Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal EnviScience (Environment Science)

Keanekaragaman Spesies, Kepadatan Populasi, dan Infeksi Helminth pada Lipas di Area Parkir dan UC-walk Universitas Ciputra Surabaya Kumayas, Arnold Gennaro Geraldo; Adrianto, Hebert; Tantana, Olivia; Silitonga, Hanna Tabita Hasianna; Ritunga, Imelda
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.812

Abstract

Lipas merupakan serangga yang umum ditemukan di lingkungan manusia. Lipas tidak disukai manusia karena hidup pada tempat dengan sanitasi buruk dan sering meninggalkan aroma yang tidak sedap. Lipas dapat menularkan berbagai macam penyakit karena perannya sebagai vektor mekanis untuk berbagai patogen, salah satunya helminth. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies lipas, menghitung kepadatan populasi lipas, dan mengidentifikasi helminth yang ditemukan pada lipas di area parkir dan UC-Walk Universitas Ciputra Surabaya. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan desain cross sectional dan dilakukan pada bulan September-Oktober tahun 2024. Pengambilan sampel lipas menggunakan sticky trap yang dipasang pada dua lokasi penelitian masing-masing sebanyak lima buah. Peletakan perangkap di area yang berpotensi terdapat lipas seperti kamar mandi, selokan, dan tempat sampah. Waktu pemasangan perangkap mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WIB. Identifikasi spesies dilakukan dibawah mikroskop stereo dan mengacu pada buku entomologi. Analisis kepadatan lipas menggunakan rumus indeks populasi lipas. Pemeriksaan helminth menggunakan metode sentrifugasi dan pewarnaan lugol kemudian diidentifikasi di bawah mikroskop cahaya. Seluruh lipas yang ditemukan di kedua lokasi diidentifikasi sebagai Periplaneta americana. Ada total satu ekor lipas di area parkir dan enam ekor lipas di UC-Walk. Kepadatan lipas di area parkir tergolong "bersih" dengan nilai indeks populasi lipas 0,2, sedangkan di UC-Walk tergolong "rendah" dengan nilai indeks populasi lipas 1,2. Tidak ada helminth yang ditemukan pada seluruh sampel lipas. Perlu upaya pencegahan agar meminimalkan populasi lipas dengan pengendalian hama dan pengelolaan kebersihan lingkungan.  
Pengaruh Jenis Atraktan Terhadap Kepadatan Nyamuk Stadium Dewasa di SD Negeri Made 1 No. 475 Nata, William; Adrianto, Hebert; Tantana, Olivia; Silitonga, Hanna Tabita Hasianna; Suryadarma, Antonius Yansen; Subagio, Jonsen
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 10 No. 1 (2026): Environmental Health: Multidisciplinary Approaches to Improving Air, Water, an
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v10i1.972

Abstract

Nyamuk merupakan vektor penyakit yang dapat menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan manusia. Salah satu metode yang digunakan untuk menarik nyamuk yaitu penggunaan atraktan yang menghasilkan bau senyawa volatil yang khas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepadatan nyamuk berdasarkan jenis dan jenis kelamin serta mengetahui pengaruh penggunaan jenis atraktan (air rendaman jerami dan fermentasi air gula merah) terhadap kepadatan nyamuk stadium dewasa di lingkungan sekolah dasar. Desain penelitian menggunakan rancangan posttest-only control group design. Waktu penelitian adalah Juli hingga Desember 2025. Pengambilan sampel diambil di SD Negeri Made 1 No. 475. Pengambilan sampel dilakukan 9 kali menggunakan light trap. Perlakuan pemberian atraktan berupa air rendaman jerami dan fermentasi air gula merah. Nyamuk yang tertangkap diidentifikasi dan dikelompokkan berdasarkan jenis serta jenis kelamin nyamuk sebelum dilakukan analisis data. Hasil menunjukkan hanya Culex sp. yang terperangkap (237 individu), dengan distribusi jantan 133 dan betina 104. Analisis statistik (Kruskal-Wallis untuk jantan, ANOVA untuk betina) menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar perlakuan (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis nyamuk yang ditemukan yaitu Culex sp. kelamin jantan dan betina. Selain itu, tidak didapatkan perbedaan yang signifikan antara penggunaan atraktan terhadap kepadatan nyamuk stadium dewasa di SD Negeri Made 1 No. 475. Kata kunci: nyamuk; atraktan; kepadatan; air rendaman jerami; fermentasi air gula merah