Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Lalat Pengorok Daun Liriomyza sativae Blanchard Hama Baru pada Beberapa Sayuran Dataran Rendah Susilawati, -
Jurnal Hortikultura Vol 14, No 4 (2004): Desember 2004
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lalat pengorok daun Liriomyza sativae Blanchard merupakan hama baru yang pada tahun 1996 ditemukan menyerangberbagai jenis sayuran dataran rendah di Karawang. Di dataran rendah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,survai terhadap hama ini dilaksanakan di tujuh lokasi dari bulan Januari hingga Juli 2002. Tujuan dari kegiatan iniadalah untuk mengetahui keberadaan/sebaran lalat pengorok daun L. sativae dan tingkat kerusakan yang disebabkanhama tersebut pada berbagai sayuran dataran rendah. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lalat pengorok dauntelah menyerang berbagai tanaman sayuran dataran rendah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Tingkatkerusakan yang ditimbulkannya bervariasi menurut jenis sayuran dan waktu pertanaman. Pada bulan Januari danMaret atau musim hujan, tigkat serangannya mencapai 10-45% dan pada bulan Mei atau awal musim kemarau, tingkatserangan hama sebesar 70%. Tanaman buncis di daerah Indra Sari dan Bincau pada musim kemarau adalah yangpaling parah terserang dengan kerusakan 70% dan untuk kacangpanjang di Kalampangan kerusakannya mencapai60%.Kata kunci : Liriomyza sativae; Dataran rendah; Tingkat kerusakan.AB STRACT. Susilawati. 2004. Leafminer Liriomyza sativae Blanchard a new pest on sev eral low landvegatables. Leafminer Liriomyza sativae Blanchard was a new pest that at tacked veg e ta ble crops in low landKarawang on 1996. Sur vey to this pest in low land of South and Cen tral Kalimantan were con ducted in seven lo ca tionsdur ing Jan u ary-July 2002. The ob jec tives of this ac tiv ity were to de ter mine the ex is tence of the in sect and to know thelevel of its dam ages. Re sults in di cated that leafminer L. sativae at tacked al most all veg e ta bles in South and Cen tralKalimantan. Level of dam ages was var ied ac cord ing to kind of veg e ta bles and time of planted. On Jan u ary and Marchor of rainy sea son, the level of dam ages reached 10-45% while on May or of be gin ning dry sea son, the dam ages leveldue to the this pest was 70%. Frenchbean planted at Indra Sari and Bincau was most se verely at tacked up to 70% dam -ages while for yardlongbean at Kalampangan was at tacked by such pest at 60% dam ages.
EVALUASI SISA MATERIAL PADA PROYEK KONSTRUKSI Susilawati, -; Nuh, Safaruddin M.; Rafie, -
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.052 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.38855

Abstract

Material adalah komponen penting yang digunakan dalam menentukan nilai suatu proyek. Material yang di ambil hanya material pembesian saja yaitu : pembesian pada pile cap,  balok, dan kolom. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengetahui volume sisa material dan persentase level limbah yang ada pada proyek ini, apa saja faktor penyebab yang menjadi limbah pada proyek ini, bagaimana solusi dan upaya yang harus dilakukan untuk meminimalisir sisa material konstruksi. Ada beberapa cara teknik analisa yang dilakukan penulis, diantaranya adalah menghitung kebutuhan material pembesian menggunakan Microsoft Excel dan mengolah data kuisioner menggunakan metode likert. Dari hasil perhitungan dan analisis menghasilkan persentase sisa material Besi D-8 sebesar 0,003%, Besi D-13 sebesar 0,222%, Besi D-16 sebesar 0,009%, Besi D-19 sebesar 0,044%. Adapun faktor yang mempengaruhi sisa material pembesian pada proyek ini adalah faktor desain, faktor pengadaan, faktor manusia, faktor alat, faktor material, faktor residual, dan lain-lain.
Lalat Pengorok Daun Liriomyza sativae Blanchard Hama Baru pada Beberapa Sayuran Dataran Rendah - Susilawati
Jurnal Hortikultura Vol 14, No 4 (2004): Desember 2004
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v14n4.2004.p279-286

Abstract

Lalat pengorok daun Liriomyza sativae Blanchard merupakan hama baru yang pada tahun 1996 ditemukan menyerangberbagai jenis sayuran dataran rendah di Karawang. Di dataran rendah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,survai terhadap hama ini dilaksanakan di tujuh lokasi dari bulan Januari hingga Juli 2002. Tujuan dari kegiatan iniadalah untuk mengetahui keberadaan/sebaran lalat pengorok daun L. sativae dan tingkat kerusakan yang disebabkanhama tersebut pada berbagai sayuran dataran rendah. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lalat pengorok dauntelah menyerang berbagai tanaman sayuran dataran rendah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Tingkatkerusakan yang ditimbulkannya bervariasi menurut jenis sayuran dan waktu pertanaman. Pada bulan Januari danMaret atau musim hujan, tigkat serangannya mencapai 10-45% dan pada bulan Mei atau awal musim kemarau, tingkatserangan hama sebesar 70%. Tanaman buncis di daerah Indra Sari dan Bincau pada musim kemarau adalah yangpaling parah terserang dengan kerusakan 70% dan untuk kacangpanjang di Kalampangan kerusakannya mencapai60%.Kata kunci : Liriomyza sativae; Dataran rendah; Tingkat kerusakan.AB STRACT. Susilawati. 2004. Leafminer Liriomyza sativae Blanchard a new pest on sev eral low landvegatables. Leafminer Liriomyza sativae Blanchard was a new pest that at tacked veg e ta ble crops in low landKarawang on 1996. Sur vey to this pest in low land of South and Cen tral Kalimantan were con ducted in seven lo ca tionsdur ing Jan u ary-July 2002. The ob jec tives of this ac tiv ity were to de ter mine the ex is tence of the in sect and to know thelevel of its dam ages. Re sults in di cated that leafminer L. sativae at tacked al most all veg e ta bles in South and Cen tralKalimantan. Level of dam ages was var ied ac cord ing to kind of veg e ta bles and time of planted. On Jan u ary and Marchor of rainy sea son, the level of dam ages reached 10-45% while on May or of be gin ning dry sea son, the dam ages leveldue to the this pest was 70%. Frenchbean planted at Indra Sari and Bincau was most se verely at tacked up to 70% dam -ages while for yardlongbean at Kalampangan was at tacked by such pest at 60% dam ages.
THE EFFECT OF USING ENGLISH SONG TOWARDS STUDENTS’ SPEAKING SKILL AT THE VIII GRADE OF SMPI NURUL HIKMAH II BEKASI Yasir, Muhamad; Reknosari, -; Susilawati, -
BRIGHT : A Journal of English Language Teaching, Linguistics and Literature Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/bright.v8i2.8069

Abstract

The purpose of this research is to find out whether there is an effect of using English song towards students’ speaking skill at the VIII grade of SMPI Nurul Hikmah II Bekasi. The population in this research is 26 students by taking 20 students as a sample. The research method use the Pre-Experimental Desain One Group Pre-Test Post-test. The researcher use Oral test with the criteria of assessment are Pronunciation, Grammar, Fluency, Vocabulary and Content, with 1 question. The score of Pre Test are mean = 49.9, Median = 54.39, Mode = 57.265, Variant = 178.36, and Standard Deviation = 13..35. It means that the students in the pre test has been unsatisfactory yet. While the Post test are mean = 77.95, Median = 83.48, Mode = 87.12, Variant = 176.78, and Standard Deviation = 13.29, It means that the students in the post test has had a good score. With Data analysis technique using . obtained 4.42 next to compare in with standard of a significant (α = 0.05 which is dk = n-1 = 19 ) = 1.72, hence, 4.42 1.72 it means that is refused whereas is accepted, it can be concluded that there is an effect of using English song towards students’ speaking skill at the VIII grade of SMPI Nurul Hikmah II Bekasi.