Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Nutriture Journal

Pengembangan Tepung Tempe dan Bayam Hijau (Amaranthus Tricolor L) Sebagai Bahan Substitusi Pepaya Sandwich Biskuit untuk Snack Remaja Putri Anemia. Ervin Syah Pehlepi; Theresia Puspita; I Komang Suwita
NUTRITURE JOURNAL Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Nutriture
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v1i2.3499

Abstract

ABSTRACT ERVIN SYAH PEHLEPI, 2022. Development of Tempeh Flour and Green Spinach (Amaranthus Tricolor L) as a Substitute for Papaya Sandwich Biscuits for Snacks Adolescent Daughters with Anemia. Adviser: Theresia Puspita, STP, M.Si and I Komang Suwita, SST, MP. Anemia is a nutritional problem in Indonesia, the prevalence of anemia in Indonesia in 2013 was 37.1 percent and there was an increase in 2018 of 48.9 percent with the proportion of anemia of 84.6 percent in the 15 to 24 year age group. The increased risk of anemia in adolescent girls occurs because women experience menstruation and low dietary iron intake. This type of research is experimental using a completely randomized design (CRD) using 3 treatment levels and 3 replications so that the experimental unit becomes 9 units in substitution, namely wheat flour: tempeh flour: green spinach as ingredients for making papaya sandwich biscuits based on food. distraction in adolescent girls. This research was carried out in May-June 2022. The results of the study were 1) Tempe flour and green spinach (Amaranthus Tricolor L) as a substitute for papaya sandwich biscuits had an effect on chemical quality (moisture content and ash content). The highest water content was found in the P1 treatment of 9.7 percent. While the highest ash content was in the P1 treatment of 2.8 percent. 2) Tempe flour and green spinach (Amaranthus Tricolor L) as substitutes for papaya sandwich biscuits have an effect on nutrient levels (protein content, fat content, carbohydrate content). The highest protein content was found in the P3 treatment of 5.3g per 100g, the highest fat content in the P3 treatment of 2.6g per 100g and the highest carbohydrate content in the P1 treatment of 80.4g per 100g. 3) Tempe flour and green spinach (Amaranthus Tricolor L) as substitutes for papaya sandwich biscuits have an effect on organoleptic quality, namely taste. The most preferred taste in P1 treatment which has an average value of 3.36. 4) conclusion for the best formulation of tempeh flour and green spinach (Amaranthus Tricolor L) as a substitute for papaya sandwich biscuit, namely P1 treatment. Keywords: tempeh flour, green spinach (Amaranthus Tricolor L), papaya, sandwich biscuit, anemic teenage girls.
Literature Review Penyuluhan Gizi terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil Siti Nurul Hasanah; Tapriadi .; I Komang Suwita
NUTRITURE JOURNAL Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Nutriture
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v2i1.3527

Abstract

Latar belakang: Permasalahan gizi di Indonesia salah satunya adalah anemia. Berdasarkan dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, menunjukkan bahwa proporsi anemia ibu hamil mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 48,9% dari yang sebelumnya sebesar 37,1% pada tahun 2013. Secara rata-rata nasional pada tahun 2018, cakupan ibu hamil yang mendapat TTD minimal 90 tablet selama masa kehamilannya belum mencapai target, yaitu sebesar 81,2% dari target 95%. Salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam konsumsi tablet tambah darah adalah pengetahuan. Dengan adanya dampak yang merugikan dari anemia, maka perlu dilakukan upaya untuk menanggulangi maupun mencegah kejadian anemia khususnya pada ibu hamil salah satunya dengan memberikan pendidikan gizi tentang anemia melalui penyuluhan gizi. Tujuan: Mengetahui pengaruh penyuluhan gizi terhadap pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil. Metode: Jenis penelitian menggunakan studi literatur dengan metode systematic review. Desain penelitian quasi experiment. Artikel diambil dari database google scholar, artikel dengan bahasa Indonesia pada rentang tahun 5 tahun terakhir (2016-2021). Penyeleksian diambil dengan memperhatikan PICOS framework. Hasil: Terdapat peningkatan yang signifikan 0,05 terhadap pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil setelah diberikan intervensi penyuluhan gizi. Kesimpulan: Berdasarkan analisa terhadap 5 artikel penelitian pengaruh penyuluhan gizi tentang anemia terhadap pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil, terdapat 2 artikel yang menunjukkan peningkatan pengetahuan secara signifikan 0,05, dan terdapat 4 artikel yang menunjukkan peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah secara signifikan 0,05.
Sebelum dan Sesudah Edukasi menggunakan Flip Book terhadap Pengetahuan tentang Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibanteng Kabupaten Situbondo Durotul Baruroh; I Komang Suwita; Hasan Aroni
NUTRITURE JOURNAL Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Nutriture
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v1i2.3427

Abstract

Latar Belakang: Anemia masih menjadi salah satu dari empat masalah gizi utama yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan data dari Riskesdas tahun 2018, prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia adalah 48,9 persen, meningkat 11,8 persen jika dibandingkan dengan angka di tahun 2013 yaitu 37,1 persen. Menurut laporan Hasil Sosialisasi Anemia Dan Pemanfaatan TTD dalam Bentuk Survey Anemia Ibu Hamil dan Remaja Putri Tahun 2020 di Kabupaten Situbondo, menunjukkan 49 persen memiliki tingkat pengetahuan cukup dan kurang. Sebagai salah satu upaya meningkatkan pengetahuan dengan dilakukan edukasi. Media yang digunakan pun bermacam baik dengan media visual saja maupun audio visual. Salah satu media visual yang dapat dilakukan yaitu flip book. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah edukasi menggunakan flip book terhadap pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Jatibanteng Kabupaten Situbondo. Metode: Jenis penelitian ini adalah pre-experiment dengan desain penelitian two-group pretest posttest dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil: didapatkan nilai p-value 0,005 kurang dari 0,05, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah edukasi dengan media flip book terhadap pengetahuan ibu hamil tentang anemia. Kesimpulan: terdapat perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah edukasi dengan menggunakan media flip book terhadap pengetahuan ibu hamil tentang anemia pada p sama dengan 0,05 serta terdapat perbadaan yang bermakna antara kelompok yang diberikan edukasi tanpa media dengan kelompok yang diberikan edukasi menggunakan media flip book terhadap pengetahuan ibu hamil tentang anemia pada p sama dengan 0,05.
Substitution Biscuits Red Bean Flour (Phaseoulus vulgaris L.) and Moringa Leaf Flour (Moringa oleifera L.) for Hypercholesterolemia Sufferers on Nutrient Contents and Organoleptic Quality Safitri, Oktavia Indri; Suwita, I Komang; Razak, Maryam
NUTRITURE JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2024): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i2.4595

Abstract

Abstract Background: Increased cholesterol contents can cause health problems such as gallstones, hypertension, stroke and heart attack. According to WHO (2019), globally, hypercholesterolemia is the third cause of ischemic heart disease. It is estimated that worldwide, increased cholesterol can cause 2.6 million deaths. In Indonesia, based on Basic Health Research (Riskesdas) data, the prevalence of hypercholesterolemia sufferers aged over 15 years in 2013 was 35.9% and the prevalence decreased in 2018 by 28.8% (Riskesdas, 2018). The management of hypercholesterolemia is through medical nutrition therapy. The development of biscuit processing is based on the snack needs of hypercholesterolemia sufferers. Objective: Analyze the effect of substitution of red bean flour (Phaseoulus vulgaris L.) and moringa leaf flour (Moringa oleifera L.) on nutrient contents and organoleptic quality. Design: This research used a Completely Randomized Design (CRD) research type using 4 treatment levels with 3 repetitions, namely P0 (100:0:0), P1 (60:5:35), P2 (60:10:30), and P3 ( 60:15:25). Results: The best standard treatment P1 (60:5:35) is the best standard treatment with a recommended serving of 60 grams (6 pieces) with an energy content of 235,1 Kcal, 5,6 grams of protein, 3,5 grams of fat, 45,4 grams of carbohydrates, and 1,3 grams of fiber. Conclusions: The substitution of red bean flour biscuits and Moringa leaf flour had a significant effect on water content, ash content, protein content, fat content, carbohydrate content, fiber content, energy content, color, aroma, taste and texture. Keywords: Hypercholesterolemia, Biscuit, Red Bean Flour Biscuits, Moringa Leaf Flour
Formulasi Jambu Biji Merah, Pisang Ambon dan Tepung Kecambah Kedelai sebagai bahan substitusi Ice cream Susu Kedelai untuk Makanan Selingan Ibu Hamil Trimester I Anemia Firdaus, Annisa; Suwita, I Komang; Puspita, Theresia
NUTRITURE JOURNAL Vol. 3 No. 1 (2024): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i1.3942

Abstract

Permasalahan Anemia Defisiensi Besi (ADB) dapat menyerang siapa saja termasuk ibu hamil. Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI (2018) pada Data Riskesdas 2018, proporsi anemia Ibu Hamil mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya dengan rincian 37,1% tahun 2013 menjadi 48,9% tahun 2018. Salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan anemia adalah dengan meningkatkan asupan zat gizi protein, besi, dan vitamin C. Bahan yang digunakan antara lain jambu biji merah sebagai sumber vitamin C (87 g/ 100 g), pisang ambon sebagai penambah kelembutan tekstur, pereda mual muntah ibu hamil (karena mengandung vitamin B6) dan menurunkan tekanan darah pada ibu hamil yang memiliki hipertensi, serta tepung kecambah kedelai sebagai sumber protein (33,22 g/ 100 g). Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdiri dari 4 taraf perlakuan, setiap taraf perlakuan dilakukan replikasi sebanyak 3 kali untuk masing masing-masing taraf perlakuan. Perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1 (80% jambu biji merah : 20% pisang ambon + 25% tepung kecambah kedelai), P2 (85% jambu biji merah : 15% pisang ambon + 25% tepung kecambah kedelai), dan P3 (90% jambu biji merah : 10% pisang ambon + 25% tepung kecambah kedelai). Parameter yang diteliti ialah mutu kimia (kadar air dan kadar abu), mutu gizi (energi, protein, lemak, karbohidrat, zat besi, vitamin C), mutu fisik (overrun dan kecepatan leleh), dan mutu organoleptik (wrana, rasa, aroma, tekstur). Kemudian data dianalisis dengan tingkat kepercayaan 95% Anova one Way atau 95% Kruskal Wallis. Data yang teruji signifikan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) atau Mann Whitney. Hasil dari penelitian menunjukkan pengaruh signifikan pada mutu organoleptik (warna). Taraf perlakuan terbaik yaitu P2 dengan nilai gizi per porsi (100 gram) yaitu energi 247,3 kkal, protein 4,51 gram, lemak 7,66 gram, karbohidrat 40,09 gram, zat besi 1,91 mg, dan vitamin C 3,96 gram. Terdapat butiran kasar pada tekstur ice cream (P1, P2, dan P3) disebabkan oleh penambahan tepung kecambah kedelai pada pengembangan formula. Oleh karena itu, dalam pengolahan menjadi tepung kecambah kedelai dianjurkan untuk melakukan pengayakan lebih halus dengan memperkecil satuan mesh atau menggunakan ayakan < 80 mesh.
Perbedaan Pengetahuan Gizi dan Sikap Pada Ibu Hamil Melalui Penyuluhan Gizi Menggunakan Media Video Di Puskesmas Sukorejo Kota Blitar Puspitasari, Lidwina Wida Kartika; Suwita, I Komang; Hadisuyitno, Juin
NUTRITURE JOURNAL Vol 2 No 3 (2023): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i2.4089

Abstract

Latar Belakang: Untuk mendukung program pemerintah dalam hal penyediaan, peningkatan, dan perluasan sasaran edukasi gizi maka dilakukan penelitian menggunakan video. Penggunaan video dalam penyuluhan gizi pada ibu hamil dipilih karena visualisasinya menggunakan dua indra yang akan memudahkan proses penyerapan pengetahuan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemberian penyuluhan gizi dengan media video terhadap pengetahuan gizi dan sikap pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini adalah penelitian pre-experimental. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sukorejo Kota Blitar dengan sampel 23 orang dan dilaksanakan selama bulan Januari-Februari 2023. Teknik pengambilan sampel melalui metode purposive sampling dengan instrument pengambilan data berupa lembar checklist. Analisis statistik menggunakan uji Paired Sample T-Test untuk data berdistribusi normal dan menggunakan uji Wilcoxon jika data berdistribusi tidak normal dengan p-value ? 0,05. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan sebanyak 4 (17,4%) responden dengan pengetahuan kurang, 17 (73,9%) responden dengan pengetahuan cukup, dan 2 (8,7%) responden dengan pengetahuan baik sebelum dilakukan penyuluhan gizi. Setelah dilakukan penyuluhan gizi sebanyak 3 (13,1%) responden dengan pengetahuan kurang, 5 (21,7%) responden dengan pengetahuan cukup, dan 15 (65,2%) responden dengan pengetahuan baik. Sikap responden sebelum dilakukan penyuluhan gizi menggunakan media video terdapat 12 (52,2%) responden memiliki sikap negatif dan 11 (47,8%) responden memiliki sikap postif. Setelah dilakukan penyuluhan gizi sebanyak 12 (52,2%) responden memiliki sikap negatif dan 11 (47,8%) responden memiliki sikap positif. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan terhadap perubahan pengetahuan gizi dan sikap pada ibu hamil setelah diberikan penyuluhan gizi melalui media video. Kata kunci: Anemia; ibu hamil; pengetahuan; sikap; video
Pengaruh Penambahan Yogurt dan Jeruk Nipis terhadap Aktivitas Antioksidan dan Mutu Organoleptik Jus Bit (Beta Vulgaris L.) untuk Penyakit tidak Menular -, naura rahadatul aisy; Suwita, I Komang; Razak, Maryam
NUTRITURE JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v4i1.4744

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Laporan dari WHO menunjukkan bahwa PTM sejauh ini merupakan penyebab utama kematian di dunia, 60% dari total kesakitan dan 73% kematian di dunia. Umbi Bit merupakan bahan pangan tinggi antioksidan namun kurang diminati oleh masyarakat. Oleh karena itu, jus bit ditambahkan yogurt dan jeruk nipis untuk meminimalisasi rasa dan aroma kurang menyeanngkan pada bit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan yogurt dan jeruk nipis pada jus bit terhadap aktivitas antioksidan dan mutu organoleptik untuk penyakit tidak menular. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen laboratorium dengan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 taraf perlakuan dengan replikasi sebanyak 3 kali setiap taraf perlakuan. Analisis statistik yang digunakan untuk aktivitas antioksidan adalah One-Way ANOVA dan mutu organoleptik (warna, aroma, rasa, dan kekentalan) dianalisis dengan uji Kruskall-Wallis dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Penambahan yogurt dan jeruk nipis memberikan perbedaan yang signifikan terhadap mutu organolepik yang meliputi warna dan aroma, yaitu pada taraf perlakuan P0 dengan P1, P2, dan P3. Rasa dan kekentalan tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik. Perlakuan terbaik penambahan yogurt dan jeruk nipis pada jus bit (Beta vulgaris L.) diperoleh pada mutu dengan organoleptik aroma, rasa, dan kekentalan tertinggi yaitu 3,27; 3; 2,6 dengan aktivitas antioksidan IC50 54,9 mg/ml. Simpulan: Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan jeruk nipis maka aktivitas antioksidan semakin meningkat. Hasil analisis penelitian mutu organoleptik menunjukkan bahwa semakin tinggi presentase yogurt dan jeruk nipis maka tingkat penerimaan panelis terhadap warna, aroma, rasa, dan kekentalan meningkat. Kata kunci: aktivitas antioksidan; jeruk nipis; mutu organoleptik; umbi bit; yogurt