Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS KEKUATAN TARIK BAJA ST37 PASCA PENGELASAN DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN MENGGUNAKAN SMAW Yassyir Maulana
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 1, Nomor 2, Nopember 2016
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.06 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v1i2.545

Abstract

Proses pendinginan dilakukan terhadap hasil pengelasan baja ST 37, menggunakan media pendingin air kelapa, air garam serta oli bekas. Proses ini berguna untuk memperbaiki kekuatan tarik dari hasil pengelasan ST 37 tanpa mengubah komposisi kimia secara menyeluruh. Proses ini mencakup pengelasan dan di ikuti oleh pendinginan dengan kecepatan tertentu untuk mendapatkan sifat-sifat yang diinginkan, dari proses pendinginan tersebut didapatkan nilai kekuatan tarik yang berbeda-beda antara media pendingin yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi air pendingin terhadap kekuatan tarik benda. Dari hasil penelitian di ketahui bahwa semua benda hasil pengelasan yang sudah didinginkan di uji nilai kekuatan tariknya, masing- masing media pendingin mempunyai nilai kekuaran tarik berbeda. Dari 3 media pendingin yang digunakan dapat terlihat, bahwa media pendingin yang bagus adalah media pendingin oli bekas, ini terlihat dari rata-rata kekuatan tarik nya yaitu 53,415 kg/mm2. Sedangkan untuk media pendingin yang menghasilkan kekuatan tarik terandah adalah media pendingin air kelapa dengan rata-rata pengujian tariknya adalah 49,764 kg/mm2
PERANCANGAN TURBIN AIR TIPE SCREW DENGAN SUDUT KEMIRINGAN 2ᵒ, 5ᵒ DAN 10ᵒ KAPASITAS 100 WATT Abdurahim Sidiq; Yassyir Maulana; Irawan Noor
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 6, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.083 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v6i1.5015

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia menyebabkan peningkatan kebutuhan energi listrik karena kemudahannya untuk diubah lagi ke bentuk energi lain, padahal pemenuhan kebutuhan listrik masih belum merata kepada segenap lapisan masyarakat sementara ketergantungan pemakaian bahan bakar fosil masih sangat tinggi untuk digunakan sebagai pembangkitan energi listrik. Hasil penelitian menujukan bahwa dari pengujian turbin air tipe screw diambil dari besaran rata – rata data dilapangan. Pengambilan data dari 5 kali percobaan kecepatan aliran menghasilkan rata – rata 1,15 m/s. Pengujian pertama dari 5 kali percobaan dengan sudut kemiringan 20 menghasilkan rata – rata kecepatan putaran poros sebanyak 72 rpm dan daya sebanyak 18 watt. Pengujian kedua dari 5 kali percobaan sudut kemiringan 50 menghasilkan rata – rata kecepatan putaran poros sebanyak 284 rpm dan daya sebanyak 46,36 watt. Pengujian ketiga dari 5 kali percobaan sudut kemiringan 100 menghasilkan rata – rata kecepatan putaran poros sebanyak 441,8 rpm dan daya sebanyak 101,41 watt. Dari data tersebut diperoleh, bahwa semakin besar sudut kemiringan pengujian turbin air tipe screw, maka semakin tinggi daya yang dihasilkan.
PELATIHAN KETERAMPILAN PEMANFAATAN SISTEM KONVERSI ENERGI ANGIN SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIF MELALUI TEKNOLOGI TURBIN ANGIN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PETERNAK ITIK DI DESA MUARA HALAYUNG Mujiburrahman Mujiburrahman; Muhammad Marsudi; Yassyir Maulana; Saifullah Arief
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 1 (2020): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.235 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i1.3370

Abstract

Selama ini permasalahan yang di hadapi peternak itik hanya mengandalkan suplai listrik dari PLN dan Genset untuk penerangan yang di rasa mahal. Berdasarkan hasil survey pemetaan potensi energi angin di desa muara halayung rata-rata kecepatan angin yang di hasilkan berkisar antara 1 sampai dengan 6 m/s yang di rasa sangat potensial apabila di manfaatkan melalui teknologi turbin angin. Tetapi mungkin yang menjadi persoalan lain pengetahuan maupun pemahaman Masyarakat Desa Muara Halayung tentang sistem pemanfaatan energi angin masih sangat minim. Metode pelaksanaan kegiatan pengapdian kepada masyarakat ini di lakukan secara langsung memberikan edukasi pemahaman pengetahuan sistem pemanfataan energi angin kepada para Peternak itik di Desa Muara Halayung dengan melakukan sosialisasi pemaparan materi, memberikan pelatihan pembuatan teknologi pengkonversian turbin angin, dan cara pengaplikasian teknologi turbin angin sebagai energi alternatif pembangkit listrik yang mandiri. Berdasarkan hasil sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan adanya sosialisasi ini masyarakat muara halayung lebih memahami pentingnya sumberdaya angin yang di manfaatakan sebagai energi listrik, dengan adanya PKM yang di adakan di desa muara halayung sangat mengedukasi membuat masyarakat khususnya peternak Itik memiliki pengetahuan sistem konversi turbin angin. Selanjutnya hasil pelatihan menunjukkan bahwa masyarakat desa muara halayung khususnya para Peternak itik, tidak hanya memiliki pengetahuan tetapi juga keterampilan membuat sistem konversi energi listrik. Sedangkan hasil pelatihan pengaplikasian turbin, masyarakat desa muara halayung khususnya peternak Itik mampu memahami secara prinsip, baik itu secara mekanikal maupun elektrikal bagaimana teknologi pendayagunaan energi angin, karena mereka memahami prinsip kerja alat dan sistem konversi energi angin.
PERANCANGAN PROTOTIPE ALAT BANTU TRAINING BILLIARD UNTUK MEMBANTU MELURUSKAN AYUNAN DAN PEGANGAN Yassyir Maulana; Akhmad Ghiffary Budianto
Journal of Industrial Engineering and Operation Management Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v5i2.8024

Abstract

Di dalam olahraga, perancangan sebuah alat yang ergonomi sangat diperlukan, dikarenakan untuk menghindari kesalahan dalam gerakan yang bisa menyebabkan terjadinya cidera ataupun luka. Kesalahan yang sering dilakukan oleh pembiliar pemula biasanya selalu luput atau tingkat akurasinya kurang bagus dikarenakan pemain tersebut belum mengetahui tentang ayunan (Stroke) dan Pegangan (Grip) dan kelurusan siku (Elbow Alignment) yang benar dalam menembak bola. Proses penelitian diawali dengan pengukuran lengah (forearm) dan tangan sebagai referensi dalam membuat prototipe alat bantu, setelah itu dilakukan proses desain produk menggunakan software, kemudian hasil desain 3 dimensi dicetak dengan menggunakan 3D printer. Dari hasil pengujian prototipe, pada pemain pemula awalnya sebelum menggunakan prototipe, grip agak masuk kedalam, elbow miring ke kiri dan stroke serong ke kiri. Setelah menggunaan prototipe, grip menjadi lebih lurus dengan lengan, elbow sedikit lurus dengan arah pukulan dan stroke menjadi lebih konsisten kearah titik tembak. Sedangkan untuk pemain atlet, perubahan yang terjadi adalah pukulan yang awalnya sulit dilakukan, menjadi relative lebih mudah.Kata Kunci:  Grip, Stroke, Elbow Alignment, Prototipe 
DESAIN ALAT PENGUNTIP BRONDOLAN KELAPA SAWIT DENGAN MEKANISME MANUAL MENGGUNAKAN METODE DFM (DESIGN FOR MANUFACTURE) Wulandari, Dyah Sri; Maulana, Yassyir; Trianiza, Ice; Noor, Irawan; Ramadhan, Muhammad Ashri
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v7i2.17567

Abstract

Penguntipan brondolan kelap sawit secara manual memakan waktu yang relatif lama serta membuat para pekerja merasa lebih lelah karena harus terus membungkuk selama proses penguntipan yang mengakibatkan produktivitas kerja dan hasil panen menurun, hal ini dapat diatasi dengan menggunakan alat brondolan, masalah yang ditemui dilapangan adalah alat brondolan yang telah ada dan digunakan oleh berbagai industri kelapa sawit di Kalimantan Selatan dirasa masih belum maksimal dari segi kemudahan penggunaan, ukuran, bentuk dan biaya, oleh karena itu melalui penelitian ini dilakukan pembaharuan desain alat brondolan kelapa sawit dengan metode DFM (Design for Manufacture). Hasilnya setelah dilakukan analisis menggunakan metode DFM (Design for Manufacture), alat brondolan yang didesain dan dibuat memiliki keunggulan tidak lagi menggunakan sistem lempar namun menggunakan metode menguntip yang akan meningkatkan proses pengambilan brondolan sawit. Alat ini didesain dengan mengedepankan keringkasan dalam hal penggunaan dan easy assemble, agar mudah melakukan penggantian part yang mengalami kerusakan. Biaya produksi alat penguntip brondolan kelapa sawit lebih hemat dari pada alat penguntip brondolan kelapa sawit sebelumnya.Kata Kunci:  Alat penguntip Brondolan, Kelapa Sawit, Design for Manufacture
PELATIHAN PEMBUATAN SERBUK JAHE DENGAN MENGGUNAAN MESIN PADA IBU-IBU PKK DESA PAKU ALAM Sri Wulandari, Dyah; Herlina, Firda; Adawiyah, Robiyatul; Maulana, Yassyir; Trianiza, Ice
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30504

Abstract

Desa paku Alam merupakan salah satu daerah penghasil jahe di Kalimantan Selatan, ibu-ibu yang tergabung dalam PKK desa paku alam menjadikan jahe salah satu sumber usaha yaitu menjadikan nya serbuk jahe yang dijual ke sekitar daerah setempat, masalah yang dihadapi adalah proses pembutan serbuk jahe yang memerlukan waktu yang lama, maka pengabdian ini fokus membantu ibu-ibu PKK Desa Paku Alam dalam pembuatan serbuk jahe dengan menggunakan mesin, harapannya para ibu-ibu dalam menggunakan mesin pembuat serbuk menjadi lebih efektif efesien serta serbuk jahe yang dihasilkan mampu bersaing ditingkat lokal maupun nasional, dengan metode pelatihan dan pendampingan hasilnya rata-rata 85% peserta pelatihan yang dilaksanakan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam membuat serbuk jahe dengan menggunakan mesin.
PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DESA BABIRIK BERBASIS HASIL PERTANIAN DAN PETERNAKAN Dyah Sri Wulandari; Robiyatul Adawiyah; Yassyir Maulana; Siti Fatimah; Maslina Maslina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49271

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Babirik, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dalam mengolah hasil pertanian dan peternakan menjadi produk bernilai tambah. Melalui serangkaian pelatihan pembuatan beras vacuum dan abon bebek, pembekalan strategi pemasaran, serta pendampingan pengurusan perizinan usaha, program ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis, wawasan kewirausahaan, dan kesadaran akan pentingnya legalitas usaha bagi pelaku UMKM. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam pengolahan produk lokal, terbentuknya produk unggulan desa berupa beras vakum dan abon bebek, serta tumbuhnya semangat berwirausaha. Dengan adanya produk unggulan tersebut, Desa Babirik memiliki potensi untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU-IBU PKK DESA BABIRIK MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG BERAS DAN SERBUK SERAI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN EKONOMI KELUARGA Dyah Sri Wulandari; Yassyir Maulana; Agus Wiramsya Oscar; Siti Fatimah; Maslina Maslina; Ferlan Maulana; Selpia Agustina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61645

Abstract

Desa Babirik memiliki potensi sumber daya alam berupa beras dan tanaman serai (Cymbopogon citratus) yang melimpah, serta didukung oleh potensi sumber daya manusia yang aktif, khususnya kelompok Ibu-ibu PKK. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung perekonomian keluarga. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah (added value), serta minimnya pemahaman mengenai teknik pengemasan yang higienis, menarik, dan strategi pemasaran dasar. Selama ini, komoditas tersebut hanya dikonsumsi untuk kebutuhan dapur sehari-hari tanpa adanya inovasi pengolahan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui program pelatihan dan praktik langsung pembuatan tepung beras dan serbuk serai, serta pelatihan pengemasan dan dasar kewirausahaan. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra sebesar 65% yang diukur melalui instrumen pre-test dan post-test. Luaran dari kegiatan ini yaitu terciptanya produk tepung beras dan serbuk serai dalam kemasan, publikasi ilmiah, dan video kegiatan. Melalui program ini, kelompok Ibu-ibu PKK diharapkan mampu bertransformasi menjadi mitra ekonomi produktif yang merintis usaha skala rumah tangga (UMKM) guna meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Evaluasi Kesiapan dan Strategi Akselerasi Adopsi Smart Green Technology pada UMKM Manufaktur di Kota Banjarmasin Dyah Wulandari; Yassyir Maulana; Agus Wiramsya Oscar; Sonia Putri
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 8 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i8.7061

Abstract

The adoption of Smart Green Technology (SGT) is crucial for enhancing the competitiveness of manufacturing MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) to support Indonesia's green economic transformation and industrial downstreaming. However, the readiness level of these manufacturing MSMEs, particularly within Banjarmasin City, has never been comprehensively measured. This study aims to analyze SGT adoption readiness using the Technology Organization Environment (TOE) framework and formulate acceleration strategies. An explanatory sequential mixed-methods approach was employed, surveying 100 manufacturing MSMEs across five districts in Banjarmasin City, followed by structured stakeholder interviews. Principal Component Analysis (PCA) constructed the SGT Readiness Index, while qualitative data informed the acceleration strategies. Results showed eight indicators met factor analysis requirements, with a KMO value of 0.628 and a significant Bartlett's Test (p<0.001). PCA generated three main factors explaining 56.6% of the data variance: organizational readiness, operational and financial aspects, and technical and human resources. Based on the Readiness Index, North Banjarmasin MSMEs showed the highest readiness level (59.78), whereas Central Banjarmasin had the lowest (40.36). Additionally, textile and craft MSMEs, alongside businesses operating for 5-10 years, demonstrated higher readiness compared to the food and beverage sector. These findings indicate that organizational factors are the primary determinants of successful SGT adoption. Therefore, acceleration strategies must focus on strengthening organizational capacity, providing green financing, improving human resource competencies, and fostering government policy support to develop green industry ecosystems.