Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Agroteksos

PERUBAHAN SIFAT AKIBAT SILANG DIRI PADA GENERASI S1 POPULASI TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) DI LAHAN KERING Hikmah, Lale Melati Komala; Sudika, I Wayan; Yakop, Uyek Malik; Sutresna, I Wayan; Anugrahwati, Dwi Ratna
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i2.905

Abstract

Silang diri atau selfing berakibat terhadap berubahnya susunan genetik pada jagung dan umumnya tanaman akan mengalami penurunan sifat atau disebut juga depresi silang dalam (inbreeding depression). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan-perubahan pada setiap karakter kuantitatif setelah dilakukan selfing pada tanaman jagung. Metode eksperimental digunakan dalam penelitian ini dengan percobaan di lahan kering yang memiliki sumur pompa. Percobaan dilakukan bulan Maret hingga bulan Juni 2023 di Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Jumlah perlakuan sebanyak dengan kode G1sampai G31. Setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali, sehingga terdapat 62 unit percobaan. Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA); selanjutnya dihitung heritabilitas arti luas dan koefisien korelasi fenotipik. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa terdapat perubahan karakter kuantitatif akibat silang diri. Heritabilitas arti luas seluruh karakter kuantitatif luas daun dan diameter tongkol tergolong tinggi, umur keluar malai, jumlah daun, panjang tongkol, dan diameter batang tergolong rendah, dan karakter lainnya tergolong sedang. Korelasi fenotipik sudut daun dengan seluruh karakter tidak berkorelasi. Umur panen dan hasil menunjukkan adanya korelasi terhadap beberapa karakter kuantitatif.
EVALUASI SIFAT KUANTITATIF FAMILI SAUDARA TIRI (HALF-SIB) PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI LAHAN KERING Sudika, I Wayan; Sutresna, I Wayan; Sanggabuana, Lalu Juan Wisnawadi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat kuantitatif seluruh famili saudara tiri tanaman jagung berdasarkan total skor sifat sudut daun, umur panen, dan hasil serta mengetahui parameter genetik sifat kuantitatif seluruh famili saudara tiri. Penelitian dilakukan pada bulan April – Agustus 2023. Rancangan acak kelompok, digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah perlakuan sebanyak 225 entres yang berasasal dari 75 tetua jantan. Setiap perlakuan diulang sebanyak dua kali sehingga terdapat 450 unit percobaan. Data hasil penelitian dianalisa dengan sistem skoring atas dasar sifat sudut daun, umur panen dan hasil. Analisis sidik ragam pada taraf 5 persen, juga digunakan untuk memperoleh nilai parameter genetik (heritabilitas). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa famili saudara tiri terpilih sebanyak 13, yaitu famili nomor 48, 50, 26, 28, 42, 47, 12, 43, 20, 32, 61, 64, dan 60. Faktor genetik dan lingkungan berkontribusi sama terhadap hampir seluruh sifat kuantitatif kecuali sifat umur keluar malai dan umur keluar rambut tongkol yang dipengaruhi oleh lingkungan. Sifat hasil memiliki korelasi genotipik positif nyata dengan tinggi tanaman, diameter batang, umur panen, bobot 1.000 biji, panjang tongkol, diameter tongkol dan bobot brangkasan segar. Sifat sudut daun memiliki korelasi genotipik negatif nyata dengan diameter batang, umur panen, panjang tongkol, jumlah daun segar, dan bobot berangkasan segar. Sifat umur panen memiliki korelasi genotipik negatif nyata dengan sudut daun. Ketiga belas famili terpilih, perlu dilakukan rekombinasi genetik untuk membentuk populasi hasil seleksi saudara tiri siklus pertama.
PENAMPILAN KARAKTER KUANTITATIF DAN KUALITATIF BEBERAPA VARIETAS UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) DI WILAYAH OKINAWA, JEPANG Majrurraziky, Majrurraziky; Sutresna, I Wayan; Dewi, Suprayanti Martia; Suliartini, Ni Wayan Sri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter kuantitatif dan kualitatif dan mengetahui hubungan kekerabatan 3 jenis ubi jalar yang terdapat di wilayah Okinawa, Jepang. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari-Maret 2025 di lahan petani di wilayah Okinawa. Metode yang digunakan yaitu metode survei pada tanaman sampel. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis cluster dan ditampilkan dalam bentuk fenogram atau dendogram menggunakan program SPSS. Karakteristik Karakter kuantitatif Tanaman Ubi Jalar; Varietas Beniharuka memiliki panjang umbi dan panjang daun tertinggi, masing-masing sebesar 17,02 cm dan 11,86 cm. Namun demikian, varietas ini juga menunjukkan lebar daun paling sempit, yaitu 8,56 cm. Beniharuka menghasilkan 3–5 umbi per tanaman, mulai berbunga pada umur 110 hari setelah tanam (hst), dan dapat dipanen pada 150 hst. Varietas Churakoibeni menunjukkan panjang batang paling dominan, yakni 422,4 cm, dan lebar daun sebesar 11,66 cm. Jumlah umbi yang dihasilkan per tanaman berkisar antara 4–6 buah, dengan waktu berbunga pada 130 hst dan waktu panen pada 140 hst. Varietas Ougonimo memiliki bobot umbi rata-rata tertinggi, yaitu sebesar 262,2 gram, serta lebar daun terlebar yaitu 12,4 cm. Jumlah umbi per tanaman berkisar antara 4–7 buah, dengan waktu berbunga pada 120 hst dan waktu panen pada 160 hst. Karakteristik Karakter kualitatif Tanaman Ubi Jalar; Beniharuka memiliki warna kulit umbi ungu dengan daging umbi putih pucat, bentuk umbi lonjong, dan tekstur kulit halus. Batangnya berwarna hijau dengan daun berbentuk hati (cordate), serta bunga berbentuk terompet dengan bagian luar berwarna putih dan bagian dalam ungu. Churakoibeni memiliki warna kulit dan daging umbi ungu kemerahan, dengan tekstur kulit umbi kasar dan bentuk lonjong. Batangnya berwarna hijau, daun berbentuk hati, dan bunga berwarna putih keunguan di bagian luar serta ungu di bagian dalam. Ougonimo memiliki warna kulit umbi ungu pucat, daging umbi kuning hingga oranye, dan bentuk umbi bulat dengan tekstur kulit kasar. Batangnya berwarna hijau, daun berbentuk hati, dan bunga berwarna ungu baik di bagian luar maupun dalam. Hasil analisis indeks desimilaritas menggunakan jarak Euclidean menunjukkan bahwa varietas Beniharuka dan Churakoibeni memiliki tingkat kemiripan morfologi yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Ougonimo. Hal ini diperkuat oleh hasil fenogram yang membagi ketiga varietas ke dalam dua klaster utama, di mana Beniharuka dan Churakoibeni tergabung dalam satu klaster, sedangkan Ougonimo membentuk klaster tersendiri.