Donny Fransiskus Manalu, Donny Fransiskus
Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SIPIL

PENGARUH SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN TAILING TIMAH TERHADAP KUAT TEKAN BETON Manalu, Donny Fransiskus
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.697 KB)

Abstract

Usaha untuk mendapatkan beton dengan mutu yang lebih baik yaitu dengan meningkatkan mutu material penyusunnya, misalnya kekerasan agregat dan kehalusan butir semen.  Agregat merupakan bahan penyusun utama yang berfungsi sebagai bahan pengisi yang memberikan nilai ekonomis, kekuatan, keawetan, stabilitas dan kekakuan terhadap beton.  Salah satu alternatif pengganti agregat adalah limbah dari Pusat Pengolahan Biji timah (PPBT) Peltim di Muntok yaitu pasir tailing dan air waduk Peltim. Dalam penelitian ini, Pengambilan data sekunder berupa hasil pengujian air waduk peltim, kandungan mineral tailing timah, kandungan mineral pasir galian dan luas waduk. Sedangkan data primer berupa sampel tailing timah dan pasir galian.  Penelitian ini akan menggunakan campuran beton dengan enam variasi campuran, yaitu: persentasi penggantian pasir dengan pasir tailing sebesar  0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Dari masing-masing campuran beton tersebut dibuat tiga benda uji. Pengujian yang dilakukan pada campuran beton adalah kuat tekan dengan menggunakan alat uji tekan beton (compressive strength test) pada umur beton 7 hari dan 28 hari.  Hasil penelitian diperoleh, nilai kuat tekan beton umur 7 hari pada campuran beton dengan menggunakan persentase penambahan tailing timah 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% berturut-turut adalah sebesar 21,70 MPa; 21,51 MPa; 20,76 MPa; 19,44 MPa; 19,44 MPa dan 18,50 MPa. Sedangkan kuat tekan pada umur 28 hari, sesuai dengan persentase penambahan tailing timah berturut-turut sebesar 28,12 MPa; 27,55 MPa; 26,23 MPa; 25,48 MPa; 24,16 MPa dan 22,83 MPa. Kata Kunci: agregat halus, tailing timah, dan kuat tekan beton.
ANALISIS PERBANDINGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN DENGAN RANGKA ATAP KAYU TERHADAP MUTU, BIAYA DAN WAKTU Rahayu, Sherly Anggun; Manalu, Donny Fransiskus
SIPIL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Konstruksi rangka atap adalah bagian atas dari suatu bangunan yang merupakan strukturrangka batang yang diletakkan pada sebuah bidang dan saling dihubungkan dengan sendipada ujungnya, sehingga membentuk suatu bagian bangunan yang terdiri dari segitiga-segitiga. Permasalahan konstruksi rangka atap tergantung pada jenis bahan materialstrukturnya, bentuk dan luas ruang yang harus dilindungi, serta lapisan penutupnya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu rangka atap baja ringan dan rangkakayu, menghitung besaran biaya pemasangan rangka atap baja ringan dan rangka atapkayu dan membandingkan waktu (efisiensi) pengerjaan rangka baja ringan dan rangkakayu. dimana analisis mutu dilakukan pengujian dilaboratorium yang meliputi uji kuattarik untuk material baja ringan benda uji dibuat menjadi spesimen berdasarkan standarASTM A370-03a kemudian untuk material kayu benda uji dibuat menjadi spesimenberdasarkan standar SNI-03-3399-1994, analisis biaya menggunakan harga satuanpekerjaan (HSP) berdasarkan APBN tahun 2014 yang akan digunakan dalam pembuatanrencana anggaran biaya dan analisis waktu pengerjaan dilakukan dengan carapenyebaran kuesioner kemudian diolah menggunakan metode statistik deskripsi.Berdasarkan hasil analisis, mutu kuat tarik baja ringan dan kayu didapat nilai kuat tarikmaterial baja ringan sampel profil C 7,7/0,75, didapatlah hasil rata-rata dimana σ yield(Tegangan Leleh) = 542,80 MPa dan U maks (Tegangan Maksimum) = 544,01 MPa,sampel profil U tebal 0,45, didapatlah hasil rata-rata dimana σ yield (Tegangan Leleh) =200,82 MPa dan U maks (Tegangan Maksimum) = 440,26 MPa dan nilai kuat tarikmaterial kayu Sampel Kayu Menggeris, didapatlah hasil rata-rata dimana Kuat tarik rata-rata adalah 338,8 MPa, Sampel Kayu Nyato, didapatlah hasil rata-rata dimana Kuat tarikrata-rata adalah 157,7 MPa dapat disimpulkan bahwa dari hasil pengujian mutu kuattarik material baja ringan lebih baik dari pada material kayu. Hasil biaya pemasanganrangka atap baja ringan dan rangka atap kayu didapatlah kesimpulan dimana biayapemasangan rangka atap baja ringan lebih murah dengan total biaya Rp. 17.660.845,00dari pada rangka atap kayu dengan total biaya19.941.324,00. Dan untuk analisis waktuuntuk pemasangan rangka atap baja ringan dan rangka atap kayu didapat lah kesimpulanbahwa bahwa pemasangan rangka atap kayu lebih banyak membutuhkan pekerja danwaktu pemasangan lebih lama, dari pada pemasangan rangka atap baja ringan. Dimanapemasangan rangka atap baja ringan dibutuhkan 3,4 pekerja (OH) dan 3,9 hari lamawaktu pemasangan, sedangkan untuk mengerjakan rangka atap kayu 99 m², dibutuhkan3,8 pekerja (OH) dan 5,8 hari lama waktu pemasangan.Kata kunci : Konstruksi atap, baja ringan, kayu, mutu, biaya, dan waktu
ANALISIS PENGGUNAAN PASIR PANTAI SAMPUR SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON Dumyati, Ahmad; Manalu, Donny Fransiskus
SIPIL Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Penelitian tentang pemanfaatan pasir pantai sebagai agregat halus dalam pembuatanbeton ini dilatarbelakangi oleh ketersediaan pasir pantai di alam dalam jumlah yangsangat besar. Pasir pantai yang digunakan berasal dari daerah Pantai Sampur, kotaPangkalpinang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kuat tekanbeton yang dihasilkan ketika menggunakan beberapa perlakuan terhadap pasir pantaiSampur. Perlakuan yang digunakan terhadap pasir Pantai Sampur adalah : tanpaperlakuan, disiram, dan dicuci. Kuat tekan beton direncanakan 17,5 MPa. Sampelberbentuk silinder dan berjumlah 24 buah. Penelitian ini juga menggunakan beton normaldari pasir yang berbeda sebagai kontrol, yaitu pasir daerah Padang Baru KabupatenBangka Tengah. Campuran beton dengan pasir Padang Baru (beton normal)menghasilkan kuat tekan rata-rata sebesar 28,68 MPa. Sedangkan kuat tekan beton rata-rata pada pasir pantai Sampur tanpa perlakuan sebesar 16,36 MPa, dengan perlakuandisiram sebesar 17,52 MPa dan dengan perlakuan dicuci sebesar 22,14 Mpa. Kuat tekanbeton terbesar pasir Pantai Sampur terletak pada perlakuan dicuci yaitu sebesar 22,14Mpa.Kata kunci : pasir pantai, kuat tekan beton
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK UNTUK STABILITAS LERENG Hisyam, Endang Setyawati; Manalu, Donny Fransiskus
SIPIL Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Peranan tanah sangat penting pada suatu pekerjaan konstruksi, baik sebagai bahan konstruksimaupun sebagai pendukung konstruksi. Apabila konstruksi dibangun pada tanah lunak sepertitanah lempung lunak, maka tanah tersebut memberikan permasalahan tersendiri terhadappembangunan konstruksi. Untuk meningkatkan kekuatan tanah tersebut dilakukan usaha stabilisasitanah dengan menambahkan limbah plastik pada tanah tersebut. Dalam penelitian ini ukuran dankadar plastik yang dicampurkan (1 cm x 2 cm), (2 cm x 2 cm) dan (3 cm x 2 cm), dengan kadarplastik0,5 %, 1 %,dan 2% dari berat kering tanah lempung. Untuk mengetahui besarnyakekuatan tanah dilakukan pengujian geser (direct shear test). Pemberaian limbah plastikmemberikan pengaruh terhadap angka keamanan lereng. Darihasil analisis menggunakanprogram PLAXIS, didapat angka keamanan untuk tanah asli sebesar 2,67, sedangkan nilai angkakeamanan paling besar yang didapat dari pencampuran tanah asliditambah dengan plastikberukuran (2x2) cm pada kadar 0,5% yaitu 3,35 sehingga ada kenaikan sebesar 25,47% darinilai angka keamanan tanah asli.Kata Kunci: Tanah lempung,,Plastik, Kekuatan tanah