Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POTENSI PENGEMBANGAN JALAN DI ATAS TUKAD MATI KUTA, BADUNG – BALI Putu Dana Pariawan Salain; Made Sudiarsa; I Wayan Sudiasa
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 4 No 1 (2014): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan pembangunan yang bertumpu pada sektor pariwisata di wilayah Bali padaumumnya dan di wilayah Badung pada khususnya, memerlukan dukungan infrastruktur jalan untuk kelancaran arus transportasi. Dalam upaya mengembangkan dan membangun infrastruktur jalan baru di wilayah Kabupaten Badung bagian Selatan, ketersediaan lahan akan menjadi permasalahan yang paling utama. Hal ini terkait dengan desakan yang kuat atas semakin menyempitnya ruang dan lahan yang telah terbangun untuk mendukung kegiatan perekonomian dan kepariwisataan. Untuk itu diperlukan terobosan lain yang bersifat mengoptimalkan berbagai peluang yang ada, tanpa mengorbankan fungsi-fungsi utama dari ketersediaan ruang yang akan dimanfaatkan.Salah satu peluang untuk dioptimalkan fungsinya adalah membangun jalan di atas sungai denganmempertimbangkan aspek-aspek teknis, sosial, budaya, dan estetika seperti pembangunan jalan di atas Tukad Mati di wilayah Kuta. Ruas jalan baru direncanakan mulai dari pertemuan Tukad Mati dan ruas Jalan Raya Kuta sampai di perpanjangan Jalan Kalianget yang menuju ke arah pantai Kuta. Rencana jalan baru ini dalam upaya meringankan beban jaringan jalan lama dibangun dengan memanfaatkan alur sungai Tukad Mati sepanjang 325 meter. Ruas jalan ini merupakan ruas jalan yang terkoneksi dengan jaringan jalan lama melalui terusan Jalan Kalianget ke arah Timur. Jalan ini mula-mula sudah terbangun dan menghubungkan Jl. Blambangan dengan lokasi Lapangan Samudera di sebelah Timur Tukad Mati. Rencana jalan baru yang akan dibangun merupakan jalan 1 jalur dan 2 lajur dengan lebar lajur masing-masing 3,50 m dan dilengkapi dengan fasilitas pejalan kaki selebar 1,00 m.Konstruksi jalan menggunakan satu kolom penyangga beton precast dengan kebutuhan biaya sekitar Rp. 52.000.000,00.
Management model of tourism village based green tourism through a holistic approach in Blimbingsari Tourism Village, Melaya District Jembrana Regency I Nyoman Meirejeki; I Ketut Suarta; I Komang Mahayana Putra; Anak Agung Putu Swabawa; Putu Dana Pariawan Salain
Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality Vol. 5 No. 2 (2022): JASTH: Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/jasth.v5i2.65-75

Abstract

This study aims to design a tourism village management model in empowering the potential of tourism attractions and communities based on green tourism in Blimbingsari Village by using a holistic approach effectively. Data collection using survey methods, interviews, and Focus Group Discussion with judgment sampling method. Data analysis used descriptive methods based on input from selected people such as village heads, hamlet heads, youth association leader, tourism awareness groups and tourism actors in Blimbingsari village. Based on the results of the analysis, it shows a tourism village management model based on green tourism with a holistic approach seen from two aspects. In general, the management model related to the management of personal and communal tourism products goes through two stages, namely: 1) determining the unit according to operational demands, 2) making fair policies and rules in creating stability in operations. From the component aspect, management is carried out by involving all stakeholders who contribute to the development of the Blimbingsari tourism village, namely: government, private sector, community and managers. A holistic approach is applied when making fair policies that can meet the interests of the village and tourism product providers in Blimbingsari village. Its application also involves all stakeholders, because it can help develop a comprehensive tourism village that can create an integrated tourism village. So that the tourism village management model through a holistic approach will be able to create harmony in the community and be able to maintain environmental sustainability in the context of green tourism.
Management model of tourism village based green tourism through a holistic approach in Blimbingsari Tourism Village, Melaya District Jembrana Regency I Nyoman Meirejeki; I Ketut Suarta; I Komang Mahayana Putra; Anak Agung Putu Swabawa; Putu Dana Pariawan Salain
Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality Vol. 5 No. 2 (2022): JASTH: Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/jasth.v5i2.65-75

Abstract

This study aims to design a tourism village management model in empowering the potential of tourism attractions and communities based on green tourism in Blimbingsari Village by using a holistic approach effectively. Data collection using survey methods, interviews, and Focus Group Discussion with judgment sampling method. Data analysis used descriptive methods based on input from selected people such as village heads, hamlet heads, youth association leader, tourism awareness groups and tourism actors in Blimbingsari village. Based on the results of the analysis, it shows a tourism village management model based on green tourism with a holistic approach seen from two aspects. In general, the management model related to the management of personal and communal tourism products goes through two stages, namely: 1) determining the unit according to operational demands, 2) making fair policies and rules in creating stability in operations. From the component aspect, management is carried out by involving all stakeholders who contribute to the development of the Blimbingsari tourism village, namely: government, private sector, community and managers. A holistic approach is applied when making fair policies that can meet the interests of the village and tourism product providers in Blimbingsari village. Its application also involves all stakeholders, because it can help develop a comprehensive tourism village that can create an integrated tourism village. So that the tourism village management model through a holistic approach will be able to create harmony in the community and be able to maintain environmental sustainability in the context of green tourism.