Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PELANGGAN GRAPARI MITRA TELKOMSEL BIAK Ismail Ibrahim; Rahmah Agustiani
Gema Kampus IISIP YAPIS Biak Vol 16 No 1 (2021): "Gema Kampus" IISIP YAPIS Biak
Publisher : IISIP YAPIS BIak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52049/gemakampus.v16i1.129

Abstract

Unit Layanan Telkomsel atau yang disebut dengan nama GraPARI Telkomsel di Kabupaten Biak Numfor memiliki fungsi sebagai tempat untuk melayani pelanggan dan calon pelanggan. Meningkatkan pelayanan suatu unit layanan memiliki keterkaitan erat dengan kepuasan pelanggan. Pelayanan dapat memberikan dorongan kepada pelanggan untuk menjalin ikatan yang kuat dengan perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan strategi Komunikasi dalam meningkatkan pelayanan agar visi serta tujuan perusahaan dapat berjalan dengan baik. Adapun jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan teknik analisis data melaluai reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verivikasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa indikator yang menjadi kekuatan adalah: Telkomsel perusahaan terkemuka, jaringan pelayanan tersebar, saluran pelayanan yang mudah diakses, operational excellence, serta pelayanan prima kepada pelanggan. Penelitian ini diharapakan dapat menjadi salah satu pertimbangan Grapari Mitra Telkomsel Biak dalam meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan.
Strategi Komunikasi Dalam Pelayanan Informasi Pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Biak Numfor Hepi Hastuti; Rahmah Agustiani
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 4 No 1 (2022): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi komunikasi merupakan suatu kegiatan yang mutlak perlu dilakukan, baik oleh pribadi, kelompok, lembaga maupun organisasi. Strategi komunikasi juga pada hakekatnya adalah usaha yang dilakukan secara sadar dan terus - menerus serta diorganisasikan untuk memilih yang terbaik dari berbagai alternatif yang ada bagi pencapaian tujuan tertentu. Karenanya sebuah strategi harus dilakukan jauh sebelum kegiatan dilaksanakan, khususnya bagi sebuah lembaga atau organisasi, tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan menggambarkan strategi komunikasi dalam pelayanan infomasi Pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Biak Numfor, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisi Deskriptif kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan sudah berjalan dengan baik. Yang dilakukan yaitu melalui baliho, spanduk, dan 1 unit mobil yang telah dilakukan. Untuk himbauan masyarakat membayar pajak, Efektivitas media prasarana yang dimiliki oleh Dinas Pendapatan sudah berjalan dengan baik, yang dimiliki oleh Dinas Pendapatan yaitu mobil 1 unit untuk melakukan sosialisasi.
Legalization and Leadership Strengthening of Karang Taruna Anjereuw: A Participatory Model for Youth Development Hepi Hastuti; Jelita Purnamasari; Rahmah Agustiani; Andi Masse Dadang
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v5i3.634

Abstract

This community service project aimed to strengthen youth leadership capacity and organizational legitimacy through the establishment of Karang Taruna in Anjereuw Village, Papua. Using a Participatory Action Research (PAR) approach, the program was conducted over 1.5 months in three phases: organizational initiation, cadre training, and legalization through a Village Head Decree issued by the Head of Anjereuw Village (No. 240/001/SK.KEL.ANJW/IX/2025), witnessed by the District Head. Thirty-five youths participated, representing most of the eligible youth in the village, with over 70 percent remaining actively engaged. Activities included participatory meetings, leadership workshops, and facility construction. The program produced three measurable results: (1) legal recognition of Karang Taruna, (2) a public stage for social–cultural events, and (3) a multifunctional youth space supporting small-scale creative business activities. These achievements improved leadership competence, strengthened institutional credibility, and encouraged local entrepreneurship. The findings indicate that combining participatory engagement, organizational development, and practical economic initiatives can provide a sustainable model for youth capacity building and community resilience in rural Papua.
Strengthening Media Literacy and Public Speaking Competence among Junior High Students through Campus-School Collaboration Muhammad Ridwan Yunus; Jelita Purnamasari; Ayu Kurnia Utami; Patma Tuasikal; Rahmah Agustiani
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i1.1689

Abstract

Adolescents’ high digital media engagement does not automatically translate into communicative competence In the digital communication era, particularly in peripheral regions with limited school resources. This study evaluated the effectiveness of a one-day community service workshop aimed at enhancing public speaking and foundational broadcasting skills among 40 students aged 13–15 at SMP YPPK Biak, Papua. The workshop employed a participatory, experiential learning approach combining explanation, demonstration, guided practice, and peer feedback, facilitated jointly by university lecturers and campus radio practitioners. Data were collected using pre–post tests, structured observation sheets, participatory observation, and satisfaction questionnaires to measure confidence, knowledge, practical skills, and engagement. Results show that students’ confidence in public speaking increased from 33% to 48%, while understanding of articulation, posture, eye contact, and vocal projection rose from 45% to 62%, accompanied by a decrease in visible anxiety from 62% to 49%. Broadcasting knowledge improved from 18% to 71%, with 85% of students demonstrating correct microphone handling, 73% maintaining proper distance, and 68% improving rhythm and pacing during simulations. Over 90% of participants reported the workshop as useful and enjoyable, and teachers observed increased expressiveness and readiness to engage in school–university broadcasting collaborations. These findings indicate that short-term, practice-oriented interventions can effectively develop communication competence, boost confidence, and foster motivation among adolescents, while providing a replicable model for participatory learning and sustainable school-based broadcasting initiatives in resource- limited contexts.