I Ketut Suratha
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kajian Geografi Ekonomi Tentang Distribusi Pemasaran Hasil Pertanian Sayuran Pada Pasar Induk Sayur-Mayur Baturiti di Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan Suarsana, I Wayan; suratha, i ketut; Astawa, Ida Bagus Made
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v4i2.20547

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Pasar Induk Sayur-Mayur Baturiti di Kecamatan BaturitiKabupaten Tabanan dengan tujuan: (1) mendeskripsikan variasi jenis peranan pelaku distribusipemasaran hasil Pertanian sayuran (2) menggambarkan variasi proses transaksi dalam distribusipemasaran hasil pertanian sayuran (3) memetakan pola distribusi pemasaran hasil pertaniansayuran. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif dengan sampel sejumlah 43pelaku distribusi pemasaran hasil pertanian di Pasar Induk Sayur-Mayur Baturiti yang diambilsecara Aksidental Sampling. Data diperoleh melalui metode observasi, pencatatan dokumen danwawancara yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan pendekatankeruangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jenis peranan pelaku kegiatan distribusipemasaran hasil pertanian sayuran di Pasar Induk Sayur-Mayur Baturiti meliputi agen (berperanmenjual sayuran yang dititipkan oleh petani) pengepul (berperan membeli sayuran dari agen danmenjualnya kepada pedagang besar) pedagang besar (berperan mejual sayuran kepadapengecer). Variasi proses transaksi dalam distribusi pemasaran hasil pertanian sayuran padaPasar Induk Sayur-Mayur Baturiti ada tiga yaitu: promosi, penentuan jenis dan jumlah, danpenentuan harga sayuran yang didistribusikan. Pola distribusi pemasaran hasil pertanian sayurandi Pasar Induk Sayur-Mayur Baturiti dilihat dari daerah asal sayuran hanya berasal dari desayang ada di Kecamatan baturiti dan dilihat dari tujuan daerah pemasarannya, dipasarkan di luarKecamatan Baturiti yaitu di daerah kabupaten yang ada di Bali.
NASIB PERTANIAN DI TENGAH ANCAMAN IKLIM GLOBAL I Ketut Suratha
Media Komunikasi Geografi Vol. 14 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v14i1.1749

Abstract

Sampai saat ini Indonesia masih menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Mengingat negara Indonesia terkenal sebagai negara kepulauan dengan sumber daya alam yang melimpah, memungkinkan bangsa Indonesia tidak kekurangan bahan pangan. Namun, realita membuktikan sampai saat ini Indonesia masih bergantung pada produk impor, bahkan produk-produk imporitu mampu mengalahkan produk dalam negeri. Perubahan iklim merupakan perubahan unsur-unsur iklim dalam jangka waktu panjang (50-100 tahun) yang dipengaruhi oleh kegiatan manusia yang menghasilkan gas rumah kaca. Perubahan iklim global merupakan salah satu buah kemajuan peradaban manusia, yakni masyarakat industrial yang dilandasi iptek modern. Semakin meningkatnya suhu permukaan bumi sebagai akibat remisi rumah kaca yang berlebihan menimbulkan fenomena yang disebut pemanasan global (global warming), menyebabkan terjadinya perubahan iklim global, regional dan lokal. Fenomena ini yang amat dikhawatirkan banyak pihak, mengingat dampaknya dapat mengancam kelangsungan aktivitas pertanian. Kata kunci: pertanian, iklim global.
Eksistensi Sistem Subak Di Era Modern I Ketut Suratha
Media Komunikasi Geografi Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v14i2.2195

Abstract

Subak adalah organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur system pengairansawah yangdigunakan dalam bercocok tanam padi di Bali. Sebagai suatu organisasi, subakmempunyai pengaruh dengan awig-awig (aturan-aturan keorganisasian), baik tertulis maupuntidak tertulis. Subak memiliki sumber air bersama. Sumber air bersama ini dapat berupaempelan (bendungan) di sungai, mata air, air tanah, ataupun saluran utama suatu systemirigasi yang melengkapi beberapa subak.Secara eksternal, subak mempunyai fungsi dan peranan yang sangat penting salampembangunan pertanian dan pedesaan di Bali yaitu pelaksanaan berbagai pembangunanpertanian lahan basah serta dalam hal menunjang pembangunan KUD.Secara internal, subak mempunyai peranan, fungsi dan tugas yang sangat penting danmutlak bagi kehidupan anggota-anggotanya dalam hubungan dengan pertanian. Untukmenjaga subak supaya tetap eksis, perlu adanya transformasi pada organisasi tersebut tanpamengubah nilai-nilai budayanya. Seperti mendorong dan memfasilitasi pembentukan wadahkordinasi antar subak dalam lingkungan suatu tujuan-tujuannya yaitu mencegah timbulnyakonflik dalam pemanfaatan air antar subak dengan pada bendungan yang sama,mengkoordinasikan pengalokasian air secara lebih adil, pengaturan pola tanam dan jadwaltanam antar subak yang terkait.Kata kunci: eksistensi subak, era modern
KRISIS PETANI BERDAMPAK PADA KETAHANAN PANGAN DI INDONESIA I Ketut Suratha
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i1.10172

Abstract

Petani memiliki peranan penting dalam perkembangan suatu bangsa. Oleh karena setiap manusia hidup memerlukan berbagai kebutuhan hidupnya, petani berperan penting bagi penyedia berbagai keperluan tersebut. Di dalam suatu negara, petani membantu memenuhi kebutuhan pangan bagi kebutuhan negaranya. Indonesia merupakan  negara agraris. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah petani di Indonesia tahun 2013 mencapai 31, 70 juta orang yang terbagi ke dalam sektor tanaman pangan, holtikultural, perkebunan, peternakan, budidaya ikan,  penangkapan ikan dan kehutanan. Indonesia sebagai negara agraris, yang sebagaian besar penduduknya bekerja di bidang pertanian, tergantung pada keberhasilan petaninya untuk mendukung ketahanan pangan di Indonesia. Petani yang ada di Indonesia membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi seluruh penduduk yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, petani yang ada di Indonesia harus diperhatikan dengan baik agar Indonesia yang sebagai negara agraris dapat terus memasok pangan yang bersumber dari petani dalam negeri.