Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

SISTEM PEMBIAYAAN BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH (Suatu Tinjauan Yuridis Terhadap Praktek Pembiayaan di Perbankan Syariah di Indonesia) Supriyadi, Ahmad
Al-Mawarid Jurnal Hukum Islam Vol 10 (2003): Lembaga Keuangan Islam
Publisher : Islamic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims at knowing sub system of law about the finance based on Syariah principle in Indonesia by method normative judicial approach not Islamic jurisprudence approach because the dispute finance have to solve by civil law of Indonesia. The research shows that finance based on Syariah principle have sub systems are profit sharing system, sale system and lease system.
Sinkronisasi Regulasi Pembiayaan Perbankan Syariah Berdasarkan Prinsip Murabahah di Indonesia Supriyadi, Ahmad
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 9 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2394.422 KB) | DOI: 10.24090/mnh.v9i1.518

Abstract

Keinginan masyarakat Indonesia menerapkan ekonomi syariah telah terpenuhi dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, Peraturan Bank Indonesia dan Fatwa Dewan Syariah Nasional, namun faktanya sinkronisasi regulasi subyek dan obyek dalam pembiayaan jual beli murabahah di perbankan syariah adalah praktik jual beli murabahah yang regulasinya sebagian besar masih berpedoman KUH Perdata sehingga belum sinkron dengan prinsip syariah. Subyek perjanjian adalah bank juga nasabah dan obyeknya adalah barang yang tidak haram, namun belum ada regulasi yang memuat bahwa barang itu tidak melanggar undang-undang atau ketertiban umum. Regulasi hak dan kewajiban dalam undang-undang perbankan syariah, peraturan bank Indonesia dan fatwa Dewan Syariah Nasional tidak mengatur lebih rinci berkaitan dengan penyerahan barang yang dibeli oleh nasabah, baik itu barang bergerak ataupun barang tetap atau tidak bergerak. Hal yang belum diatur lainnya berkaitan dengan tanggung jawab adanya cacat yang tersembunyi yang tidak diketahui oleh pihak bank dan nasabah, termasuk perubahan harga setelah akad namun belum ada penyerahan kepada pembeli, misalnya masih dalam perjalanan.
MODIFIKASI PERMAINAN BASVOL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PASSING BOLA VOLI Supriyadi, Ahmad
Didaktikum Vol 19, No 3 (2019): Agustus – Desember 2019
Publisher : Didaktikum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran seringkali tidak memperhatikan karakteristik peserta didik, sehingga kreativitas, kesenangan peserta didik tidak terfikirkan. Hal ini dapat menyebabkan pembelajaran menjadi kurang menarik. Untuk itu seorang guru diharapkan dapat memodifikasi pembelajaran yang ada agar peserta didik tidak cepat bosan, malah tetap terus bergairah dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar passing bola voli melalui permainan basvol pada siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Wanayasa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari 4 tindakan, yakni: planning (perencanaan), acting (pelaksanaan), observing (pengamatan) dan reflecting (refleksi). Pada kondisi awal berdasar pengamatan, motivasi belajar bola voli sebesar 61,90%, dan hasil belajar passing bola voli 33,33%. Sehingga dapat dikatakan bahwa dengan modifikasi permainan Basvol dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran khususnya passing bola voli. Kualitas proses pembelajaran yang meningkat berimbas pada peningkatan motivasi belajar peserta didik. Pada siklus I terjadi peningkatan motivasi belajar menjadi 80,95% dan hasil belajar menjadi 66,67%. Pembelajaran di siklus I lebih baik dari kondisi awal. Pada siklus II motivasi belajar bola voli menjadi 100%, dan hasil belajar meningkat menjadi 85,71%. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan motivasi belajar peserta didik dari kondisi awal ke kondisi akhir.
RESOLUSI KONFLIK KAUM KAPITALIS DAN BURUH MELALUI PRODUK BAY’ MURA Supriyadi, Ahmad
AL-TAHRIR Vol 14, No 2 (2014): Resolusi Konflik Berbasis Multikulturalisme dalam Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/al-tahrir.v14i2.79

Abstract

Conflicts have occurred in societies since early time in human civilization and continue up to the present time. Conflicts may happen between two individuals or two groups. But there also conflicts of class between creditors and debtors which has not been resolved. They often dispute over a particular issue but do not find an effective media to tackle it. Sharia banking, a new emerging Islamic system of bank, seems to offer a good answer to this problem. This article aims to explain this financial institution and its products and examines the ways in which its products operate and contribute to solve the problem. There are two products of Syari’ah Banking to solve such a classic problem between debtors and creditors; bay’ al-murabahah and  mudarabah. The first product helps mediate capital owners and debtors through a definite mechanism facilitated by Shari’a bank. Through the second product, debtors can enhance their life standard by purchasing stock and share the profits while creditors or capital owners can sell their stock to collect fund without making a bank loan. This is the solution that Islamic banking system contributes.
IMPLEMENTASI PENATAAN TATALAKSANA DALAM PENERAPAN MANAJEMEN SUMBER DAYA GUNA MEWUJUDKAN REFORMASI BIROKRASI DI LINGKUNGAN TNI ANGKATAN LAUT Supriyadi, Ahmad; Setyoko, Budi; Jumino, Jumino
JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi). Vol 8, No 2 (2021): JMBI UNSRAT Volume 8 Nomor 2
Publisher : FEB Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jmbi.v8i2.34296

Abstract

Abstract: Bureaucratic reform is one of the government's efforts to achieve good governance, reform and fundamental changes to the system of government administration, especially regarding aspects of the institution (organization), management and human resources of the apparatus. Through bureaucratic reform, an effective and efficient government administration system is organized. Bureaucratic reform is the backbone in changing the life of the nation and state. Abstrak: Reformasi birokrasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai good governance, melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan dan sumber daya manusia aparatur. Melalui reformasi birokrasi, dilakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintah yang efektif dan efisien. Reformasi birokrasi menjadi tulang punggung dalam perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara. Keyword: Management,  Bureaucratic Reform, Indonesian Navy
ZAKAT COLLECTION: POTENTIAL AND REALIZATION IN BAZNAS TULUNGAGUNG REGENCY Rafikasari, Elok Fitriani; Supriyadi, Ahmad; Yanti, Fina Indah
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 8 No 2 (2021): An-Nisbah
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v8i2.4872

Abstract

Zakat is one of the pillars of Islam that plays a role in handling poverty in Indonesia. The potential for zakat in Indonesia is very large, as is the case in Tulungagung regency which was collected by Baznas Tulungagung regency. The amount of potential is not yet proportional to the revenue where the total collection is still far from the existing potential. The purpose of this study was to analyze the gap between acceptance and potential from a quantitative point of view through statistical methods. The method used is the independent sample test which shows that the receipt of zakat at Baznas Tulungagung regency in 2010-2020 is far below its potential which has only reached less than 1%. The highest revenue realization was in 2018 and 2016 which only reached 0.52% of GRDP.
LEGAL PROTECTION FOR HOLDERS OF DEPOSITS AS A FORM OF INVESTMENT AVAILABLE IN BANK Supriyadi, Ahmad
JILPR Journal Indonesia Law and Policy Review Vol. 5 No. 3 (2024): Journal Indonesia Law and Policy Review (JILPR), June 2024
Publisher : International Peneliti Ekonomi, Sosial dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56371/jirpl.v5i3.273

Abstract

Legal protection is something that is very important considering that banks are financial institutions which in all their activities cannot be separated from the role of their customers, because the legal relationship between customers and banks is a legal relationship created based on trust (fiduciary relationship). A Certificate of Deposit or Certificate of Deposits is a product issued by a bank as a securities tool or instrument used to make payments in a transaction. Therefore, to foster public trust in banking institutions, steps need to be taken to protect the interests of depositors so that time deposit funds stored in a bank are guaranteed to be safe from all risks that may arise in the future. Providing legal protection to depositors is also related to the bank's operational potential. The formulation of the problem is what is the position of issuing deposit certificates in banking? and what form of legal protection is required by deposit holders in carrying out legal relations with banks?The form of research used in the research is normative juridical research. The results of this research are that the position of issuing deposit certificates is regulated in more detail in terms of the position of deposit certificates as securities that can be owned by all binding persons and their issuance can be reviewed from Financial Services Authority Regulation Number 10 /PJOK.03/2015 concerning the issuance of Deposit Certificates by Banks where deposit certificates can be issued in the form of scripless or scripless. AndThe legal relationship between the bank and the depositor is that they are essentially bound by an agreement where each party has the rights and obligations to fulfill the contents of the agreement. With the existence of an agreement, a relationship exists between the bank and the customer, where this relationship must be maintained by each party, especially the bank, by paying attention to the principles, namely the principle of trust, the principle of confidentiality, and the principle of prudence. Based on the provisions of Article 1 number 5 of Law Number 10 of 1998, between banks and customers is regulated by agreement law. So that the basis of the legal relationship between the bank and the customer is a contractual relationship. This means that once a customer enters into a contractual agreement with the bank, the engagement that arises is an engagement based on a contract (agreement).
MOSQUE-BASED ZAKAT, INFAK AND ALMS MANAGEMENT TO IMPROVE MUSTAHIK ECONOMY Supriyadi, Ahmad
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 10 No 1 (2023): An Nisbah
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v10i1.7171

Abstract

Abstrak: Studi ini membahas tentang pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di masjid untuk meningkatkan ekonomi mustahik. Sesuai dengan hasil penelitian oleh Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS RI, Indonesia dengan mayoritas populasi Muslim terbesar di dunia memiliki potensi zakat sebesar 327,60 triliun rupiah. Dari potensi ini, dana zakat yang terkumpul belum mencapai sepuluh persen atau masih sekitar 17 triliun untuk seluruh Indonesia. Salah satu elemen penting dalam pembentukan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) untuk membantu pengumpulan dan distribusi zakat adalah masjid/mushala. Masjid memiliki peran penting dalam kualitas pelayanan kepada masyarakat. Masjid merupakan pusat aktivitas ibadah masyarakat, baik ibadah mahdlah, pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan di UPZ Masjid Baiturrahman Ds. Bendiljati Wetan Kec. Sumbergempol telah menunjukkan kondisi yang baik. (1) Pengelolaan pengumpulan ZIS dilakukan dengan mengadakan program produktif yang tentunya disertai perencanaan yang cermat dan terstruktur, mengatur pembagian tugas untuk mengumpulkan dana dari beberapa pihak baik dari kalangan muda maupun tua, dan bekerjasama dengan aghniya', pemangku kepentingan, dan pemimpin agama di desa untuk menjadi mitra atau investor dalam UPZ, (2) Pengelolaan distribusi dilakukan dengan menentukan kriteria penerima program UPZ, menentukan mekanisme distribusi dan sistem bagi hasil, serta melakukan pembinaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap mustahik, (3) Pengelolaan pemanfaatan UPZ menyediakan dana Qardhul Hasan bagi mustahik yang membutuhkan, dan memberdayakan mustahik melalui program pengelolaan kolam lele Pengembangan Masyarakat Zakat (ZCD), yang tentunya telah dianalisis dan disesuaikan dengan potensi desa serta diorganisir dengan terstruktur. Kata kunci: Masjid; Ekonomi Mustahik; Pengelolaan ZIS Abstract: This study discusses the management of zakat, infak and alms management in mosques to improve the mustahik economy. In accordance with the results of research by the Center for Strategic Studies (Puskas) BAZNAS RI, Indonesia with an average majority of the world's largest Muslim population has a zakat potential of 327.60 trillion rupiah. From this potential, the acquisition of zakat funds collected has not touched ten percent or is still around 17 trillion for all of Indonesia. One of the important elements of the establishment of the Zakat Collection Unit (UPZ) in order to assist the collection and assistance of zakat distribution is the mosque/mushala. Mosques have an important role in the quality of service of the people. The mosque is the center of people's worship activities, be it mahdlah worship, education, social, economic, health and so on. The results showed that the management at UPZ Masjid Baiturrahman Ds. Bendiljati Wetan Kec. Sumbergempol has shown good conditions. (1) Management of ZIS collection by conducting productive programs which of course are accompanied by careful and structured planning, organizing the distribution of tasks to collect funds from several parties both from the young and old, and cooperating with aghniya', stakeholder and religious leaders in the village to become partners or investors in UPZ, (2) Distribution management is taken by determining the criteria for UPZ program beneficiaries, determining the distribution mechanism and profit sharing system, as well as mentoring, supervising and evaluating mustahik, (3) UPZ utilization management provides Qardhul Hasan funds for mustahik in need, and empowering mustahik through the catfish pond management program Zakat Community Development (ZCD), which of course has been analyzed and adjusted to the potential of the village and structured organizing. Keywords: Mosque; Mustahik Economy; ZIS Management
Pendistribusian Dana Zakat Infak dan Sedekah kepada Lansia dan Fakir Miskin melalui Program Bantuan Biaya Hidup di Baznas Kabupaten Tulungagung Karimah, Zulfah Jannatul; Siswahyudianto, Siswahyudianto; Supriyadi, Ahmad
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JAMSI - Juli 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1615

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan Program Pendistribusian Lansia dan Fakir Miskin BAZNAS Kabupaten Tulungagung, untuk mengetahui pelaksanaan Pendistribusian Lansia dan Fakir Miskin BAZNAS Kabupaten Tulungagung, serta untuk mengetahui hasil evalusasi dari Pendistribusian Lansia dan Fakir Miskin BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Penulisan ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang diperoleh yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa (1) perencanaan program pendistribusian ini melalui proses administrasi di kantor BAZNAS, survey lokasi mustahik, pengajuan data mustahik pada pimpinan, (2) pelaksanaan dalam program pendistribusian dilakukan oleh relawan BAZNAS yang menerima bantuan beasiswa SKSS, (3) evaluasi dari program ini yaitu terdapat hambatan yang sering terjadi di lapangan terkait pendistribusian kepada mustahik, dengan alasan tidak ada akses komunikasi antara distributor dengan mustahik dikarenakan mayoritas mustahik hidup sebatangkara dan sudah berusia lanjut, sehingga dari pihak BAZNAS belum ada tindakan yang tepat yang dapat dilakukan mengenai evaluasi terhadap hambatan yang terjadi.
KOMPETENSI AMIL ZAKAT: Studi Mahasiswa Manajemen Zakat dan Wakaf IAIN Tulungagung Menjelang Praktek Pengalaman Lapangan Supriyadi, Ahmad
El-Barka Journal of Islamic Economics and Business Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : El-Barka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/elbarka.v3i1.2019

Abstract

Abstract: Zakat occupies a significant role in Islamic economics. The role of zakat in the history of Islamic civilization is very real and obvious in eradicating poverty and becoming the foundation of the country's economy. In Indonesia the role of zakat cannot be felt widely. This can be seen from the potential that is still being explored, which is 4% of the existing potential of 217 trillion. One of the main problems that occur in Indonesia is the low competence of amil possessed by zakat management institutions in Indonesia. Amil's low competence makes creativity and innovation in zakat institutions very minimal, as a result the collected zakat funds are not optimally utilized to unravel the threads of poverty in Indonesia. The presence of the Department of Zakat Management and Waqf in Islamic Higher Education in Indonesia is an effort to prepare amil’s who are competent in managing zakat. One of the universities that is currently opening the department is IAIN Tulungagung. This study aims to determine the extent of competence of students majoring in Management of zakat and waqf before they conduct Field Experience Practices (PPL).Abstrak: Zakat menduduki peran yang signifikan dalam ekonomi Islam. Peran zakat dalam sejarah peradaban Islam sangat nyata dan kentara dalam memberantas kemiskinan dan menjadi pondasi ekonomi negara. Di Indonesia peran zakat belum bisa dirasakan manfaatnya secara luas. Hal ini bisa dilihat dari masih jauhnya potensi yang tergali yaitu 4% dari potensi yang ada sebesar 217 triliun. Salah satu problem utama yang terjadi di Indonesia adalah rendahnya kompetensi amil pada lembaga-lembaga pengelola zakat di Indonesia. Rendahnya kompetensi amil membuat kreativitas dan inovasi di lembaga-lembaga zakat sangat minim, akibatnya dana zakat yang terkumpul tidak didayagunakan secara optimal untuk mengurai benang kemiskinan di Indonesia. Hadirnya jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf di Perguruan Tinggi Islam di Indonesia adalah upaya untuk mempersiapkan amil-amil yang kompeten dalam mengelola zakat. Salah satu Perguruan Tinggi yang saat ini membuka jurusan tersebut adalah IAIN Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kompetensi mahasiswa jurusan Manajemen zakat dan wakaf sebelum mereka melakukan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL).