Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

TOWARD A NEW PARADIGM OF ORGANIZATIONAL STRUCTURES IN THE AGE OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE: A COMPARATIVE THEORETICAL STUDY Masoud Lajevardi; Mega Arum; Yanti Susanti; Dwi Saleha; Eko Sudarmanto
International Journal of Accounting, Management, Economics and Social Sciences (IJAMESC) Vol. 3 No. 5 (2025): October
Publisher : ZILLZELL MEDIA PRIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61990/ijamesc.v3i5.598

Abstract

This paper aims to develop a novel theoretical framework for organizational structures in the era of artificial intelligence (AI). It conducts a comparative analysis of traditional, modern, and postmodern organizational structures to identify limitations in accommodating AI’s autonomous capabilities. Through extensive literature review and critical analysis, the study synthesizes organizational theories with emerging AI research to propose a new paradigm integrating AI as an active participant in organizational dynamics. The findings reveal a significant theoretical gap in existing models, which predominantly treat AI as a tool rather than an autonomous agent. The proposed AI-driven paradigm emphasizes distributed intelligence, adaptive structural fluidity, human-AI symbiosis, and transparent accountability. The conceptual nature of the study calls for empirical validation across different industries and cultures. The paradigm provides a framework for managers and practitioners to redesign organizational architectures, fostering agility and ethical governance in AI-augmented environments. This research fills a critical gap in organizational theory by positioning AI as a core actor influencing structure and decision-making, offering a comprehensive model for organizations navigating the complexity of the digital age.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PAI BERBASIS MULTIKULTURAL UNTUK MENINGKATKAN TOLERANSI DAN KERUKUNAN ANTARUMAT BERAGAMA Susanti, Yanti
Ar Rasyiid: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Ar Rasyiid: Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurroosyidiin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70367/arrasyiid.v3i1.24

Abstract

Toleransi dan kerukunan antarumat beragama merupakan pilar fundamental bagi keutuhan Negara Kesatuan RI yang majemuk. Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran dalam internalisasi nilai-nilai tersebut. Namun, tantangan intoleransi dan kebutuhan akan materi ajar yang relevan dengan konteks keberagaman mendesak adanya inovasi. Artikel ini bertujuan mengembangkan konsep bahan ajar PAI berbasis multikultural yang dapat meningkatkan toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis artikel jurnal ilmiah. Proses meliputi pencarian sistematis, seleksi berdasarkan kriteria inklusi, dan analisis konten tematik. Studi literatur menunjukkan bahwa bahan ajar PAI berbasis multikultural harus dilandasi oleh prinsip-prinsip Islam sebagai rahmatan lil ′alamin, kesetaraan (musawah), keadilan (′adl), dan saling menghormati (ta′aruf, takaful). Pengembangan bahan ajar melibatkan integrasi nilai-nilai multikultural ke dalam semua komponen kurikulum PAI, penggunaan metode pembelajaran partisipatif, dan penekanan pada peran guru sebagai fasilitator dan teladan. Bahan ajar yang dikembangkan berpotensi signifikan dalam membentuk pemahaman siswa yang lebih terbuka, sikap toleran, dan kemampuan berinteraksi secara harmonis dalam keberagaman.
PERBANDINGAN PEMBERIAN REBUSAN JAHE MERAH DAN KUNYIT ASAM TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI TPMB Y KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Susanti, Yanti; Aprilya Nency; Agustina Sari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9056

Abstract

Angka kejadian dismenore di Kabupaten Garut pada tahun 2022 sangat tinggi, tercatat sebanyak 68,8% wanita mengalami dismenore sedangkan di Puskesmas Karangpawitan tercatat sebanyak 648 remaja mengalami dismenore. Dismenore berdampak buruk bagi remaja putri, yaitu rasa letih, sakit di daerah bawah pinggang, perasaan cemas dan tegang, pusing kepala, bingung, mual muntah, diare, kram perut dan sakit perut serta gangguan aktivitas Salah satu upaya non farmakologi penanganan dismenore dapat dilakukan dengan terapi komplementer herbal yaitu mengkonsumsi ekstrak jahe dan ekstrak kunyit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian rebusan jahe merah dan kunyit asam terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan pada intervensi jahe terjadi penurunan intensitas nyeri dismenore dari kunjungan pertama skala nyeri 6 menjadi 3 pada kunjungan kedua dan menjadi 0 pada kunjungan ketiga. Sedangkan pada intervensi kunyit asam terjadi penurunan intensitas nyeri dismenore dari kunjungan pertama skala nyeri 6 menjadi 0 pada kunjungan kedua dan ketiga sehingga disimpulkan terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian jahe merah dengan kunyit asam terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri yang terjadi pada kunjungan kedua dimana pemberian kunyit asam lebih cepat mengatasi nyeri. Diharapkan tenaga kesehatan khusunya bidan dalam melakukan asuhan pada remaja putri dengan menggunakan terapi non farmakologi dalam mengatasi nyeri saat haid serta menjadi masukan yang berguna dalam meningkatkan pelayanan kebidanan.
Pemasaran Digital Dengan Mengetahui Risiko dan Mitigasi Risiko Pada UMKM di Kecamatan Gunung Kaler Susanti, Yanti; Nurlela, Ela; Kurniati, Desti; Damara, Esti
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v4i2.715

Abstract

This community service activity aims to enhance the ability of MSME actors in the Gunung Kaler District to utilize digital marketing effectively by understanding the various potential risks and the mitigation strategies that need to be implemented. In the digital era, MSMEs face challenges such as data security threats, errors in content management, low digital literacy, and reputation risks arising from online customer interactions. Through training sessions, direct mentoring, and case simulations, this program provides practical knowledge enabling MSMEs to identify risks, minimize negative impacts, and optimize digital marketing efforts to improve business competitiveness. The offered solutions include educational activities delivered through lectures, interactive discussions, and the measurement of participants’ understanding using pre-test and post-test instruments. The activity was conducted in the Gunung Kaler District, Tangerang Regency, involving 21 MSME participants. Initial implementation results indicated a lack of understanding among participants regarding the effective use of digital marketing through risk identification and mitigation, as reflected in the higher post-test scores and significant regression model findings. The R Square value of 0.158 and F value of 2,881. These results indicate that the Digital Marketing and Risk Mitigation variables simultaneously explain only 15.8% of the MSME Performance variance, nevertheless, the program successfully improved participants’ knowledge and awareness of the importance of digital risk 1qmanagement for strengthening business competitiveness and sustainability.
Peningkatan Pengembangan SDM Dengan Membangun Karakteristik Berjiwa Wirausaha Dan Budaya Kerja Pada UMKM Mandiri Jaya Nurlela, Ela; Susanti, Yanti; Dinayah, Ridha Raya; Melianti, Melianti
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v4i2.716

Abstract

This community service program aims to enhance human resource development by fostering entrepreneurial characteristics and work culture within UMKM Mandiri Jaya. The main issue identified was the limited understanding among employees regarding the importance of work culture and entrepreneurial traits in sustaining business continuity. The proposed solution involved educational activities using lectures, interactive discussions, and comprehension assessments through pre-test and post-test instruments. Conducted in Rancailat Village, Kresek District, Tangerang Regency, the program engaged 24 participants. Results showed improved understanding of work culture and entrepreneurship, reflected in higher post-test scores and a statistically significant regression model. An R Square of 0.968 and F value of 315.222 indicate that the variables of HR development and entrepreneurial characteristics jointly explain 96.8% of the variance in work culture. In conclusion, this activity successfully enhanced participants’ knowledge and attitudes toward HR development, and strengthened UMKM competitiveness through the cultivation of a productive work culture and adaptive entrepreneurial mindset.
PENGARUH INFLUENCER MARKETING TERHADAP ENGAGEMENT DAN BRAND AWARENESS PRODUK SKINCARE PADA MEDIA SOSIAL TIKTOK Yanti Susanti; Dara Nirwana; Ela Nurlaela
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/685wjz14

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh influencer marketing dan brand awareness terhadap engagement konsumen produk skincare di media sosial TikTok. Fenomena meningkatnya penggunaan TikTok sebagai platform pemasaran digital, khususnya untuk produk kecantikan, mendorong pentingnya memahami dinamika interaksi antara strategi influencer marketing, kesadaran merek, dan keterlibatan konsumen. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei kepada 80 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan influencer marketing berpengaruh signifikan terhadap engagement dengan nilai t-hitung 4,781 > t-tabel 1,991 (sig. 0,000). Brand awareness juga berpengaruh signifikan terhadap engagement dengan t-hitung 5,172 > t-tabel 1,991 (sig. 0,000). Uji simultan menghasilkan F-hitung 240,442 > F-tabel 3,11 (sig. 0,000). Koefisien determinasi menunjukkan R Square sebesar 0,862, yang berarti 86,2% variasi engagement dapat dijelaskan oleh influencer marketing dan brand awareness. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku industri skincare untuk mengoptimalkan strategi pemasaran digital melalui kolaborasi dengan influencer yang tepat dan membangun brand awareness yang kuat guna meningkatkan engagement konsumen secara berkelanjutan.
Pemanfaatan Tiktok Shop dalam Meningkatkan Penjualan Produk F&B: Studi pada Bittersweet By Najla Natansyah, Irviandra Hafitz; Susanti, Yanti; Almajid, Wilyan Arta
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5132

Abstract

Perkembangan social commerce membawa perubahan signifikan dalam praktik pemasaran digital, khususnya pada industri Food and Beverage (F&B) yang sangat bergantung pada visualisasi produk dan kepercayaan konsumen. TikTok Shop hadir sebagai platform yang mengintegrasikan konten hiburan, interaksi sosial, dan transaksi dalam satu aplikasi, sehingga proses belanja berlangsung di dalam alur konsumsi konten. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana pemanfaatan TikTok Shop berkontribusi terhadap peningkatan penjualan produk F&B pada Bittersweet by Najla. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menggali pengalaman konsumen secara mendalam saat berinteraksi dengan konten dan fitur belanja TikTok Shop. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap konsumen yang pernah membeli melalui TikTok Shop, diperkuat dengan observasi nonpartisipan pada aktivitas konten dan live streaming serta dokumentasi digital terkait promosi dan fitur transaksi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, kategorisasi tema, dan penarikan makna berbasis pola pengalaman konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan penjualan terbentuk melalui rangkaian pengalaman yang saling terkait, dimulai dari paparan video pendek yang memicu rasa penasaran, berlanjut pada live streaming yang memperkaya pemahaman produk, interaksi real time yang membangun kepercayaan, dan kemudahan transaksi yang mempercepat konversi pembelian. Temuan ini menegaskan bahwa TikTok Shop berfungsi sebagai ekosistem pemasaran digital yang menyatukan hiburan, komunikasi, dan transaksi dalam satu pengalaman berbelanja yang berkesinambungan, sehingga penjualan meningkat melalui pengelolaan pengalaman konsumen, bukan semata intensitas promosi.
Pengaruh Pengenalan Dasar Branding terhadap Peningkatan Pemahaman Branding, Logo, Kemasan pada UMKM di Kelurahan Keroncong Nurlaela, Ela; Susanti, Yanti; Jaya Sakti, Ilham; Putri Rahman, Andini; Hasan, Muhammad Naufal
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2026): Maret 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v4i3.761

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk pengenalan dasar branding terhadap peningkatan pemahaman branding, logo, kemasan terhadap UMKM di Kelurahan Keroncong. Permasalahan utama yang dihadapi adalah keterbatasan pengetahuan, keterampilan, serta akses informasi mengenai branding masih menjadi hambatan utama bagi sebagian pelaku UMKM di Kelurahan Keroncong sehingga banyak yang belum memahami pentingnya desain logo yang konsisten, kemasan yang informatif dan menarik, serta pemanfaatan katalog digital sebagai media promosi yang efektif yang berdampak pada rendahnya nilai tambah produk dan sulitnya bersaing di pasar yang lebih luas keberlanjutan usaha. Solusi yang ditawarkan berupa edukasi melalui metode ceramah, diskusi interaktif, serta pengukuran pemahaman menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di wilayah Jl. Prabu Siliwangi No. 1, RT. 01/RW. 01, Kelurahan  Keroncong, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, dengan melibatkan 51 peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap branding, logo dan kemasan, yang tercermin dari skor post-test yang lebih tinggi dan model regresi yang signifikan. Nilai R Square sebesar 0,994 dan F sebesar 1314,443  menunjukkan bahwa variabel branding, logo dan kemasan secara simultan mampu menjelaskan 99,4% variasi pengenalan dasar branding. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap peningkatan branding, logo dan kemasan terhadap UMKM di Kelurahan Keroncong.
Pengaruh Jam Posting terhadap Engagement Rate Ghefira Sari Kholili; Yanti Susanti
Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Bisnis
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jekombis.v5i1.5787

Abstract

This study aims to analyze the effect of posting time on engagement rates on social media. Engagement rate is a crucial indicator for measuring the success of content, encompassing interactions such as likes, comments, shares, and other responses. Using data on posting time and audience interaction levels, this study demonstrates significant differences in engagement rates based on content publication time. Content posted during audience-active hours generates higher engagement rates than content published during off-peak hours. These findings underscore the importance of a content scheduling strategy as part of social media management to maximize the reach and effectiveness of digital communications. This research also provides practical implications for businesses, content creators, and social media managers in determining optimal times to enhance content performance organically. It can also be used to develop more targeted scheduling techniques based on relevant audience data and habits. It is recommended that the use of analytics tools that can monitor audience active times further strengthen social media management strategies.
EDUCATIONAL CONTENT, INFORMATION QUALITY, AND BRAND AWARENESS: A STUDY OF INSTAGRAM USERS IN TANGERANG Alya Fitria Sari; Susanti, Yanti; Zahra Allya Dika; Eisya Sabilatul F.
International Journal of Economics, Education, Law and Social Sciences (IJEELSC) Vol. 2 No. 1 (2026): January
Publisher : PT. ZILLZELL MEDIA PRIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61990/yhp7mw59

Abstract

The development of digital technology has changed the pattern of communication in society, with Instagram now becoming the main platform for brands to build awareness through visual and informative content. This study aims to examine the influence of educational content and information quality on the level of brand awareness among Instagram users in Tangerang City. Using a quantitative approach with an explanatory survey method, this study involved a population of 300 Instagram users. The research sample consisted of 75 respondents determined using the Slovin formula with non-probability sampling techniques. Data were collected through a Likert scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results show that, partially, educational content has a positive and significant effect on brand awareness (t-count 3.223 > t-table 2.645). Similarly, information quality has a positive and significant effect (t-count 4.914 > t-table 2.645) and is the most dominant variable. Simultaneously, both variables had a significant effect with an F-value of 96.048 and contributed 72.7% to the variation in brand awareness. This study concluded that the combination of educational content and accurate information presentation is very effective in strengthening brand memory among social media users.