Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENURUNAN LEAD TIME PADA PROSES PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING Supriyanto, Hari; Kusumawardani, Rindi; Rizkiyah, Ega; Anggraini Savitri, Niken
National Multidisciplinary Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): PROCEEDING SEMAKIN E.1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leaf spring adalah salah satu komponen pada suspensi kendaraan. Beberapa permasalahan yang muncul pada proses produksinya adalah defect dan defect. Rata-rata defect per bulan pada produk spring mencapai lebih dari 6%. Angka ini tidak sesuai dengan target yang ditentukan perusahaan. Defect tidak sejalan dengan target perusahaan untuk mencapai zero complain customer. Defect dan defect menyebabkan tingkat kepercayaan konsumen berkurang, meningkatnya biaya dan menyebabkan turunnya profit perusahaan. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi waste, menganalisis akar penyebab permasalahan pada proses produksi leaf spring, dan menurunkan lead time proses produksi, selanjutnya memberikan rekomendasi perbaikan. Langkah yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai dari identifikasi kondisi iexisting serta identifikasi waste menggunakan value stream mapping, dan waste assessment model. Berdasarkan hasil waste assessment model, didapatkan 3 waste kritis yakni defect, inventory dan waiting. Selanjutnya dilakukan analisis akar permasalahan pada waste kritis dengan menggunakan Root Cause Analysis (RCA). Dari RCA dilanjutkan pada Failure Mode and Effect Analysis (FMEA); dengan memberi penilaian pada faktor severity, occurrence, dan detection diperoleh Risk Priority Number (RPN). Nilai RPN tertinggi diberikan rekomendasi perbaikan untuk dapat mengurangi terjadinya waste. Selanjutnya dilakukan evaluasi sehingga dihasilkan future state value stream mapping. Future state value stream mapping berkontribusi terhadap penurunan lead time sebesar 76.67 menit (8.50%) dan penurunan delay sebesar 235.02 menit (36.06%)
Optimizing Distribution Center Network Design for a Cosmetic Manufacturer: A Case Study on Lightening Series Package Product Kusumawardani, Rindi; Rehaldy, Aufa Rais; Savitri, Niken Anggraini
PROZIMA (Productivity, Optimization and Manufacturing System Engineering) Vol. 8 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/prozima.v8i1.1681

Abstract

Ensuring customer satisfaction while maintaining optimal cost efficiency is paramount in designing a successful supply chain structure. This study explores the vital role of service quality and delivery efficiency in achieving customer satisfaction and a superior overall experience through a cost-effective supply chain structure. Furthermore, the strategic positioning of Distribution Centers (DC) and the geographical distribution of consumers serve as additional determinants in the quest to devise the most effective DC scheme that meets consumer expectations. Four simulation scenarios, each with measurable parameters including response time, lead time, and operational costs, were evaluated to identify the most cost-efficient and responsive solution. These parameters encompassed the performance metrics of the supply chain structure model, namely response time and lead time, in conjunction with the total operational cost of each scenario. Our findings reveal that scenario 1 emerges as the most cost-effective with the lowest distribution costs and shortest customer lead time. This scenario consistently maintains the lowest distribution costs from the first to the seventh year. Despite a surge in forecasted demand in the 7th year, resulting in an increase in total distribution costs to Rp. 3,392,793,440, scenario 1 still prevails with overall vehicle costs decreasing and the smallest percentage cost at 17.50%, thus yielding the most economical outcome compared to alternative scenarios. Scenario 4 offers a similar outcome to scenario 1 but incurs higher daily vehicle operating costs. The cost-effectiveness demonstrated by scenario 4 further highlights the significance of strategic DC placement in achieving optimal supply chain outcomes.
Penurunan Rework Product dengan Pendekatan Lean Six Sigma Hupriyanto, Hari -; Kusumawardani, Rindi; Rizkiyah, Ega
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 14, No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v14i1.11569

Abstract

Produk tangki adalah salah satu komponen dalam truk tangki secara keseluruhan. Dengan lead time yang semakin pendek; menuntut perusahaan untuk dapat menghasilkan produk dengan pengiriman yang tepat waktu. Sering terjadi proses produksi berhenti dan menyebabkan kerugian finansial yang tinggi, ini menunjukkan aktifitas yang bersifat non value added.  Aktifitas tersebut menyebabkan timbulnya losses. Diperlukan alat untuk menelusuri penyebab terjadinya waste atau losses pada aktivitas produksi dengan pendekatan lean six sigma. Tools yang dipakai untuk mengidentifikasi permasalahan adalah E-DOWNTIME waste, RCA (root cause Analisys) dan FMEA (Failure modes and effect analysis). Untuk itu diperlukan pengolahan sumber daya dan perusahaan selalu berupaya untuk melakukan perbaikan proses agar dapat berproduksi secara lebih efektif dan efisien melalui pendekatan Lean. Konsep ini dapat mengidentifikasi dan mengeliminasi pemborosan atau kegiatan yang tidak bernilai tambah. Paper ini menyuguhkan kegiatan identifikasi aktivitas yang mengandung pemborosan (waste). Identifikasi dimulai dengan memetakan proses berdasarkan pada value stream mapping dan process activity mapping. Diperoleh hasil bahwa value added activity sebesar 24%, necessary but non value added activity yaitu 44% dan non value added activity sebesar 32%. Diperoleh tiga waste kritis yaitu waiting, defect dan excess processing waste. Nilai sigma awal pada defect waste yaitu sebesar 2,65; nilai sigma ini merupakan permasalahan. Rekomendasi perbaikan adalah pembmntukan tim dan pengawas SOP dan pengadaan pelatihan guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga kerja. Dengan penerapan alternatif solusi, terjadi kenaikan nilai sigma sebesar 3.25 dan terjadi pengurangan biaya sampai 34%.
Understanding Remanufacturing Business in Indonesia: Insights from an Initial Survey Anityasari, Maria; Fernando, Antonius; Suhariyanto, Tatbita Titin; Sari, Komang Nickita; Kusumawardani, Rindi; Akbar, Reza Aulia
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2024: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.5413

Abstract

Purpose: This study aims to investigate the current state and challenges of remanufacturing practices in Indonesia, particularly in the heavy equipment sector, including key barriers and opportunities identification. Methodology: A survey involving 23 companies working in the heavy equipment sector was conducted to gather their remanufacturing practices, challenges, and perspectives. The study examines issues related to definitions, regulations, core availability, and quality assurance of remanufactured items. Results: The survey reveals wide variety and inconsistencies in defining remanufacturing due to the absence of standardized definitions and government regulations. This triggers complexities in business process especially in sourcing high-quality cores and communicating the quality of remanufactured items to consumer. Applications/Originality/Value: The findings highlight the need for future research to create a conducive ecosystem for remanufacturing in Indonesia including regulation and policy development. This study provides valuable insights for enhancing the development of the remanufacturing industry.
Kontekstualisasi Pembelajaran, Penggerak Ekonomi Serta Pengelola Pendidikan untuk Meningkatkan Literasi mengenai Produksi dan Produktivitas Suef, Mokhammad; Prasetyawan, Yudha; Latiffianti, Effi; Savitri, Niken Anggraini; Ciptomulyono, Udisubakti; Wiratno, Stefanus Eko; Kusumaningrum, Ajeng Wardhani; Rahmaningtyas, Ivana; Naifah, Sonia Ratnaduhita Nurani; Handaningtyas, Inggrid; Wiscahyo, Gelar; Putra, Riyan Afnanda; Yani, Beta Fitri; Nabila, Debby Dea; Rashida, Ailsa Dahayu; Kusumawardani, Rindi
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2583

Abstract

Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) menghadirkan tantangan besar dalam dunia pendidikan. Mahasiswa dituntut untuk menguasai pengetahuan teoritis dan praktis dalam menghadapi dinamika tersebut. Program kontekstualisasi pembelajaran yang melibatkan mahasiswa, penggerak ekonomi, dan pengelola pendidikan melalui forum Larasdikdudi, diharapkan mampu menjawab tantangan ini. Metode yang diterapkan meliputi focus group discussion, penyusunan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan, generating business idea, mentoring peserta, pitching ide bisnis dan evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontekstualisasi pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan praktis, kemampuan berpikir kritis, dan problem-solving di kalangan mahasiswa dan siswa. Selain itu, program ini juga berhasil menciptakan trainer yang memiliki kapabilitas untuk menyebarkan ilmu pengetahuan dan pemahaman teori ke masyarakat luas. Dengan demikian, program pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu membantu mahasiswa dan siswa beradaptasi dengan tantangan VUCA dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini juga dapat menciptakan Kontekstualisasi pembelajaran untuk mendorong penggerak ekonomi di era VUCA.
SUPPLY CHAIN RISK MANAGEMENT IN THE FERTILIZER COMPANY USING INTERPRETIVE STRUCTURAL MODELLING (ISM) AND HOUSE OF RISK (HOR) Savitri, Niken Anggraini; Kusumawardani, Rindi; Ramadani, Nabila
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v8i1.104-111

Abstract

ABSTRAK Pertanian memegang peran penting di Indonesia, khususnya dalam pembangunan ekonomi. Untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia, potensi risiko terhadap keseluruhan proses produksi dan distribusi harus dikelola dengan tepat. Pupuk merupakan salah satu komponen kunci yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan agraria. Namun, risiko dalam rantai pasok pupuk dapat mempengaruhi ketersediaan produk dan perlu dimitigasi untuk memastikan aliran produk yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dalam rantai pasok pupuk dan keterkaitan antara risiko tersebut. Dengan menggunakan studi kasus PT X, salah satu perusahaan pupuk di Indonesia, penelitian ini mengevaluasi kejadian dan penyebab risiko tersebut, mengidentifikasi area prioritas untuk manajemen risiko, dan memberikan rekomendasi untuk tindakan mitigasi risiko dalam proses bisnis PT X. Model Supply Chain Operations Reference (SCOR) digunakan untuk mengidentifikasi proses bisnis dalam rantai pasokan PT X. Dari proses bisnis, 46 peristiwa risiko diidentifikasi. Setelah itu, Interpretive Structural Modeling (ISM) dilakukan untuk menilai keterkaitan antara elemen risiko dan menentukan elemen risiko prioritas di antara peristiwa risiko. Proses ini menghasilkan 21 peristiwa risiko prioritas utama. Peristiwa risiko ini kemudian diprioritaskan menggunakan House of Risk (HOR) Tahap I, yang menghasilkan tiga agen risiko prioritas. Langkah terakhir adalah HOR Tahap II, di mana enam tindakan preventif dirumuskan sebagai strategi mitigasi risiko. ABSTRACT Agriculture holds a critical role in Indonesia, particularly in economic development. To ensure the sustainability of the agricultural sector in Indonesia, potential risks to the overall production and distribution processes must be appropriately managed. Fertilizer is one key component that is fundamentally required in agrarian activities. However, risks in the fertilizer supply chain could affect the availability of the product and need to be mitigated to ensure the effective and efficient flow of the product. This research aims to identify the risks in the fertilizer supply chain and the interrelationships between these risks. Using a case study of PT X, one of the fertilizer companies in Indonesia, this research evaluates the occurrences and causes of these risks, identifies priority areas for risk management, and provides recommendations for risk mitigation actions in PT X's business processes. The Supply Chain Operations Reference (SCOR) model is used to identify the business processes in PT X's supply chain. From the business process, 46 risk events are identified. Afterward, Interpretive Structural Modeling (ISM) is performed to assess the interrelationships between the risk elements and determine the priority risk elements among the risk events. This results in 21 key priority risk events. These risk events are then prioritized using House of Risk (HOR) Phase I, which results in three priority risk agents. The final step is HOR Phase II, where six preventive actions are formulated as risk mitigation strategies.
Enhancing Pharma Manufacturing Efficiency: Integrating Lean Six Sigma and Fuzzy FMEA for Waste Reduction Kusumawardani, Rindi; Widyatmoko, Adiyodha Ayudha
Spektrum Industri Vol. 22 No. 2 (2024): Spektrum Industri - October 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v22i2.199

Abstract

In pharmaceutical manufacturing, inefficiencies such as waiting times, excessive material usage, and packaging defects can significantly impact productivity and quality. This study adopts a Lean Six Sigma approach, integrating lean manufacturing and six sigma methodologies, to systematically address these challenges. Through Process Activity Mapping (PAM), it was determined that value-added (VA) activities account for approximately 63% of total production activities, while non-value-added (NVA) and essential non-value-added (ENVA) activities contribute about 34% and 4%, respectively. Critical waste was identified using the genba shikumi method, followed by Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) to determine Risk Priority Numbers (RPNs). Fuzzy logic was applied to prioritize the suggested improvements for more accurate risk assessments. Key recommendations based on Fuzzy RPN rank include, enhancing bulk product quality before printing, implementing rigorous inspections of the printing process, optimizing machine utilization, and adjusting production schedules using the Shortest Processing Time (SPT) method.