Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemberdayaan dan Penguatan Daya Saing Usaha dengan Penerapan Lean Six-Sigma Concept, Studi Kasus Hari Supriyanto
Jurnal Manajemen Dayasaing Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Manajemen Daya Saing
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/dayasaing.v20i1.5997

Abstract

Dinamika dan perkembangan ekonomi global dapat memberikan sinyal positif terhadap pentingnya peningkatan pemberdayaan dan daya saing produk di pasar. Dibutuhkan pemikiran untuk membangun keunggulan kompetitif, yang menjadi dasar bagi peningkatan produksi dan daya saing bisnis. Peningkatan produksi merupakan serangkaian aktifitas untuk membentuk produktifitas. Bila salah satu aktifitas produksi mengalami kegagalam maka akan berpengaruh pada kualitas dan kapasitas produksi. Kegagalan biasanya terindikasi dari waste/ pemborosan yang muncul di sepanjang value stream. Terdapat indikasi defect yang tinggi melebihi 10% di sortir dan packaging process. Permasalahan utama adalah adanya waste/ pemborosan yang mengakibatkan penurunan kualitas dan kapasitas produksi. Paper ini akan mengidentifikasi waste yang terjadi di proses produksi, mencari akar penyebab terjadinya waste, dan membangun alternatif solusi perbaikan.  Diperlukan pemikiran kreatif untuk dapat menaikkan efisiensi sumber daya dan daya saing bisnis di pasar. Metoda yang dipakai untuk menyelesaikan permasalahan adalah Lean six-sigma. Konsep ini menelusuri permasalahan inefisiensi dengan mencari non value added activity dari munculnya waste di sepanjang value stream.  Kemunculan waste selanjutnya diidentifikasi lebih dalam dengan root cause analisys (RCA) dan failure mode and effects analysis (FMEA). Hasil akhir dari FMEA adalah risk priority number (RPN) yang menggambarkan prioritas atas mode resiko untuk dilakukan perbaikan. Dari hasil prioritas dirancang 3 alternatif perbaikan yaitu pelatihan operator, pembuatan SOP proses produksi, dan pelatihan karyawan quality control.   Dengan pendekatan net present value (NPV), maka diperoleh nilai NPV yang positif, artinya alternatif tersebut adalah layak untuk dijalankan. Alternatif ini meningkatkan nilai sigma dari sigma awal sebesar 2,80 menjadi 3,30. Kenaikan nilai sigma akan memberi indikasi adanya penurunan tingkat defect per million opportunities (DPMO), dan berakibat pada penurunan biaya sampai 20%.
UPAYA PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN PENERAPAN METODE SIX SIGMA DAN KAIZEN (Studi kasus : PT.XYZ) Azizun Wibi Susetyo; Hari Supriyanto
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.114 KB)

Abstract

PT XYZ bergerak di bidang pembuatan plastic tube atau kemasan pasta gigi yang merupakan kemasan untuk sebuah produk yang berbentuk jeli atau pasta. Pelaksanaan proses produksi di PT. XYZ, kerap ditemukan kecacatan produk yang terjadi selama proses produksi diantaranya Body Berlubang, printing kotor, body scratch, Top seal leleh, penutup ulir yang tidak rapat, terdapat kebocoran pada lipatan tube pada saat proses produksi. Masalah ini terjadi karena kelalaian operator dalam penyetingan mesin, kurangnya perawatan mesin, Kurangnya kedisiplinan pekerja dalam mengikuti SOP perusahaan, terdapat jamur pada bahan baku yang telah dikirim oleh supplier, tempat kerja yang bising, dan tempat penyimpanan produk berusuhu lembap. Dengan menggunakan metode metode six sigma dan Kaizen peneliti mendapatkan hasil bahwa perhitungan DPMO dan juga nilai sigma di bulan Januari 2021 – Maret 2021, didapatkan bahwa nilai DPMO sebesar 80.485 dengan rata-rata sebesar 6.699 dan nilai rata-rata sigma sebesar 3,97. Jenis kecacatan yang paling berpengaruh adalah body scratch usulan perbaikan dan pengendalian kualitas menggunakan peralatan implementasi Kaizen, diperlukan adanya pengawasan dan pengarahan terhadap kinerja seluruh karyawan, melakukan perawatan mesin secara berkala, Melakukan perawatan bahan baku, Memberikan alat pelindung diri (apd) kepada seluruh karyawan.
PENURUNAN LEAD TIME PADA PROSES PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING Supriyanto, Hari; Kusumawardani, Rindi; Rizkiyah, Ega; Anggraini Savitri, Niken
National Multidisciplinary Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): PROCEEDING SEMAKIN E.1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leaf spring adalah salah satu komponen pada suspensi kendaraan. Beberapa permasalahan yang muncul pada proses produksinya adalah defect dan defect. Rata-rata defect per bulan pada produk spring mencapai lebih dari 6%. Angka ini tidak sesuai dengan target yang ditentukan perusahaan. Defect tidak sejalan dengan target perusahaan untuk mencapai zero complain customer. Defect dan defect menyebabkan tingkat kepercayaan konsumen berkurang, meningkatnya biaya dan menyebabkan turunnya profit perusahaan. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi waste, menganalisis akar penyebab permasalahan pada proses produksi leaf spring, dan menurunkan lead time proses produksi, selanjutnya memberikan rekomendasi perbaikan. Langkah yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai dari identifikasi kondisi iexisting serta identifikasi waste menggunakan value stream mapping, dan waste assessment model. Berdasarkan hasil waste assessment model, didapatkan 3 waste kritis yakni defect, inventory dan waiting. Selanjutnya dilakukan analisis akar permasalahan pada waste kritis dengan menggunakan Root Cause Analysis (RCA). Dari RCA dilanjutkan pada Failure Mode and Effect Analysis (FMEA); dengan memberi penilaian pada faktor severity, occurrence, dan detection diperoleh Risk Priority Number (RPN). Nilai RPN tertinggi diberikan rekomendasi perbaikan untuk dapat mengurangi terjadinya waste. Selanjutnya dilakukan evaluasi sehingga dihasilkan future state value stream mapping. Future state value stream mapping berkontribusi terhadap penurunan lead time sebesar 76.67 menit (8.50%) dan penurunan delay sebesar 235.02 menit (36.06%)
Penerapan Value Engineering Pada Mesin Molen Cor Kapasitas 50 Kg: indonesia Achmad, Hisyam Hafis; Supriyanto, Hari
Journal of Advances in Information and Industrial Technology Vol. 3 No. 1 (2021): May
Publisher : LPPM Telkom University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52435/jaiit.v3i1.89

Abstract

Pada mesin molen cor kapasitas 50 kg, banyak ditemukan beberapa komponen yang mengalami trouble. Perancangan mesin molen diawali dengan tahap informasi dimana pada tahap ini diketahui komponen kritisnya adalah tabung solar, roda pemindah, sirip pengaduk, knalpot, pulley, kerangka bawah. Kemudian masuk kedalam tahap analisa dilakukan secara analisa teknik dengan membuat diagram FAST (Function Analysis System Technique) dan analisa biaya yang dihasilkan bahwa biaya kerugian kerusakan sebesar Rp. 54.700.000. Kemudian pada tahap kreatif dimunculkan berbagai konsep perbaikan untuk tiap komponen yang kritis yang kemudian pada tahap evaluasi dilakukan perhitungan value untuk memilih konsep mana yang terbaik. Hasil yang diperoleh adalah komponen tabung solar diperbaiki dengan diganti dengan bahan plastik, kerangka bawa diberi penguat pada siku-sikunya, sirip pengaduk diberi penguat dengan besi betoneser, knalpot dipendekkan dan dihadapkan kebawah, Pulley dan roda pemindah ditambah masing-masing satu unit. Kemudian hasil Analisa biaya setelah dilakukannya perbaikan adalah sebesar Rp. 3.190.000.
Peningkatan Kualitas Manufaktur Produk Circuit Breaker-Arc Chute SUPRIYANTO, HARI; SUPRIYANTO, M. FERDIAN RAHMA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 8, No 2: Published May 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v8i2.324

Abstract

ABSTRAKSektor industri kecil dan menengah (IKM) berkontribusi cukup besar dalam perkembangan perekonomian Indonesia. Salah satu IKM yang bergerak di sektor ini adalah usaha circuit breaker. Mereka memiliki permasalahan defect produk. Lean sixsigma dipakai sebagai pendekatan improvement yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dengan cara mengurangi variasi produk. Tiga alternatif solusi, yaitu pelatihan staff, pengadaan fasilitas, dan modifikasi fasilitas. Alternatif perbaikan yang paling optimal untuk setiap proses adalah pelatihan untuk karyawan blanking dan pelatihan untuk karyawan electroplating. Alternatif perbaikan yang dipilih selanjutna diterapkan dengan tujuan meningkatkan sigma level dan mengurangi biaya kualitas. Penerapan alternatif menunjukkan kenaikan nilai sigma untuk proses blanking dari 3.96 sigma menjadi 4.05 sigma. Sedangkan untuk proses electroplating terjadi kenaikan nilai sigma dari 3.20 sigma menjadi 3.51 sigma.Kata kunci: lean, waste, Sixsigma, defect, RCA, FMEA ABSTRACTThe industrial sectors of small and medium enterprises (SMEs) have a considerable contribution to economic development in Indonesia. One SMEs engaged in the business sector is the circuit breaker. The main problem occurs the defected product is quite high and needs improvement, to increase product quality. Lean six sigma is used as improvement approach aimed at improving quality by reducing the variety of products. There are three alternative solutions, namely the training of staff, the purchase of the facility, and modification of the facility. The most optimal alternative for each process is blanking worker training and electroplating worker training. Training in both processes, then applied to increase sigma levels and reduce quality costs. Alternative implementations showed an increasing sigma value for blanking process from 3.96 sigma becomes 4.05 sigma. As for the electroplating process an increasing rate from 3.20 sigma becomes 3.51 sigma. Keywords: lean, waste, Sixsigma, defect, RCA, FMEA