Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PRIVATE LABEL AND RETAIL CONSUMER PERCEPTION AT SURABAYA SUSANTI, .
Kajian Ilmiah Mahasiswa Manajemen Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Kajian Ilmiah Mahasiswa Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.269 KB)

Abstract

Private label is a brand owned by the retailer. Private label is expected to continue to grow to meet the needs of customers and increase margins of modern retailers. Customer is politically subdivided into different segments, the segment that focuses on brand and segment that factor giving priority to price factors. Many perceptions that emerged today that national brands have better quality than the private label. Not least dubious about the quality of Private Label Brand despite the later quality are considered equal for some product categories. Private label has an influence on the shopping preferences of customers because consumers will be sought between private label retailer with customer shopping preferences. Although private label products has become such a trend among retailers, private label penetration is the use of products in the community is still terhadang by the presence of national brands. Many perceptions that emerged today that national brands have better quality than the private label. Consumers are accustomed to buying goods with Indonesia brand nationally and the subjective attitude of pride and belief in such brands, national status, and security into consideration factors. In this respect, the attitude of consumers to the brand can change from situation of national outlets and private label products in the existing outlets.
HUBUNGAN HARGA DIRI DAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA WANITA LAJANG DITINJAU DARI BIDANG PEKERJAAN Susanti, .
CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 1, No 1 (2012): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Publisher : University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Bagi wanita yang menunda atau bahkan tidak menikah psychological well-being yang dimiliki dapat menjadi kurang optimal, karena pernikahan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi psychological well-being. Pernikahan juga dianggap memiliki hubungan yang erat dengan harga diri, karena pernikahan menjadi salah satu sumber dukungan sosial. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara harga diri dan psychological well-being pada wanita lajang yang bekerja khususnya pada bidang akademik dan non-akademik. Subjek dalam penelitian ini adalah wanita lajang yang bekerja di bidang akademik dan non-akademik dengan rentang usia 35 hingga 50 tahun. Sampel penelitian ini berjumlah 60 subjek, yang terdiri atas 30 wanita yang bekerja di bidang akademik dan 30 non-akademik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang kemudian diuji analisis korelasi parsial dengan mengendalikan bidang pekerjaan. Berdasarkan hasil pengujian, diketahui terdapat hubungan positif antara harga diri dan psychological well-being dengan mengendalikan bidang pekerjaan (r 0.799, p 0.000). Hal ini berarti semakin tinggi harga diri maka semakin tinggi pula psychological well-being, dan sebaliknya.
Penerapan Health Belief Model terhadap Keputusan Keluarga untuk Melakukan Kunjungan ke Puskesmas dalam Penanganan Dini Dengue Haemorhagic Fever (DHF) Susanti, .
JURNAL NERS LENTERA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.469 KB)

Abstract

Pendahuluan: Degue Haemorhagic Fever (DHF) merupakan salah satu penyakit infeksius dan mengancam nyawa pasien. DHF yang diderita pasien sudah mengalami komplikasi berat di wilayah Tembok Dukuh. Penerapan health belief model, pasien mendapat penanganan awal sesegera mungkin. Metode: Desain yang digunakan deskriptif analitik. Populasi keluarga dengan pasien DHF dari Januari 2012 sampai Juli 2014. Clustered digunakan mengambil sampel. Jumlah sampel 65 responden. Variabel independen adalah penerapan health belief model meliputi kerentanan, dirasakan keseriusan, manfaat yang dirasakan, hambatan yang dirasakan, dan isyarat untuk bertindak. Variabel dependen adalah keputusan keluarga untuk mengunjungi Puskesmas dalam penanganan awal DHF. Data dikumpulkan dengan kuesioner terstruktur kemudian dianalisis dengan distribusi frekuensi masing kategori. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kerentanan keluarga berada di kategori sedang, keseriusan yang dirasakan keluarga dalam kategori tinggi, sebagian besar keluarga mendapat manfaat dan mendapat hambatan, dan semua responden memiliki isyarat untuk bertindak. Pembahasan: Keputusan keluarga untuk mengunjungi Puskesmas dalam penanganan awal DHF dipilih beberapa keluarga. Kesimpulan: Disimpulkan sebagian besar keluarga tidak memiliki keputusan mantap untuk mengunjungi Puskesmas dalam penanganan dini DHF. Hal ini dibuktikan ada sebagian keluarga memilih pelayanan kesehatan lain. Petugas kesehatan harus sosialisasi program Puskesmas terkait penanganan dini DHF sehingga keluarga percaya mengunjungi Puskesmas penting untuk penanganan awal DHF.
Rasionalitas Penggunaan Antibiotil dan Antijamur Pasien Infeksi Menular Seksual di Puskesmas Sekabupaten Banyumas Purnamasari, Rizky; Purnomo, Dwi Kristian; Susanti, .; Setiawan, Didik
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 6, No 4 (2013)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.81 KB)

Abstract

This study aimed to find out hte rational in the use of antibiotic and antifungal of the patients with sexually transmitted infections at community health centers at banyumas district. Type of research was observational descriptive with cross sectional study and the data was taken retrospectively from medical records of patients. From all patients  who entered the study population, 112 patiens positive vulvavaginal candidiasis, 57 patients positive cervicitis and 39 patients positive bacterial vaginosis. Average age of patients affected by STIs were 24 years, female. Based on patients complaints, symptoms, and the laboratory results, we have found that candidiasis patients were treated with nystatin, cervicitis with a combination of azithromycin and cefixime, whereas patients with bacterial vaginosis were treated with metronidazole. The use of antibiotic and antifungals as the treatment of sexually transmitted infections at community health centers at Banyumas district is based on parameters of the right medicine, right dose, proper indications, appropriate patient, and at the lowest cost to them and always available to their community are 100% rational.Keywords : rationality, antibiotic, sexually transmitted infections
Rasionalitas Penggunaan Antibiotil dan Antijamur Pasien Infeksi Menular Seksual di Puskesmas Sekabupaten Banyumas Purnamasari, Rizky; Purnomo, Dwi Kristian; Susanti, .; Setiawan, Didik
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.81 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v6i4.146

Abstract

This study aimed to find out hte rational in the use of antibiotic and antifungal of the patients with sexually transmitted infections at community health centers at banyumas district. Type of research was observational descriptive with cross sectional study and the data was taken retrospectively from medical records of patients. From all patients  who entered the study population, 112 patiens positive vulvavaginal candidiasis, 57 patients positive cervicitis and 39 patients positive bacterial vaginosis. Average age of patients affected by STIs were 24 years, female. Based on patients complaints, symptoms, and the laboratory results, we have found that candidiasis patients were treated with nystatin, cervicitis with a combination of azithromycin and cefixime, whereas patients with bacterial vaginosis were treated with metronidazole. The use of antibiotic and antifungals as the treatment of sexually transmitted infections at community health centers at Banyumas district is based on parameters of the right medicine, right dose, proper indications, appropriate patient, and at the lowest cost to them and always available to their community are 100% rational.Keywords : rationality, antibiotic, sexually transmitted infections
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK DI SEKOLAH DASAR Susanti, .; Halidjah, Siti; Kresnadi, Hery
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 12 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.011 KB)

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa menggunakan metode kerja kelompok di kelas IV SDN 30 Amak .metode  penelitian yang digunakan adalah metode kerja kelompok terdiri dari 2 siklus ,setiap siklus terdiri dari  perencanaan ,pelaksanaan,pengamatan dan refleksi terhadap tindakan siswa diteliti berjumlah 26 siswa.teknik pengumpulan data berupa observasi perencanaan pembelajaran ,pelaksanaan pembelajaran dari hasil analisis data yang diperoleh merencanakan pembelajaran pada siklus I sebesar 2,89 siklus II sebesar 3,06 meningkat sebesar 0,17.Melaksanakan pembelajaran siklus I sebesar 65,4 dan pada siklus II sebesar 69,5  menigkat sebesar 0,41 . hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA dengan menggunakan metode kerja kelompok. Kata Kunci : Hasil Belajar, metode Kerja Kelompok,IPA The purpose of this study was to describe the results of student learning using group work in class IV SDN 30 Amak.The methodused is the method of group work consists of two cycles,each cycle consisting of Planning,Implementation,Observasiton and Reclection on the actions of students examined,total 26 students.data collection techniques such as obsevation lesson plan,implementation of learning from the results of the analysis of the data obtained to plan learning in cycle I sycle II wtih 2,89 for 3,06 increased by 0,17.Implementation the learning cycle I at 65,4 and cycle II  of 69,5 increased by 0,41.So this shows that there are improving student learning outcomes in learning science  by using group work   Keyword : Learning Outcomes, Method of Group Word, IPA  
THE USE OF JIGSAW II TO TEACH SPEAKING TO STMIK STUDENTS Susanti, .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 6, No 9 (2017): September 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract                                                           The purposes of this research are to encourage the students at STMIK Pontianak to                    actively            engage in the classroom discussion and to help the students overcome their speaking problems in reporting the result of discussion. A Classroom Action Research is applied to overcome problems arise in the classroom.Jigsaw II is one type of cooperative learning which is implemented in this study.The technique focuses on students’ interaction in groups, then it may give better achievement of their speaking skill. The observation, documentary study, recording, interview, and field notes become the data collecting technique used.This action research found out that Jigsaw II is effective and useful to teach speaking to the second semester students of STMIK Pontianak, Technique Informatics Program, through improvement of teaching process in the classroom.Keywords : Jigsaw II, Cooperative Learning, Speaking 
THE USE OF VIDEO CONVERSATION IN TEACHING SPEAKING AT SMP NEGERI 6 PONTIANAK Susanti, .; ., H.Sofian; Suhartono, Luwandi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 10 (2016): Oktober 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : This reasearch focus on the use video conversation in teaching speaking at seventh grade students in SMP Negeri 6 Pontianak in academic years 2014/2015. This research raise because the researcher interested to described how a English teacher teaching by using video conversation. The researcher used descriptive qualitative research with direct and indirect data as teachnique of data collecting. The reseacher conducted interview, participant observation and documentation as tool of data collecting. The research results show that it was more efective using video conversation in teaching speaking at SMP Negeri 6 Pontianak. The students were  easier to understand what the teacher teach and explain. The students more interest and active in the class. The teacher provided materials based on texts, such as textbooks and LKS (Lembar Kerja Siswa) and the teacher searching the videos appropiate with the material in internet. In addition, the teacher provided  the  students with assessment  that emphasizes  the measurement of learning outcomes in the form of students’ competencies to do something.   Keywords : Video conversation, Teaching speaking   Abstrak : Penelitian ini fokus pada penggunaan vidio percakapan didalam mengajar berbicara pada siswa SMP Negeri 6 pontianak kelas 7 tahun akademik 2014/2015. Penelitian ini diangkat karena peneliti tertarik untuk mendeskripsikan bagaimana seorang guru Bahasa Inggris mengajar menggunakan vidio percakapan. Peneliti menggunakan penelitian diskriptif kualitatif dengan teknik langsung dan tidak langsung sebagai teknik pengumpulan data. Peneliti melakukan wawancara, observasi peserta dan dokumentasi sebagai alat pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih efektif menggunakan vidio percakapan dalam mengajar berbicara di SMP Negeri 6 Pontianak. Siswa lebih mudah untuk mengerti apa yang guru ajarkan dan jelaskan. Siswa lebih tertarik dan aktif di dalam kelas. Guru menyediakan materi berdasarkan teks seperti buku-buku dan LKS (Lembar Kerja Siswa) dan guru mencari vidio yang sesuai dengan materi di internet. Sebagai tambahan, guru menyediakan penilaian siswa untuk mengukur hasil pembelajaran dalam bentuk kemampuan siswa melakukan sesuatu.   Kata Kunci : Vidio percakapan, Mengajar berbicara
Studi Konsumsi Pakan Jenis Rumput Laut Gracillaria arcuata dan Ulva fasciata terhadap Pertumbuhan Juvenil Abalon Haliotis asinina yang Dipelihara pada Sistem Raceway Susanti, .; Rahman, Abdul; Balubi, Abdul M.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.634 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i3.4343

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan selama 60 hari untuk mengetahui konsumsi pakan Gracillaria arcuata dan Ulva fasciata terhadap pertumbuhan juvenil abalon Haliotis asinina yang dipelihara pada sistem (raceway). Penelitian dimulai dari bulan Oktober sampai Desember 2016 di Hatchery abalon, PT. Sumber Laut Nusantara, Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan, (A= U. fasciata), (B= G. arcuata), (C= kombinasi  U. fasciata dan  G. arcuata). Hasil penelitian menunjukkan  konsumsi pakan harian berkisar antara 1,69-2,25 g. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan perlakuan U. fasciata dan  G. arcuata berbeda nyata terhadap konsumsi pakan juvenil abalon (P < 0,05). Namun, pertumbuhan mutlak berdasarkan panjang cangkang dan bobot tubuh tidak berpengaruh.  Panjang cangkang dan bobot tubuh juvenil abalon tertinggi yang mengkonsumsi G. arcuata masing-masing berkisar 0,31-0,34 mm dan bobot tubuh berkisar 1,93-2,24 g. Tingkat  kelangsungan hidup sangat bagus  mencapai 96,67%.  Kesimpulan penelitian ini adalah juvenil abalon yang dipelihara pada sistem racway terbaik yang diberikan pakan G.  arcuata.                     Kata kunci: Juvenil abalon Haliotis asinina,  Pertumbuhan ,Konsumsi Pakan, Makroalga dan Raceway.
Penerapan Health Belief Model terhadap Keputusan Keluarga untuk Melakukan Kunjungan ke Puskesmas dalam Penanganan Dini Dengue Haemorhagic Fever (DHF) Susanti, .
JURNAL NERS LENTERA Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v4i2.876

Abstract

Pendahuluan: Degue Haemorhagic Fever (DHF) merupakan salah satu penyakit infeksius dan mengancam nyawa pasien. DHF yang diderita pasien sudah mengalami komplikasi berat di wilayah Tembok Dukuh. Penerapan health belief model, pasien mendapat penanganan awal sesegera mungkin. Metode: Desain yang digunakan deskriptif analitik. Populasi keluarga dengan pasien DHF dari Januari 2012 sampai Juli 2014. Clustered digunakan mengambil sampel. Jumlah sampel 65 responden. Variabel independen adalah penerapan health belief model meliputi kerentanan, dirasakan keseriusan, manfaat yang dirasakan, hambatan yang dirasakan, dan isyarat untuk bertindak. Variabel dependen adalah keputusan keluarga untuk mengunjungi Puskesmas dalam penanganan awal DHF. Data dikumpulkan dengan kuesioner terstruktur kemudian dianalisis dengan distribusi frekuensi masing kategori. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kerentanan keluarga berada di kategori sedang, keseriusan yang dirasakan keluarga dalam kategori tinggi, sebagian besar keluarga mendapat manfaat dan mendapat hambatan, dan semua responden memiliki isyarat untuk bertindak. Pembahasan: Keputusan keluarga untuk mengunjungi Puskesmas dalam penanganan awal DHF dipilih beberapa keluarga. Kesimpulan: Disimpulkan sebagian besar keluarga tidak memiliki keputusan mantap untuk mengunjungi Puskesmas dalam penanganan dini DHF. Hal ini dibuktikan ada sebagian keluarga memilih pelayanan kesehatan lain. Petugas kesehatan harus sosialisasi program Puskesmas terkait penanganan dini DHF sehingga keluarga percaya mengunjungi Puskesmas penting untuk penanganan awal DHF.