Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengajaran 3 Bahasa (Inggris-Arab-Jepang) Di Madrasah Informal Kelurahan Cipadung Kecamatan Cibiru Puspa Mirani Kadir; Isye Herawati; Budi Rukhyana
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ka.v4i1.3097

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan proses pengetahuan dan teknologi pengayaan sumber belajar. Kegiatan KKN berlangsung dari tanggal 15 Desember 2020 sampai 15 Februari 2021. Lokasi KKN bertempat di Masjid Al-Huda Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Di masjid tersebut terdapat kegiatan pelatihan tiga bahasa, yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jepang. Selain itu, terdapat sebuah perpustakaan yang dibangun untuk menumbuhkan minat baca terhadap anak-anak di lingkungan setempat. Para orang tua di lingkungan ini memiliki peran besar dalam membentuk lingkungan tempat tinggal yang nyaman dan ramah anak dengan adanya kegiatan di Majelis Ta’lim, Juma’at Berkah, dan lain sebagainya. Melalui hal tersebut tradisi gotong royong masyarakat Indonesia dapat dipertahankan dengan baik. Para orang tua juga membimbing anak-anak usia sekolah untuk rajin mengikuti pengajaran tiga bahasa yang dilaksanakan di Masjid Al-Huda untuk bekal bagi anak-anak di masa depan. Untuk menjawab bagaimana keberlangsungkan pengajaran dan sebagai bahan evaluasi, telah dikeluarkan kuesioner yang diisi oleh orangtua siswa. Angket ini berisi pertanyaan terhadap orangtua santri generasi alpha dalam pengajaran tiga bahasa untuk mengetahui sejauh mana komunikasi yang terjalin antara ibu dan anak terhadap pembelajaran ini.
Representasi Ieseido pada Manga Watashi no Shiawase na Kekkon Karya Kōsaka Rito dan Agitogi Akumi Noor Intan Kemala Agusnie; Puspa Mirani Kadir; Budi Rukhyana
Japanology: The Journal of Japanese Studies Vol. 11 No. 1 (2024): Japanese Society in Contemporary Era
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jjs.v11i1.58196

Abstract

家制度/ Ieseido is a Japanese family system that emerged and grew in the Edo period and ended in the Showa period. Ieseido lasted from the Edo period to the Showa period, so it is often represented in the manga, one of which is found in a manga set in the Meiji to Showa period entitled Watashi no Shiawase na Kekkon (Watakon) by Kōsaka Rito and Agitogi Akumi. This article uses a descriptive qualitative method with Stuart Hall’s representation theory. The results show that there is a representation of the concept of Ieseido in the Watakon manga. Traditional Japanese values related to the concept of Ieseido, such as loyalty to family, social hierarchy, and gender roles are explicitly shown in the manga panels. The analysis also shows the importance of understanding representation not only as a passive reflection of reality but also as an active construction that impacts how identity and social relations are perceived.
Pengungkapan Gagasan Dekonstruksi Terhadap Idealisme Pendidikan Jepang dalam Drama Ore No Sukāto, Doko Itta? Waskita, Girang Indra; Ginanjar, Pika Yestia; Rukhyana, Budi
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i1.10610

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguraikan gagasan dekonstruksi idealisme pendidikan yang terkandung dalam drama Ore no Sukāto, doko Itta?. Alasan penelitian ini dilakukan adalah karena menurut Masatoshi (2019), saat ini Jepang dinilai sedang mengalami stagnasi dalam bidang pendidikan, sehingga diperlukanlah sebuah gagasan baru terhadap idealisme pendidikan supaya dapat berjalan ke arah kemajuan. Maka dipilihlah drama Ore no Sukāto, doko itta? sebagai objek, yang banyak menampilkan sudut pandang baru tentang pendidikan melalui tokoh utama bernama Harada Nobuo. Teori yang digunakan adalah teori dekonstruksi Jacques Derrida. Dengan menggunakan teori dekonstruksi inilah penulis menganalisis data dengan cara mengumpulkan berbagai oposisi biner dalam lingkup pendidikan yang muncul dalam drama tersebut, kemudian penulis mencari oposisi hierarkis yang terkandung di dalamnya, dan yang terakhir adalah penghapusan cara berpikir yang terbingkai dalam oposisi hierarkis. Dari hasil analisis, ditemukan dua bentuk dekonstruksi yaitu dekonstruksi idealisme pendidikan dan dekonstruksi citra guru. Dalam dekonstruksi idealisme pendidikan, terdapat dekonstruksi nilai maskulin & feminin, keteraturan & kebebasan, hukuman & perlindungan, bekerja & istirahat, dan konsekuensi & pengampunan. Sementara dalam dekonstruksi citra guru Dan juga dalam pengungkapan gagasan dekonstruksi citra guru dalam drama ini, diperlihatkan melalui tindakan yang terlihat negatif, namun sebenarnya terdapat hal lain yang diprioritaskan dalam tindakan tersebut. Kata Kunci: Dekonstruksi; Guru; Oposisi Biner; Ore no Sukāto, doko itta?; Pendidikan Jepang