Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pemanfatan Temu Mangga dan Sambiloto untuk Imunitas Tubuh Pujimulyani, Dwiyati; Suryani, Chatarina Lilis; Astuti, Devi Fitri; Saputra, Jumadil
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 11, No 2 (2023): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/berdikari.v11i2.17272

Abstract

Indonesia is located on the equator with a rich potential of local spices, for example, white turmeric of Curcuma Mangga (Curcuma mangga Val.) and Sambiloto leaves (Andrographis paniculata). These two food ingredients are only sold in fresh form because some people do not know how to process them properly and practically. Curcuma mangga can be processed into instant, ready-to-drink powder that is easy to consume. Not only that but curcuma mangga and sambiloto leaves also contain antioxidants such as polyphenols, which can be useful for increasing immune power. The purpose of this service is for partners to understand the benefits of Curcuma Mangga and Sambiloto leaves. The outreach activity was held on November 23, 2022, and was attended by 21 Himatepa-HMPPI UMBY administrators and 54 NREC Universiti Malaysia Terengganu. This activity includes counseling and training about the benefits of Curcuma Mangga and Sambiloto leaves and how to market them. The counseling also discussed how to process instant powder and Sambiloto. This service program resulted in partners understanding the benefits of Curcuma Mangga and Sambiloto leaves to increase immunity and its marketing strategies. The panelists liked the overall instant mango powder product with a score of 3.95. Partners can also increase their entrepreneurial abilities by producing instant powder from Curcuma Mangga and Sambiloto.
Physicochemical Characterization of Simplicia Sambiloto (Andrographis paniculata) Powder with Types and Concentrations of Reagents in the Formation of Zn-Chlorophyll Complexes: Karakterisasi Fisikokimia Bubuk Simplisia Sambiloto (Andrographis Paniculata) dengan Jenis dan Konsentrasi Reagen dalam Pembentukan Kompleks Zn-Klorofil Aziz, M Rifqi; Suryani, Chatarina Lilis; Fitri, Ichlasia Ainul
JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) Vol. 9 No. 1 (2024): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jitipari.v9i1.8982

Abstract

During the process of making sambiloto simplicial which involves heat, it can cause degradation of chlorophyll. Increasing the stability of chlorophyll can be done by forming Zn-chlorophyll complexes with metals which are be able to form complexes where more stable than Mg such as by using Zn. The aim of this research is to determine how the physical and chemical characteristics of the bitter simplicia powder produced are influenced by the type of reagent and the concentration of the reagent when heated in an oven. Simplicia bitter powder is made through a sorting, grinding and sieving process. Next, the zinc chloride and zinc acetate reagents were mixed with concentrations of 0, 200, 300, 400, and 500 ppm, and then dried. The results showed a real effect (p value <0.05) of the interaction between the types of ZnCl2 and Zn acetate reagents and the reagent concentration on color intensity, color stability, water content, ash content and chlorophyll content. The higher the concentration of ZnCl2 and Zn acetate, the higher the water content, ash content, chlorophyll content, L*, and -a*, while b* and ∆E decrease. At a concentration of 500 ppm ZnCl2 showed an increase in water, ash, chlorophyll, ∆E, L*, and a* content while b* decreased. Meanwhile, Zn acetate 500 ppm moisture content, ash content, chlorophyll content, L*, and ∆E decreased, while a* and b* increased. Sambiloto simplicia powder which has the highest chlorophyll content is Zn acetate 400 ppm, with characteristics of water content 6.81% ww, ash content 15.74% ww, total chlorophyll 397.97 mg/100 g ww, green color intensity (-a) -2.93, and ∆E 5.48.
KAJIAN PEMAHAMAN ARTI PENTING DIET SEHAT BAGI MAHASISWA Suryani, Chatarina Lilis; Murti, Siti Tamaroh Cahyono; Chandra, Albert Yakobus
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v3i1.3721

Abstract

Pada saat ini obesitas telah banyak menyerang orang muda. Mahasiswa adalah generasi muda penerus bangsa, harus mengetahui dan memahami cara diet sehat.Untuk mengetahui pemahaman mahasiswa terhadap diet yang sehat telah dilakukan survei dengan responden 121 mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta.Instrumen survei yang digunakan adalah kuisioner yang terdiri dari 1) pertanyaan karakteristik pribadi responen yang meliputi jenis kelamin, umur, berat badan, dan tinggi badan, 2) aktivitas responden meliputi aktivitas olah raga dan bekerja/belajar, 3) pola makan yang meliputi kebiasaan makan, konsumsi makanan siap saji serta pengetahuan tentang pangan rendah kalori, serta 4) pengetahuan tentang indeks masa tubuh dan kesehatan. Kusioner diupload secara online melalui google form sehingga mempermudah sampling. Data hasil sampling dianalisis dengan metode deskritif kuantitatif dan kualitatif. Hasil survei menunjukkan bahwa kesadaran mahasiswa untuk makan secara teratur masih rendah, sebagian besar mahasiswa melewatkan makan pagi sehingga mengubah pola makan yang dapat menyebabkan resiko penyakit degeneratif. Sebagian besar mahasiswa telah memahami arti pening aktivitas fisik baik dengan olah raga maupun jalan kaki. Namun masih perlu ditingkatkan pemahamannya terhadap cara diet yang sehat.
Pengaruh Variasi Penambahan Pati Ubi Jalar Putih (Ipomea batatas L.) dan Plasticizer terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Stabilitas Warna Nori Artifisial Pandan (Pandanus amaryllifolius) Awangningrat, Prabu Aria; Suryani, Chatarina Lilis; Sari, Yuli Perwita; Wariyah, Chatarina
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1478

Abstract

Nori artifisial pandan memiliki potensi sebagai alternatif pengganti nori rumput laut. Namun, klorofil pada pandan mudah terdegradasi oleh panas. Stabilisasi Zn-klorofil dapat ditingkatkan dengan membentuk kompleks Zn- klorofil dengan reagen ZnCl2. Pati ubi jalar dan plasticizer digunakan untuk memperbaiki karakteristik nori. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh variasi penambahan pati ubi jalar putih dan konsentrasi plasticizer terhadap sifat fisik, kimia, dan stabilitas warna nori artifisial pandan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 2 faktor dan 2 kali ulangan. Faktor pertama adalah penambahan pati ubi jalar putih (3%, 4%, dan 5%) dan kedua adalah penambahan plasticizer (0.5%;1%; dan 1,5%). Nori artifisial pandan yang dihasilkan dianalisis intensitas warna, kuat tarik, kadar air, kadar klorofil, kadar Zn total, dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Semakin besar penambahan pati dan plasticizer maka intensitas warna hijau, kadar air, kadar klorofil, aktivitas antioksidan, dan kadar Zn nori semakin rendah, sebaliknya nilai kuat tarik yang semakin meningkat. Nori artifisial pandan terbaik adalah yang dibuat dengan penambahan pati ubi jalar putih 3% dan plasticizer 1% dengan intensitas warna hijau -2.69, nilai kuat tarik 1.93 N/m2, kadar klorofil 185.91 mg/g bk, kadar Zn total 32.79 mg/g, dan aktivitas antioksidan (RSA) 82.94%.
UPAYA PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN PANGAN BERBASIS PANGAN LOKAL MELALUI KEGIATAN IbM DI DESA GILANGHARJO, KABUPATEN BANTUL Suryani, Chatarina Lilis; Yulianto, Wisnu Adi; Aiman, Umul
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.282 KB) | DOI: 10.21831/ino.v19i2.8027

Abstract

Gilangharjo village is a village with diverse tourism potential which lies between the golden triangle area of Bantul. Besides, Gilangharjo village alsohas a high potential in agriculture, even the dry land such as large gardens andyards with the main results of bananas and fisheries. However, these lands havenot been fully utilized yet. In accordance with the mission of Village Gilangharjo, which is to strengthen the productive group institutionally business in small food industry now has been developed. Based on the analysis results of the situation, it is identified that problems faced by food Small Medium and Enterprises (SMEs) in the village Gilangharjo, specifically in Jodog and Karanganom village-district, are the absence of the processing technology implementation for diversified food processed product based on local food, improper food production and packaging process, as well as not-well-organized business and finance management. The purpose of the activity proposed is to raise awareness of the public, especially members of the SME I and SME II, in improving food diversification based on local food. Method of implementation is divided into stages of (i) coordination and tools preparation, (2) science and technology application which is consisted of socialization, education and training, as well as monitoring and evaluation steps. Counseling given to the society are about packaging and labeling, food safety and good production process, manufacturing process of catfish and bananas, production and finance management, and ended by evaluation using a questionnaire instrument. Questionnaire results showed that counseling and training activities are able to enhance the knowledge and skills of local food processing, specifically catfish and banana. By this activity, the members of both SME I and SME II are motivated to increase production of processed food based on local food, specifically catfish and banana,either in groups or individually
Effect of ZnCl2 Concentration as Extraction Medium on The Physical, Chemical Properties and Color Stability of Pandan Leaf Chlorophyll Extract Rindaningsih; Suryani, Chatarina Lilis; Sari, Yuli Perwita
Journal of Food and Agricultural Product Vol. 5 No. 2 (2025): JFAP
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jfap.v5i2.7117

Abstract

Chlorophyll in pandanus leaves is easily degraded during processing, resulting in changes in color intensity. Efforts to maintain the color intensity and color stability of chlorophyll involve the formation of chlorophyll complexes with metallochlorophyll using metals that have higher complex stability than natural metals in chlorophyll (Mg) by extraction. This study aimed to produce a stable and effective pandan leaf chlorophyll extract using ZnCl2 extraction media. The phases of the chlorophyll leaf extraction process are leaf washing, cutting, grinding in ZnCl2 solution (0, 500, 750, and 1000 ppm), filtering, and heating with an autoclave at a temperature of 110 °C for 15 minutes. Chlorophyll leaf extracts analyzed ash levels, chlorophyll levels, carotenoid levels, color, and color stability. The experimental design used in this study is a complete random design with one factor. The data obtained was analyzed with One-Anova using IBM SPSS Version 25. The results of the analysis showed that chlorophyll leaf extract produced high chlorophyll levels and the color was most stable at 1000 ppm ZnCl2 concentrations with chlorophyll levels of 125.35 mg/L; ash content of 0.13 g/100 ml; carotene content of 0.40 micromol/L; and green color intensity -2.98. Pandan leaf chlorophyll extract with a ZnCl2 concentration of 1000 ppm has the potential to be used as a natural coloring agent. Keywords: pandan leaf extract, ZnCl2, chlorophyll, heating, autoclaving
PENGARUH RASIO UBI KAYU (Manihot esculenta) : UWI UNGU (Dioscorea Alata L.) DAN PENAMBAHAN TEPUNG IKAN NILA MERAH (Oreochormis sp.) TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN TINGKAT KESUKAAN GETUK Zulaikhah, Silmiy; Tamaroh, Siti; Suryani, Chatarina Lilis
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Getuk merupakan salah satu makanan tradisional khas Magelang. Umumnya getuk terbuat dari ubi kayu. Getuk dibuat melalui proses pengupasan, pencucian, pengukusan, penghancuran, pencampuran bahan, dan pencetakan. Getuk ubi kayu yang disubtitusikan dengan uwi ungu dan penamban tepung ikan nila merah dapat meningkatkan kandungan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan getuk dengan rasio ubi kayu:uwi ungu dan penambahan tepung ikan nila merah yang disukai panelis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan penelitian adalah rasio ubi kayu:uwi ungu (100:0g, 90:10g, 80:20g, 70:30g) dan penambahan tepung ikan nila merah (0g, 5g, 7,5g, 10g). Hasil penelitian menunjukkan panelis lebih menyukai getuk dengan rasio ubi kayu:uwi ungu 80:20g dan tepung ikan nila merah 5g. Rasio ubi kayu:uwi ungu memberikan pengaruh nyata terhadap tekstur, warna, aktivitas antioksidan, dan fenol total. Nilai aktivitas antioksidan dan fenol tertinggi yaitu getuk dengan rasio ubi kayu kukus:uwi ungu 80:20g dan tepung ikan nila merah 5g  dengan nilai 32,02 %RSA dan 5,30 mg GAE/g. Analisis proksimat getuk rasio rasio ubi kayu:uwi ungu 80:20g dan tepung ikan nila merah 5g memiliki kadar air 50,75%, kadar abu 2,02%, kadar protein 8,29%, kadar lemak 8,77%, dan karbohidrat 30,25%.Kata kunci: getuk, uwi ungu, ubi kayu, tepung ikan nila merah
PENGARUH LAMA BLANCHING TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TINGKAT KESUKAAN CASCARA KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA Hidayat, Yogi Saiful; Tamaroh, Siti; Suryani, Chatarina Lilis; Kanetro, Bayu
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 12 No. 3 (2024): August: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cascara merupakan minuman yang terbuat dari kulit kopi seperti teh. Dalam pembuatan cascara melalui proses pengeringan sehingga dapat mengakibatkan pencoklatan dan degradasi komponen fenolik yang mempunyai aktivitas antioksidan. Perlakuan blanching dapat mencegah reaksi pencoklatan, namun lama blanching juga harus dikendalikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama blanching pada kulit kopi arabika dan robusta terhadap sifat kimia, aktivitas antioksidan, dan tingkat kesukaan minuman cascara. Cascara dibuat melalui tahap pemanenan kopi, pemisahan kulit, sortasi, blanching, pengeringan dengan cabinet drayer, dan penggilingan dengan grinder kopi. Bubuk cascara yang dihasilkan dimasukan dalam kantong teh sebanyak 3 g. Rancangan percobaan yang digunakan adalah acak lengkap pola faktorial dengan lama blanching (0, 4 dan 8 menit) dan varietas kopi (robusta dan arabica). Bubuk cascara dianalisis kadar fenolik total, kadar tanin, aktivitas antioksidan dan tingkat kesukaan. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan Univariate Analysis of Variance dan apabila terdapat beda nyata dilanjutkan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Cascara yang terpilih adalah cascara yang dibuat dari kopi robusta dengan lama blanching 4 menit yang mempunyai kadar fenolik total 13±0,11 mg EAG/g, kadar tanin 50,79±0,28 mg asam tannat/ g  dan aktivitas antioksidan sebesar 93,20±0,06 (%  RSA) pada cascara robusta non blanching.
PENINGKATAN KUALITAS SIFAT FISIK DAN KADAR KLOROFIL DARI PASTA PANDAN MELALUI VARIASI KONSENTRASI ZnCl2 SEBAGAI MEDIA EKSTRAKSI DAN JENIS BAHAN PENGISI Sari, Yuli Perwita; Wijaya, Nawangsari Rahma; Nikmah, Miftahul; Afifah, Zahrotul Umah Fifin; Sofiani, Nur Aida; Suryani, Chatarina Lilis
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 8 No. 1 (2024): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v8i1.4676

Abstract

Pewarna makanan adalah bahan tambahan pangan yang ketika ditambahkan atau diaplikasikan pada pangan mampu memberi atau memperbaiki warna. Selain memiliki aroma yang khas, pandan juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Namun, pewarna makanan alami memiliki stabilitas warna yang kurang baik karena sifat pigmennya yang mudah terdegradasi sehingga tidak optimal dalam memberikan warna pada produk pangan. Dengan demikian diperlukan suatu produk pasta pandan yang memiliki kestabilan baik. Pembentukan kompleks Zn-klorofil diketahui dapat menjaga kestabilan warna. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ZnCl2 sebagai media ekstraksi; gum arab dan maltodekstrin sebagai bahan pengisi pada pembuatan pasta pandan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktorial yaitu penambahan konsentrasi ZnCl2 0, 500, 750, 1000 ppm dan penggunaan variasi rasio gum arab dan maltodekstrin yakni 0:2, 1:1, 2:0 (b/b). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi ZnCl2 dan penggunaan variasi bahan pengisi berpengaruh secara nyata terhadap kadar klorofil, kadar Zn total, serta uji warna pada sampel pasta pandan yang dihasilkan. Sampel terbaik diketahui sampel dengan perlakuan penambahan konsentrasi ZnCl2 1000 ppm dan penggunaan bahan pengisi berupa gum arab 20% (2:0) yang memiliki kadar klorofil sebesar 237,27 mg/g klorofil, dan kadar Zn total sebesar 173,19 mg/g. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ZnCl2 1000 ppm dan bahan pengisi berupa gum arab dapat menghasilkan pasta pandan dengan kualitas yang baik.
Pengaruh Penambahan ZnCl2 dan Bubuk Stevia (Stevia rebaudina B.) Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia, dan Aktivitas Antioksidan pada Seduhan Simplisia Sambiloto (Andrographis paniculata Putri , Dea Elisa; Sofiani, Nur Aida; Suryani, Chatarina Lilis; Fitri, Ichlasia Ainul
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i2.3407

Abstract

Sambiloto mengandung senyawa bioaktif seperti klorofil, fenolik, flavonoid, terpenoid (karotenoid), dan andrografolida yang memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, antimikroba, dan antioksidan. Namun selama proses pengeringan dalam pembuatan simplisia sambiloto mengakibatkan degradasi komponen bioaktif sehingga menurunkan aktivitas antioksidannya. Kelemahan lain adalah minuman sambiloto sangat pahit sehingga kurang disukai. Untuk meningkatkan stabilitas klorofil dapat dilakukan pembentukan kompleks metaloklorofil dengan penambahan reagen ZnCl2. Sedangkan rasa pahit dapat dikurangi dengan penambahan pemanis alami non kalori seperti bubuk stevia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat fisik, kimia dan aktivitas antioksidan seduhan bubuk simplisia sambiloto (S-SS), seduhan bubuk simplisia sambiloto dengan penambahan reagen ZnCl2 (S-SZn) dan penambahan bubuk stevia (S-SZs) sebagai minuman fungsional. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan reagen ZnCl2 mampu meningkatkan kecerahan, intensitas warna kuning, dan hue, kadar Zn, kadar fenolik, flavonoid total dan aktivitas mengkhelat logam, namun menurunkan intensitas warna merah, kadar klorofil total, kadar karoten, daya tangkap radikal dan kemampuan mereduksi seduhannya. Sedangkan penambahan bubuk stevia akan meningkatkan kadar fenolik, flavonoid total, daya tangkap radikal dan kemampuan merduksi tetapi menurunkan aktivitas mengkhelat logam, kadar klorofil dan kadar Zn serta intensitas warna hijau seduhan. Seduhan bubuk simplisia sambiloto kaya Zn (SZn) dan seduhan bubuk simplisia sambiloto kaya Zn-stevia mempunyai kadar klorofil, fenolik, flavonoid dan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibanding seduhan simplisia sambiloto saja sehingga bubuk simplisia sambiloto kaya Zn dengan atau tanpa penambahan bubuk stevia potensial sebagai bahan minuman fungsional.