Penelitian ini bertujuan merumuskan model layanan konseling Islam untuk penanganan bullying pada remaja melalui integrasi teknik role playing dan Tanbih Thoriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyah (TQN) Suryalaya-Sirnarasa. Kajian dilatarbelakangi oleh kompleksitas masalah psikososial remaja, meningkatnya kasus bullying di berbagai jenjang pendidikan di Indonesia, serta kebutuhan akan pendekatan konseling yang tidak hanya menyentuh aspek perilaku tetapi juga dimensi moral-spiritual peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan metode istiqro’, dengan menelaah literatur psikologi perkembangan, teori bullying, bimbingan dan konseling Islam, teknik role playing, serta ajaran Tanbih TQN Suryalaya. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dan sintesis-konseptual untuk merumuskan model layanan yang integratif. Hasil kajian menghasilkan model layanan konseling Islam yang memadukan komponen spiritual-akhlak berbasis Tanbih (tazkiyatun nafs, pengendalian lisan dan emosi, penguatan adab) dengan komponen psikologis-teknis role playing (simulasi peran, role reversal, refleksi kelompok) dalam format layanan kelompok bagi remaja korban, pelaku, dan saksi bullying. Model disusun dalam beberapa tahap: persiapan, pembukaan dan kontrak kelompok, psikoedukasi, role playing inti, refleksi berbasis Tanbih, tugas rumah, dan evaluasi. Model ini diharapkan mampu meningkatkan empati, kontrol diri, dan kesadaran moral remaja, serta memberikan alternatif praktis bagi konselor Islam dalam menangani bullying di lembaga pendidikan.