Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Kebutuhan psikologis pada pecandu narkoba (Tinjauan kualitatif dengan teknik journaling sebagai metode penggalian data) Budisetyani, I Gusti Ayu Putu Wulan; Swandi, Ni Luh Indah Desira
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 02 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.832 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p20

Abstract

Indonesia darurat narkoba. Jumlah penyalahguna dan pecandu narkoba di Indonesia menunjukkan peningkatan jumlah setiap tahunnya. Aparat kepolisian dan BNN (Badan Narkotika Nasional) telah berusaha untuk memutus tali peredaran narkoba dan memberikan rehabilitasi bagi para penyalahguna dan pecandu narkoba. Tetapi pada kenyataannya 70% mantan pecandu narkoba mengalami kambuh dan kembali mengonsumsi narkoba. Program rehabilitasi medis dan sosial telah diberikan kepada pecandu narkoba tetapi pada pelaksanaannya program rehabilitasi tersebut dijalankan lebih pada konsep punitive daripada rehabilitative, sehingga kebutuhan psikologis para pecandu kurang diperhatikan. Program rehabilitasi diberikan untuk memulihkan dampak fisik dan psikologis yang ditimbulkan akibat penggunaan narkoba dalam jangka waktu tertentu, seperti misalnya gangguan pada kemampuan komunikasi yang dialami pecandu. Berdasarkan paparan tersebut penelitian ini bertujuan untuk menggali kebutuhan psikologis pada pecandu narkoba dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan teknik journaling. Data yang didapat dianalisis melalui empat tahapan yaitu categorical aggregation, direct interpretation, mencari pola (pattern), dan naturalistic generalization. Hasil penelitian ini mendapatkan 6 kebutuhan psikologis pada pecandu narkoba yaitu need of aggression, need of abasement, need of affiliation, need of play, need of sex, need of succorance. Kata kunci: Kebutuhan psikologis, pecandu narkoba, rehabilitasi
Faktor-faktor yang Memengaruhi Regulasi Emosi Individu dengan Perilaku Non-Suicidal Self-Injury (NSSI): Tinjauan Literatur Darapatni, Desak Ayu Shanka Putti; Swandi, Ni Luh Indah Desira
Tabularasa: Jurnal Ilmiah Magister Psikologi Vol 6, No 2 (2024): Tabularasa : Jurnal Ilmiah Magister Psikologi, Juli
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/tabularasa.v6i2.3696

Abstract

This study aims to identify factors that influence emotion regulation in individuals with Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) behavior. This study was conducted using the literature review method with a narrative approach by identifying seven quantitative research articles. Non-suicidal self-injury (NSSI) has been associated with the occurrence of decreasing emotion regulation ability. Emotion regulation is an individual's strategy in regulating, feeling, and expressing their emotions. Most studies on NSSI behavior have focused on emotion regulation viewed as an important variable. However, only a few pieces of literature discuss factors influencing emotion regulation in NSSI individuals. This study found that there are two main factors, namely individual and environmental, which influence how NSSI individuals regulate their emotions. Individual factors consist of (1) biological and brain systems; (2) sex and gender; (3) neuroticism; (4) coping self-efficacy; (5) body regard; (6) sleep quality and physical activity, and; (7) borderline personality traits. Furthermore, two environmental factors were found to be influential: (1) social support; and (2) attachment. These findings are expected to provide information to improve the emotion regulation ability in individuals with NSSI behavior.
Indonesian Cultural Values as Pillars of Academic Resilience: A Study on Indonesian Higher Education Students Kaloeti, Dian Veronika Sakti; Kurnia S, Ayu; Swandi, Ni Luh Indah Desira; Lufityanto, Galang; Indrawati, Nur Diana
Indonesian Values and Character Education Journal Vol. 7 No. 2 (2024): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ivcej.v7i2.84545

Abstract

This study identifies the challenges faced by students in higher education, which require academic resilience to overcome effectively. The study aims to analyze the role of local Indonesian values, such as "gotong royong" (mutual cooperation), "tawakall" (trust in God), and "kesederhanaan" (simplicity), in shaping students' academic resilience. The research method employed is a qualitative approach using focus group discussions, involving 82 undergraduate students from three major cities in Indonesia. Data collection was conducted through guided group discussions that explored students' experiences and perspectives on academic resilience. Data analysis was carried out thematically to uncover the contributions of local values to academic resilience, such as perseverance, adaptability, and problem-solving skills. The findings of the study indicate that local Indonesian values play a crucial role in shaping students' academic resilience by providing a foundation for perseverance and adaptability. The study also discusses the importance of integrating local values into educational practices and research at universities to create a resilient academic environment. The conclusion of this study is that collaborative efforts among university stakeholders are essential to promoting local values in strengthening students' academic resilience.
Gambaran Perilaku Seksual Pranikah Pada Mahasiswa Aini, Nurul; Swandi, Ni Luh Indah Desira; Harumi, B. Primandini Yunanda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25067

Abstract

Perilaku seksual pranikah terdapat dalam beberapa bentuk dan dampak yang ditimbulkan. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk perilaku seksual pranikah. Terdapat dua halyang menjadi bahasan utama dalam penelitian, yaitu 1) bentuk- bentuk perilaku seksual pranikah, 2) faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah, Terdapat sepuluh literatur yang ditelaah dalam studi literatur ini.
Peran Adversity Intelligence terhadap Kecemasan pada Mahasiswa Psikologi dalam Tahap Emerging Adulthood Putri, Ni Made Diah Paramitha; Swandi, Ni Luh Indah Desira
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 8 No. 1 (2024): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v8i1.3015

Abstract

Mahasiswa yang berada pada masa emerging adulthood akan menghadapi berbagai tantangan dalam rangka mengeksplorasi identitas. Tidak jarang mahasiswa mengalami kecemasan saat menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan untuk mencapai tujuannya. Adversity intelligence dapat membantu mahasiswa untuk menurunkan kecemasan yang dialami agar tidak mengarah kepada kecemasan yang lebih parah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran adversity intelligence terhadap kecemasan mahasiswa yang berada pada tahap perkembangan emerging adulthood. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 210 orang mahasiswa aktif Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang diambil dengan teknik sampling disproportionate stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Kecemasan dan Skala Adversity Intelligence. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,787 dengan nilai determinasi (R2) sebesar 0,620 yang menunjukkan bahwa adversity intelligence memiliki peran sebesar 62% terhadap kecemasan mahasiswa. Koefisien beta terstandarisasi adversity intelligence sebesar -0,787 dengan taraf signifikansi 0,000 (p<0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adversity intelligence berperan dalam menurunkan kecemasan mahasiswa psikologi pada tahap emerging adulthood.
Perspektif Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus terhadap Pelaksanaan Pendidikan Inklusi: Temuan dari Tinjauan Literatur Qistan, Ray Rafiqin; Swandi, Ni Luh Indah Desira
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i5.5946

Abstract

Perspektif orang tua anak berkebutuhan khusus menjadi salah satu integral yang memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan pendidikan inklusif. Penelitian ini mencari tahu tentang bagaimana perspektif orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus terhadap sekolah inklusi. Studi literatur ini meninjau 8 artikel jurnal yang diperoleh dari Google Scholar dan Pubmed. Hasil analisis menunjukkan bahwasanya orang tua mempunyai perspektif positif dan negatif terhadap sekolah inklusi. Perspektif positif orang tua berupa keyakinan mereka bahwa sekolah inklusi akan dapat mendukung interaksi sosial anak, mengoptimalkan potensi anak, serta memberikan dukungan yang positif bagi anak. Sebaliknya, perspektif negatif berupa kekhawatiran orang tua akan bullying, kualifikasi guru yang kurang kompeten, serta fasilitas yang tidak memadai. Temuan ini menekankan pentingnya responsivitas terhadap perspektif orang tua untuk restrukturisasi kebijakan didasarkan pada keterlibatan orang tua dalam pengambilan keputusan dan evaluasi. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam pengambilan keputusan dan evaluasi perlu diperhatikan agar kebijakan yang diterapkan menciptakan lingkungan aman, inklusif dan mendukung perkembangan anak.
Reasons for Women to Stay in Violent Dating Relationships: Literature Review Swasti, Ni Kadek Candra; Swandi, Ni Luh Indah Desira; Wulanyani, Ni Made Swasti
Sinergi International Journal of Psychology Vol. 1 No. 1 (2023): May 2023
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/psychology.v1i1.51

Abstract

In reality, dating relationships are not always fill up by positive romantic relationships. There are many deviant dating behaviors that lead to cases of violence. Interestingly, although dating violence clearly has many negative impacts on various aspects, some women decide to stay in the relationship. This article aims to analyze and summarize research findings regarding the reasons for why women persist in violent dating relationships. This research uses literature study methods. Article searches were conducted through Google Scholar and Garuda with the keywords "kekerasan dalam pacaran", "dating violence", and "abusive relationships". The results of the study raised ten main themes about the reason why women stay in abusive dating relationships, namely: pessimistic feelings about new relationships, feeling trapped in dating violence, fulfilling affection needs, dependence on partners, positive expectations in relationships, positive views of partners, considering conflict in relationships to be normal, social influences, scared to talk about dating violence, and other factors such as religion, duration of relationship, and individual age.
Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Penerimaan Diri Pada Remaja Putri Pengguna Media Sosial Instagram Jyoti Sara, I Gusti Ayu Savitri; Swandi, Ni Luh Indah Desira
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 9.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The emergence of the term “body goals” on Instagram certainly makes body shape a matter that must be considered by most individuals, including teenagers, especially adolescent girls. Adolescent girls who are experiencing physical changes in themselves, of course, must be accepted by adolescent girls. This study aims to see if there is a relationship between body image and self-acceptance in adolescent girls who use Instagram. This study uses quantitative methods and uses incidental sampling techniques involving 103 respondents with an age range of 16 years to 19 years. Data collection was carried out by distributing questionnaires online using the Body Image Scale and Self-Acceptance Scale. Data were analyzed using Spearman's Rho Correlation Test. The results showed that there was a significant relationship between aspects of appearance evaluation, satisfaction with body parts, anxiety about being fat, and body categorization with self-acceptance variables (p < 0.05). Meanwhile, there is no significant relationship between aspects of appearance orientation and self-acceptance variables.
Kecerdasan Emosi Sebagai Faktor Penghambat Kenakalan Remaja Paramitha, Made Ayu Tiara; Swandi, Ni Luh Indah Desira
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 9.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan sosok yang mudah terpengaruh dikarenakan masih dalam tahap pencarian jati diri dan cenderung memiliki sifat hiperbola. Penelitian ini menggunakan metode mencari jurnal dengan topik yang sama dan setelah mencari makan didapatkanlah bahwa kecerdasan emosional itu dapat menjadi faktor penghambat kenakalan pada remaja, semakin tinggi kecerdasan emosional maka akan semakin rendah juga tingkat kenakalan pada remaja
Literature Review : Kontribusi Kritik Diri Terhadap Kondisi Psikologis Remaja Trisna Kusuma Putri, Putu Justin Leonita; Swandi, Ni Luh Indah Desira
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.12860

Abstract

Pada fase remaja, individu memiliki ambisi yang semakin meninggi, sering tidak realistis, dan pemikirannya terlalu idealis. Seringkali remaja menyalahkan diri sendiri karena sesuatu yang tidak mereka terima di kehidupan nyata. Sehingga, dengan kata lain remaja seringkali memiliki penilaian atau kritik terhadap dirinya sendiri ketika berinteraksi dalam kehidupan sosialnya. ketika individu mengarahkan kritik dirinya untuk selalu berpikiran negatif tentang dirinya atau mencaci maki dirinya maka muncul sikap kritik diri tinggi yang dapat mempengaruhi harga diri seseorang dan berdampak negatif pada kondisi psikologis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan merangkum temuan-temuan penelitian mengenai kontribusi kritik diri terhadap kondisi psikologis remaja. Metode yang digunakan adalah kajian literatur. Pencarian artikel dilakukan melalui google scholar, sciencedirect.com, dan EBSCO dengan kata kunci “self-criticism”, “kritik diri”, dan “self-criticism in adolescence”. Hasil penelitian mengungkap enam tema besar, yaitu gejala depresi, gangguan makan, ide bunuh diri, gejala kecemasan, menyakiti diri sendiri, dan dampak psikologi lainnya. Sehingga perlu dikembangkan intervensi yang tepat untuk mengurangi kritik diri dan meningkatkan kesejahteraan mental khususnya pada remaja.