Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGEMBANGAN TEKNIK KONDAKTING DAN PENDOKUMENTASIAN DALAM MEDIA REKAM DAN CETAK UNTUK MENDUKUNG PROSES LATIHAN KONDAKTING Susetyo, Bagus
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v11i2.2207

Abstract

Ada kebutuhan untuk melakukan formulasi di dalam teori dasar suara dan pengembangan agar dalam pembuatannya menjadi referensi bagi guru seni budaya di kota Semarang, dalam bentuk  pengembangan teknik dan dokumentasi  media rekam dan cetak dalam rangka memungkinkan pelaksanaan yang tepat dan lebih baik serta dalam penerapannya lebih estetis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang dikombinasikan dengan penelitian dan pengembangan. Pengumpulan data melibatkan reduksi data, interpretasi, presentasi, dan, kemudian, verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya sinkronisasi teori dan pola dasar dan perkembangannya berdasarkan gerakan yang dilakukan oleh guru seni dan budaya dan dilaksanakan di dalam kelas. Pola-pola pembangunan meliputi: postur berdiri,  sikap, insetting dan attack. Pelaksanaan gerakan komando merupakan perkembangan tempo. 2/4, 3/4, 4/4, dan 6/8. Dalam gerakan penutupan, beberapa variasi yang dikembangkan, yaitu MOR, dan thriller. Dinamik, tempo, ekspresi dan fermata dikembangkan lebih bervariasi. There was a need for a conducting formulation under a sound basic theory and development in order to make it a reference for those teachers of arts and cultures in Semarang municipality, in the form of conducting technique development and documentation in recorded and printed media in order to enable appropriate and better implementation as well as more aesthetic conducting. The research method used was a descriptive qualitative one combined with research and development. The data collection involved data reduction, interpretation, presentation, and, then, verification. The research result indicated the presence of synchronization of theory and basic pattern of conducting and its development based on the movement practiced by teachers of arts and cultures and implemented in the classroom. Those development patterns included: standing posture, set attitude, insetting and attack. The implementation of command movement constituted the development of tempo of. 2/4, 3/4, 4/4, and 6/8. In closure movement, several variances were developed, i.e. called, MOR, and thriller. The dynamics, tempo, expression and fermata were developed more variedly.
Creative Process Of Extracurricular Nasheed Al-Mutazam Integrated Boarding High School In Kuningan Barat Jawa Barat Herlambang, Agam; Suharto, Suharto; Susetyo, Bagus
Jurnal Seni Musik Vol 9 No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1633.739 KB) | DOI: 10.15294/jsm.v9i1.34110

Abstract

Nasyid extracurricular students at SMAIT Al-Multazam are students with a lack of musical experience but produce musical abilities to create nasyid works. The aim of this research is to find out and describe how the creative process of nasyid extracurricular students in creating nasyid works. This research use desciptive qualitative approach. Data collection techniques used were interviews, observation, and study of documents. The results of this study the creative process carried out by nasyid extracurricular students includes 4 stages, namely determining ideas, the process of creating nasyid lyrics, determining the chords in nasyid song lyrics, the method of composing chords on nasyid songs and the creation of a nasyid work. The conclusion is that the Nasyid extracurricular students are still in the learning stage but choose to pursue it to create a nasyid work so that it has a creative process to create nasyid works that can produce a work.
Peningkatan Keterampilan Menyanyikan Lagu – Lagu Daerah Jawa Tengah Disertai Gerak pada Kelompok Paduan Suara Dharma Wulan Semarang Muttaqin, Muhammad; Susetyo, Bagus; Pebrianti, Sestri Indah
Varia Humanika Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bernyanyi paduan suara lagu-lagu Daerah Jawa Tengah disertai gerak bagi para anggota paduan suara Dharma Wulan Semarang. Untuk itu, kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan tugas, melalui serangkaian tahapan: penyusunan proposal, pengajuan proposal, evaluasi proposal, survey lokasi dan wawancara dengan mitra, pengurusan ijin, dan pelaksanaan. Kegiatan diawali dengan kunjungan, observasi dan penyampaian maksud dan tujuan diadakannya pelatihan. Pengurus menerima kedatangan TIM pelaksana kegiatan dengan penuh ramah dan antusias. Selanjutnya, kegiatan pelatihan dilaksanakan setiap hari Kamis, pukul 14.00-15.30 WIB. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan metoda ceramah, tanya jawab, Demonstrasi, dan Latihan. Materi yang disampaikan meliputi materi yang bersifat teori maupun praktek. Materi teori meliputi: organisasi paduan suara, pengenalan jenis paduan suara, pengenalan jenis suara manusia, pengetahuan teknik menyanyi dalam paduan suara. Materi Praktek meliputi:Praktik teknik memproduksi suara, Resonansi, blanding, balancing, dan Interpretasi serta Gerakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta meningkat pengetahuan dan keterampilan menyayi paduan suara disertai gerak, seperti: mampu menjawab persoalan sekitar pengetahuan paduan suara, mampu membedakan suara yang terpadu dan belum terpadu, mampu menyanyi dengan teknik yang benar, dan secara bersama mampu mempraktikkan menyanyi paduan suara disertai gerak.
BENTUK PERTUNJUKAN KESENIAN ANGKLUNG CARANG WULUNG Putra, Arum Purwinda; Susetyo, Bagus
Jurnal Seni Musik Vol 1 No 1 (2012): June 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsm.v1i1.291

Abstract

AbstractKelompok kesenian angklung Carang Wulung merupakan salah satu kelompok kesenian angklung yang ada di Desa Lebaksiu Lor, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Kelompok angklung Carang Wulung dalam pertunjukannya sudah dibuat, digarap, dan disajikan secara tertata. Hal tersebut yang membuat kelompok angklung Carang Wulung lebih dikenal dan berbeda dari pada kelompok angklung lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan menggunakan analisis data interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk pertunjukan kelompok angklung Carang Wulung dalam situasi pementasan tanggapan dibagi menjadi tiga bagian pementasan, yaitu bagian pembukaan, bagian inti, dan bagian penutup. Bentuk pertunjukan kelompok angklung Carang Wulung dikaji secara tekstual, terdiri dari bentuk komposisi dan bentuk penyajian. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang disampaikan adalah kepada para pemain kelompok Carang Wulung agar lebih menambah koreografi gerakan dan aransemen yang berbeda untuk setiap lagu sehingga tidak monoton.Arts groups Carang Wulung angklung is one of the angklung arts groups in the Lebaksiu Lor, district Lebaksiu, Tegal regency. Carang Wulung angklung group in the show has been created, cultivated, and presented in good order. It makes it’s group better known and different than the other of angklung groups. This research used a qualitative approach. The techniques of collection the data are observation, interviews, and documentation. Data analysis was performed using an interactive data analysis from Miles and Huberman. The results showed that the shape of angklung group performance in situations Carang Wulung staging rental staging is divided into three parts, namely the opening, the core, and the concluding section. Form groups of angklung performances Carang Wulung studied textually, consisting of forms of composition and form of presentation. Based on the findings, suggestions are presented to the players Carang Wulung group to further increase the choreography of movement and different arrangements for each song so that is not monotonous.
STRATEGI PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER PADUAN SUARA DI SMP NEGERI 2 JEPARA Strinariswari, Ratna Luhung; Susetyo, Bagus; Raharjo, Eko
Jurnal Seni Musik Vol 4 No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsm.v4i1.9297

Abstract

Extracurricular choir aims to develop the talent of singing of the students, develop creative power, motivation, student attitudes that can lead to good interest.The problem studied in this research is how learning strategies extracurricular choir in SMP Negeri 2 Jepara? The purpose of this study was to determine and describe the learning strategy extracurricular choir in SMP Negeri 2 Jepara. This study used a qualitative descriptive approach. Data analysis using techniques: observation, interviews, and documentation. The data collected is then described, reduced (simplified), are presented and summarized in the form of words. The results showed that in 1991 became the origin of extracurricular choir in SMP Negeri 2 Jepara. Learning extracurricular choir with selecting participants include planning, preparing teaching materials, preparing the strategies that will be used, making the training schedule, and implement learning esktrakurikuler chorus along with the use of strategies and methods are good, true and correct. To enhance these activities, the needed infrastructure, preliminary activities, the submission of information, participation of learners, materials, training, and evaluation. Extracurricular choir in SMP Negeri 2 Jepara using expository teaching strategies, cooperative learning strategies and affective learning strategies. In practice, teacher deliver material with lectures, forming groups 3-4 and do the exercises in accordance with the material being taught vocal technique and practice, after it presented alternately in front of the other group.
Analisis Aransemen Lagu A Whole New World Ciptaan Tim Rice dan Alan Menken pada Instrumen String oleh Steve Deaprof Band di Pekalongan Kristerika, Agnes Firda; Susetyo, Bagus
Jurnal Seni Musik Vol 9 No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsm.v9i2.42266

Abstract

Aransemen instrumen string lagu A Whole New World oleh Steve Deaprof Band dibuat menarik dan modern, sehingga membuat lagu tersebut menjadi lebih variatif terutama pada isian (filler) string yang berbeda dari lagu aslinya. Hal ini melatarbelakangi peneliti untuk melakukan sebuah penelitian ini. Tujuan yang hendak dicapai penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan aransemen instrumen string lagu A Whole New World oleh Steve Deaprof Band. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Lokasi Penelitian di kantor Steve Deaprof yakni di Jln. KHM Mansyur no.3, Bendan, Pekalongan. Teknik pengumpulan data antara lain: teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik keabsahan data. Analisis data dalam penelitian ini deskriptif kualitatif, yaitu analisis dalam bentuk pernyataan dan analisis yang diungkapkan dengan deskripsi Hasil penelitian menunjukkan bahwa aransemen instrumen string lagu A Whole New World memiliki 3 kali perpindahan tangganada (modulasi) dan fill in pada beberapa bagian lagu. ___________________________________________________________________ Abstract The string instrument arrangement of the song A Whole New World by Steve Deaprof Band was made attractive and modern, thus making the song more varied, especially in the different string fillers from the original song. This is the background for researchers to conduct this research. The aim of this research is to know and describe the string instrument arrangement of the song A Whole New World by Steve Deaprof Band. The research approach used is descriptive qualitative. The research location is in Steve Deaprof's office, which is Jln. KHM Mansyur no.3, Bendan, Pekalongan. Data collection techniques include: observation, interview, and documentation techniques. Data validity techniques. The data analysis in this research is descriptive qualitative, namely analysis in the form of statements and analysis expressed with descriptions. The results show that the arrangement of the string instrument A Whole New World has 3 times the scale shift (modulation) and fill in on several parts of the song.
Exploration Of Lampung Traditional Music In Efforts To Preserve Culture By Kulit Tipis Community In Bandar Lampung Yulita, Birgita Iyona; Susetyo, Bagus; Sejati, Irfanda Riski Harmono
Jurnal Seni Musik Vol 10 No 1 (2021): June, 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsm.v10i1.46898

Abstract

Traditional music is one of the elements of culture keeping the continuity, dynamics, cultural identity and also becoming a vehicle for transmitting the cultural values inherited from generation to generation. This study aims to identify and describe the exploration of traditional music Lampung as an effort to preserve music culture by the Kulit Tipis community in Bandar Lampung. This research was conducted using qualitative methods. Data collection techniques used literature study, observation, interviews, and documentation studies. The results showed that there were efforts to preserve Lampung traditional music by Kulit Tipis community in Bandar Lampung, namely: (1) Collaborating traditional Lampung musical instruments with modern musical instruments or traditional musical instruments from other regions. (2) Making musical compositions from Lampung folk songs or modern pop songs today. (3) Performing musical exploration performances in various festivals, regular bands, and competitions in Lampung or outside the Lampung area. (4) Creating and uploading their video recordings of musical composition performances from the Kulit Tipis community through social media, such as YouTube.
Implementation of Kupingan Method in Javanese Karawitan Music Training for Foreigners Widodo, Widodo; Susetyo, Bagus; Walton, Susan; Appleton, William
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 21, No 1 (2021): June 2021
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v21i1.29993

Abstract

The present work explores the implementation of kupingan method in the karawitan music training process to foreign participants with written tradition background. Moreover, it aims to identify, analyze, and elaborate the strength and weaknesses of kupingan method in transfer knowledge of gamelan skills. The present study employed a descriptive-qualitative method and class-action research design. The research objects involved the training of Javanese karawitan music to Tlaga Madu group from the University of Michigan in 2019. The data were obtained through observation of participation, interview, and document study. The data were further validated by triangulation technique and analyzed by steps as follows: identification, classification, verification, reduction, and explanation. The results indicate that kupingan method is applicable in the karawitan music training for foreigners, yet, to a very limited extent. By implementing the method, the training participants can master simple gending (colotomic structure) instrumental of learning materials, such as basic technique and patterns of instruments in the small-format gending lancaran form. On the other hand, the materials of complex gending with larger formats than lancaran are more effective to be disseminated by karawitan notation that is written in detail and elaborated with a demonstration of the song play. 
- Peningkatan Ketrampilan Menyanyi Paduan Suara dengan Metode Solfegio pada Kelompok Paduan Suara Dharma Wulan Semarang Muttaqin, Moh.; Susetyo, Bagus
Varia Humanika Vol 2 No 1 (2021): Published
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v2i1.46055

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bernyanyi paduan suara lagu-lagu Jawa Tengah dengan penerapan metode solfeggio bagi para anggota paduan suara Dharma Wulan Semarang. Untuk itu, kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan tugas, melalui serangkaian tahapan: penyusunan proposal, pengajuan proposal, evaluasi proposal, survey lokasi dan wawancara dengan mitra, pengurusan ijin, dan pelaksanaan. Kegiatan diawali dengan kunjungan, observasi dan penyampaian maksud dan tujuan diadakannya pelatihan. Pengurus menerima kedatangan TIM pelaksana kegiatan dengan penuh ramah dan antusias. Selanjutnya, kegiatan pelatihan dilaksanakan setiap hari Selasa, pukul 13.30-15.00 WIB. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan metoda ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan latihan. Materi yang disampaikan meliputi materi yang bersifat teori maupun praktek. Materi teori meliputi: pengetahuan sistem notasi music, nilai notasi music angka, birama, tanda tempo, tanda birama, , dan beberapa tanda ekspresi dalam system notasi music angka, sedangkan materi praktik meliputi praktik membaca notasi music angka, dan dikte notasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui penerapan metode solfeggio, para peserta meningkat pengetahuan dan keterampilan menyayi paduan suara suara, mampu menebak dan membaca notasi music yang diperlukan dalam bernyanyi.
Pendampingan Pendokumentasian Hak Cipta Karya Seni Bagi MGMP Seni Budaya SMP Kabupaten Semarang Salafiyah, Nafik; Haryono, Slamet; Aesijah, Siti; Susetyo, Bagus
Varia Humanika Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v5i1.75791

Abstract

Kerjasama pengabdian antara Universitas Negeri Semarang dan MGMP Seni budaya yang telah terjalin selama tiga tahun, kini diketahui banyak guru – guru seni yang Kreatif di bidangnya baik dalam bentuk cipta seni seperti mencipta musik ,mencipta lagu, mengarransemen, mencipta tari, melukis, hingga menulis buku seni. Alangkah baiknya jika karya-karya dari guru terdokumentasi secara baik dan diakui berupa Hak Cipta, namun disayangkan hal tersebut tidak pernah terbesit oleh guru dikarenakan ketidaktahuan mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI)l. tujuan dari kegiatan pengabdian memberikan pendampingan pendokumentasian karya seni dalam bentuk hak cipta. Hasil dari pengabdian telah terdata 19 guru yang karyanya siap didaftarkan HKI. Meliputi kategori Lagu ( Mars,Hymne,dan Jingle) 13 HKI, Seni Rupa 2 HKI, Seni Batik 1 HKI, Seni Sendra Tari 1 HKI, Seni Motif 1 HKI, Seni Logo 1 HKI. Saat ini MGMP seni Budaya telah memiliki perlindungan Hak atas karya cipta seni nya berupa sertifkat HKI.