Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Di Era Revolusi Industri 4.0 Berlandaskan Pada Konsep Panca Upaya Sandhi I Wayan Aryawan
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v5i2.22519

Abstract

Terkait dengan kepemimpinan, masyarakat Hindu di Bali memilki nilai kearifan lokal yang digunakan sebagai landasan dalam menjalankan kepemimpinan yang disebut Panca Upaya Sandhi. Jika kearifan lokal ini dapat dipertahankan dan diterapkan sejalan dengan gaya kepemimpinan modern saat ini, diharapkan akan dapat mengoptimalkan kualitas kepemimpinan yang dijalankan dan juga dapat menjaga nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi kepemimpinan Kepala Sekolah di era revolusi industri 4.0 berlandasakan pada konsep Panca Upaya Sandhi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, dimana informasi diperoleh dari buku literatur, jurnal, peraturan, laporan penelitian, karangan ilmiah, media massa dan sumber-sumber tertulis baik cetak maupun elektronik. Hasil penelitian ini yaitu strategi kepemimpinan Kepala Sekolah yang dapat diterapkan di era revolusi industri 4.0 terdiri dari strategi kepemimpinan yang berorientasi pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana dan prasana penunjang di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), kepemimpinan yang terbuka, kepemimpinan yang siap menghadapi ketidak-terdugaan, kepemimpinan yang bereaksi cepat terhadap perubahan yang ada, kepemimpinan yang berorientasi pada hasil, kepemimpinan dengan formula 4C yaitu critical thinking, creativity, communication, collaboration, dan kepemimpinan yang mampu mengembangkan jiwa kewirausahaan. Strategi kepemimpinan ini dapat dioptimalkan dengan dilandasi filosofi Panca Upaya Sandhi yang terdiri dari Maya, Upeksa, Indra Jala, Vikrama, dan Lokika.
Penerapan Kepemimpinan Asta Brata dalam Pendidikan dari Sudut Pandang Teori Konflik I Wayan Aryawan
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v7i1.31628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kepemimpinan berlandaskan filosofi Asta Brata dalam pendidikan dari sudut pandang Teori Konflik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data diperoleh melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian ini yaitu filosofi Asta Brata merupakan filosofi yang menuntun seorang pemimpin memiliki sifat dari delapan dewa dalam agama Hindu yang terdiri dari Indra Brata, Yama Brata, Surya Brata, Candra Brata, Bayu Brata, Kuwera Brata, Baruna Brata, dan Agni Brata. Kepemimpinan Asta Brata dari sudut pandang teori konflik merupakan konsep kepemimpinan yang dapat digunakan sebagai peredam konflik. Pemimpin dalam hal ini kepala sekolah seharusnya memiliki sifat kedewataan sehingga dapat lebih bijaksana dalam menjalankan kepemimpinannya di lingkungan sekolah. Dengan sifat kedewataan yang diterapkan diharapkan konflik yang terjadi dapat dikelola menjadi konflik ke arah yang positif sehingga apa yang menjadi visi, misi dan tujuan sekolah dapat tercapai.
Implementasi Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Menunjang Prestasi Belajar Peserta Didik di SD Dwijendra Denpasar I Wayan Aryawan; Ayu Try Lestari; Selvi Virginia
Widya Accarya Vol 14 No 1 (2023): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.14.1.1364.5-12

Abstract

Di dalam Manajemen Berbasis Sekolah salah satunya ada manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu faktor penunjang dalam pencapaian keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Untuk pencapaian keberhasilan tersebut tentunya harus didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai disertai dengan pengelolaan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi manajemen sarana dan prasarana di SD Dwijendra Denpasar. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sarana prasarana SD Dwijendra Denpasar dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu perencanaan dengan cara menyusun rencana anggaran biaya, proses pengorganisasian yaitu dengan melakukan pendistribusian barang sesuai kebutuhan kelas dan pemeliharaan sarana prasarana oleh seluruh warga sekolah. Proses controlling dilakukan oleh tiap guru kelas. Apabila terdapat barang yang rusak maka akan diproses sesuai kerusakannya. Barang rusak yang memungkingkan untuk diperbaiki akan dilaporkan untuk perbaikan. Jika tidak memungkinkan untuk diperbaiki maka akan diproses untuk penghapusan barang ke Yayasan Dwijendra. Efek dari kelengkapan sarana prasarana yang tersedia sangat menunjang semangat belajar dan prestasi belajar siswa.
NILAI FILOSOFIS DAN TATA CARA PEMBANGUNAN "PELINGGIH GEDONG SAREN" I Nyoman Gde Suardana; I Wayan Aryawan; Desak Made Sukma Widiyani
Jurnal Anala Vol. 6 No. 1 (2018): ANALA
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.054 KB) | DOI: 10.46650/anala.6.1.585.53-72

Abstract

The concept of Bali Building is still a tourist attraction not only for tourists but also various researchers who want to explore the meaning and function of the building. It can not be denied that the beauty of Balinese buildings is one of the factors that make up the natural beauty of Bali including the religious atmosphere in it. The house as the most dominant building in a residential area, also has its own characteristics in Bali. Rumah Bali can certainly have a place / means of worship commonly called Sanggah / Merajan. Even according to the Hindu concept, Sanggah / Merajan is the most important building in a house / residence. Pelinggih Gedong Saren is one part of Sanggah / Merajan. This building is an ancestral heritage that needs to be developed and preserved. Until now, the manuscripts that talk about Pelinggih Gedong Saren in particular are quite rare. So it is very necessary to conduct a special study on Pelinggih Gedong Saren so that later can be used as a consideration in the planning or making Pelinggih Gedong Saren in a Merajan or Sanggah. There are still many secrets and uniqueness in Pelinggih Gedong Saren, which notabena is an important building in the holy place of Hindu family. This research is a descriptive reasearch, which is intended for exploration and clarification of a phenomenon or social reality, by describing a number of variables concerning the problem and the unit under investigation. This type of research is not intended to attract a generation that causes a symptom or a social reality. Therefore, this study does not use and do not perform hypothesis testing because it is not intended to build and develop theory treasury. This study uses two types of data, namely primary and secondary. Primary data obtained from the results of research into the object (field) obtained directly through interview / interview and also observation. While the secondary data obtained from the study of literature, literature and lontar associated with this research. Furthermore, the analysis is done by descriptive analysis method that is a technique that try to describe and describe a problem (research variable) to be an analysis that able to explain each problem (research variable) is clear. In the future, the development of tourism will depend on the Spirit of Tourism itself. For Bali, known as the world's best destination, culture, customs, as well as the uniqueness of Bali that breathes Hinduism is the spirit of tourism itself. Understanding the meaning of each building that is a supporter of beauty and has an important function in the religious life of society is the long-term goal of this research. Keywords: philosophical values, development, gedong saren.