Claim Missing Document
Check
Articles

TINJAUAN TENTANG CEBAKAN EMAS ALUVIAL DI INDONESIA DAN POTENSI PENGEMBANGAN Suprapto, Sabtanto Joko
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2 No 2 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v2i2.213

Abstract

Cebakan emas aluvial diIndonesiaterdapat terutama pada pulau-pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan,Sulawesidan Papua. Sebaran emas aluvial berada pada permukaan atau dekat permukaan, dengan spesifik emas berupa warna dan kilap yang sangat menarik, sehingga keberadaan emas aluvial mudah dikenali, dan umumnya mudah ditemukan dan diusahakan oleh masyarakat setempat.Cebakan emas aluvial dicirikan oleh kondisi endapan sedimen bersifat lepas dengan kandungan logam emas berupa butiran,  dapat ditambang dan diolah dengan cara pemisahan emas secara fisik, menggunakan peralatan sederhana. Optimalisasi pemanfaatan potensi emas aluvial dapat dilakukan dengan menyesuaikan kelayakan sekala usaha yang tepat sesuai dengan dimensi cebakan. Cebakan dengan dimensi relatif kecil tidak bisa menggunakan peralatan berat tetapi dapat dikembangkan untuk pertambangan sekala kecil atau pertambangan rakyat menggunakan peralatan sederhana.Pengembangan potensi cebakan emas aluvial dengan melibatkan pertambangan rakyat harus juga mempertimbangkan aspek perlindungan lingkungan, dengan menghindari terjadinya degradasi lingkungan
TINJAUAN BAHAN GALIAN TERTINGGAL PADA WILAYAH BEKAS TAMBANG DI INDONESIA Suprapto, Sabtanto Joko
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2 No 3 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v2i3.214

Abstract

            Sejarah pertambangan di Indonesia telah dimulai sejak lebih dari seribu tahun lalu, diawali dengan kedatangan emigran dari Cina yang menambang emas di beberapa wilayah, dilanjutkan pada jaman Hindu, pendudukan Belanda, dan Jepang. Kegiatan pertambangan selain oleh pelaku usaha pertambangan menggunakan peralatan berteknologi tinggi, banyak juga pertambangan rakyat menggunakan peralatan sederhana dengan kapasitas yang sangat terbatas. Kurun waktu panjang kegiatan pertambangan di banyak wilayah telah meninggalkan bekas tambang yang pengakhirannya disebabkan oleh berbagai latar belakang atau alasan.Berakhirnya kegiatan pertambangan tidak selalu disebabkan oleh habisnya sumber daya atau cadangan bahan galian yang diusahakan, namun terdapat faktor yang mempengaruhinya seperti  keterbatasan teknologi, aspek sosial, dan permodalan. Hal tersebut dapat menyebabkan kegiatan penambangan terhenti sehingga memungkinkan adanya bahan galian tertinggal pada wilayah bekas tambang yang masih memiliki peluang untuk dimanfaatkan.
TINJAUAN TAILING SEBAGAI SUMBER DAYA Suprapto, Sabtanto Joko
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2 No 3 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v2i3.219

Abstract

Tailing dari pengolahan bahan tambang, dapat mengandung bahan-bahan atau mineral-mineral yang berpotensi untuk diusahakan secara ekonomis. Selain mempunyai konotasi sebagai limbah, tailing masih mempunyai prospek untuk kembali diusahakan. Hal ini akibat komoditas tertentu yang terkandung saat proses pengolahan dilakukan belum mempunyai nilai ekonomi, atau harga komoditas tertentu mengalami peningkatan, sehingga yang masih terkandung dalam tailing menjadi bemilai ekonomi. Nilai ekonomi tailing dipengaruhi juga oleh faktor-faktor sekala usaha, perkembangan teknologi, aturan perundangan dan faktor perizinan. Pengelolaan tailing untuk pengembangan usaha pertambangan dapat mempunyai kontribusi signifikan pada pengembangan ekonomi di daerah. Oleh karena itu inventarisasi, evaluasi dan pengembangan sumber daya tailing mempunyai artipenting yang sarna dengan upaya pemanfatan cebakan-cebakan in-situ.
SEBARAN UNSUR DAN ASOSIASI UNSUR Fe LATERIT BESI DAERAH BLOK X, PT SILO, PULAU SEBUKU, KALIMANTAN SELATAN: ELEMENTAL DISTRIBUTION ANALYSIS AND ELEMENTAL ASSOCIATION OF Fe LATERITC IRON, BLOCK X AREA, PT SILO, SEBUKU ISLAND, SOUTH KALIMANTAN Andri B Situmorang; Situmorang, Andri B; Suprapto, Sabtanto Joko; W, A. Djumarma; Widhiyatna, Denni; Mutia, Sarah; Cahyadi, Andhi
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 19 No 1 (2024): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v19i1.475

Abstract

The study area is located in Blok X, PT SILO, Sebuku Island, South Kalimantan. The geology of the study area is dominated by serpentinized ultramafic rocks, which have a high potential for the formation of lateritic iron minerals. The aim of the investigation of the area was to determine the vertical and horizontal distribution of the element contents and the association of the iron elements. Drilling, sample analyses using XRF, petrography and statistical analyses of correlation matrices and dendrograms were carried out. Fe, Ni, P, Co, Si, Mg, Cr, Al, Mn, Ca, Na, K and Ti were analyzed in 5.150 samples using the XRF method. The high iron content is found in the red limonite zone with 40-55% and in the yellow limonite zone with 40-52%. The lithology of the area with high iron content is ophiolitic ultramafic rock. In the vertical distribution profile, the high iron content is also found in the red limonite - yellow limonite zone. Based on the dendrogram analysis and the correlation matrix, the correlation of the Fe elements in the study area shows that the Fe elements are strongly correlated with the Co, Cr and Mn elements and generally with the Ni elements. Elemental iron is strongly negatively correlated with the elements Si and Mg.
GEOLOGI, MINERALOGI, DAN GEOKIMIA ENDAPAN BAUKSIT LATERIT DI DESA MUKTI JAYA, KABUPATEN SANGGAU, KALIMANTAN BARAT: GEOLOGY, MINERALOGICAL, AND GEOCHEMICAL LATERITE BAUXITE DEPOSITS IN MUKTI JAYA VILLAGE, SANGGAU DISTRICT, WEST KALIMANTAN Permatasari, Aisha; Sabtanto Joko Suprapto; Priatna; Tatik Handayani; Dedi Sunjaya
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 19 No 2 (2024): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v19i2.477

Abstract

The geology of West Kalimantan, especially Sanggau Regency, contains a wide range of acidic to intermediate rocks of Lower Cretaceous age with stable tectonic conditions that meet the requirements for the formation of bauxite on an economical scale. The research area is in Mukti Jaya Village, Sanggau Regency, West Kalimantan Province. This research aims to determine the geology, mineralogical, and geochemical characteristics of bauxite deposits. The research methodology includes geological mapping, test pits, and laboratory analysis using XRF, A total of 390 bauxite samples were analyzed by XRF, 5 bauxite samples were analyzed by XRD, 4 bedrock samples and 2 bauxite samples were analyzed petrographically, and 2 bauxite concretion samples were analyzed mineragraphically. Based on the results of geological mapping, granodirite, quartz diorite and tonalite rocks were found. Bauxite is composed of the minerals quartz, gibbsite, kaolinite, hematite, biotite, boehmite, goethite, diaspor, muscovite, plagioclase, chlorite, and magnetite. From the results of XRF analysis content obtained 16.63% – 52.56% Al2O3; 14.5% – 66.69% TSiO2; 0.47% – 10.2% RSiO2; and 3.56% – 32.92% Fe2O3. The results of the correlation analysis showed a very strong and negatively correlated level of relationship between Al2O3 and TSiO2, as well as a very low level of relationship between Al2O3 and RSiO2. From the results of the regression analysis, it was found that TSiO2 had an effect on Al2O3 and RSiO2 had no effect on Al2O3.