Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MEDIA MATRASAIN

TENDENSI ECLECTICISM DALAM ARSITEKTUR POST-MODERN Paluruan, Raynold H.; Tarore, Raymond Ch.
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKModernisme dalam arsitektur merupakan suatu hal yang dianggap memberikan suatu cara pandang dan pikir yang baru dalam berarsitektur. Segala bentuk pemikiran berfokus kepada hal-hal yang bersifat mutakhir sejalan dengan kemajuan jaman dan teknologi. Dengan penggunaan mesin secara besar-besaran, keindahan dan seni ber-arsitektur masa lalu telah dilupakan, yang kemudian mengacu pada suatu karya yang bersih, polos tanpa ornamen, serta pengkotak-kotakan alias pengklasifikasian bentuk terhadap fungsi. Namun akhirnya segala bentuk kemutakhiran dan kehebatan modernisme, memunculkan beragam kelemahan dan kekurangan. Keinginan untuk menghasilkan suatu karya yang bebas penuh rasa dengan semangat yang plural dan kaya makna, membuat dogma-dogma modernisme akhirnya tumbang dalam badai amukan pemikiran-pemikiran eklektik atau aliansi antara sejarah dengan kemajuan teknologi.Kata kunci: modernisme, sejarah, pemikiran, seni
ISLAMIC CENTER DI KOTA KOTAMOBAGU. “ARSITEKTUR KONTEMPORER” Nuh, Riansyah; Supardjo, Surijadi; Tarore, Raymond Ch.
MEDIA MATRASAIN Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah bangsa yang memiliki kebudayaan yang unik dan beraneka ragam. Dimana tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dan menghasilkan suatu kesenian khas yang membedakan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Salah satu kota kesenian yang khas di Indonesia adalah Kota Jayapura. Kota jayapura merupakan kota seni dan budaya yang kental. Tari triton, tari pikon/kecapi mulut dan tari tipa merupakan salah satu kebudayaan dan kesenian peninggalan tradisi Papua. Sering dengan perkembangan jaman kebudayaan Papua mulai terlupakan, banyak generasi muda tadak mengenali tentang kebudayaan-kebudayaan tersebut. Masuknya budaya asing menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap menurunnya minat masyarakat budayanya sendiri, terutama generasi muda mudi yang lebih enjoi dengan kesenian-kesenian modern yang telah menjamur sampai lupa akan indentitas mereka sebagai orang Papua. Oleh karena itu, dengan adanya perancangan Pusat Seni dan Budaya Papua di Jayapura ini dapat meningkatkan kembali akan indentitas kebudayaan daerahnya dan memperkenalkan kebudayaan Papua ke manca Negara dengan cara memberikan pelatihan, pengembangan akan kesenian-kesenian Papua kepada masyarakat khususnya masyarakat Orang Asli Papua serta sarana pelestarian kebudayaan daerah dan sarana rekreasi. Output dari pada rancangan tidak hanya dari segi fisik atau keindahan arsitekturnya saja, melainkan nilai-nilai dari arsitektur Papua tersebut yang dimunculkan pada perkembangan arsitektur-arsitektur jaman sekarang tanpa melupakan arsitektur daerahnya. Dengan penerapan tema Re-Interpreting Tradisi ini diharapkan dapat mengangkat kembali nilai-nilai arsitektur Papua yang mulai dilupakan. 
PUSAT SENI DAN BUDAYA PAPUA DI JAYAPURA. “REINTERPRETING TRADISIONAL” Kogoya, Doanus; Makarau, Vicky; Tarore, Raymond Ch.
MEDIA MATRASAIN Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah bangsa yang memiliki kebudayaan yang unik dan beraneka ragam. Dimana tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dan menghasilkan suatu kesenian khas yang membedakan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Salah satu kota kesenian yang khas di Indonesia adalah Kota Jayapura. Kota jayapura merupakan kota seni dan budaya yang kental. Tari triton, tari pikon/kecapi mulut dan tari tipa merupakan salah satu kebudayaan dan kesenian peninggalan tradisi Papua. Sering dengan perkembangan jaman kebudayaan Papua mulai terlupakan, banyak generasi muda tadak mengenali tentang kebudayaan-kebudayaan tersebut. Masuknya budaya asing menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap menurunnya minat masyarakat budayanya sendiri, terutama generasi muda mudi yang lebih enjoi dengan kesenian-kesenian modern yang telah menjamur sampai lupa akan indentitas mereka sebagai orang Papua. Oleh karena itu, dengan adanya perancangan Pusat Seni dan Budaya Papua di Jayapura ini dapat meningkatkan kembali akan indentitas kebudayaan daerahnya dan memperkenalkan kebudayaan Papua ke manca Negara dengan cara memberikan pelatihan, pengembangan akan kesenian-kesenian Papua kepada masyarakat khususnya masyarakat Orang Asli Papua serta sarana pelestarian kebudayaan daerah dan sarana rekreasi. Output dari pada rancangan tidak hanya dari segi fisik atau keindahan arsitekturnya saja, melainkan nilai-nilai dari arsitektur Papua tersebut yang dimunculkan pada perkembangan arsitektur-arsitektur jaman sekarang tanpa melupakan arsitektur daerahnya. Dengan penerapan tema Re-Interpreting Tradisi ini diharapkan dapat mengangkat kembali nilai-nilai arsitektur Papua yang mulai dilupakan.
PENATAAN KAWASAN WISATA BUKIT WAWO Kaparang, Angelita A. P.; Tarore, Raymond Ch.; Tinangon, Alvin J.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i2.52698

Abstract

ABSTRAK Kota Tomohon adalah salah satu Kota di Provinsi Sulawesi Utara yang mempunyai potensi wisata yang menarik. Kota Tomohon memiliki berbagai potensi dibidang pariwisata yang tidak kalah bagus dengan daerah lain. Khususnya wisata alam Bukit Wawo. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik dan menganalisis penataan kawasan wisata bukit wawo. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis data kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk data yang bersifat numerik sedangkan metode analisis kualitatif adalah metode yang digunakan untuk data yang bersifat non numerik atau teks. Hasil penelitian menggambarkan penataan kawasan wisata di bukit wawo dengan tetap melihat kondisi infrastruktur pariwisata yang ada untuk diperlukan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan terutama pada jaringan jalan, jaringan air bersih, tempat sampah, listrik, telekomunikasi, dan infrastruktur pengelolaan limbah. Kata Kunci: Daya Tarik Wisata, Infrastruktur Pariwisata, Penataan Kawasan Wisata ABSTRACT Tomohon City is one of the cities in North Sulawesi Province which has attractive tourism potential. Tomohon City has various potentials in the tourism sector that are no less good than other areas. Especially the natural tourism of Wawo Hill. The aim of this research is to identify the characteristics and analyze the arrangement of the Wawo Hill tourist area. The research methods used are qualitative and quantitative analysis. The quantitative data analysis method is a method used for data that is numerical in nature, while the qualitative analysis method is a method used for data that is non-numerical or text in nature. The results of the research illustrate the arrangement of the tourist area on Wawo Hill while still looking at the condition of the existing tourism infrastructure which requires comprehensive and sustainable treatment, especially the road network, clean water network, trash cans, electricity, telecommunications and waste management infrastructure. Keywords: Touris Attraction, Tourism Infrastructure, Arrangement of Tourist Areas