Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGARUH SUBSTITUSI DEDAK PADI DENGAN BONGGOL PISANG FERMENTASI TERHADAP SIFAT FISIK PELLET SETELAH LAMA PENYIMPANAN SATU BULAN husni abdul gani; Maryati Puspitasari; Mega Royani
Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 4, No 2 (2020): Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v4i2.1443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari substitusi dedak padi dengan bonggol pisang fermentasi terhadap sifat fisik pellet setelah masa penyimpanan satu bulan. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu : R0 (Dedak Padi 5%, Bonggol Pisang fermentasi 0%); R1  (Dedak Padi 3,75%, Bonggol Pisang fermentasi 1,25%); R2 (Dedak Padi 2,50%, Bonggol Pisang fermentasi 2,50%); R3 (Dedak Padi 1,25%, Bonggol Pisang fermentasi 3,75%); R4 (Dedak Padi 0%, Bonggol Pisang fermentasi 5%). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata terhadap nilai kerapatan pemadatan tumpukan  pellet, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap nilai berat jenis pellet, nilai kerapatan tumpukan pellet dan sudut tumpukan pellet. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pellet perlakuan dengan bonggol pisang sebesar 5% (R4) dalam mensubstitusi dedak padi dapat menghasilkan sifat fisik pellet yang optimal setelah masa penyimpanan satu bulan.
PENGARUH SUBSTITUSI DEDAK PADI DENGAN BONGGOL PISANG FERMENTASI DAN BUNGKIL KEDELAI DENGAN INDIGOFERA FERMENTASI TERHADAP PERFORMA BROILER (The Effect of Substitution of Rice Bran with Banana Hump and Soybean Meal with Indigofera zollingeriana Fermented to Broiler Performances) Ibrahim Hadist; Tati Rohayati; Mega Royani; Maryati Puspitasari
Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 3, No 1 (2018): Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v3i1.469

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh substitusi dedak padi dengan bonggol pisang fermentasi dan bungkil kedelai dengan Indigofera zollingeriana fermentasi terhadap performa broiler. Penelitian dilaksanakan di kandang percobaan Kampung Babakan Jambe, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut mulai bulan Agustus sampai September 2018. Penelitian menggunakan 200 ekor ayam broiler strain Cobb dari PT. KMS tanpa dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Metode penelitian adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan perlakuan pertama yaitu tingkat substitusi dedak padi dengan bonggol pisang fermentasi (B) terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu : b0 = 0%, b1 = 1,25%, b2 = 2,50%, b3 = 3,75% dan b4 = 5,00%, sedangkan perlakuan kedua yaitu tingkat substitusi bungkil kedelai dengan Indigofera zollingeriana fermentasi (I) terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu : i0 = 0%, i1 = 6,50%, i2 = 13,00%, i3 = 19,50% dan i4 = 26%, sehingga terdapat 25 kombinasi perlakuan dengan masing-masing 2 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsitusi dedak padi dengan bonggol pisang dan bungkil kedelai dengan Indigofera zollingeriana fermentasi tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum, secara mandiri masing-masing berpengaruh terhadap pertambahan berat badan, dan terjadi interaksi antara substitusi bonggol pisang dan Indigofera zollingeriana fermentasi terhadap konversi ransum. Subsitusi dedak padi dengan bonggol pisang fermentasi 5% dan bungkil kedelai dengan Indigofera zollingeriana fermentasi 13% menghasilkan performa optimal pada ayam broiler. Kata Kunci : Bonggol Pisang, Indigofera zollingeriana, Fermentasi, Broiler. Abstract The purpose of this research is to know about the substitution effect of rice bran with banana hump fermented and soybean meal with Indigofera zollingeriana fermented to feed consumption, daily gain and feed conversion.. The research was conducted at Babakan Jambe, Pasawahan Village, Tarogong Kaler Sub District, Garut Regency and carried out from August until September 2018. This Research used 200 broilers with Cobb strain from PT. KMS with straight run method. The research used experimental method with design used was a Completely Randomized Design (CRD) factorial pattern with the first treatment, namely substitution of rice bran with banana hump fermented (B) consisting of 5 levels, namely : b0 = 0%, b1 = 1,25%, b2 = 2,50%, b3 = 3,75% and b4 = 5,00%, and the second treatment is the level substitution of soybean meal with Indigofera zollingeriana fermented (I) consisting 5 levels of treatment, namely: i0 = 0%, i1 = 6.50%, i2 = 13.00%, i3 = 19.50% and i4 = 26%, so the number of treatment combinations is 25 which is twice repeated. The results showed that there was not significat effect between the level substitution of banana hump and Indigofera zollingeriana fermented on the feed consumtion, there was independent effect on daily gain and there was interaction to feed conversion. Substitution rice bran with banana hump fermented until 5% and soybean meal with Indigofera zollingeriana fermented until 13% show optimal performance of broiler. Keywords : Bannana Hump, Indigofera zollingeriana, Fermented, Broiler
PENGARUH CARA PENGOLAHAN PATI GARUT (Maranta arundinacea) SEBAGAI BINDER DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS FISIK PELLET AYAM BROILER (The Effect of Processing Method of Arrow Root Tuber (Maranta arundinacea) as Binder and Length of Storage Time on Physical Quality Pellet Feed For Chicken Broiler) Titin Nurhayatin Maryati Puspitasari
Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science) Vol 2, No 1 (2017): Janhus: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v2i1.260

Abstract

Abstrak Rancangan penelitian dilakukan RAL faktorial (4 x 3) 3 ulangan. Faktor A adalah Proses pengolahan binder terdiri dari : A0 = binder CMC 1 %. A1 = binder diseduh d air panas, A2= binder tercampur ransum dan disemprot air panas. A3 = binder dalam ransum, dan dipanaskan dalam autoclave. Jumlah binder pati garut yang digunakan adalah 12% . Faktor B adalah lama penyimpanan, yaitu: L0 = 15 hari, L2 = 30 hari dan L3 = 45 hari. Peubah yang diamati adalah parameter fisik pellet. Data yang diperoleh di analisis varian (Anava) dan Uji Duncan. (Steel and Torrie, 1989). Hasil penelitian adalah tidak terdapat interaksi antara jenis pengolahan dan lama penyimpanan terhadap terhadap densitas, berat jenis, kadar air, kerapatan tumpukkan dan kerapatan pemadatan tumpukkan, tetapi terdapat interaksi antara jenis pengolahan dan lama penyimpanan terhadap durabilitas pellet. Jenis pengolahan berpengaruh sangat nyata pada densitas dan durabilitas. lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air dan berat jenis tapi jenis pengolahan dan lama penyimpanan tidak berpengaruh nyata pada kerapatan tumpukkan dan kerapatan pemadatan tumpukkan. Kata Kunci : Pati garut, binder, pengolahan, penyimpanan, pellet, broiler, Abstract The research design was done by factorial Completely Randomized Design (4 x 3) 3 replications. Factor A is binder processing process consisting of: A0 = 1% CMC binder. A1 = binder brewed in hot water, A2 = binder mixed ration and sprayed with hot water. A3 = binder in ration, and heated in autoclave. The amount of starch binder used is 12%. Factor B is the length of storage, ie: L0 = 15 days, L2 = 30 days and L3 = 45 days. The observed variable is the physical parameter of pellet. Data obtained in the analysis of variants (Anava) and Duncan Test. (Steel and Torrie, 1989). The result of this research is there is no interaction between processing type and length of storage to density, specific gravity, water content, pile density and pile compaction density, but there is interaction between processing type and duration of storage to pellet durability. The type of treatment has a very significant effect on the density and durability. duration of storage has a very significant effect on water content and specific gravity but the type of processing and storage time has no significant effect on pile density and density of compact pile. Keywords: garut starch, binder, processing, storage, pellet, broiler
POTENSI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN TUA DAN MUDA EUPHORBIA HIRTA LINN Maryati Puspitasari; Abun Abun; Ana Rochana; Tuti Widjastuti
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v14i2.2430

Abstract

Euphorbia hirta adalah tanaman herba yang memiliki senyawa aktif berpotensi sebagai antioksidan. Informasi terkait aktivitas antioksidan Euphorbia Hirta dapat menjadi landasan melihat potensinya untuk mengatasi stress oksidatif pada ternak unggas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun tua dan muda Euphorbia hirta. Metode yang digunakan dalam menguji aktivitas antioksidan adalah dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun tua memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan daun muda. Nilai persen inhibisi daun tua adalah 68,17% pada konsentrasi 11 ppm dan daun muda adalah 66,92% pada konsentrasi 11 ppm. Nilai IC50 Euphorbia hirta dari daun tua adalah 7,713 ppm, daun muda 7,926 ppm dan vitamin C 2,095 ppm. Dilihat dari nilai IC50, daun tua dan muda patikan kebo tergolong antioksidan sangat kuat, berada dalam golongan yang sama dengan Vitamin C. Dilihat dari aktivitas antioksidannya, Euphorbia hirta sangat berpotensi digunakan untuk mengatasi stress oksidatif pada ternak unggas.
KARAKTER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK EKSTRAK ETANOL PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta L.) UNTUK FEED ADDITIVE DENGAN PENGERING LAKTOSA Puspitasari, Maryati; -, Abun; Widjastuti, Tuti
JANHUS Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i2.4145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter spesifik dan non spesifik dari ekstrak etanol patikan kebo (Euphorbia hirta L.) yang dikeringkan dengan laktosa untuk digunakan sebagai feed additive pada ternak.   Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Analisis, Fakultas MIPA  Universitas Garut.  Metode yang dilakukan adalah dengan membuat beberapa perbandingan antara ekstrak kental : laktosa.  Perbandingannya adalah P1 = 1:1, P2 = 1:1,5, P3 =  1:2, P4 = 1: 2,5 dan P5 = 1 : 3. Peubah yang diamati yaitu karakteristik spesifik  yang terdiri dari   kadar sari larut etanol, kadar sari larut air,  dan karakter non spesifik terdiri dari  kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam dan susut pengeringan.. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P1 sampai P5 menghasilkan karakter spesifik dan non spesifik yang telah sesuai standar, tapi perlakuan yang optimal adalah pada perlakuan P5 yaitu perbandingan ekstrak kental dan laktosa 1 : 3
KARAKTER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK EKSTRAK ETANOL PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta L.) UNTUK FEED ADDITIVE DENGAN PENGERING LAKTOSA Puspitasari, Maryati; -, Abun; Widjastuti, Tuti
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i2.4145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter spesifik dan non spesifik dari ekstrak etanol patikan kebo (Euphorbia hirta L.) yang dikeringkan dengan laktosa untuk digunakan sebagai feed additive pada ternak.   Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Analisis, Fakultas MIPA  Universitas Garut.  Metode yang dilakukan adalah dengan membuat beberapa perbandingan antara ekstrak kental : laktosa.  Perbandingannya adalah P1 = 1:1, P2 = 1:1,5, P3 =  1:2, P4 = 1: 2,5 dan P5 = 1 : 3. Peubah yang diamati yaitu karakteristik spesifik  yang terdiri dari   kadar sari larut etanol, kadar sari larut air,  dan karakter non spesifik terdiri dari  kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam dan susut pengeringan.. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P1 sampai P5 menghasilkan karakter spesifik dan non spesifik yang telah sesuai standar, tapi perlakuan yang optimal adalah pada perlakuan P5 yaitu perbandingan ekstrak kental dan laktosa 1 : 3
Survey Pemanfaatan Fitofarmaka Untuk Meningkatkan Produktivitas Dan Kesehatan Ayam Petelur : Studi Kasus Di Kecamatan Karangpawitan Garut Puspitasari, Maryati; Nurhayatin, Titin; Kusmayadi, Tendy
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v9i2.42761

Abstract

Fitofarmaka adalah jenis tanaman yang mengandung senyawa aktif yang dapat berperan dalam pengobatan. Dalam budidaya ternak salah satunya pada unggas ayam petelur, fitofarmaka banyak digunakan untuk tujuan meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan fitofarmaka di Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode survai. Pemilihan peternak ayam petelur yang diambil dilakukan secara purposive.  Interview dilakukan secara langsung terhadap 12 peternak terpilih. Hasil penelitian menunjukkan semua peternak ayam petelur telah memanfaatkan bahan fitofarmaka dalam budidaya ayam petelur. Pada umumnya bahan yang digunakan oleh peternak di Kecamatan Karangpawitan dalam budidaya ayam petelur adalah daun sirih (Piper betle L), tanaman sereh  (Cimbopogon Nardus L.), daun binahong (Anredera cordifolia), bawang putih (Allium sativum), daun pepaya (Carica pepaya L) dan jahe (Zingiber officinale)
EVALUASI PENERAPAN GOOD FARMING PRACTICE DI BALAI PENGEMBANGAN PERBIBITAN DOMBA DAN KAMBING (BPPTDK) MARGAWATI KABUPATEN GARUT Abdul Malik, Chizam; Kusmayadi, Tendy; Rohayati, Tati; Puspitasari, Maryati
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v10i1.43033

Abstract

Domba merupakan salah satu komoditas peternakan yang memiliki peranan penting dalam perekonomian masyarakat perdesaan, terutama di Jawa Barat yang merupakan sentra produksi domba nasional. UPTD BPPTDK Margawati Kabupaten Garut merupakan lembaga pemerintah daerah yang memiliki fungsi strategis dalam pengembangan pembibitan dan manajemen peternakan domba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Good Farming Practices (GFP) di UPTD BPPTDK Margawati, mencakup empat aspek utama, yaitu sarana, produksi, pelestarian lingkungan, dan pengawasan. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei, wawancara, dan kuesioner kepada staf teknis serta pengelola UPTD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total performa GFP mencapai 92%, dengan rincian: aspek Sarana 92,49%, Produksi 88,75%, Pelestarian Lingkungan 100%, dan Pengawasan 100%. Berdasarkan klasifikasi performa GFP, nilai tersebut termasuk dalam kategori "sangat baik". Temuan ini menunjukkan bahwa UPTD BPPTDK Margawati telah menerapkan GFP secara optimal dan layak dijadikan sebagai model percontohan bagi peternakan lainnya. Meskipun demikian, perbaikan pada aspek sarana dan produksi tetap diperlukan untuk mencapai kesempurnaan dalam penerapan GFP yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan hewan serta produktivitas peternakan yang lebih tinggi.
Komposisi Gulma Dan Pertumbuhan Padi Sawah Pada Aplikasi Teknologi Budidaya Tanpa Olah Tanah Dan Frekuensi Penyiangan Rahmat Muhidin; Jenal Mutakin; Ardli Swardana; Rahmi Fatimah; Maryati Puspitasari
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 25 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v25i4.3895

Abstract

The purpose of this study is to analyze the composition of weeds and the growth of lowland rice influenced by the use of TOT cultivation technology and varying weeding frequencies. The study was carried out between June and November 2024. The approach employed in this research was an experimental method utilizing a split plot design, with two primary factors: the application of cultivation technology (B), featuring two treatment conditions, and the frequency of weeding (F), with six different levels of treatment. A combination of treatment plots was established for each block. Weed samples were taken at 7 points in each combination plot diagonally, using a square freem of 50cm x 50cm. Weed identification results were analyzed for dominance values (S.D.R) and Diversity Index (H') based on Shannon-Wiener. Data on weed dry weight and paddy growth obtained were analyzed using ANOVA, with a further DRMT (Duncan) test at the 5% level.Result of the research show that TOT cultivation technology and weeding frequency have a significant effect on weeds and rice growth. The most weeds were found in the conventional system with 37 species with the dominant weed being Cynodon dactylon for those that were not weeded and Pistia stratiotes for those that were weeded. In the TOT system, 24 species were found with the dominant weed Pistia stratiotes in both weeded and unlit fields, with the diversity index in each treatment being moderate. A weeding frequency of 3 times provides the lowest dry weight of weeds. on the number of tillers at the age of 40 DAP and the frequency of competition had the best effect on weed suppression and the number of leaves per hil
KUALITAS ORGANOLEPTIK DAN PH YOGHURT SUSU SAPI DENGAN PENGGUNAAN GULA AREN DAN MADU Angga Andrariesta; Maryati Puspitasari; Titin Nurhayatin
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v10i2.44308

Abstract

Yoghurt is a fermented dairy product that typically uses cane sugar as a sweetener. Palm sugar and honey have the potential to be used as alternative sweeteners in yoghurt production. This research aimed to determine the effect of using palm sugar and honey on the pH and organoleptic quality of cow’s milk yoghurt. This research was conducted from November to December 2025 at the Post-Harvest Laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Garut. The research method used was an experimental design with a completely randomized design (CRD) consisting of 6 treatments and 3 replicates, namely P1 = 0% palm sugar + 5% honey, P2 = 1% palm sugar + 4% honey, P3 = 2% palm sugar + 3% honey, P4 = 3% palm sugar + 2% honey, P5 = 4% palm sugar + 1% honey, and P6 = 5% palm sugar + 0% honey. The parameters observed included pH, color, taste, aroma, and texture. The data obtained were analyzed using analysis of variance and continued with Duncan’s multiple range test if the results was significant (P < 0.05). The results showed that the use of palm sugar and honey at different doses has a significant effect (P<0.05) on the pH and texture of yoghurt, but did not has a significant effect (P>0.05) on the color, taste, and aroma of yoghurt. The use of 4% palm sugar and 1% honey in yoghurt gives optimal results for the yoghurt’s pH and texture.