Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

The Design of Alogritma and Motion System For Robosoccer R2c R9 (Robotis GP) Sanjaya, Kurnia; Nugroho, Saptadi; Santoso, Daniel
Teknik dan Ilmu Komputer vol. 05 no. 18 April - Juni 2016
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Robot GP standar pabrik perlu dikonstruksi ulang untuk memenuhi spesifikasi ukuran robot pada KRSBI 2015 sehingga motion awal yang dimiliki oleh robot sama sekali tidak dapat digunakan dan motion yang dimiliki robot harus dibuat ulang. Oleh karena itu, proyek ini dirancang untuk membuat sistem kontrol dan algoritma gerakan pada robot GP. Algoritma gerakan yang ditanamkan pada robot merupakan algoritma cut motion dimana robot dapat menghentikan gerakan dan langsung menyambung gerakan lain tanpa menyamakan kaki. Untuk dapat melakukan cut motion, motion berulang (maju, mundur, geser, putar, dan geser putar) dipisah menjadi empat bagian motion, yaitu angkat kaki kanan, angkat kaki kiri, tapak kaki kanan, dan tapak kaki kiri, serta diberikan penanda yang membedakan saat robot menapakkan kaki kanan atau kaki kiri. Dengan cara ini, robot dapat mengetahui sedang melangkah kaki kanan atau kiri. Jika robot diberi perintah gerakan motion berulang lainnya, robot dapat langsung mengetahui harus mulai dari kaki kanan atau kaki kiri. Untuk menjaga keseimbangan robot dalam melakukan motion tersebut, robot dibantu oleh sensor gyroscope. Robot dapat melakukan cut motion dengan keberhasilan 100% dan peralihan motion berulang dengan keberhasilan mencapai lebih dari 75%. Kata Kunci: robot, gerakan, peralihan, cut motion, sensor  Abstract The standard GP robot had to be reconstructed to fulfill the robot’s minimal size specification in the Indonesian Robot Soccer Competition 2015 so GP robot could not use its motions at all and its motions had to be recreated. This project was designed to create a motion control system and a motion algorithm for the GP robot. The cut motion algorithm was used to stop the current motion and immediately continued with another motion. A continuous motion that was used in the cut motion algorithm was divided into four sub motions. They were lifting the right foot, lifting the left foot, stepping the right foot and stepping the left foot. There was a flag to differ whether the robot was stepping the right or the left foot. The robot would know which sub motion should be used for the motion transition using this flag when the robot had to change its current motion. To keep the robot in balance condition, the robot useds gyroscope sensor. The robot could cut the current motion with 100% success rate and above 75% to do the motion transition.  Keywords: robot, motion, transition, cut motion, sensor 
MERANCANG ASESMEN KINERJA PADA PEMBELAJARAN PRAKARYA TEKNIK LAS BERORIENTASI PRODUK DI SMK Santoso, Daniel; Munawar, Wahid; Sriyono, Sriyono
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 3, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v3i1.3190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis penilaian kinerja pada keterampilan las berorientasikan produk. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mengambil subjek empat orang peserta didik dari dua SMK yang berbeda yaitu di SMK Negeri 1 Cikaum pada peserta didik kelas XI Teknik Sepeda Motor (TSM) dan peserta didik di SMK Negeri 12 Bandung kelas XI Pemesinan. Metode pengumpulan data diperoleh dari hasil perancangan instrumen asesmen kinerja membuat produk pengelasan dan dilaksanakan uji kelayakan oleh judgement expert dengan Content Validity Rasio (CVR) dan Content Validity Index (CVI). Hasil validasi instrumen menunjukan jumlah indikator kerja yang valid yaitu 0,98 dan hasil penelitian dari penerapan instrumen menunjukan bahwa peserta didik kelas XI TSM mendapatkan nilai rata-rata 75 dan peserta didik kelas XI Pemesinan mendapatkan nilai rata-rata 80 serta untuk rata-rata pencapaian waktu yang diperoleh dari semua subjek didapat 157menit.
The Voltage Control in Single-Phase Five-Level Inverter for a Stand-Alone Power Supply Application Using Arduino Due Santoso, Daniel; Pratomo, Leonardus Heru
Journal of Robotics and Control (JRC) Vol 2, No 5 (2021): September (Forthcoming Issue)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the era of industrial revolution 4.0 expanded digital transformation, such as inverters. The principle of the inverter is to change the DC source to the AC source. The device using an AC source needs a voltage source that is controlled. Hence, the voltage source that is controlled is usually generated from a stand-alone power supply. The stand-alone power supply usually used a conventional inverter. The conventional inverter uses high frequency switching to obtain lower distortion harmonic in output voltage. Another solution is using a five-level inverter that has fewer power switches. The purpose in these research is to make a stand-alone power supply using a single-phase five-level inverter asymmetric topology, which has five power switches to control voltage output based on the standard of IEEE 519. The inverter does sinusoidal pulse width modulation on two the signal reference that was shifting 180 degrees toward the carrier signal. That research has been simulated using Power Simulator software and has been implemented in the laboratory. According to the result of simulation and implementation are generated voltage THD value amount of 4.39%.
REKAYASA STETOSKOP ELEKTRONIK DENGAN KEMAMPUAN ANALISIS BUNYI JANTUNG F Dalu Setiaji; Daniel Santoso; Deddy Susilo
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.378 KB)

Abstract

Stetoskop akustik lazim dipakai untuk mendeteksi bunyi jantung dan paru-paru agar kondisi kesehatan organ penting tersebut diketahui. Namun karena intensitas bunyi yang dideteksi relatif lemah, dan adanya gangguan suara lingkungan, penggunaan stetoskop ini menjadi sulit, khususnya untuk mendeteksi adanya kelainan bunyi jantung seperti misalnya murmur. Maka pada makalah ini dirancang suatu stetoskop elektronik dengan memodifikasi sebuah stetoskop akustik, sehingga dapat memperjelas bunyi jantung danparu-paru, serta merekamnya. Stetoskop elektronik dibuat dengan menempatkan sebuah mikropon kondenser di dalam pipa berongga stetoskop akustik untuk mengkonversi bunyi yang ditangkap oleh chestpiece menjadi sinyal listrik. Selanjutnya sinyal tersebut akan diperkuat, lalu dilewatkan pada filter jantung atau filter paru-paru untuk memperjelas bunyi yang lebih ingin didengar di headphone. Dilakukan pula segmentasi dengan terlebih dulu mengubah sinyal jantung, S1 dan S2, menjadi pulsa-pulsa digital, sehingga durasi waktu fase sistolik dan diastolik dapat diukur oleh mikrokontroler. Mikrokontroler juga menghitung nilai BPM (Beat Per Minute) berdasarkan hasil segmentasi, dan menyimpulkan apakah nilaiBPM tersebut normal atau tidak. Hasil yang dicapai adalah stetoskop elektronik mandiri (stand alone) yang mampu memperdengarkan dan memperjelas bunyi jantung dan paru-paru. Pada saat pengukuran, chestpiece ditempelkan pada dada atau leher subyek, dan dipertahankan tidak berubah posisi sekitar 15 detik. Stetoskop elektronik ini juga dapat menampilkan nilai BPM dan menunjukkan apakah nilainyanormal, atau mengindikasikan kelainan bradycardia atau tachycardia. Jika dibandingkan dengan alat ukur buatan pabrik, yaitu OMRON tipe SEM-1, maka pengukuran BPM dapat dilakukan dua kali lebih cepat dengan ketelitian yang setara. Sinyal listrik yang menunjukkan bentuk bunyi jantung dan paru juga dapat dilihat di layar komputer dengan mempergunakan perangkat lunak Oscilloscope serta dapat direkam dalam bentuk berkas wav.Kata kunci: Stetoskop, Elektronik, Segmentasi, BPM
Location and Position Determination Algorithm For Humanoid Soccer Robot Oei Kurniawan Utomo; Daniel Santoso; Saptadi Nugroho
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 14, No 1: March 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v14i1.2710

Abstract

The algorithm of location and position determination was designed for humanoid soccer robot. The robots have to be able to control the ball effectively on the field of Indonesian Robot Soccer Competition which has a size of 900 cm x 600 cm. The algorithm of location and position determination uses parameters, such as the goalpost’s thickness, the compass value, and the robot’s head servo value. The goalpost’s thickness is detected using The Centre of Gravity method. The width of the goalpost detected is analyzed using the principles of camera geometry to determine the distance between the robot and the goalpost. The tangent value of head servo’s tilt angle is used to determine the distance between the robot and the ball. The distance between robot-goalpost and the distance between robot-ball are processed with the difference of head servo’s pan angle and compass value using trigonometric formulas to determine the coordinates of the robot and the ball in the Cartesian coordinates.
Enhancement of motionability based on segregation of states for holonomic soccer robot Gunawan Dewantoro; Anton Suprayudi; Daniel Santoso
Journal of Mechatronics, Electrical Power and Vehicular Technology Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/j.mev.2018.v9.73-80

Abstract

One of the critical issues when navigating wheeled robot is the ability to move effectively. Omnidirectional robots might overcome these nonholonomic constraints. However, the motion planning and travel speed of the movement has been in continuous research. This study proposed segregation of states to improve the holonomic motion system with omnidirectional wheels, which is specially designed for soccer robots. The system used five separate defined states in order to move toward all directions by means of speed variations of each wheel, yielding both linear and curved trajectories. The controller received some parameter values from the main controller to generate robot motion according to the game algorithm. The results show that the robot is able to move in an omnidirectional way with the maximum linear speed of 3.2 m/s. The average error of movement direction is 4.3°, and the average error of facing direction is 4.8°. The shortest average time for a robot to make a rotational motion is 2.84 seconds without any displacement from the pivot point. Also, the robot can dribble the ball forward and backward successfully. In addition, the robot can change its facing direction while carrying the ball with a ball shift of less than 15 cm for 5 seconds. The results shows that state segregations improve the robots capability to conduct many variations of motions, while the ball-handling system is helpful to prevent the ball gets disengaged from the robot grip so the robot can dribble accordingly.
Protesa Maksilofasial Dengan Hollow Bulb pada Kasus Klas I Aramany untuk Rehabilitasi Pasca Hemimaxillectomy Daniel Budi Santoso; M.Th. Esti Tjahjanti; Heriyanti Amalia Kusuma
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 18, No 1 (2011): August
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5011.547 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.16478

Abstract

Latar belakang. tindakan hemimaxillectomy akan menimbulkan terjadinya defect yang menyebabkan gangguan bicara (sengau), penelanan, pengunyahan, estetik dan kejiwaan. Tujuan. untuk menginformasikan cara rehabilitasi defect atau cacat pada wajah dengan protesa maksilofasial hollow bulb untuk mengembalikan fungsi bicara, penelanan, pengunyahan, estetik dan kejiwaan penderita. Kasus dan penanganan. pasien pria berusia 43 tahun datang ke RSGM Prof. Soedomo atas rujukan dari dokter THT RS. Dr. Sardjito. Saat datang pasien merasa terganggu dengan adanya pembengkakan di dalam mulut, kemudian dilakukan pemeriksaan subyektif dan obyektif. Hemimaxillectomy dilakukan oleh dokterTHT RS. DR. Sardjito. Obturator pasca bedah dipasang segera setelah operasi. Dua minggu pasca operasi, dibuatkan obturator interim, kemudian dibuatkan protesa maksilofasial klas I Aramany dengan hollow bulb setelah 2 bulan pasca operasi. Hollow bulb adalah rongga yang dibuat pada protesa maksilofasial untuk menutup rongga mulut, rongga hidung dan defect. Pada waktu insersi diperiksa retensi, stabilisasi, oklusi, estetik dan pengucapan. Kontrol dilakukan 1 minggu dan 1 bulan setelah pemakaian. Hasil pemeriksaan dan evaluasi setelah 1 minggu dan 1 bulan setelah pemakaian protesa maksilofasial hollow bulb diketahui retensi, stabilisasi, oklusi dan pengucapan lebih baik. Kesimpulan. setelah menggunakan protesa maksilofasial hollow bulb pasca hemimaxillectomy, pasien dapat berbicara dan mengunyah dengan normal. Protesa maksilofasial hollow bulb juga dapat mengembalikan estetik yang hilang, membantu proses penyembuhan jaringan,serta psikologi pasien.
Burg power spectral density-based characterization of Doppler blood flow sound during hemorrhoidal artery ligation Daniel Santoso; Oyas Wahyunggoro; Prapto Nugroho
Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Vol 11, No 3: June 2022
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/eei.v11i3.3309

Abstract

Hemorrhoidal artery ligation (HAL) has become universally accepted minimally invasive treatment of hemorrhoids disease. HAL involves precise identification of the superior rectal arteries supplying hemorrhoidal tissues using ultrasonic Doppler principles. During this process, at least there are three distinct sounds may be encountered by the surgeon. Only the pulsing Doppler sound is useful as it indicates the presence of hemorrhoidal artery. The accuracy based on traditional auscultation is commonly affected by surgeon’s hearing sensitivity and clinical experience. Therefore, automatic Doppler blood flow sound will be a great help in locating hemorrhoidal arteries. In this paper, a method based on the center frequency and kurtosis features extracted from Burg’s power spectral density (PSD) to distinguish three different types of Doppler blood flow sound signal during HAL procedure is proposed. Separability measurement was carried out using K– means clustering with the city block distance and three clusters corresponding to different sound types are successfully formed. In terms of arterial sound detection, an accuracy of 94.11% can be achieved. This result suggests that centre frequency, kurtosis, and maybe some other statistical features extracted from Burg PSD have the potential to be utilized as a means in automatic Doppler blood flow sound recognition.
PENGATUR INTENSITAS LAMPU PHILIPS MASTER LED SECARA NIRKABEL Fransiscus Dalu Setiaji; Daniel Santoso
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 11 No. 02 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.575 KB)

Abstract

Teknologi lampu Light Emitting Diode (LED) terus berkembang karena penggunaannya yang hemat energi, umur lampu panjang, radiasi panas rendah, dan tahan terhadap guncangan. Pada makalah ini dirancang alat yang dapat mengatur 10 tingkat kecerahan lampu Philips Master LED secara nirkabel menggunakan remote control. Alat juga dilengkapi detektor infra merah untuk mendeteksi keberadaan orang. Lampu akan mati secara otomatis jika selama tiga menit tidak ada orang di dalam ruangan. Jika ada orang lagi, maka lampu akan otomatis menyala sesuai tingkat intensitas terakhir yang dipilih. Alat sudah berhasil diuji di ruangan dengan ukuran lantai 3m3m dan 4m4m, dan lampu diletakkan di ketinggian 2,8 meter.
INKUBATOR BAYI BERBASIS MIKROKONTROLER DILENGKAPI SISTEM TELEMETRI MELALUI JARINGAN RS 485 Roni Wijaya; Fransiscus Dalu Setiaji; Daniel Santoso
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 12 No. 01 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.323 KB)

Abstract

Saat ini angka kematian bayi di Indonesia tergolong tinggi. Salah satu penyebabnya adalah tidak meratanya penyebaran inkubator bayi yang fasilitasnya lengkap, karena harganya mahal. Penelitian ini bertujuan merancang dan merealisasikan sebuah inkubator bayi yang memiliki fasilitas lebih baik dibandingkan dengan inkubator sederhana yang dijual di pasaran, dengan harga yang tetap terjangkau. Pada penelitian ini digunakan elemen pemanas listrik sebagai sumber panas, AVR ATmega 8535 sebagai pengendali serta sensor suhu dan kelembaban SHT 11. Metode pengendalian elemen pemanas yang digunakan adalah metode on – off dengan histeresis. Suhu ruang inkubator dapat diatur oleh pengguna antara 28°C – 37°C. Inkubator dilengkapi penanda saat terjadi kesalahan pada salah satu fungsi inkubator. Sistem telemetri berbasis RS 485 juga diimplementasikan pada inkubator ini, sehingga suhu dan kelembaban ruang inkubator dapat dipantau melalui sebuah komputer dari jarak jauh. Hasil pengujian menunjukkan suhu ruang inkubator dapat dijaga stabil pada kisaran 28°C – 37°C ralat maksimal 1°C. Program aplikasi antarmuka sistem telemetri dapat mengirimkan perintah permintaan data pada inkubator setiap 30 detik kemudian data logger akan mencatat data hasil pengukuran yang diterima dari inkubator setiap lima menit sekali.