Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Korelasi Penguasaan Kosakata (Goi) dengan Kemampuan Menyimak(CHOUKAI) Mahasiswa Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan Helen Susanti; Mugiyanti Mugiyanti
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 27, No 1 (2021): Volume 27 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.383 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v27i1.4126

Abstract

Abstract This study is a continuation of a previous study entitled "Correlation of Vocabulary Mastery (goi) with The Ability to Speak (kaiwa) Japanese Literature Students." This study looked at the correlation between vocabulary mastery and students' listening ability. In language learning, there are 4 skills that are expected to be mastered by learners, namely the ability to write, read, listen and speak. The purpose of the study was to see if vocabulary mastery had a correlation with listening ability in students. The population used in this study is students of semester 2 undergraduate level academic year 2019/2020 Japanese Literature Study Program Faculty of Social and Cultural Sciences Pakuan University who took Chokai 1 courses as compulsory courses. The sample used was a total of 20 students. The method used in the study is the quantitative method, which is closely related to hypothesis testing.The external target to be achieved from this research is the unity of methods and thinking in teaching, especially to improve vocabulary mastery of students of the Fisib Japanese Literature Study Program of Pakuan University. To realize this, we will provide training on the importance of teaching vocabulary in Japanese to japanese literature lecturers, especially lecturers who teach 4 basic language skills. This is intended to create unity of mind so that it can teach in an integrated manner with other courses, such as Nihongo (Japanese), Chokai (listening), and Dokkai (reading comprehension). After that, there will be training to high school and vocational school teachers in Bogor and surrounding areas who teach Japanese. Furthermore, it will present the results of research in international seminars and ASPBJI (Indonesian Japanese Pedidikan Study Association). Next, plan to create a textbook for teaching vocabulary that can be used in universities.  Keywords: Assesment, Chokai,  listening ability, vocabulary mastery AbstrakPenelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya yang berjudul ”Korelasi Penguasaan Kosakata (goi) dengan Kemampuan Bercakap (kaiwa)  Mahasiswa Sastra Jepang.” Penelitian kali ini melihat korelasi antara penguasaan kosakata dengan kemampuan menyimak mahasiswa. Dalam pembelajaran bahasa, terdapat 4 kemampuan yang diharapkan dikuasai oleh pemelajar yaitu kemampuan menulis, membaca, menyimak dan berbicara. Tujuan penelitian adalah untuk melihat apakah penguasaan kosakata  memiliki korelasi dengan kemampuan menyimak pada mahasiswa. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 2 jenjang S1 tahun akademik 2019/2020 Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan yang mengambil mata kuliah Chokai 1 sebagai mata kuliah wajib. Sampel yang digunakan adalah sejumlah 20 orang mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif, yang sangat erat kaitannya dengan pengujian hipotesa.Target luaran yang ingin dicapai dari penelitian kali ini adalah adanya kesatuan metode dan pemikiran dalam pengajaran khususnya untuk peningkatan penguasaan kosakata mahasiswa Program Studi Sastra Jepang FISIB Universitas Pakuan. Untuk mewujudkan hal tersebut, kami akan memberikan pelatihan mengenai pentingnya pengajaran kosakata dalam Bahasa Jepang kepada dosen Sastra Jepang terutama dosen yang mengampu mata kuliah yang mengajarkan 4 kemampuan dasar berbahasa. Ini dimaksudkan agar tercipta kesatuan pikiran sehingga dapat mengajarkan secara terintegrasi dengan mata kuliah lainnya, seperti Nihongo (Bahasa Jepang), Chokai (menyimak), dan Dokkai (pemahaman bacaan). Setelah itu, akan diadakan pelatihan kepada guru  SMA dan SMK di Bogor dan sekitarnya  yang  di sekolahnya mengajarkan bahasa Jepang. Lebih lanjut, akan mempresentasikan hasil penelitian dalam kegiatan seminar internasional dan ASPBJI (Asosiasi Studi Pedidikan Bahasa Jepang Indonesia). Selanjutnya, berencana membuat buku ajar untuk pengajaran kosakata yang bisa dipakai di universitas. Kata kunci: Chokai, kosakata, kemampuan menyimak, penilaian
MAKNA UPACARA PERKAWINAN SHINTO DI JEPANG Helen Susanti
Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana Vol 26, No 1 (2020): Volume 26 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.113 KB) | DOI: 10.33751/wahana.v26i1.2102

Abstract

A marriage ceremony is composed of rituals that are full of meaning, also decorated with clothes that are only worn at the time of marriage. This research analyzes the meaning of each ritual and dress in Shinto wedding ceremonies using Roland Barthes's Semiotic theory. Examine the connotation behind each ritual and clothing. All the rituals in the Shinto wedding ceremony have meaning as an announcement to God, relatives and friends of the bride and groom. While clothes have the meaning of showing the identity of the wearer. Keywords : Marriage, ritual, semiotic, Shinto
Efektivitas Kegiatan Benkyoukai Dalam Pembelajaran Hiragana dan Katakana Pada Mahasiswa Baru Program Studi Sastra Jepang FISIB UNPAK Mugiyanti Mugiyanti; Helen Susanti
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 4, No 1 (2022): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.723 KB) | DOI: 10.33751/idea.v4i1.5211

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas kegiatan benkyoukai dalam pembelajaran hiragana dan katakana. Dalam kegiatan ini selain belajar bersama hiragana dan katakana, juga bertujuan untuk memberikan informasi mengenai club-club kemahasiswaan yang terdapat di prodi Jepang serta pengenalan budaya Jepang. Populasi penelitian adalah 20 orang mahasiswa semester 1 tahun akademik 2019/2020 pada Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan, yang belum pernah belajar aksara Jepang. Dari hasil penelitian diharapkan akan dapat ditemukan letak permasalahannya sehingga dapat dibuatkan evaluasi guna perbaikan dalam kegiatan benkyokai pada tahun-tahun berikutnya, misalnya dari segi penambahan jam pembelajaran, cara penyampaian materi, dan perbaikan pembuatan soal evaluasi. Untuk di masa depan, berencana membuat modul pengajaran hiragana dan katakana bagi mahasiswa baru yang dapat menjadi bahan acuan pembelajaran.
Analisis Makna Motif Bunga Pada Kimono Ika Novelisari; Rina Fitriana; Helen Susanti
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 2, No 1 (2020): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.799 KB) | DOI: 10.33751/idea.v2i1.1824

Abstract

Dalam penelitian ini penulis akan membahas mengenai salah satu produk budaya tradisional Jepang yaitu Kimono. Kimono merupakan sebuah produk budaya tradisional Jepang, kimono juga merupakan pakaian nasional Jepang. Filosofi kimono tidak hanya sekedar untuk identitas bangsa atau masyarakatnya, unsur yang menonjol pada kimono yaitu terdapatnya  karakter atau corak dari kimono yang sangat unik. Motif bunga pada kimono diambil berdasarkan musim- musim yang sedang berlangsung sepanjang tahun di Jepang. Untuk mengetahui makna pada motif kimono digunakan teori semiotika Roland Barthes. Penelitian ini mengambil berbagai sumber seperti buku teks, akses internet maupun jurnal yang berisi teori-teori yang mendukung penelitian ini. Kata kunci: Kimono, Motif Bunga, Semiotika, Roland Barthes.
Wacana Kapitalisme Dalam Penyelenggaraan Halal Expo Japan Yulia Sari; Rina Fitriana; Helen Susanti
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 1, No 2 (2019): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.619 KB) | DOI: 10.33751/idea.v1i2.1290

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas mengenai wacana kapitalisme dalam penyelenggaraan Halal Expo Japan, khususnya tahun 2016 dan 2017. Tema ini dipilih karena penulis melihat dalam penyelenggarannya, Halal Expo Japan menjadi media kapitalisme bagi Jepang. Penulis menggunakan konsep kapitalisme Karl Marx untuk menganalisis kapitalisme dalam penyelenggaraan Halal Expo Japan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan teknik penelitian studi pustaka dengan  data  yang diperoleh  dari  laman  web  Halal  Expo Japan  yaitu www.halalexpo.jp, pemberitaan dari co-organizer dan media partner resmi Halal Expo Japan, Halal Media Japan Co. Ltd. dari laman web www.halalmedia.jp serta buku-buku teks, artikel dan publikasi elektronik yang ada hubungannya dengan Halal Expo Japan serta teori kapitalisme dan teori kekuasaan. Hasilnya menunjukkan meskipun terdapat banyak konten acara dalam Halal Expo Japan namun bila dicermati secara lebih mendalam dan kritis dapat terlihat baik konten- konten dalam laman web maupun Post Report Show lebih berfokus mengenai pameran, seminar serta fashion show, yang merupakan produk dari kapitalisme. Adanya peluang yang besar dalam industri halal, para kapitalis atau pemegang modal di Jepang memanfaatkannya untuk mengembangkan produk halal sebagai sumber pemasukan bagi Jepang.Kata  Kunci:  Halal  Expo  Japan,  Industri  Halal,  Kekuasaan,  Kapitalisme, Kapitalis
Hubungan NEET dan Hikikomori dengan Budaya Amae dalam Anime Welcome to NHK!? Helen Susanti; Yohanes Yohanes; Budi Rukhyana
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 4, No 1 (2022): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.141 KB) | DOI: 10.33751/idea.v4i1.5213

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai hubungan NEET (Not in Employment, Education, or Training) dan Hikikomori dengan budaya Amae dalam anime yang berjudul Welcome to the N.H.K!?. Dalam anime ini diperlihatkan tokoh NEET sekaligus juga pelaku Hikikomori. Banyak hal yang menjadi penyebab fenomena NEET dan Hikikomori muncul di Jepang. Penulis menghubungkan fenomena ini dengan konsep budaya Amae, yang secara harfiah bisa diartikan ketergantungan emosional. Dalam penelitian ini melihat bahwa penyebabnya adalah sikap Amae dari tokoh utama terhadap anggota keluarganya. Setelah anggota keluarganya menghentikan sikap Amae tersebut, akhirnya memaksa tokoh utama untuk berhenti menjadi NEET dan mulai mencari pekerjaan.
Pengaruh Karoushi Terhadap Perkembangan Sumber Daya Manusia di Jepang Rosana Asco Sariningsih; Budi Rukhyana; Helen Susanti
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 1, No 1 (2019): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.342 KB) | DOI: 10.33751/idea.v1i1.1089

Abstract

Abstrak Ada banyak fenomena yang terjadi di Jepang. Salah satu fenomena yang terkenal ialah karoushi. Karoushi merupakan suatu istilah yang bisa diartikan sebagai kematian dikarenakan kelebihan bekerja. Istilah ini sering digunakan di kalangan salaryman di Jepang. Jam kerja yang panjang merupakan salah satu faktor yang menjadi pemicu dalam fenomena karoushi ini. Fenomena karoushi ini telah terjadi sejak tahun 1960-an dan masih terus terjadi hingga saat ini. Fenomena ini juga banyak menimbulkan dampak bagi negara Jepang itu sendiri.Dalam penelitian kali ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif, yaitu metode penelitian yang menggambarkan suatu fenomena yang terjadi, baik di masa sekarang maupun di masa lampau.Kata kunci: karoushi, etos kerja, salaryman, stres, kerja lembur, loyalitas
Nilai Estetika Pada Shodou Khususnya Pada Gaya Sousho Berkaitan Dengan Teori Wabi-Sabi Dan Teori Zen Vyas Chairul Fazri; Budi Rukhyana; Helen Susanti
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 2, No 2 (2020): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.524 KB) | DOI: 10.33751/idea.v2i2.2779

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk menganalisa bagaimanakah nilai-nilai estetika yang terdapat dalam shodou khususnya pada gaya sousho berdasarkan teori estetika wabi-sabi dan teori estetika Zen. Pengumpulan data dilakukan dengan metode deskriptif analitis, yaitu melalui studi kepustakaan yang bertujuan untuk mendapatkan data-data yang relevan terhadap penelitian dan kemudian dianalisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam shodou terkandung nilai-nilai estetika wabi-sabi dan nilai-nilai estetika Zen. Nilai estetika wabi-sabi ditunjukkan melalui ciri-ciri kesederhanaan, asimetris, dan ketidaksempurnaan. Sedangkan nilai estetika Zen ditunjukkan melalui ketenangan, konsentrasi, dan kedisiplinan.
Analisis Tindak Tutur Yang Mengandung Implikatur Dalam Drama Ansangu Shinderera Byouin Yakuzaishi No Shohousen Saepul Abdul Ajis; Sudjianto Sudjianto; Helen Susanti
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 3, No 2 (2021): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.094 KB) | DOI: 10.33751/idea.v3i2.4476

Abstract

ABSTRACT: This research discusses about the types of speech acts that contain implicatures in the drama tittled Ansangu Shinderera Byouin Yakuzaishi No Shohousen. The main focus of this thesis is to identify dialogues in the drama that fall into the five speech acts qualifications according to Searle which have implicit intentions. The theory used in this thesis is a pragmatic theory which examines what a person means in his speech when communicating. This research used a descriptive qualitative method. In conclusion, in the Ansangu Shinderera Byouin Yakuzaishi No Shohousen drama found the five types of illocutionary speech acts that classified by Searle and containing implicatures with the intention of prohibiting, refusing, expressing ability, desire, request, plead, insinuating, and command.
Korelasi Antara Penguasaan Kosakata dengan Kemampuan Berbicara pada Mahasiswa Semester I dan II Program Studi Sastra Jepang Universitas Pakuan Helen Susanti; Mugiyanti
Jurnal Bahasa Jepang Taiyou Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Taiyou
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.957 KB) | DOI: 10.22236/taiyou.v1i1.6090

Abstract

Penelitian ini bertujuan pembuktian korelasi antara penguasaan kosakata (goi) dengan kemampuan berbicara. Populasi penelitian adalah 24 orang mahasiswa semester 1 dan 2 tahun akademik 2018/2019 pada Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan yang mengambil mata kuliah Kaiwa 1 dan 2. Hasil penelitian pada semester gasal 2018-2019 saat UTS menunjukkan bahwa antara nilai kosakata dengan nilai kemampuan bercakap terbukti adanya korelasi dengan tingkat kekuatan korelasi yang rendah sedangkan korelasi antara nilai kosakata dengan nilai kemampuan berbicara saat UAS menunjukkan tingkat kekuatan korelasi yang cukup tinggi. Hasil penelitian pada semester genap 2018-2019 saat UTS menunjukkan bahwa antara nilai kosakata dengan nilai kemampuan berbicara terbukti adanya korelasi dengan tingkat kekuatan korelasi yang cukup tinggi, dan korelasi antara nilai kosakata dengan nilai kemampuan berbicara saat UAS menunjukkan tingkat kekuatan korelasi yang cukup tinggi. Dari hasil penelitian diharapkan adanya perubahan pemikiran dan perbaikan dalam proses belajar mengajar Kaiwa di kelas serta adanya kesatuan metode yang saling teritegrasi dalam pengajaran Bahasa Jepang pada Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan.