Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Melalui Media Teka-Teki Silang Bergambar Siswa Tk.B TKIT Harith Foundation Usia 5-6 Tahun Darmawati Darmawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.3445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Melalui Media Teka-Teki Silang Bergambar siswa TK.B TKIT Harith Foundation Usia 5-6 Tahun. Lokasi penelitian dilaksanakan di TKIT Harith Foundation Jalan Mungkasa No. 50 Kota Palopo Provinsi Suilawesi Selatan .Adapun populasi berjumlah 108 anak dan sampel penelitiannya anak kelompok B khususnya di kelas Al Huda yang berjumlah 18 anak dimana terdapat 8 anak laki-laki dan 10 anak perempuan dengan rentang usia antara 5-6 tahun. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan model penelitian tindakan menurut Kemmis and Taggart yang berfokus pada kemampuan menulis permulaan anak. Hasil penelitian tentang kemampuan menulis permulaan anak di siklus I memperoleh rata-rata tingkat capaian perkembangan (TCP) skor 9,67 dikategori mulai berkembang. Selanjutnya terlihat di siklus I skor rata-rata tingkat capaian perkembangan (TCP) kemampuan menulis permulaan anak memperoleh skor 30,33 dan diprasiklus skornya 20,66 hal ini menunjukkan adanya peningkatan.Sedangkan disiklus II kemampuan menulis permulaan keseluruhan anak sebesar 41,11 dikategori berkembang sesuai harapan. Sehingga di siklus II terjadi peningkatan sebesar 10,78. Sehingga disimpulkan pada akhir siklus II, penelitian dikatakan berhasil karena kriteria keberhasilan sudah tercapai sesuai kesepakatan peneliti bersama kolabolator.
Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning (PBL) Pada Mahasiswa PGSD Semester V Universitas Cokroaminoto Palopo Etik Etik; Opik Dwi Indah; Darmawati Darmawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v3i4.568

Abstract

dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PBL) pada mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Coktoaminoto Palopo. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan model pembelajaran Project based learning (PBL) dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi.Hal tersebut telah dibuktikan pada aktifitas mahasiswa pada saat proses pembelajaran berlangsung pada kondisi awal prasiklus dengan nilai hanya rata-rata 53 dan setelah dilakukan tindakan mengalami peningkatan yang bertahap pada siklus 1 rata-rata sebesar 60 dan siklus 2 rata-rata 70. Hal tersebut terjadi karena tejadinya karena aktifitas mahasiswa yang mendukung sikap intelektual yang bertanggung jawab baik secara individu maupun secara berkelompok
Pariwisata Budaya Tebing Mandu di Kabupaten Enrekang: Pelestarian Warisan Budaya Suparman Suparman; Gita Srihidayati; Darmawati Darmawati; Besse Herdiana; Muhammad Nurahmad
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.592

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mendigitalisasi pariwisata budaya Tebing Mandu di Kabupaten Enrekang sebagai upaya pelestarian warisan budaya sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal. Metode yang digunakan menggabungkan pendekatan partisipatif dan teknologi digital melalui tiga tahap: (1) dokumentasi etnografis nilai budaya lokal, (2) pengembangan platform digital serta (3) pelatihan literasi digital kepada 20 pemuda setempat sebagai Duta Digital Budaya. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan dalam mendokumentasikan 17 narasi budaya, membangun platform digital yang mencapai jangkauan pengguna dalam tiga bulan, serta meningkatkan kapasitas digital dan kesadaran budaya peserta pelatihan. Lebih dari itu, digitalisasi terbukti mampu menghidupkan kembali makna Tebing Mandu sebagai lanskap budaya sakral yang menyatukan dimensi geologis, ekologis, dan spiritual. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi digital, jika diintegrasikan secara inklusif dan berbasis kearifan lokal, dapat menjadi medium efektif untuk pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pengolahan Sagu Suparman Suparman; Gita Srihidayati; Besse Herdiana; Darmawati Darmawati; Muhammad Nurahmad; Supriadi Supriadi
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.832

Abstract

Sagu merupakan pangan lokal strategis yang berpotensi mendukung diversifikasi pangan dan penguatan ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan. Namun, pemanfaatannya masih didominasi produk tradisional dan penjualan bahan mentah sehingga nilai tambah yang diterima masyarakat relatif terbatas. Artikel ini memaparkan rancangan Program Kreativitas Mahasiswa yang mengintegrasikan inovasi produk, pelatihan partisipatif, pengemasan, branding, pemasaran digital, dan pembentukan kelompok usaha melalui pengolahan pati sagu menjadi Sago Flakes. Program dirancang selama empat bulan dengan sasaran 10–15 orang yang terdiri atas ibu rumah tangga dan kelompok usaha kecil di wilayah sentra sagu. Tahapan kegiatan mencakup survei dan koordinasi, sosialisasi, pelatihan pengolahan sagu, praktik pembuatan Sago Flakes, pengembangan minuman berbasis sagu, pengemasan, pemasaran, dan evaluasi. Hasil perancangan menunjukkan bahwa Sago Flakes dapat ditempatkan sebagai produk pangan instan siap seduh yang dikembangkan dalam bentuk serpihan kering dan minuman dengan tiga varian rasa, yaitu gula aren, cokelat, dan vanila atau pandan. Keberhasilan program ditargetkan melalui terciptanya produk siap pasar, kemampuan produksi mandiri oleh sekurang-kurangnya 80% peserta, tersusunnya identitas merek, serta terbentuknya satu kelompok usaha berbasis sagu. Rancangan ini menegaskan bahwa inovasi pangan lokal perlu dipadukan dengan penguatan kapasitas produksi dan pemasaran agar menghasilkan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Efektivitas program tetap memerlukan verifikasi melalui data pelaksanaan, uji mutu produk, dan pemantauan usaha pascaprogram.
Inovasi Guru dalam Meningkatkan Literasi Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Darmawati Darmawati
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i3.1385

Abstract

Literasi Bahasa Indonesia merupakan kompetensi dasar yang berperan penting dalam menunjang keberhasilan belajar siswa sekolah dasar. Namun, rendahnya minat baca dan keterbatasan inovasi pembelajaran masih menjadi tantangan dalam pengembangan literasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi guru dalam meningkatkan literasi Bahasa Indonesia serta respons siswa terhadap penerapan inovasi tersebut di SDIT Harith Foundation. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas dua guru kelas V dan VI sebagai informan utama serta 32 siswa sebagai responden pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, angket siswa, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai inovasi pembelajaran literasi, seperti pemanfaatan media digital, permainan edukatif, pembelajaran kolaboratif, penggunaan teks kontekstual, dan pemberian penguatan positif. Respons siswa terhadap inovasi pembelajaran berada pada kategori baik hingga sangat baik, yang tercermin dari meningkatnya motivasi, keterlibatan, dan ketertarikan siswa terhadap kegiatan literasi. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi guru berperan penting dalam menciptakan pembelajaran literasi yang bermakna dan efektif di sekolah dasar.
Penguasaan Kalimat Efektif Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Semester V Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNCP Sehe Madeamin; Darmawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan kalimat efektif mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester V Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNCP. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kuantitatif bersifat deskriptif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel umumnya dilakukan dengan cara tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menjawab permasalahan yang telah ditetapkan. Selanjutnya, yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNCP yang terdiri atas tiga kelas yang berjumlah 99 orang dan yang menjadi sampel penelitian adalah kelas Vc yang berjumlah 40 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes objektif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Semester Vc FKIP Universitas Cokroaminoto Palopo, menguasai kalimat efektif karena jumlah mahasiswa yang memperoleh nilai 70 ke atas mencapai kriteria jumlah yang ditentukan, yaitu 85%. Demikian pula dengan nilai rata-rata yang diperoleh oleh keseluruhan siswa sampel mencapai nilai 70. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa dari 40 siswa yang dijadikan sampel, yang memperoleh nilai 70 ke atas sebanyak 36 mahasiswa (90%) dan yang memperoleh nilai di bawah 70 sebanyak 4 orang atau (10%). Indikator kalimat efektif yang tidak dikuasai mahasiswa adalah bentuk dan urutan kata . Selanjutnya, secara berturut-turut dari kesalahan yang tinggi sampai ke kesalahan terendah adalah kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca, kesalahan struktur kalimat, dan kesalahan pilihan kata. Kesalahan yang dilakukan mahasiswa tidak mempengaruhi atau merusak makna atau maksud komunikasi.
Peningkatan Kemapuan Berbicara Mahasiswa Program Studi PGSD Kelas E Universitas Cokroaminoto Palopo Menggunakan Metode Role Play Darmawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.168

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap individu dengan tidak mengabaikan kemampuan-kemampuan yang lain seperti kemampuan menyimak, membaca, menulis, kebahasaan dan sastra dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, karena dengan kemampuan tersebut individu dapat berkomunikasi dengan siapapun baik dalam situasi formal maupun informal. Bahasa Indonesia merupakan bahasa Nasional sebagai identitas bangsa dan karakteristik setiap individu yang lahir dan bertumbuh di Indonesia. Kendala yang terjadi dalam meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa memotivasi peneliti untuk mengadakan sebuah penelitian dengan harapan dapat memberi variasi pembelajaran. Peneliti menggunakan teknik Role play untuk mengatasi kendala tersebut. Role Play memang mempunyai daya tarik tersendiri. Tema role play didiskusikan bersama sesuai dengan keinginan mereka. Penelitian ini dilaksanakan di kelas E Jurusan PGSD, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 40 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan 3 siklus. Setiap siklus membutuhkan dua kali pertemuan dan setiap siklus dilaksanakan melalui 4 tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketertarikan mahasiswa terhadap Bahasa Indonesia mulai meningkat. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi melalui pengamatan visual maupun hasil perekaman. Dengan role play perbendaharan kosakata mahasiswa meningkat, begitu juga dengan penggunaan tatabahasanya. Semakin banyak kosakata yang dimiliki, dan semakin terampil menggunakannya dalam kalimat, maka mereka akan semakin terampil berbicara