Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PAI BERBASIS MULTIKULTURAL UNTUK MENINGKATKAN TOLERANSI DAN KERUKUNAN ANTARUMAT BERAGAMA Susanti, Yanti
Ar Rasyiid: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Ar Rasyiid: Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurroosyidiin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70367/arrasyiid.v3i1.24

Abstract

Toleransi dan kerukunan antarumat beragama merupakan pilar fundamental bagi keutuhan Negara Kesatuan RI yang majemuk. Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran dalam internalisasi nilai-nilai tersebut. Namun, tantangan intoleransi dan kebutuhan akan materi ajar yang relevan dengan konteks keberagaman mendesak adanya inovasi. Artikel ini bertujuan mengembangkan konsep bahan ajar PAI berbasis multikultural yang dapat meningkatkan toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis artikel jurnal ilmiah. Proses meliputi pencarian sistematis, seleksi berdasarkan kriteria inklusi, dan analisis konten tematik. Studi literatur menunjukkan bahwa bahan ajar PAI berbasis multikultural harus dilandasi oleh prinsip-prinsip Islam sebagai rahmatan lil ′alamin, kesetaraan (musawah), keadilan (′adl), dan saling menghormati (ta′aruf, takaful). Pengembangan bahan ajar melibatkan integrasi nilai-nilai multikultural ke dalam semua komponen kurikulum PAI, penggunaan metode pembelajaran partisipatif, dan penekanan pada peran guru sebagai fasilitator dan teladan. Bahan ajar yang dikembangkan berpotensi signifikan dalam membentuk pemahaman siswa yang lebih terbuka, sikap toleran, dan kemampuan berinteraksi secara harmonis dalam keberagaman.
PERBANDINGAN PEMBERIAN REBUSAN JAHE MERAH DAN KUNYIT ASAM TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI TPMB Y KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Susanti, Yanti; Aprilya Nency; Agustina Sari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9056

Abstract

Angka kejadian dismenore di Kabupaten Garut pada tahun 2022 sangat tinggi, tercatat sebanyak 68,8% wanita mengalami dismenore sedangkan di Puskesmas Karangpawitan tercatat sebanyak 648 remaja mengalami dismenore. Dismenore berdampak buruk bagi remaja putri, yaitu rasa letih, sakit di daerah bawah pinggang, perasaan cemas dan tegang, pusing kepala, bingung, mual muntah, diare, kram perut dan sakit perut serta gangguan aktivitas Salah satu upaya non farmakologi penanganan dismenore dapat dilakukan dengan terapi komplementer herbal yaitu mengkonsumsi ekstrak jahe dan ekstrak kunyit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian rebusan jahe merah dan kunyit asam terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan pada intervensi jahe terjadi penurunan intensitas nyeri dismenore dari kunjungan pertama skala nyeri 6 menjadi 3 pada kunjungan kedua dan menjadi 0 pada kunjungan ketiga. Sedangkan pada intervensi kunyit asam terjadi penurunan intensitas nyeri dismenore dari kunjungan pertama skala nyeri 6 menjadi 0 pada kunjungan kedua dan ketiga sehingga disimpulkan terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian jahe merah dengan kunyit asam terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri yang terjadi pada kunjungan kedua dimana pemberian kunyit asam lebih cepat mengatasi nyeri. Diharapkan tenaga kesehatan khusunya bidan dalam melakukan asuhan pada remaja putri dengan menggunakan terapi non farmakologi dalam mengatasi nyeri saat haid serta menjadi masukan yang berguna dalam meningkatkan pelayanan kebidanan.
PENGARUH INFLUENCER MARKETING TERHADAP ENGAGEMENT DAN BRAND AWARENESS PRODUK SKINCARE PADA MEDIA SOSIAL TIKTOK Yanti Susanti; Dara Nirwana; Ela Nurlaela
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/685wjz14

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh influencer marketing dan brand awareness terhadap engagement konsumen produk skincare di media sosial TikTok. Fenomena meningkatnya penggunaan TikTok sebagai platform pemasaran digital, khususnya untuk produk kecantikan, mendorong pentingnya memahami dinamika interaksi antara strategi influencer marketing, kesadaran merek, dan keterlibatan konsumen. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei kepada 80 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan influencer marketing berpengaruh signifikan terhadap engagement dengan nilai t-hitung 4,781 > t-tabel 1,991 (sig. 0,000). Brand awareness juga berpengaruh signifikan terhadap engagement dengan t-hitung 5,172 > t-tabel 1,991 (sig. 0,000). Uji simultan menghasilkan F-hitung 240,442 > F-tabel 3,11 (sig. 0,000). Koefisien determinasi menunjukkan R Square sebesar 0,862, yang berarti 86,2% variasi engagement dapat dijelaskan oleh influencer marketing dan brand awareness. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku industri skincare untuk mengoptimalkan strategi pemasaran digital melalui kolaborasi dengan influencer yang tepat dan membangun brand awareness yang kuat guna meningkatkan engagement konsumen secara berkelanjutan.
Pemanfaatan Tiktok Shop dalam Meningkatkan Penjualan Produk F&B: Studi pada Bittersweet By Najla Natansyah, Irviandra Hafitz; Susanti, Yanti; Almajid, Wilyan Arta
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5132

Abstract

Perkembangan social commerce membawa perubahan signifikan dalam praktik pemasaran digital, khususnya pada industri Food and Beverage (F&B) yang sangat bergantung pada visualisasi produk dan kepercayaan konsumen. TikTok Shop hadir sebagai platform yang mengintegrasikan konten hiburan, interaksi sosial, dan transaksi dalam satu aplikasi, sehingga proses belanja berlangsung di dalam alur konsumsi konten. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana pemanfaatan TikTok Shop berkontribusi terhadap peningkatan penjualan produk F&B pada Bittersweet by Najla. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menggali pengalaman konsumen secara mendalam saat berinteraksi dengan konten dan fitur belanja TikTok Shop. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap konsumen yang pernah membeli melalui TikTok Shop, diperkuat dengan observasi nonpartisipan pada aktivitas konten dan live streaming serta dokumentasi digital terkait promosi dan fitur transaksi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, kategorisasi tema, dan penarikan makna berbasis pola pengalaman konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan penjualan terbentuk melalui rangkaian pengalaman yang saling terkait, dimulai dari paparan video pendek yang memicu rasa penasaran, berlanjut pada live streaming yang memperkaya pemahaman produk, interaksi real time yang membangun kepercayaan, dan kemudahan transaksi yang mempercepat konversi pembelian. Temuan ini menegaskan bahwa TikTok Shop berfungsi sebagai ekosistem pemasaran digital yang menyatukan hiburan, komunikasi, dan transaksi dalam satu pengalaman berbelanja yang berkesinambungan, sehingga penjualan meningkat melalui pengelolaan pengalaman konsumen, bukan semata intensitas promosi.
Pengaruh Jam Posting terhadap Engagement Rate Ghefira Sari Kholili; Yanti Susanti
Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Bisnis
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jekombis.v5i1.5787

Abstract

This study aims to analyze the effect of posting time on engagement rates on social media. Engagement rate is a crucial indicator for measuring the success of content, encompassing interactions such as likes, comments, shares, and other responses. Using data on posting time and audience interaction levels, this study demonstrates significant differences in engagement rates based on content publication time. Content posted during audience-active hours generates higher engagement rates than content published during off-peak hours. These findings underscore the importance of a content scheduling strategy as part of social media management to maximize the reach and effectiveness of digital communications. This research also provides practical implications for businesses, content creators, and social media managers in determining optimal times to enhance content performance organically. It can also be used to develop more targeted scheduling techniques based on relevant audience data and habits. It is recommended that the use of analytics tools that can monitor audience active times further strengthen social media management strategies.
Hubungan antara Kemampuan Mendesain Konten dan Kreativitas Editing dengan Pemanfaatan Canva Pro untuk Media Sosial pada Mahasiswa Kota Tangerang Angelita, Nesya Angelita; Susanti, Yanti; Nurfadillah, Nurfadillah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan mendesain konten dan kreativitas editing terhadap pemanfaatan Canva Pro untuk media sosial pada mahasiswa di Kota Tangerang. Populasi penelitian mencakup seluruh mahasiswa di Kota Tangerang, sedangkan penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Yamane dengan tingkat kesalahan sebesar 5%, sehingga diperoleh 213 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah incidental random sampling, yaitu responden dipilih berdasarkan kesediaan dan kesesuaian dengan kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi statistik deskriptif dan korelasi parsial Pearson. Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat kemampuan mendesain konten, kreativitas editing, dan pemanfaatan Canva Pro pada kategori relatif tinggi. Analisis korelasi parsial menunjukkan bahwa kemampuan mendesain konten tidak berhubungan secara signifikan dengan pemanfaatan Canva Pro setelah dikontrol oleh kreativitas editing (r = 0,078; p = 0,261). Sebaliknya, kreativitas editing memiliki hubungan positif dan signifikan dengan pemanfaatan Canva Pro meskipun kemampuan desain konten dikendalikan (r = 0,351; p < 0,001). Secara keseluruhan, kreativitas editing terbukti sebagai prediktor yang lebih dominan dibandingkan kemampuan mendesain konten secara umum dalam memengaruhi intensitas pemanfaatan Canva Pro. Temuan ini mencerminkan bahwa penggunaan platform desain digital berbayar tidak semata-mata ditentukan oleh penguasaan teknis desain, melainkan lebih dipengaruhi oleh dimensi kreativitas yang mencakup eksplorasi visual, kemampuan mengadaptasi tren kontemporer, serta integrasi ide-ide orisinal dalam produksi konten.