Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Hubungan Riwayat Kontak Serumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di RSUD Kabupaten Buleleng Ni Wayan Desi Bintari; Ahmad Rejito; Sri Idayani; Didik Prasetya
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v10i1.863

Abstract

Infeksi menular tuberculosis paru memiliki angka kejadian yang cukup tinggi di masyarakat. Adanya riwayat kontak khususnya dengan anggota keluarga serumah dilaporkan beresiko dapam peningkatan penularan TB paru. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan melakukan analisa terhadap hubungan riwayat kontak serumah dengan kejadian TB paru pada pasien suspek TB di RSUD Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian adalah analitik observasional secara cross sectional. Penentuan besaran sampel menggunakan simple random sampling, dimana sampel berjumlah 204 responden suspek TB paru. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, wawancara serta pemeriksaan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) Gene Xpert. Data dilakukan analisa melalui uji univariat serta bivariat. Uji bivariat dilakukan melalui uji Chi-Square. Berdasarkan uji univariat diketahui bahwa dari 204 responden penelitian menunjukkan hasil positif TB paru melalui pemeriksaan TCM. Sementara itu sebanyak 169 responden (82,84%) negatif TB paru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 34 responden (16,67%) mimiliki resiko riwayat kontak serumah beresiko sedangkan tidak berisiko sebanyak 170 orang (83,33%). Hasil analisis bivariat melalui uji Chi-Square didapatkan besaran nilai p-value < 0,05 sehingga disimpulkan terdapat hubungan bermakna terkait adanya riwayat kontak paparan serumah dengan kejadian TB paru pada pasien di RSUD Kabupaten Buleleng. Upaya skrining kontak serumah, edukasi kesehatan, dan penguatan program contact tracing diperlukan untuk menurunkan risiko penularan TB di masyarakat. Kata Kunci: Gene Xpert, Kontak serumah, Mycobacterium tuberculosis, Test Cepat Molekuler
Perbedaan Kadar Bilirubin Total Sebelum Dan Sesudah Fototerapi Pada Neonatus Di RSU PRIMA MEDIKA Pande Made Arie Santika Putri Raweg; Ni Wayan Desi Bintari; Didik Prasetya
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v9i2.748

Abstract

Abstrak Hiperbilirubinemia pada neonatus merupakan kondisi klinis yang umum terjadi dan memerlukan penanganan segera untuk mencegah komplikasi neurologis. Fototerapi dikenal sebagai metode yang efektif untuk menurunkan kadar bilirubin dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar bilirubin sebelum dan sesudah fototerapi yang diberikan selama 24 jam secara kontinu menggunakan alat fototerapi LED. Subjek dalam penelitian ini melibatkan 44 neonatus yang menjalani fototerapi dari Januari hingga Maret 2025. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS, diawali dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji paired sample t-test. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (p > 0,05). Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kadar bilirubin total sebelum dan sesudah fototerapi (p < 0,001). Rata-rata kadar bilirubin menurun dari 16,24 mg/dL menjadi 9,45 mg/dL, dengan penurunan rata-rata sebesar 6,78 mg/dL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fototerapi terbukti efektif secara statistik dalam menurunkan kadar bilirubin pada neonatus. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan fototerapi sebagai salah satu intervensi utama dalam penanganan hiperbilirubinemia pada neonatus.   Kata kunci : Fototerapi, Hiperbilirubinemia, Neonatus
Perbedaan Hasil Pemeriksaan TB GeneXpert dan Mikroskopis BTA di Balai Labkesmas Medan Astika Livana Sani; Diah Prihatiningsih; Didik Prasetya
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi: Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Kota Medan yang memiliki prevalensi tinggi. Diagnosis yang cepat dan akurat sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan hasil pemeriksaan Mycobacterium tuberculosis antara metode GeneXpert MTB/RIF dan mikroskopis BTA. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain sampel berpasangan. Sebanyak 30 spesimen sputum dari pasien terduga TB sensitif obat dengan hasil GeneXpert sebelumnya (MTB detected very low dan MTB not detected) diperiksa ulang menggunakan mikroskopis BTA (Ziehl–Neelsen) pada Desember 2025. Analisis dilakukan dengan uji McNemar. Hasil menunjukkan GeneXpert mendeteksi M. tuberculosis pada 5 sampel (16,7%) kategori very low, sedangkan mikroskopis BTA negatif pada seluruh sampel (100%). Uji McNemar menunjukkan nilai p = 0,063 (>0,05). Kesimpulannya, secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna, namun secara klinis GeneXpert lebih sensitif dalam mendeteksi beban bakteri rendah.