Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI KARAKTER DISIPLIN SISWA MELALUI KEGIATAN MENGHAFAL AL-QUR'AN Wildan Kamalludin; Ganjar Muhammad Ganeswara; Fahrudin -
Ta`Limuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2020): edisi SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v9i2.462

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi karakter disiplin siswa pada kegiatan menghafal Qur’an di Sekolah Dasar Sedunia. Paradigma penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru tahfidz SD Sedunia. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan Teknik purposive dengan memilih sejumlah informan yang sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan kegiatan menghafal Al-qur’an merupakan kegiatan yang bisa mengnternalisasi nilai karakter disiplin di sekolah dasar. Guru membuat perencanaan seperti rencana pelaksanaan pembelajaran, metode dan strategi yang jelas untuk mencapai target capaian hafalan siswa. Tahap pelaksanaan, guru menjaga konsistensi dalam penerapan aturan sekolah maupun kelas. Tahap akhir, guru melakukan refleksi terhadap hafalan dan perilaku disiplin siswa pada tiap pembelajaran. Kegiatan seperti menghafal Al-qur’an, muroja’ah, dan mengikuti aturan mampu menginternalisasi nilai disiplin siswa. Upaya internalisasi nilai disiplin ini tidak terlepas dari keteladanan guru-guru. 
Analisis Penggunaan Batik Secara Efektif Pada Implementasi Produk Lokal: Perspektif Keberlanjutan Untuk Mendorong Ekonomi Warga Setempat Sifa Nafis Salsabilla; Achmad Bhakti Nusa Pramana; Ainun Adila; Anindya Valentine; Galuh Attilargo; Ganjar Muhammad Ganeswara
Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): April : Aktivisme : Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aktivisme.v1i2.174

Abstract

Preserving local culture, especially batik, is an important aspect of sustainable development in Indonesia. This research aims to see how people in Indonesia realize how important it is to preserve batik culture, especially for the community to encourage local products. This research uses a qualitative descriptive method with primary data in the form of observations and interviews and secondary data in the form of literature studies, including books, journals and other internet sources. The research results found that efforts to preserve batik continue, driven by the government's commitment as a member of the UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Through the implementation of the Sustainable Development Goals (SDGs), creative cities like Pekalongan can become models of sustainable development by combining aspects of creativity, arts education and cultural heritage preservation. In this way, local culture is not only a national identity, but also an instrument for achieving overall sustainable development goals.
MINISTRY BEYOND TOLERANCE: REFRAMING INTERFAITH HARMONY THROUGH KURIKULUM BERBASIS CINTA (KBC) IN INDONESIA Cahyati, Sri; Encep Syarief Nurdin; Yadi Ruyadi; Asep Dahliyana; Mupid Hidayat; Warlim; Kama Abdul Hakam; Ganjar Muhammad Ganeswara
Harmoni Vol. 24 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32488/harmoni.v24i2.946

Abstract

Interfaith harmony remains a critical challenge in Indonesia’s plural society, where intolerance persists despite normative policy frameworks. Existing scholarship has rarely provided a systematic conceptual model linking Islamic compassion-based values to measurable indicators of harmony. Addressing this gap, this study examines the Ministry of Religious Affairs’ Kurikulum Berbasis Cinta (Love-Based Curriculum, KBC) and its relevance to strengthening tolerance, acceptance of difference, non-violence, and interreligious harmony. A qualitative descriptive design was employed, combining a systematic literature review of policy documents, peer-reviewed journal articles, and theoretical works. Data were extracted using a structured template and coded deductively around the values of mahabbah, rahmah, and amanah, and inductively to capture emergent themes. The analysis followed PRISMA guidelines to ensure transparency and rigor. Findings indicate three key contributions. First, KBC provides a coherent normative foundation that integrates spiritual, social, and ecological dimensions of education. Second, the values of mahabbah and rahmah are conceptually linked to empathy, tolerance, and conflict resolution, while amanah reinforces ecological responsibility and shared moral accountability. Third, the framework demonstrates that religious moderation can emerge as an outcome of KBC, moving beyond doctrinal instruction toward dialogical and inclusive practices. This study concludes that KBC offers a novel conceptual framework for embedding affective and ethical values into education. Future research should empirically test its implementation to assess its effectiveness in fostering sustainable interfaith harmony and social cohesion. ABSTRAKKerukunan antarumat beragama tetap menjadi tantangan krusial dalam masyarakat majemuk Indonesia, di mana intoleransi masih bertahan meskipun telah tersedia kerangka kebijakan normatif. Kajian sebelumnya jarang menyajikan model konseptual yang sistematis yang menghubungkan nilai-nilai berbasis cinta dalam Islam dengan indikator harmoni yang terukur. Untuk mengisi kekosongan tersebut, penelitian ini menelaah Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas Kementerian Agama serta relevansinya dalam memperkuat toleransi, penerimaan perbedaan, anti-kekerasan, dan kerja sama antaragama. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan tinjauan sistematis terhadap dokumen kebijakan, studi akademik dan karya teoretis. Data diekstraksi menggunakan templat terstruktur dan dikodekan secara deduktif berdasarkan nilai mahabbah, rahmah, dan amanah, serta secara induktif untuk menangkap tema-tema baru. Analisis mengikuti pedoman PRISMA guna memastikan transparansi dan ketelitian. Temuan menunjukkan tiga poin utama. Pertama, Kurikulum Berbasis Cinta menyediakan landasan normatif yang koheren dengan mengintegrasikan dimensi spiritual, sosial, dan ekologis pendidikan. Kedua, nilai mahabbah dan rahmah terkait secara konseptual dengan empati, toleransi dan resolusi konflik; sedangkan amanah memperkuat tanggung jawab ekologis dan akuntabilitas moral bersama. Ketiga, kerangka ini menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat muncul sebagai hasil dari pedagogi berbasis cinta, melampaui pengajaran doktrinal menuju praktik dialogis dan inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menawarkan kerangka konseptual baru untuk mengintegrasikan nilai afektif dan etis dalam pendidikan. Penelitian lanjutan perlu menguji implementasinya secara empiris guna menilai efektivitasnya dalam membangun kerukunan antarumat beragama dan kohesi sosial yang berkelanjutan.