Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kemampuan Koneksi dan Representasi Matematis Serta Cara Pembelajaran Matematika Di SMA Rustam; Dona Fitriawan Sunarti; Zubaidah; Asep Nursangaji
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 7 No 2 (2021): JUMLAHKU Vol. 7 No.2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v7i2.1414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang kemampuan koneksi dan representasi matematis siswa SMA pilihan pertama di pantai utara. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk deskriptif, yaitu dengan tahapan survey secara tak langsung (angket dan wawancara) terhadap siswa SMA tentang daya matematis dan cara guru mengajar dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran yang dilakukan guru dikaji dari pendekatan, metode, model, media pembelajaran dalam matematika. Di samping itu juga memperhatikan cara guru mengatasi permasalahan dalam pembelajaran matematika. Pelaksanaan penelitian dalam perolehan data melibatkan mahasiswa pendidikan matematika strata satu maupun dua. Beberapa mahasiswa yang terlibat diberikan pembekalan terlebih dahulu tentang cara memperoleh data serta aspek yang dijadikan kajian. Beberapa alat pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) angket siswa tentang proses pembelajaran matematika di kelas; (2) angket guru tentang proses pembelajaran matematika di kelas; dan (3) soal matematika dalam kajian daya matematis. Sedangkan yang dijadikan subyek penelitian adalah siswa kelas 10 IPA perwakilan dari SMA Swasta dan Negeri, masing-masing satu kelas. Pengambilan sekolah dilakukan pada tiga kabupaten pantai utara, yakni Sambas. Jadi banyak sekolah yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah enam sekolah. Sedangkan kelasnya sebanyak enam kelas. Data yang diperoleh berupa jawaban siswa dari hasil tes tentang daya matematis, hasil wawancara siswa dan hasil wawancara guru dianalisis dan dideskrpsikan. Sehingga memperoleh jawaban dari pertanyakan dalam penelitian.
Deep learning Berbasis Pesan Moral Meminimalisir Math Anxiety Mahasiswa pada Matakuliah Geometri Bistari Bistari; Rustam Rustam; Rani Rani; Dea Walhadiyah; Sari Mulyani
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2026): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/j-pimat.v8i1.6265

Abstract

Geometry learning does not only require cognitive ability but is also influenced by students’ Math Anxiety. The integration of deep learning based on moral messages as a learning strategy that combines cognitive, affective, and character aspects is still rarely explored and has the potential to become a novelty in minimizing mathematics anxiety. This study involved 32 students of the Mathematics Education Study Program, FKIP Untan, using the Design and Development Research (DDR) method simplified into the stages of needs analysis, design, development, and limited trials. The study aimed to develop and test a deep learning model based on moral messages to minimize students’ Math Anxiety through Paired Sample T-test and SEM-PLS analysis. The results showed that deep learning based on moral messages was effective in minimizing students’ Math Anxiety through strengthening emotional regulation and creating a safe learning environment. After the treatment, students’ anxiety was no longer general in nature, but became milder, situational, and more focused on cognitive aspects, enabling students to better control their emotions and understand geometry concepts. Furthermore, this approach contributed 61.6% to changes in students’ conditions by reducing social anxiety, increasing academic courage, and fostering more positive learning engagement. These findings are important because they indicate that mathematics learning based on deep learning and moral messages can improve conceptual understanding while also enhancing students’ psychological conditions, making learning more humanistic, safe, and supportive of students’ academic confidence in mathematics.Keywords: Deep learning; Math Anxiety; Moral Messages.
The "VLOKS" Geometrical Thinking Model of Students in Relation to Meaningful Learning Processes and Teacher Pedagogy Bistari Bistari; Rustam Rustam; Tomo Tomo; Marlinda Marlinda
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 11, No 1 (2026): Volume 11 Number 1, March 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v11i1.7876

Abstract

Understanding geometry is an essential aspect of mathematics learning as it plays a central role in developing students’ spatial, visual, and logical reasoning abilities. However, previous studies indicate that students often encounter difficulties in comprehending geometric concepts deeply due to learning approaches that remain largely procedural and insufficiently emphasize visualization or conceptual connections. This study aims to explore students’ geometric thinking profiles through the VLOKS model (Visual, Literational, Operational, Correlational, Spatial), examine their perceptions of meaningful learning, and analyze the relationship between geometric thinking abilities and teachers’ pedagogical competence. A mixed-methods approach was employed using a sequential explanatory design, beginning with quantitative data collection through a VLOKS-based geometric thinking test and a meaningful learning questionnaire, followed by qualitative data through classroom observations of teachers’ pedagogy and in-depth interviews. The research subjects consisted of 33 tenth-grade students at SMAN 7 Pontianak and 31 students at SMAN 2 Teluk Keramat, along with mathematics teachers applying meaningful learning approaches. The findings reveal that students at SMAN 7 Pontianak achieved a moderate average score (70.4%), with their strongest performance in the literational dimension (79%), while their weaknesses were found in the operational (67%) and correlational dimensions, partly due to technical aspects of the test items. In contrast, students at SMAN 2 Teluk Keramat attained a relatively low average score (31.6%) across all VLOKS dimensions without significant dominance in any particular aspect. Qualitative data further indicate that teachers in both schools attempted to implement meaningful learning through contextual approaches, problem-based learning, and remedial strategies, though the implementation proved more effective at SMAN 7 than at SMAN 2. This study concludes that integrating the VLOKS model, meaningful learning processes, and teachers’ pedagogical competence significantly strengthens students’ understanding of geometry, highlighting the need for contextual, reflective, and adaptive instructional designs aligned with students’ thinking processes within the framework of the Merdeka Curriculum.Model Berpikir Geometris “VLOKS” Siswa Dikaitkan Dengan Proses Pembelajaran Bermakna Dan Pedagogis GuruABSTRAKPemahaman terhadap geometri merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika karena berperan dalam mengembangkan kemampuan spasial, visual, serta berpikir logis siswa, namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa siswa kerap mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep geometri secara mendalam akibat pendekatan pembelajaran yang masih dominan bersifat prosedural dan kurang menekankan visualisasi maupun koneksi antar konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi profil berpikir geometris siswa melalui model VLOKS (Visual, Literasional, Operasional, Korelasional, Spasial), mengkaji persepsi siswa terhadap pembelajaran bermakna, serta menganalisis hubungan antara kemampuan berpikir geometris dengan kompetensi pedagogis guru. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain eksplanatoris sekuensial, dimulai dari pengumpulan data kuantitatif melalui tes kemampuan berpikir geometris berbasis VLOKS dan kuesioner pembelajaran bermakna, kemudian dilanjutkan dengan data kualitatif berupa observasi pedagogis guru dan wawancara mendalam. Subjek penelitian adalah siswa kelas X di SMAN 7 Pontianak (33 siswa) dan SMAN 2 Teluk Keramat (31 siswa), serta guru matematika yang menerapkan pendekatan pembelajaran bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMAN 7 Pontianak memiliki capaian rata-rata cukup baik (70,4%), dengan kekuatan utama pada dimensi literasional (79%), sementara kelemahan terdapat pada dimensi operasional (67%) dan korelasional akibat faktor teknis soal. Sebaliknya, siswa SMAN 2 Teluk Keramat memperoleh rata-rata skor rendah (31,6%) pada seluruh dimensi VLOKS tanpa ada dominasi yang signifikan. Data kualitatif mengungkap bahwa guru di kedua sekolah telah berupaya menerapkan pembelajaran bermakna melalui pendekatan kontekstual, problem-based learning, serta strategi remedial, namun implementasinya lebih efektif di SMAN 7 dibandingkan di SMAN 2 Teluk Keramat. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara VLOKS, pembelajaran bermakna, dan kompetensi pedagogis guru berkontribusi penting terhadap penguatan pemahaman geometri siswa, serta menekankan perlunya pengembangan desain pembelajaran yang kontekstual, reflektif, dan adaptif terhadap cara berpikir siswa dalam kerangka Kurikulum Merdeka.Kata Kunci :Model Berpikir Geometris “VLOKS”; Proses Pembelajaran Bermakna; Pedagogis Guru
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Model PISA Konten Ruang dan Bentuk Anggi Apriliyani; Halini Halini; Rustam Rustam; Ahmad Yani T; Hamdani Hamdani
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i1.4817

Abstract

Hasil evaluasi PISA secara konsisten menunjukkan rendahnya skor literasi matematis siswa Indonesia, yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya pemberian soal literasi dalam pembelajaran di sekolah. Akibatnya, siswa masih kesulitan ketika dihadapkan pada soal geometri kontekstual. Fokus utama penelitian ini untuk memberikan gambaran bentuk-bentuk kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal model PISA pada konten ruang dan bentuk serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari tiga siswa kelas XII IPA di SMA Taman Mulia Sungai Raya yang memiliki nilai sangat rendah. Peneliti menentukan subjek berdasarkan hasil tes siswa yang menunjukkan nilai terendah serta jawaban dengan banyak kesalahan. Data dikumpulkan melalui dua instrumen yang diterapkan yaitu soal tes tertulis dan pedoman wawancara. Soal yang disajikan kepada subjek merupakan soal Model PISA level 3 dan level 4, level ini dipilih karena dianggap masih dapat dijangkau oleh siswa dengan kemampuan kognitif menengah ke bawah di sekolah berakreditasi B. Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan kesulitan yang siswa alami meliputi empat aspek yaitu: pemahaman soal, transformasi, proses matematis, serta kesimpulan. Faktor penyebab kesulitan ini termasuk kurangnya pemahaman konsep geometri, kesalahan dalam menentukan langkah penyelesaian, ketidakmampuan mengingat rumus yang relevan, serta ketidakmampuan siswa dalam menulis kesimpulan yang tepat.
PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) MATERI TRIGONOMETRI SUDUT ISTIMEWA DENGAN GEOGEBRA DI SMA Kurniadi Pajarudin; Sugiatno Sugiatno; Rustam Rustam; Mohamad Rif’at; Nurfadilah Siregar
Jurnal Numeracy Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v11i2.2859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Pengetahuan Konten Pedagogis (PCK) calon guru, karena memainkan peran penting dalam pengajaran dan pemahaman siswa yang efektif. Program pelatihan guru harus fokus pada pengembangan PCK untuk memastikan bahwa guru memiliki dasar yang kuat dalam pengetahuan konten dan strategi pedagogi. Pemanfaatan teknologi seperti GeoGebra sebagai alat pembelajaran dapat sangat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Oleh karena itu, disarankan untuk memasukkan alat pembelajaran berbasis teknologi ke dalam kelas matematika untuk mendorong keterlibatan aktif dan pemahaman yang lebih dalam di kalangan siswa. Penelitian ini merupakan studi kasus pada siswa di SMA. Penelitian ini diperoleh dari calon guru PCK dan sepuluh siswa kelas XI MIPA 1 SMAN 1 Teluk Keramat berdasarkan hasil wawancara dan lembar angket. Menerapkan rekomendasi ini dapat berkontribusi untuk meningkatkan pemahaman dan prestasi siswa dalam trigonometri dan konsep matematika lainnya.AbstractThis research in order to enhance the Pedagogical Content Knowledge (PCK) of prospective teachers, as it plays a crucial role in effective teaching and student understanding. Teacher training programs should focus on developing PCK to ensure that teachers have a strong foundation in both content knowledge and pedagogical strategies. The use of technology, such as GeoGebra, as a learning tool can greatly enhance students' understanding of mathematical concepts. Therefore, it is recommended to incorporate technology-based learning tools into mathematics classrooms to promote active engagement and deeper understanding among students. This research is a case study of high school students. This research were obtained from the PCK prospective teachers and ten students of class XI MIPA 1 SMAN 1 Teluk Keramat based on the results of interviews and questionnaire sheets. Implementing these recommendations can contribute to enhancing students' understanding and achievement in trigonometry and other mathematical concepts.