan guide vane sehingga menyebabkan permasalahan timbul ketika melepaskannya dari rangkaian pendukung guide vane. Permasalahan lain yang muncul yaitu saat jumlah pin guide vane yang berjumlah 20 buah (jumlah guide vane 20 buah), sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama (±2 hari), waktu yang lama ini akan mempengaruhi pekerjaan pelepasan komponen lainnya, sehingga akan menyebabkan resiko keterlambatan dalam penyelesaian pelaksanaan Major Inspection. Pada penelitian hasil perhitungan batas minimum von mises 0.00000478 MPa dan maksimum 245.413 MPa dan nilai von mises stress masih dibawah dari nilai yield strength material yaitu 245.413 MPa. Sedangkan manfaat secara finansial dapat mempercepat pelaksanaan Major Inspection yang dalam pelaksanaan pekerjaan melepas pin guide vane memerlukan waktu ±2 hari, dapat dilakukan dalam ± 3 jam saja.
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR INTERPASS TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN FRAKTOGRAFI HAZ HASIL PENGELASAN GMAW METODE TEMPER BEAD WELDING PADA BAJA KARBON SEDANG
Ahmadil Amin
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 1, Nomor 2, Nopember 2016
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.266 KB)
|
DOI: 10.31602/al-jazari.v1i2.546
Kekuatan dan ketangguhan sambungan las berkaitan erat dengan struktur mikro yang terbentuk setelah proses pengelasan, yaitu ketika proses pendinginan berlangsung. Temperatur interpass sering kali tidak diperhatikan dalam proses pengelasan di lapangan. Temperatur Interpass pada Temper Bead Welding dapat mempengaruhi laju pendinginan dan struktur mikro yang terbentuk pada daerah las. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur interpass terhadap struktur mikro dan fraktografi HAZ hasil pengelasan GMAW metode Temper Bead Welding pada baja karbon sedang, dengan variasi temperatur interpass 75OC, 100 OC, 125OC, dan 150OC. Elektroda yang digunakan E70S-6 diameter 0,8 mm. Sebagai gas pelindung selama pengelasan digunakan 100% gas CO2. Analisis data dilakukan melalui analisis struktur mikro (metalografi) dan analisis fraktografi. Peningkatan temperatur interpass sampai dengan 150 OC memperlihatkan terjadinya peningkatan struktur bainit. Peningkatan temperatur interpass juga memberikan bentuk cleavage yang semakin lebar
PENGARUH VARIASI ARUS LISTRIK TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO SAMBUNGAN LAS TITIK (SPOT WELDING) LOGAM DISSIMILAR STAINLESS STEEL DAN BAJA KARBON RENDAH
Ahmadil Amin
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 2, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (851.784 KB)
|
DOI: 10.31602/al-jazari.v2i1.853
Penggunaan arus listrik akan berhubungan dengan masukan panas. Dibutuhkan masukan panas yang cukup untuk membentuk struktur nugget yang baik sehingga dapat menghasilkan kekuatan sambungan yang maksimal. Struktur nugget dipengaruhi oleh tekanan elektroda, waktu tahan dan arus yang digunakan. Dengan mengatur parameter besarnya arus yang diberikan akan dihasilkan kualitas sambungan yang paling baik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi arus listrik terhadap kekuatan tarik dan struktur mikro sambungan las titik (spot welding ) logam dissimilar stainless steel (SS) dan baja karbon rendah (MS). Variasi arus yang digunakan adalah 60 A, 70 A dan 80 A. Waktu pengelasan yang digunakan adalah 4 detik. Spesimen uji menggunakan material stainless steel dengan ketebalan 1,2 mm dan baja karbon rendah dengan ketebalan 0,9 mm. Penelitian ini dilakukan di Politeknik Kotabaru dan Laboratorium Polteknik Negeri Malang. Penelitian yang dilakukan adalah uji tarik sesuai standar ASME (American Society of Mechanical Engineering) dan pengujian mikrostruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peningkatan arus listrik dari 60 A ke 70 A berdampak pada kenaikan kekuatan tarik. Sedangkan peningkatan arus listrik dari 70 A ke 80 A memperlihatkan penurunan kekuatan tarik. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa kondisi terbaik terjadi pada arus listrik 70 A yang memberikan kekuatan tarik sebesar 190,920 kN/mm2. Pengamatan struktur mikro pada sambungan las titik logam dissimilar antara stainless steel dan baja karbon rendah memiliki fusion zone yang tidak simetris. Terjadi karena adanya perbedaan konduktivitas thermal bahan logam yang digunakan. Las titik dengan variasi arus listrik 70 A menghasilkan daerah HAZ yang didominasi oleh struktur perlit dengan butiran yang lebih halus dan homogen dibandingkan specimen lainnya.
PENGARUH VARIASI BEBAN GESEK TERHADAP STRUKTUR MIKRO AXLE SHAFT HASIL SAMBUNGAN FRICTION WELDING
Ahmadil Amin
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 2, Nomor 2, Nopember 2017
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (615.603 KB)
|
DOI: 10.31602/al-jazari.v2i2.1142
Pengelasan gesek (friction welding) merupakan teknik pengelasan dengan memanfaatkan panas yang ditimbulkan oleh gesekan permukaan dua bahan yang akan disambung, salah satu berputar sedangkan yang lainnya diam. Pada permukaan kontak akan timbul panas, bahkan mendekati titik didih logamnya, sehingga permukaan logam didaerah tersebut menjadi plastis. Gaya penekanan diperlukan untuk meningkatkan gaya gesek. Semakin tinggi gaya tekan maka akan menimbulkan gaya gesek yang semakin besar. Dengan gaya gesek yang semakin besar maka akan menimbulkan panas yang semakin besar pula. Untuk mendapatkan gaya penekanan pada pengelasan gesek yang dilaksanakan di mesin bubut, diperlukan perlengkapan mekanisme pembebanan. Selama proses pengelasan berlangsung, logam las dan HAZ akan mengalami serangkaian siklus thermal berupa pemanasan sampai mencapai suhu maksimum dan diikuti dengan pendinginan. Panas akan mempengaruhi transformasi fasa yang selanjutnya berpengaruh pada struktur mikro, sifat fisik dan mekanik las. Hasil pengamatan terhadap foto mikrostruktur adalah bahwa peningkatan beban gesek terhadap struktur mikro memperlihatkan perbedaan bentuk dan ukuran butiran (grain size) pada logam las dan HAZ. Struktur mikro logam las dengan beban 6 kg banyak mengandung ferrit. Sedangkan struktur mikro logam las dengan beban 2 kg banyak mengandung perlit. Struktur mikro daerah HAZ dengan beban 6 kg banyak mengandung ferrit, sedangkan struktur mikro daerah HAZ dengan beban 2 kg banyak mengandung perlit.Kata kunci: Variasi beban, Struktur mikro, Axle shaft, Friction Welding
Pengaruh Variasi Arus Listrik Terhadap Sifat Mekanik Sambungan Las Titik Beda Material Antara Aluminium dan Baja Karbon
Ahmadil Amin;
Muhammad Firman;
Saifullah Arief;
Muhammad Rizki
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 8, ISSUE 1, Mei 2023
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/al-jazari.v8i1.10438
Kombinasi penggunaan material aluminium dan baja karbon dapat meningkatkan nilai ekonomis suatu alat/mesin. Untuk mendapatkan kualitas sambungan las titik yang baik antara Aluminium dan baja karbon, diperlukan metode pengelasan yang tepat sehingga diperoleh struktur nugget yang memiliki kekuatan sambungan yang terbaik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi arus listrik terhadap sifat mekanik sambungan las titik beda material antara aluminium dan baja karbon. Sifat mekanik yang dipelajari meliputi distribusi kekerasan dan kekuatan tarik. Variasi arus listrik yang digunakan adalah 60, 70, dan 80 A dengan waktu pengelasan 4 detik. Pengelasan titik dengan arus 80 A menghasilkan Kekerasan HAZ pada sisi baja karbon mengalami peningkatan ketika berdekatan dengan nugget untuk variasi arus listrik 70 dan 80 A karena HAZ mengalami pembesaran butir akibat suhu yang tinggi dan waktu pendinginan yang cukup cepat. Peningkatan arus listrik berkorelasi dengan peningkatan kekuatan tarik yang terjadi. Pengelasan titik dengan arus listrik 80 A mampu memberikan kekuatan tarik yang optimal.
DIVERSIFIKASI IKAN DENGAN MESIN PENGASAPAN OTOMATIS DI KALI BESAR KECAMATAN KURAU
Moethia Faridha;
Sarwini Sarwini;
Irfan Irfan;
Ahmadil Amin;
Rais Mu'ammar;
Saiful Karim;
Muhammad Firman;
Muhammad Aminuddin
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 9, No 2 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v9i2.12723
Desa Kali Besar adalah salah satu Desa di Kecamatan Kurau yang ada di Kabuaten Tanah Laut. Desa Kali Besar memiliki dengan topografi permukaan tanah tergolong rendah, dimana batas wilayah sebelah barat berbatasan dengan Desa Handil Nagara, sebelah utara berbatasan dengan desa Birayang Bawah, dan sebelah barat berbatasan dengan desa Kayu Abang.Desa Kali besar tergolongan daerah yang memiliki potensi ekonomi yang terbatas, mayoritas masyarakatnya bekerja di bidang pencari ikan dan bertani yang sifatnya instan dan menunggu bisa tahunan belum lagi jika terjadi serangan hama yang menyebabkan mareka gagal panen untuk pertani, sehingga biasanya masyarakat yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan bekerja keluar daerah. selain itu sumber daya manusia yang dimiliki desa Kali Besar menjadi poin penting dalam perkembangan dan kemajuan desa Kali Besar. Melimpahnya hasil perikanan di Desa Kali Besar membuat masyarakat mengawetkan ikan dengan membuatnya menjadi pakasam dan samu (ikan air tawar yang diawetkan dengan menggunakan garam dan beras ketan yang sudah disangrai dengan rasa sedikit asam) kemudian dikemas dengan baik sehingga layak untuk dipasarkan. dan potensi ikan air tawar yang dimiliki Desa Kali Besar tersebut yang sudah dikemas dengan diversifikasi / keaneka ragaman produk menjadi pakasam dan samu, maka diperlukan diversifikasi dengan bentuk yang lain dan dapat meningkatkan penghasilan tambahan dari diversifikasi / keaneka ragaman produk yaitu ikan asap, suatu proses dimana ikan dimasukan kedalam suatu oven yang sudah diatur suhunya dan waktu untuk pengasapan ikan agar ikan lebih tahan lama dan menambah cita rasa pada ikan dengan penambahan garam pada ikan yang diasapkan.Kata Kunci : Pencari ikan, Ikan asap, alat pengasap ikan, otomatis